Sosok yang mendadak muncul

Disisi lain.

"Bagaimana?" Dirga menggeleng.

"Kenapa kakak selalu saja menggeleng! Jangan coba coba membohongiku!" setengah berteriak, Syania mengusap wajahnya kasar.

Dirga balik berteriak, ada sedikit rasa tak terima jika wanita didepannya itu meneriakinya bagaimanapun dirinya boss disini jadi untuk apa mengagungkan Haga yang sedang tidak ada "Kenapa tidak kau sendiri yang menelponya?! Kenapa harus aku?!"

"Kenapa kakak juga mau?!" Dirga diam kemudian pria itu mengerjapkan matanya "Benar juga" Syania mendelik sebal.

"Sebenarnya aapa yang dilakukan Kak Haga saat ini?! AHHHH! Aku sudah tak sabar bertemu dengannya!"

Dirga menggelengkan kepalanya dan Syania kembali terdiam merasakan sendiri hatinya mencelos dengan ketidak keberadaannya Haga. Padahal Syania sudah mengosongkan jadwalnya untuk tak bertemu dengan pria lainnya.

Jadi Syania memikirkan cara lain, yaitu mengunjungi kantor Haga besok hari untuk melepas rindunya. Uh— membayangkannya saja membuat aku gila, aku pastikan aku akan menjadi nyonya di hati Kak Haga.

"Jangan terlalu berharap Syania aku takut kamu akan jatuh kali ini" Dirga terkekeh kemudian menepuk pundak gadis berumur 17tahun didekatnya ini.

"Apa?" Syania menatap sengit Dirga.

"Handphone mu bergetar! Dasar kau ini selalu saja begini! Perhatikan nada bicaramu lain kali!" ingat Dirga.

Unknown number is calling..

"Siapa ini?" gumam Syania gugup menggigit kuku jarinya tanpa sadar, itu adalah kebiasaannya sejak dahulu.

Dirga yang melihatnya hanya bisa tertawa mengejek "Angkat saja, siapa tahu itu adalah kekasih dari salah satu teman tidur mu. Untuk bersenang-senang tanggapi saja dia hahaha."

Syania kembali menatap sinis Dirga "Ha ha ha ? Lucu? Itu lucu hum???"

"Ey kau ini sel—"

Ucapan Dirga terpotong karena Syania dengan segera mengangkat panggilan entah dari siapa itu "Halo?"

"Syania?"

"Ya, dengan siapa saya berbicara?" tanya Syania sopan membuat Dirga membulatkan mata anak ini bisa sopan juga ternyata pikirnya.

"Sepertinya mulai sekarang kita tak perlu berbicara sesopan ini, karena kita akan lebih dekat setelah ini Syania."

"Maaf??"

"Ah— aku lupa menjelaskan. Kau tahu Haga Arsatya?"

"Dia kekasihku."

"Sejak kapan? Yang aku tahu dia sudah akan menikah kali ini, bagaimana? Apa kau tak tahu? Aku bisa membantumu."

"A—pa??!!!!!! Menikah?! Sejak kapan?! Kenapa aku tidak tahu?!"

"Masih belum sayang."

"Berarti masih ada kesempatan untukku" gumam Syania membuat seseorang diseberang sana tertawa.

"Tentu saja, sudah aku bilang tadi aku bisa membantumu mendapatkan pria itu dengan sangat mudah. Terlepas dari bagaimana cara mendapatkan nya, akan aku pikirkan kedepannya nanti namun ada syarat nya."

"Memangnya kau siapa bisa membuat hal itu menjadi mudah? Aku saja yang sedari dahulu tidak bisa mendapatkannya itu dengan mudah."

"Sudah kubilang aku akan memikirkannya, kau hanya perlu mendengarkan apa kataku."

"Bagaimana aku bisa percaya padamu? Aku bahkan tak mengenal mu?!"

"Calm babe, aku akan mengirimkan satu alamat padamu datanglah."

"Apa aku bisa mempercayai mu?"

"Tentu saja harus, karena kita akan lebih akrab dari ini setelahnya. Kau mendapatkan hatinya, aku mendapatkan uang nya—"

"Ternyata kau sama seperti jalang lainnya juga, menyukai uang."

"Memangnya kau tidak?!"

"Aku hanya menyukai kak Haga saja."

"Kau dibutakan oleh cinta bocah, akan lebih mudah dari dugaan ku sepertinya."

"Apa maksudmu?!"

"Apapun itu, rahasiakan ini dari siapapun. Datanglah dengan tepat waktu karena aku juga mempunyai urusan lain selain mengurus hal ini. Aku tutup—"

"—TUNGGU! Tapi dengan siapa aku berbicara sekarang? Setidaknya aku harus mengetahui namamu, karena kau pun sudah tahu namaku."

"You can call me Jessica"

"Apa itu nama palsu? Apa kau orang luar negeri?! Jangan -jangan kau hanya orang dari kepolisian yang ingin aku ditangkap kan?! Jangan memancingku! Wow— aku tak percaya ini!!"

"Terserah."

Pip!

"Eh?! Hei!!! Kenapa ditutup?!" gerutu Syania.

"Siapa itu? Kenapa terdengar sangat tenang untuk orang yang menegurmu lewat handphone?" tanya Dirga.

"Kakak! Kenapa kau tak bilang jika Kak Haga akan segera menikah? Dengan siapa?" balik tanya Syania.

Dirga menjadi gelagapan, apa wanita ini tidak mendengar percakapan nya waktu itu? Atau dia saja yang pelupa? pikirnya. "Dari siapa kau tahu?" tanya Dirga.

Syania menatap nyalang Dirga "Apa itu penting?!"

"Tentu saja."

"Uhm— ya baru saja aku mendengar hal -hal yang tak jelas di telfon" ujar Syania pelan.

"Memangnya siapa itu?!"

"Dia bilang namanya Jessica. Itu aneh bukan kakak? Apa dia menipuku? Ahhh aku akan menghajarnya nanti jika benar, meskipun dia orang luar negeri atau idol maupun model sekalipun. Aku akan sangat marah jika benar, tapi demi Kak Haga aku bisa apa lagi. Sepertinya tuhan berpihak padaku kali ini!!!"

Dirga merubah wajahnya menjadi serius "Syania" panggilnya.

Syania menatap Dirga heran "Ada apa? Kenapa memanggilku begitu? Oh! Sebentar!! Jangan membuatku takut dan akan menggagalkan rencanaku kali ini kakak!!"

"Untuk kali ini saja aku memintamu, jangan berurusan dengan wanita itu. Dia berbahaya Syania" Dirga berujar lembut.

"Wanita siapa maksudmu kakak? Ah!!!! Kakak di telfon tadi? Kenapa? Itu akan menguntungkan bagiku untuk dengan mudah mendapatkan Kak Haga!!"

"JANGAN COBA COBA!" sentak Dirga membuat Syania mendesah kesal dengan sikap pria itu.

"Aku sudah peringatkan padamu, karena aku melihatmu sebagai saudaraku juga meskipun kau nakal. Aku tak ingin kau menyesal."

Syania bangkit dari duduknya dengan amarah memuncak "Kenapa aku harus menyesal!"

Dirga mengusap wajahnya kasar "Kau akan berakhir dipenjara seumur hidup atau tidak mati ditangan Haga ataupun ditangan wanita itu sendiri" ujarnya penuh penekanan di setiap kata membuat tubuh Syania menegang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!