Kelicikan Harsa

Seharian penuh semua panggilan dan pesan Harsa, Rumi abaikan, lelaki itupun menggeram kesal. Pikiran bercabang tak terelakkan. Kemarin Rumi sudah menjelaskan mengapa hari itu dia bisa pergi tanpa seizin Harsa, karena ketakutan wanita itu ketika tidak menemukan susu campuran teh favoritnya. Harsa sungguh merasa bersalah, terlebih bukti pesan dan panggilan di ponsel Rumi ketika menanyakan keberadaan susu itu pada asisten rumah tangga mereka.

Konsekuensi nya, Harsa harus menceraikan Rumi dan asisten rumah tangga itu langsung Harsa pecat di hari saat wanita itu masuk kerja.

Satu minggu lagi masa idah Rumi selesai. Tapi hingga hari ini Harsa belum juga menemukan laki-laki yang akan dimanfaatkan untuk menjadi jembatan agar dia bisa kembali rujuk dengan sang istri.

Harsa pusing, dalam kondisi pikiran semrawut temannya mengajaknya ke diskotik, ia beranjak meninggalkan rumah. Mendatangi tempat dimana banyak wanita seksi bertebaran memanjakan mata.

Harsa bisa sejenak melupakan masalahnya. Godaan sekecil apapun yang tak di tamengi iman yang kuat, maka akan berpengaruh. Harsa pun tak sadar saat teguk demi teguk cairan haram itu mulai masuk ke tubuhnya.

Harsa gelap mata dan dia pulang dalam keadaan ling lung. Saat tak mendapati Rumi di rumah, Harsa gegas menghubungi wanita itu. Tapi Rumi tak mengangkat panggilannya.

Harsa yang marah serta dalam pengaruh alkohol mengamuk membuat sopir pribadinya kewalahan.

Karena takut akan terjadi hal yang bisa membuat nama baik Pak kades rusak, terpaksa sopir Harsa mengantarkan Harsa ke kontrakan Rumi.

Rumi sendiri baru akan berbaring kala suara ketukan pintu terdengar.

Saat Rumi membuka pintu, Rumi terkejut dengan keadaan Harsa yang setengah teler.

"Rumi.. " Rumi tidak sempat memprotes karena Harsa di antar kerumah nya, laki-laki itu langsung menubruk tubuhnya begitu saja.

Tatapan bersalah ditunjukkan oleh pria paruh baya yang mengantar Harsa kesana. Tapi sang sopir tak berdaya, hanya Rumi yang bisa mengendalikan emosi Harsa selama ini.

Meskipun anggapan itu tak selalu benar.

"Rumi puaskan aku sayang, aku merindukanmu." tubuh Rumi di dorong, pintu sudah terkunci dari dalam dan Harsa sudah menindih Rumi di bawah kendalinya.

Suara serak menjijikkan membuat air mata Rumi menetes dalam setiap pemberontakan yang Rumi lakukan.

Dalam doanya Rumi memohon Allah melindungi Kehormatannya, bagaimanapun mereka bukan lagi suami istri.

Saat Harsa berhasil merobek baju yang ia kenalan, Tiba-tiba dobrakan pintu terdengar.

Rumi tidak tahu apa yang terjadi di depan, Rumi sibuk mencari penutup tubuh atasnya yang terbuka.

Rumi terduduk dengan selimut yang membalut. Berbondong-bondong penghuni kos dan warga sekitar melihat apa yang terjadi.

Rumi terpengkur menahan tangis. Di sela banyak orang yang mengerubunginya, Rumi baru tersadar bahwa di samping kursi tergeletak lelaki yang kerap menyita perhatiannya.

Jaya..

Lelaki itu jatuh tak sadarkan diri.

Rumi berpikir Jaya lah yang telah menyelamatkannya dari kebuasan Harsa, hatinya sedikit terharu tapi langsung heran ketika tubuh Jaya tiba-tiba di siram air oleh para warga.

"Manusia mesum gila!"

"Usir dia dari kampung ini!"

Lo, Lo, Lo.. ada apa ini? Rumi hanya terbelalak tak bisa berbicara.

Apalagi ketika matanya melihat Harsa berdiri menatapnya dengan senyum kemenangan.

Ternyata, Harsa menjebak Jaya. Laki-laki itu memutar balikkan fakta bahwa dia memergoki Jaya sedang mengintip Rumi yang tengah tidur.

"Aku nggak ngapa-ngapain Mba Rumi, enggak... Enggak!!" Jaya mulai ketakutan, ketika di paksa mengakui hal yang tidak dilakukannya.

Sementara pembelaan Rumi tidak di dengarkan oleh warga karena Harsa membual dengan sangat baik.

Dengan tidak tahu malunya, laki-laki itu memberi lembaran uang merah untuk mengucapkan terima kasih.

Lagi-lagi kekuasaan menutup kebenaran. Rumi mengiba pada Harsa agar melepaskan Jaya, tapi perkataan pria tersebut membuat Rumi seketika emosi.

Warga sudah diminta bubar oleh laki-laki sok berkuasa ini. Jaya di seret ke rumah Pak kades yang tidak lain adalah mantan mertuanya.

