Usaha.

Cinta terbaik adalah ketika kamu mencintai seseorang, yang membuat imammu dewasa, taqwa-mu bertumbuh, dan cintamu pada-Nya bertambah, cinta terbaik adalah saat kamu mencintai seseorang, yang membuat akhlak mu makin indah, jiwamu makin damai dan hatimu makin bijak. Dia jadi penegur saat taat mu luntur, dia jadi penasehat saat lengah akan doa, dia jadi pelipur saat senang mu lebur. Dialah cinta terbaik yang tidak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi juga bertemu di surga-Nya.

"Jadi balik ta?" laki-laki ber perawakan tinggi itu menanyai sepupunya.

"Ra ono bedane ning kene ta ning kono, pancet kepikiran." (tidak ada bedanya di sini atau disana, tetap kepikiran.)

Harsa menghela napas dalam-dalam. Hampir dua bulan semenjak Rumi menikah, Harsa tidak bisa tenang.

Harsa memutuskan kembali, pastinya Harsa sudah siap menanggung resiko menghadapi kemarahan bapaknya.

Perjalanan dari Surabaya ke kampung halaman Harsa kurang lebih dua jam.

Melihat Harsa pulang setelah hampir tiga minggu menghilang Ibunya begitu senang.

Terdengar dengus tajam dari sang Bapak yang wajahnya kini memerah. Terlihat jelas sedang menahan amarahnya.

"Bocah kurang ajar!"

Ketika melihat sang suami berdiri dari posisi duduknya, Murti langsung ikut berdiri dan mendekati sang suami yang wajahnya kini sudah sangat memerah.

"Dia sudah menginjak-injak harga diri keluarga!"

"Mas, sabar."

"Apanya yang sabar?" bentak Pramudya.

Harsa melihat sang ibu berusaha menenangkan bapaknya yang terlihat hendak menghajarnya.

Yang Harsa salut dari ibunya, sang ibu begitu sabar ketika menghadapi bapaknya, sama persis seperti mantan istrinya.

Lagi-lagi Harsa selalu teringat akan Rumi, dimana pun dia, Rumi selalu di hatinya.

Waktu terus berlalu begitu saja. Kesedihan yang mengendap perlahan menumpuk menciptakan rasa baru. Harsa merasa rindunya tak lagi ditahan. Akan tetapi, usahanya merebut Rumi belum berhasil.

Harsa sudah putus asa. Segala cara sudah ia lakukan untuk mendapatkan Rumi kembali, bahkan mengancam Jaya. Tapi hingga hari ini laki-laki pilihannya itu justru seperti memperolok dirinya yang salah memilih lawan.

Plak!

Harsa yang sempat melamun tidak menyadari apa yang terlewat dari pandangannya. Hingga saat dia melihat pada Ibu dan Bapaknya.

Sosok ibunya sudah tersungkur di lantai dengan sudut bibir yang koyak.

"Cukup! Mas, aku sudah tidak tahan hidup denganmu!" suara yang biasanya lemah lembut, kini melengking tinggi.

Murti berdiri dengan penuh kemarahan.

"Kamu, berani denganku, Murti? Kamu membentak ku." tanya Pramudya.

"Kamu membentak ku duluan. Jangan pikir aku nggak bisa marah ya, Mas. Jika aku mau, aku bisa bakar kamu dan seisi rumah kamu."

Pramudya benar-benar tak menyangka istrinya yang lemah lembut ternyata bisa marah juga. Pramudya pernah dengar, marahnya orang pendiam itu menakutkan. Dan benar saja, Pramudya sampai speechless dan nggak tau ingin berbuat apa.

Harsa?

Lelaki itu seolah merasa dejavu. Mengingat akhir dari rumah tangga nya yang begitu sangat disesalkan.

********

Setelah hari dimana Jaya membawa Rumi ke makam Almarhumah Dinar.

Rumi semakin yakin untuk mendampingi Jaya menghadapi perjalanan hidupnya.

Yakin, suatu hari nanti Jaya bisa memberinya sedikit saja ruang dihati untuk menempatkan namanya.

Selepas kejadian itu pula, Rumi melihat suaminya berbeda. Tepatnya baru satu minggu yang lalu Rumi menemukan Jaya pulang kerja lebih awal.

Tapi bukannya sambutan hangat seperti biasanya yang Jaya dapatkan melainkan pengusiran.

Bagaimana lagi, Rumi tidak bisa percaya jika yang berdiri di depan pintu rumahnya adalah sang suami sebab Jaya mencukur habis bulu di wajahnya.

Pangling, tak percaya dan terpesona. Itulah yang Rumi rasakan. Rumi tidak menyangka jika suaminya begitu tampan seperti artis Korea. MasyaAllah.

Jaya yang di usir terus meyakinkan sang istri jika dia adalah Jaya Si pria gangguan mental. Mendengar kalimat tersebut Rumi lekas menangkup wajah sang suami, dan yang dilakukan Rumi selanjutnya bikin geleng-geleng kepala, pasalnya perempuan itu justru berlari memasuki kamar karena terlanjur malu.

Jaya bersyukur Rumi masih bertahan hidup bersamanya, setidaknya ia masih memiliki waktu untuk menceritakan kelamnya masa lalu.

