Dibalik sikap lembut

Sudah 30 menit lamanya perjalanan penuh keheningan di dalam mobil, entah Ayana atau Haga keduanya tidak ada satupun yang berniat membuka pembicaraan. Membuat keadaan semakin canggung, bahkan Aditya yang tak tahu apa pun merasakannya.

Kemudian Aditya bertanya dengan setenang mungkin "Apa ada sesuatu yang terjadi tadi? Aneh sekali, mendadak suasana dan juga kalian menjadi canggung."

Ayana mendengus "Memangnya kapan kami tidak canggung."

"Kau tahu, sepertinya ibu belum bisa menerima Ayana " jawab Haga datar.

"Dia bukan belum bisa menerimaku, tapi tak akan pernah menerimaku dengan sikapnya yang seperti itu" Aditya menaikan sebelah alisnya bingung dengan ucapan Ayana barusan.

"Jadi kau menyerah?" Ayana menggeleng.

"Tak ingin menemuiku lagi?" Ayana menggeleng kembali.

"Katakan dengan benar dan jawablah dengan mulutmu itu, kau tahu aku menyukaimu" ujar Haga.

"Aku hanya—"

"Apa?"

"Apa yang sudah ditentukan Tuhan, aku tak bisa membuatnya menjadi sesuai keinginanku" Ayana tersenyum tipis "Aku juga tak ingin membuang waktu dengan menyangkal bahwa aku tidak menyukaimu."

Apa ini??

Setelah sampai di apart, Haga membawa Ayana yang terlelap menuju kamar mereka. Dengan perlahan Haga menurunkan tubuh mungil itu diatas ranjang lalu menyelimutinya dengan enggan.

Haga diam di samping Ayana yang terlelap dengan damai itu. Sebenarnya perasaan Haga menjadi tak nyaman dan sekarang pikirannya kacau setelah mahluk didepannya itu mencurahkan perasaanya. Disisi lain Haga tentu saja sangat senang jika Ayana sudah masuk dalam perangkapnya, gadis itu menyukainya bahkan mencintainya bukannya akan menjadi mudah dan menyenangkan jika begitu.

Mudah saja bagi Haga untuk melemahkan hati Ayana, atau pun gadis serta wanita lain. Dia hanya perlu mengajaknya berbicara banyak, kemudian mendiamkannya dengan gaya dingin yang sesungguhnya, lalu terus mengikuti urusan gadis itu, dan kembali mendiamkannya, setelah itu kembali merayu dan kembali mendiamkannya. Para gadis pasti akan selalu memikirkannya jika begitu, mereka akan penasaran dan berujung pada rasa suka atau cinta. Sangat menguntungkan bagi Haga mendapati Ayana seperti ini, tapi diantara kesenangan yang ada Haga merasakan sesuatu hal yang paling mengganggunya. Sesuatu yang kini hanya dirinya yang tahu, ingin menghilangkannya karena ia tak ingin kalah dalam permainan yang ia buat sendiri. Sangat memalukan jika iya.

Haga menghela nafas berat kemudian ikut berbaring di bagian kosong pada ranjang tersebut. Kedua matanya tak lepas dari wajah terlelap Ayana, "Kau sudah dalam genggamanku, jangan coba coba melarikan diri sekalipun" gumamnya lalu menyusul Ayana ke alam mimpi.

...----------------...

Pagi harinya, Ayana terbangun dengan Haga yang tidur sembari memeluknya erat. Inilah yang selalu di inginkan Ayana, sejak dulu saat khayalan anak smp yang mendambakan tentang calon suami ideal atau apapun itu tentu saja Ayana juga mengalaminya. Tanpa sadar Ayana tersenyum geli memikirkan betapa gila nya khayalan jaman smp dulu.

Dan, sepertinya khayalan itu terwujud dengan Haga yang sekarang melunak kepadanya. Sangat bahagia ternyata membayangkan jika Haga, dirinya dan calon anaknya nanti bersama sama menikmati musim semi, hujan, panas, salju atau yang lainnya seperti berkeliling dunia, menikmati berbagai wahana di taman bermain. Indahnya mengkhayal.

Dan yang lebih menyenangkan Ayana lagi adalah Haga menerimanya dan akan berusaha sebaik mungkin menjadi suami idaman yang Ayana inginkan. Ya. Pria itu mengatakan pada Ayana bahwa dirinya ingin mengulang kembali mulai dari perkenalan hingga memutuskan akan mempercepat pernikahan menjadi 2 minggu lagi.

Ayana tersenyum sembari mengelus pelan jari tangan Haga dan lengannya. Ia kemudian memberanikan diri menyingkirkan tangan itu dan pergi ke kamar mandi. Masih jam 5 pagi berarti akan ada waktu untuk dirinya melaksanakan tugasnya sebagai calon istri yang baik pada pagi hari. Hitung -hitung latihan membiasakan diri karena seterusnya ia akan seperti ini.

