Aji centil

Ayana mendengus jijik melihat dan mendengar Hani —target setia Aji menasihatinya namun bersamaan dengan itu dia mengolok Ayana karena tidak berpengalaman.

“Aku memang tidak ahli dalam hal satu itu, menyebalkan kenapa juga kamu mengolok ku?!” gerutu Ayana membuat Hani tertawa.

“Kakak memang sangat lucu, bagaimana bisa kalian sudah menikah tapi melakukan hal lebih saja tidak bisa? Bahkan temanku yang naif saja diam-diam hamil, mereka baru saja menikah tapi setelah 3 bulan berlalu sudah melahirkan. Dan kamu kakak bagaimana? Apa tidak ada rencana untuk punya anak?”

“Jangan bicarakan hal itu” geram Ayana membuat Hani semakin tertawa.

“Baiklah baiklah, lain kali jika ingin dilirik kakak harus merias diri. Jika kakak berdandan kan sangat cantik, dan juga jangan kenakan pakaian tertutup. Cukup memakai farfum yang menyengat dan berlagak errrr—“

“—berhenti kubilang!”

Hani semakin tergelak “Baiklah -baiklah kali ini benar -benar berhenti hahaha!”

“Kalian sedang apa? Sepertinya pembicaraan ini sangat asyik, apakah aku boleh bergabung?” tanya Aji yang menyelinap masuk.

Ayana melirik sinis “Bukankah sedari tadi kamu menguping huh?”

Aji menarik salah satu kursi diruang diskusi itu sembari tertawa “Kelihatan ya?”

Hani mendelik sebal “Tentu saja, kau kan tinggi.”

“Wow, aku sangat merasa terhormat! Apa itu salah satu pujian serta lirikan untukku princess Hani???”

“Sudahlah, tak ada gunanya berbicara denganmu disini” ujar Hani.

Aji menyerit “Kenapa bisa begitu?”

“Itu membosankan” jawab Hani kemudian beranjak dari kursi “Aku sudah mengirimkan gambar-gambar nya kembali lewat email kakak. Semoga kamu setuju dan membuat tim 10 senang, karena aku juga akan mendapat traktiran” Hani terkekeh pelan.

“Terimakasih, ternyata kau masih sama saja setiap harinya” jawab Ayana dibalas anggukan Hani.

“Itulah yang membuatku semakin suka padanya, cara dia memakan makanan dengan lahap membuatku selalu ingin mentraktir nya” kagum Aji tak lupa mendramatisir.

“Aishhhhh kau ini!” Ayana menjitak Aji pelan, meskipun pelan tapi tingkat kecentilan Aji yang tinggi didepan Hani membuat pria cantik itu meringis sakit.

“Gelagatmu itu!” lagi, Ayana menjitak kepala Aji kali ini tidak pelan alias keras.

“Ah kakak!!” protes Aji.

“Kalau begitu aku permisi” Hani pun keluar ruangan.

“Woi! Kau mau kemana?!” teriak Aji hendak menyusul namun teriakan Ayana membuat Aji mengurungkan niatnya mengejar Hani, gadis incarannya, gadis cahayanya, gadis terindahnya, gadis cantiknya, gadis imutnya, gadis terperfect edisi Aji.

“Aku yakin bukan karena tanpa alasan kamu mendengarkan percakapan aku dengan Hani apalagi ini di ruang diskusi” ujar Ayana.

“Ah benar” Aji menjentikkan jarinya “Sebelum itu lihatlah dulu gambar-gambar yang dikirim kak Hani.”

“Ada apa dengan gambarnya?” tanya Ayana “Ini bagus menurutku, kita bisa saja langsung—“

“Gambaran ini sangat mirip dengan salah satu milik Jessicaluv yang baru saja di posting kak" Potong Aji.

“Bagaimana bisa?”

“Itu yang membuat semuanya aneh dan runyam. Bahkan mereka memposting nya dengan kata-kata halus yang sama persis dibuat oleh ketua tim 10 kita.”

“Apa tak ada keanehan yang terlihat? Kudengar juga tim 10 sendiri membuat nya tanpa mencetak karya siapapun, bagaimana bisa ini seperti ini?” tanya Ayana.

“Aku juga tidak tahu, sepertinya kakak harus menyelesaikan ini” jawab Aji.

“Dunia desain selalu mengalami perubahan. Peran media, tren, dan teknologi mengiringinya dengan perkembangan yang dinamis. Menemukan orang yang tepat untuk mendesain berbagai hal tentu menjadi tantangan tersendiri.”

Aji mengangguk setuju “Benar!”

“Aji! Aku punya satu rencana, jadi bantu aku!” ujar Ayana.

“Tentu saja Aji yang tampan ini selalu sedia membantu ratu.”

Drrttt drtttt drtttt

Pandangan Ayana mengarah ke arah iPhone nya yang menampilkan notifikasi pesan. Akibat sangat terkejut dengan si pengirim pesan, Aji yang berceloteh pun tak ia dengar.

Apa akan ada badai siang ini? Lelaki itu? Dia menginginkan aku untuk makan siang bersama dengannya? Pikir Ayana.

“Wow, kenapa tak dijawab?” tanya Aji yang ternyata melihat juga notifikasi dari Haga.

“Kau lancang sekali melihatnya!”

“Bukankah itu sudah biasa? Lagipula dia calon suamimu aku harus tahu kalian akan melakukan hal apa saja karena aku yang ikut serta menentukan akan resmi atau tidak!”

“Terserah padamu, aku akan kabari nanti lewat pesan apa saja yang harus kau kerjakan!” Ayana beranjak dari kursi dengan semangat namun, jalannya terhenti membuat Aji yang terkekeh pelan ikut senang atas kesenangan kakaknya itu juga terhenti “Ada apa? Apa ada sesuatu yang terlewat? Atau mungkin kakak ingin mengatakan sesuatu lagi? Jangan bilang itu adalah pesan dari Hani? Ahhhhh gadis itu selalu saja malu-malu tapi mau juga. Atau dia menginginkan aku jadi pacarnya dan mengatakan itu pada kakak supaya aku cepat-cepat memintanya menjadi kekasih nya lagi?” tanya Aji beruntun.

Ayana menggeleng pusing “Bukan itu, tapi aku dan Haga memutuskan untuk mempercepat pernikahan. Dua Minggu lagi! Jangan lupakan itu! Aku pergi!”

“APAAAAAAAA??!!!!!!”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!