Hari ini hari Jum'at, Jaya sengaja mengajak Rumi untuk berkunjung ke Lamongan. Lelaki itu telah bersiap pukul delapan tadi, menunggu Rumi memang perlu waktu lama. Jaya tidak protes dan sabar menunggu saja.

Hampir satu jam lamanya, Rumi keluar dengan kebaya modern, jarit berbelah pinggir memanjang hingga setengah paha memamerkan tungkai panjangnya yang putih mulus. Rambutnya di sanggul ke samping dan di beri jepit motif melati di atasnya. Jaya menelan ludah. Jika sudah begini pikiran Jaya melayang kemana-mana. Eh, tapi mereka belum melakukan sejauh itu. Jaya belum menyentuh Rumi lebih dari sekedar ciuman di kening.

Jaya... Belum siap.

Dehaman Rumi serta ia yang kini memutar tubuh indah pun membuat Jaya sadar. Lelaki itu bangkit dari duduknya.

"Gimana, Mas? Udah? Ayo berangkat."

Sejenak Jaya terdiam, sebelum akhirnya berdehem sekali lagi.

"Kamu... gak boleh keluar kalau kayak gini. Aku nggak mau istriku dilirik lelaki lain."

Rumi tidak menyangka.

"Make-upnya juga. Dihapus aja."tambah Jaya.

Rumi memang terlihat mempesona. Wajahnya perpaduan cantik yang ada manis-manisnya. Jaya merasa beruntung memiliki istri yang wajahnya mampu menenangkan hati.

"Maaf, aku nggak tahu kalau selera Mas Jaya... "

"Kamu cantik. " potong Jaya cepat. Sungguh ia tak bermaksud tidak menghargai perjuangan sang istri untuk berias sedemikian rupa, tapi cantik ala Jaya sangat berbeda dengan cantik ala keluarga Harsa, yang diukur dari penampilan glamor dan mengedepankan adat dan budaya.

"Aku belum pernah keluar bersama Mas, maaf, kalau belum bisa berhias sesuai yang Mas Jaya mau."

Jaya tidak bereaksi. Lelaki itu memilih menarik Rumi menuju pelukan. Dikecup sayang puncak kepala Rumi. Jaya seumpama kumbang yang menginginkan madu. Bohong, jika tak ada hasrat terpendam yang menyapa tiap Rumi berada di sisinya. Namun, Jaya belum bisa menyisihkan cinta pertamanya yang masih meratui hatinya.

Rumi tersipu. Kelembutan Jaya membuatnya mengawang ke angkasa. Hampir dua bulan kebersamaan ini pun mampu melahirkan rasa. Ya Tuhan, Rumi sepertinya mulai menyukai Jaya. Apalagi lelaki itu tak pernah melukainya baik secara lisan maupun perbuatan. Sikap lembutnya, tutur katanya. Rumi hanya tersenyum mendengar kalimat istriku dari bibir Jaya.

Tapi Rumi juga memahami mengapa hingga kini Jaya belum mau menyentuhnya lebih dari kecupan sayang.

Cinta lelaki itu bukan miliknya. Rumi takut rasa sukanya melukai Jaya. Dia hanya bisa memendam. Berharap senyum yang ditampilkan mampu menutupi segala keresahan.

"Maaf, aku belum bisa menyentuhmu lebih dari ini." ujar Jaya sembari menyusupkan muka di leher Rumi.

Seperti cenayang, Jaya bisa memahami yang Rumi pikirkan. Rumi hanya terdiam mendengar penuturan sang suami.

Rumi mengerti. Masa lalu ada untuk pelajaran bukan bahan pertengkaran.

Agenda hari ini harus terlaksana, Rumi ingin mengenal putri Jaya. Hampir dua bulan hidup bersama Jaya, lelaki itu memenuhi kewajiban sebagai seorang suami. Tapi tidak dengan nafkah batin.

Tidak apa-apa. Rumi akan terus berusaha memaklumi, sebab dia ingin menemani Jaya melewati masa duka berkepanjangan itu.

######

Keluarga Harsa jadi nggak karuan karena kepergian Rumi. Ternyata Bang Harsa benar-benar mencintai Rumi.

Doain Bang Jaya bisa secepatnya buka hati untuk mba Rumi ya...

Mba Rumi baik, sabar. Tapi dia tak se sholehah Ning Dinar.

Apa cinta di ukur dari sana?

Tentu tidak.

Allah Menyukai Pendosa Yang Bertaubat Ketimbang Ahli Ibadah Yang Sombong Dengan Amalannya.

Happy reading..

Terpopuler

Comments

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

ky siapa kl dinar bilang y😁

2025-03-10

0

Mukmini Salasiyanti

Mukmini Salasiyanti

mgkn benar tdk se sholihah ning Dinar..
tp, tdk ada yg mustahil bukan?
kl Mbak Rumi mulai 'berubah' perlahan, misalnya
memakai hijab, menutup auratnya...
kl akhlaknya, Mbak Rumi MaasyaAlloh,
tdk diragukan lg....

2024-06-14

0

faridah ida

faridah ida

semoga Jaya cepat ada rasa cinta sama Rumi , agar Rumi gak balik lagi sama mantan suami nya ...

2024-02-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!