"Haga, bangunlah" ujar Ayana dengan lembut setelah dirinya berhasil mandi dan berpakaian rapi.

"Hm"

"Bangunlah"

"5 menit lagi" sahut Haga.

"Jika aku menjumlahkan 5 menitmu sejak pertama itu akan menjadi 30 menit!" kesal Ayana.

"Aku akan berangkat pukul 9 hari ini, rapatnya dimulai tepat pukul sembilan jadi aku bisa masih tidur kan?"

"Cepat bangun atau aku siram disini!" nada Ayana tentu saja memerintah seperti ratu.

Haga menatap Ayana tak percaya "Jadi sekarang kamu mengancam ku?"

Ayana tersenyum melihat Haga sembari berjalan ke arah pintu. Sebelum keluar kamar, Ayana kembali menolehkan kepalanya menghadap ke arah Haga yang masih duduk "Jangan coba coba untuk kembali tidur! Aku akan benar benar menyirammu dengan air jika begitu!" ingatnya.

Setelah itu Ayana pergi keluar meninggalkan Haga yang yang tersenyum jijik. Dan meruntuki dirinya dalam diam.

"Apa dia baru saja memerintah?" gumam Haga.

Sedangkan di bawah, Ayana mulai mempersiapkan makanan sendiri tanpa dibantu pelayan. Ini yang diinginkan Ayana sejak malam ia membayangkannya, masih tak percaya apa yang akan ia lakukan Ayana menatap berbagai sayuran dan bahan masak lainnya dengan wajah berbinar.

Tangan Ayana mulai bergerak lincah memotong bahan masak dan menyalakan kompor, mulai merebus, menggoreng dan hal lainnya yang Ayana pelajari di internet.

Sembari bersenandung kecil, Ayana menata piring meskipun hanya untuk dua orang saja, dirinya dikejutkan oleh Haga yang memeluknya dari belakang.

"Kau!" geram Ayana kaget.

Haga terkekeh sambil mencium leher Ayana yang terpampang jelas didepannya karena gadis itu menguncir rambutnya "Rasanya aku ingin memelukmu seperti semalam didalam kamar seharian dan melakukan hal menyenangkan lainnya" bisik Haga.

Ayana memutar bola matanya sebal "Jangan coba coba untuk menggodaku!"

Haga kembali terkekeh dan mencium pipi Ayana "Aku tidak menggodamu, aku hanya ingin mengatakan apa yang aku inginkan saja."

Ayana tak mempedulikan pria dibelakangnya itu, ia fokus menyelesaikan menata meja makan sebelum akhirnya berbalik menatap tajam Haga dan melepaskan pelukan pria itu.

"Bisakah kamu berhenti menjadi pria mesum? sejak di dalam mobil kamu seperti ini!" kesal Ayana.

Haga hanya tersenyum tipis dan mengikuti Ayana yang membawa makanan yang sudah dimasaknya "Kenapa kamu mengikutiku?" ujar Ayana bingung.

"Apa tak boleh?" tanya Haga terus mengikuti Ayana yang bolak balik membawa piring dan mangkuk berisi makanan.

"Lepaskan!" ronta Ayana kepada Haga yang memeluknya, bukan apa apa namun ini akan membatasi ruang gerak Ayana.

"Akan aku lepas, cepat bawa makanannya lagi" ujar Haga benar benar melepasnya membuat Ayana tersenyum senang.

Tapi, ketika ia membawa makanan lagi dan lagi Haga mulai berhitung "1....2...3....." Ayana bingung namun dia tetap duduk di kursi sebelah Haga.

"4....5...6..."

"Kenapa berhit—aaaaa!" Haga kembali memeluk Ayana dan membawa gadis itu ke pangkuannya.

Kedua bola mata Ayana berpapasan dengan kedua bola mata Haga yang mempesona. Ia menatap wajah Haga yang sangat dekat itu dengan terkejut.

Cup! Haga mencium bibir Ayana sekilas.

"A—pa yang kau lakukan?" tanya Ayana mencoba melepaskan diri dari pangkuan Haga namun nihil karena pria itu memeluk dan menahannya dengan erat.

"Mencium mu apalagi" jawab Haga santai.

Ayana hendak mengatakan sesuatu namun Haga menutup mulut itu dengan sesendok nasi dan makanan yang dihidangkan. Ayana melotot sebal "Aku membutuhkan mu untuk mencicipinya, siapa tahu kamu membuat beberapa racun didalamnya" datar Haga.

"Kwauu gwila? twurwunkan akwu!"

"Makanlah saja dengan tenang, aku akan menyuapimu" ujar Haga mencium pelipis Ayana.

"Hmmmh!" Ayana memukul kepala Haga karena kesal, pada akhirnya ia harus diam mengalah disuapi Haga dengan tangan dan bibir pria itu hinggap di bagian manapun yang sudah ditargetkan.

Melihat Ayana yang cemberut dan kesal tentunya suatu hiburan kecil untuk Haga, suara tawa menggelegar dengan geraman Ayana yang mendominasi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!