"Menikahlah dengan laki-laki idiot itu, goda dia sampai hubungan intim terjadi, tiga bulan kemudian kalian bisa cerai."

"Edan kamu, Mas!" pekik Rumi.

"Ya nggak papa sih kalau kamu nggak setuju Rum. Tapi..." Harsa menyeringai. "Selain aku bisa membuatmu di usir dalam keadaan tak terhormat, aku juga punya kuasa untuk menghilangkan satu nyawa yang sudah berani mengganggu kesenangan ku."

"Mas, kamu sangat keterlaluan." Rumi menyesal pernah mengagumi Harsa, Harsa ternyata sangat mengerikan.

"Kuberi kamu waktu satu minggu untuk berpikir, nanti kalau kamu ingin dibawakan potongan tubuh pria idiot itu tinggal bilang bagian apa, bahkan kepalanya bisa kubawa ke pangkuanmu!"

Betapa mengerikannya seorang Harsa. Rumi sangat ketakutan sekarang, Jaya yang tidak tahu apa-apa harus ikut terlibat masalahnya yang pelik.

Sementara Jaya yang diseret oleh orang suruhan Harsa hanya menurut tanpa perlawanan. Air mata jatuh di sudut matanya.

Laki-laki brewokan itu tak melakukan perlawanan, dia sedang kesakitan karena Harsa menghajarnya habis-habisan.

Yang Harsa lupa, diatas langit masih ada langit, mungkin di desanya dia memiliki kuasa, tapi tidak di setara yang lain.

"Sekarang mending kamu ikut ke rumah Bapak, sambil kamu bisa lihat lelaki idiot sok pahlawan itu." ucap Harsa pada mantan istrinya yang masih ketakutan dengan ancamannya.

Apa boleh buat, Rumi tidak bisa melawan. Harsa tidak suka di bantah, tidak perduli apa pun status mereka sekarang.

"Kok bisa sampai kejadian?" tanya Murti ikut duduk di samping Rumi yang masih enggan bersuara.

"Bu, sebenarnya..."

Rumi kehilangan kata. Ia membeku dan menahan isak tangis yang ada. Murti ikut tersentuh dan merasa iba.

"Nduk... tenangkan diri dulu. Sekarang kamu mandi, bersihkan diri dulu. Besok kita laporkan.."

"Jangan ikut campur Murti!" Suara Paramudya melengking.

Rumi menatap ibu mertuanya. Langsung di peluknya wanita paruh baya itu. Meski jarang berkomunikasi, ibu mertuanya selalu baik kepadanya.

"Terima saja tawaran Harsa, Rumi. Bersyukur kami masih sudi menerima mu setelah apa yang terjadi."

Memangnya apa yang terjadi? Bekas gigitan itu milik Harsa, bukan perbuatan Jaya, tapi bagaimana Rumi bisa menjelaskan jika yang benar dimata mantan bapak mertuanya hanya anaknya sendiri.

"Saya nda bisa mengorbankan orang tidak bersalah, Pak! " isak Rumi memohon belas kasihan mantan bapak mertuanya.

Dalam pandangan seorang Rumi, Jaya memanglah lelaki yang sempurna dalam waktu tertentu. Meski ada beberapa kejanggalan seperti kadang kepribadiannya yang seperti anak-anak, kelakuan yang menangis dan tertawa tiba-tiba. Rumi kadang bingung bagaimana menyimpulkan seorang Jaya, karena Jaya memang berwarna. Bukan monokrom selayaknya manusia pada umumnya.

Tapi menikah dengan Jaya. Tentu tidak pernah terlintas di benak Rumi.

"Mba Rumi.. " kata Jaya saat tiba-tiba Harsa mendorong badan tegapnya hingga tersungkur di depan Rumi.

"Mba Rumi.. Kamu.. tidak apa-apa?"

Saat itu pula pandangan Rumi tertuju pada wajah Jaya. Wajah tegas itu tertutup helaian rambut, mungkin wajah asli Jaya tampan andai bulu-bulu itu tak memenuhi sebagian rahang kokohnya. Sesaat Rumi tersentak oleh kesadaran.

Haish! Rumi mengigit bibit. Wanita itupun membuang pandangan.

Saat ini wajah Jaya penuh luka, tapi pikirannya justru menilai ke mana.

"Jaya! " Rumi panik bukan kepalang melihat ceceran darah di lantai. Ternyata hidung Jaya berdarah.

"Sudahi pertengkaran ini, Pernikahan akan dilaksanakan."

Rumi terperangah, sementara Harsa tersenyum pongah.

"Dia sudah setuju menikahi mu." kini Harsa membuka suara yang membuat telinga Rumi berdenging.

Terpopuler

Comments

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

pergi Rum yg jauh, kepala desa edan anak nya pun turun gt mimpin

2025-03-10

0

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

duh sopire ra jelas malah nganter k kontrakan Rumi, bs mkn bahaya

2025-03-10

0

Jayus Holjund

Jayus Holjund

kelainan Harsa tuuu,,,

2024-08-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!