"Oh! Kakak cantik, apa semua sudah selesai?" salah satu asisten Ayana yaitu Aji terkejut, bukan main jika majikannya sudah mau pulang pada jam seperti ini. Biasanya majikannya itu pulang larut sekali, sekitar jam 2 dini hari.
Memang tak bisa disanggah lagi jika Ayana sangat suka pekerjaannya, apalagi jika Aji membawakan lilin aroma. Membuat Ayana semakin betah di area ini, begitupun Aji karena ia bisa mendapat teman di sana.
Kenapa Aji bisa mengetahui majikannya pulang sedini itu? Karena Aji salah satu mahasiswa yang juga bekerja dengan Ayana, karena selain kontrakan Aji jauh dari butik Ayana juga jauh dari universitas. Maka dari itu dengan senang hati Ayana membuatkan satu kamar untuk Aji tinggal. Aji pun tak bisa berkata apa apa lagi selain terharu dan senang, hitung hitung menghemat duit. Aji juga sudah dianggap adik sendiri oleh Ayana. Maka dari itu jangan aneh jika mereka bercanda ria atau akrab sekali.
"Kau sekarang sudah melihatku diluar bukan? Jadi kau bisa menyimpulkan hal apa" ketus Ayana sudah terlanjut bad mood akibat kedatangan Haga.
"Memang kapan biasanya dia pulang?" tanya Haga.
"Sekitar jam-"
"Untuk apa kau peduli! Jangan ingin tahu" potong Ayana ketus.
"Aku harus, karena kau calon istri ku"
Brak!
"WHAT?! Kakak cantik apa yang ia katakan benar? KAU AKAN MENIKAH? kenapa aku tidak tahu?! AKU KAN HARUS MENYELEKSI PRIA YANG AKAN MENIKAH DENGANMU!!" amuk Aji sebal seperti anak kecil.
"Om? Dasar anak labil! Kenapa repot sekali untuk menyeleksi seperti itu" balas Haga
"Oh REALLY?! lihatlah kakak cantik, calon suamimu itu ck."
"Kenapa? Ada apa denganku?"
"Serius kau ingin menikah dengan kakak cantik-ku?" heran Aji mendudukkan dirinya heboh di kursi dekat Haga.
"Kau mau menyeleksi ku juga?"
"Tidak, kau? Siapa yang tak tahu kamu. Bahkan mantan kekasihku saja memutuskan ku karena aku menghinamu sedikit"
"Bagus- eh? Kau menghinaku seperti apa sampai kekasihmu memutuskan mu! Apa itu sangat buruk?" Haga berusaha menahan amarahnya, untuk menjaga image di depan adik iparnya meskipun bukan adik kandung Ayana. Tetap saja sudah terlihat dari kelakuan pria bernama Aji itu yang seperti perempuan dan pasti akan sangat repot menyangkut kakak cantik (kakaknya).
"Ew- kenapa kau menjadi kepo?" tanya Aji.
"Kau juga menjadi kepo, padahal aku berniat menjemput kakakmu itu. Dan sekarang lihatlah bagaimana ini? aku terjebak dengan manusia seperti dirimu"
Aji mendekatkan badannya pada Haga "Aku hanya heran kenapa kau bisa mau menikah dengan kakak cantik-ku, sedangkan kau tahu dia itu-" Aji menahan katanya dan melihat ke belakang, wajah datar Ayana kembali terlihat.
Glek! Bahkan dengan susah payah Aji pun menelan ludahnya.
"Dia apa?" bisik Haga
"kakak cantik itu, dia itu, dia itu, sangat menyebalkan."
"Jika kalian ingin tetap menggosip tentangku dan terus berbisik seperti itu aku akan mengunci kalian dari luar" kesal Ayana melihat apa yang ada dihadapannya, Aji harus dihukum.
"Y-ya baiklah aku akan mengatakan dengan keras. JANGAN MENIKAHI kakak cantikku INI OM!" teriak Aji.
"..."
"..."
"Karena kau tahu? Walaupun harus diakui jika kakak cantikku ini cantik dan elegan juga sopan santunnya baik, itu sih sudah terkenal. TAPI!! ADA TAPINYA!!! Terkadang dia sangat menyebalkan apalagi jika sudah kentut sembarangan, ranjangku ternodai dengan kentut itu. Dia juga suka menendang kakiku jika aku tidak menurut. Dia juga suka mengupil didepanku jika aku sedang makan. Dia tidak suka memasak selain makanan yang ia suka. AKU MELIHAT DAN MENYAKSIKAN ITU SEMUA SUDAH LAMA SEKAAALI!!" Ayana membulatkan matanya, bagaimana bisa dia seperti ember bocor.
Aji sialan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments