Berangkat

3 hari kemudian..

Hari ini Sean dan Viana sudah bersiap hendak berangkat ke bandara.

Karena waktu perjalanan adalah 16 jam 15 menit, maka mereka berangkat pukul 18.00 wib

Mereka sedang menunggu Zein dan Lyana.

Namun lama menunggu, mereka belum datang juga.

"Sean, besok Mama akan kembali ke rumah. Kasian Raya sendirian sejak Papa ke Italia. Kalian baik baik ya di sana. Jangan bertengkar" Kata Alya

"Iya Ma" Jawab Sean

"Kamu jagain Viana ya" Kata Alya lagi

"Iya Ma" Jawab Sean dengan malas

Bukan dia yang akan menjagaku Ma. Tapi aku yang akan menjaganya. Guman Viana

"Oh ya ada yang ketinggalan. Aku ambil dulu ya" Viana berlari ke dalam

Tak lama kemudian Zein dan Lyana sampai.

"Kenapa lama sekali dan membuatku menunggu?" Gerutu Sean

"Iya, yang menyetir supirku karena tangan Lyana sedang sakit. Tadi juga kami kena macet. Ya sudah ayo berangkat" Ajak Zein

Setelah berpamitan pada Alya, Sean segera masuk ke mobil.

"Vi cepatlah" Kata Sean yang sedikit kesal karena Viana lama sekali

"Iyaaaa" Viana berjalan dengan cepat menuju mobil

"Kita hampir terlambat sepertinya harus bergerak cepat" Ujar Zein

"Aku saja yang menyetir" Viana menawarkan diri

"Apa?" Sean menatap kaget

"Sudah lah tidak ada waktu" Kata Zein

Dengan segera mereka berganti posisi.

Sang supir duduk di samping Viana.

Zein, Lyana dan Sean duduk di bangku belakang.

"Berapa lama lagi waktunya?" Tanya Viana

"25 menit" Kata Zein

"Kencangkan sabuk pengaman kalian" Kata Viana

"Hei apa yang kau katakan" Kata Sean

Tanpa menjawab, Viana langsung menambah kecepatan. Dia menyalip beberapa kendaraan besar yang ada di depannya.

Ketiga pria dalam mobil itu terlihat tegang.

Apalagi Zein yang terus mengucapkan istigfar sepanjang jalan.

Siapa juga yang tidak takut jika di ajak balapan pada malam hari.

Berbeda dengan Lyana yang sudah biasa balapan di jalan. Dia tampak tenang dan santai

15 menit kemudian, akhirnya mereka sampai di bandara.

Mereka segera turun dan masuk ke dalam.

"Nona, anda keren sekali tadi" Kata Lyana yang begitu terkesan melihat cara Viana berkendara tadi

"Ah kamu bisa saja" Kata Viana malu malu

Keren apanya? Jantungku mau copot dasar bodoh. Gumam Sean yang kesal mendengar percakapan mereka

Tak lama kemudian pesawat mereka pun take off pukul 18.45 wib.

Tidak ada pesawat pribadi karena Sean tidak mau. Mungkin karena dia tidak terlalu suka terlalu di manjakan bahkan untuk urusan bisnis.

Viana memilih duduk dengan Lyana. Sementara Zein dengan Sean.

Lyana dan Viana terlihat mengobrol dan tertawa sedangkan Sean dan Zein yang kebanyakan diam.

Zein membuka percakapan

"Kau masih hidup?" Tanya Zein saat melihat Sean menutup matanya namun tidak tidur.

"Berengsek" Gerutu Sean yang membuka matanya karena ocehan Zein

"Aku hanya bertanya" Kata Zein

"Aku hanya memaki" Balas Sean

"Kau beruntung karena perjalanan ini" Kata Zein

"Apa maksudmu?" Tanya Sean

"Kau tidak tau ya. Kita hanya bekerja selama 3 hari saja dan 2 hari kita gunakan berlibur di pantai" Kata Zein

"Lalu apa untungnya untukku?" Tanya Sean

"Hei ini termasuk bulan madumu bukan?" Kata Zein

Mata Sean tebelalak mendengar ucapan Zein.

Tidak di sangka Zein bisa berpikir seperti itu. Bahkan Sean yang sudah menikah pun tidak kepikiran kesitu

Seketika terlintas dalam bayangannya tubuh seksi Viana yang menggoda saat sedang berolahraga.

Belahan dada yang seksi.

Paha putih mulus dan pinggang yang ramping.

Ah kenapa aku malah membayangkan itu. Dasar Zein berengsek. Gumam Sean

"Hentikan lah pikiran liarmu. Kau harusnya menikah agar kau tau rasanya" Kata Sean. Rasa apa yang di maksud Sean. Bahkan dia belum pernah merasakan bagaimana bercinta dengan istrinya. Jika Viana bilang mereka sudah melakukannya di hotel, tapi Sean sama sekali tidak ingat bagaimana rasanya. Bagaimana bisa ingat? Mereka memang belum melakukan apa apa.

Zein menatap kesal pada Sean. Zein akui bahwa dia memang belum kepikiran untuk menikah karena dia masih harus menyelesaikan S2 nya.

Jika di tanya apakah dia menyukai seseorang, tentu dia tidak akan menjawabnya. Karena dia tidak suka menceritakan hal pribadinya.

16 jam lamanya akhirnya mereka sampai di Paris tepat pukul 06.30 pagi waktu Paris.

Mungkin kalau di indonesia sudah jam 11.30 siang.

Mereka langsung menuju hotel yang sebelumnya sudah di pesan.

Sean dan Viana mau tidak mau harus sekamar. Sedangkan Zein dan Lyana menempati kamar masing masing.

"Tata bajuku di lemari" Sean memberikan kopernya.

Viana mengambil kopernya dan menatanya di dalam lemari hotel itu.

"Sean" Panggil Viana

Sean menoleh.

"Disini kita juga harus bersandiwara. Jangan tunjukkan rasa tidak sukamu padaku kepada orang orang. Ada Zein dan Lyana disini" Ucap Viana

"Jadi kau mau aku bagaimana? Apakah kita harus bercinta dulu agar orang percaya?" Sean berjalan mendekat

"Tidak bukan itu Sean. Aku hanya memintamu untuk bersikap baik di depan Zein dan Lyana" Kata Viana yang melangkah mundur ketika Sean semakin dekat.

"Kenapa kau mundur? Apa kau takut jika aku menyentuh istriku?" Sean semakin mendekat hingga Viana kini mentok pada dinding kamar hotel itu.

Sean menyentuh dagu Viana yang kini memicingkan matanya.

"Kau bersikap seolah olah kau masih suci" Kata Sean menatap curiga

Viana membuka matanya

"Bu...bukan begitu Sean. Aku hanya....hanya

Karena ini juga hotel, aku jadi teringat dengan kejadian di hotel itu" Viana menunduk

Sean diam, dia tidak mengatakan apa apa lagi. Dia segera mengambil baju ganti dan segera mandi.

Viana menghembuskan nafas lega.

Jika Sean menyentuhnya, semua akan terbongkar. Sean akan tau kalau Viana masih suci dan semua cerita Viana soal malam itu adalah suatu kebohongan.

Viana segera memindahkan barang barang miliknya ke lemari dan pergi menemui Lyana di kamarnya.

Sean sedang melamun di bawah guyuran shower.

Kata kata Viana terngiang di telinganya.

"aku jadi teringat kejadian di hotel itu"

Apakah aku memang benar benar memperkosanya pada malam itu? Tapi kenapa aku tidak ingat sama sekali. Sean masih berdebat dengan pikirannya.

Setelah selesai mandi, Sean segera mengganti bajunya dan duduk di sofa kamar itu. Dia sedang memikirkan sesuatu tapi entah apa hanya dia lah yang tau

Karena jadwal kunjungan ke perusahaan mereka pada siang hari, maka masih ada waktu untuk istitahat.

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

🤣🤣🤣🤣

2024-08-20

0

Asih Ningsih

Asih Ningsih

lucu juga ni cowok2 yg cewek jgo nyopir.

2023-09-10

1

Rani Ri

Rani Ri

kalau lyana anak nya rully gk heran lg..bapak nya mantan pembalap

2022-04-20

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog +Biografi
2 Pertanggung Jawaban
3 Pernikahan
4 Peraturan
5 Amarah
6 Kedatangan Oma Laura
7 Terlambat
8 Pertemuan Kembali
9 Rencana Sean
10 Rencana Sean #2
11 Memulai Perang
12 Bersenang-senang
13 Upah
14 Cuti
15 Rasa Curiga Alya
16 Tuan Muda Yang Kejam
17 Asisten Pribadi
18 Hari Pertama
19 Kesal
20 Berangkat
21 Mabuk
22 Marah
23 Liburan
24 Liburan #2
25 Berita Duka
26 Kesedihan
27 Pertandingan
28 Bertemu Ayah
29 Marah #2
30 Marah #3
31 Memata-matai
32 Curiga
33 Akibat
34 Cuti #2
35 Terjadi
36 Pengakuan
37 Pengakuan #2
38 Semanis Cokelat
39 Malam Kedua
40 Mematahkan Hati
41 Pilihan Sulit
42 Memilih
43 Pergi
44 Bertemu Zein
45 Tanpa Sengaja
46 Aku Rindu
47 Kehebohan
48 Keinginan
49 Bertemu Lidya
50 Pengakuan #3
51 Akibat #2
52 Pertengkaran
53 Mogok
54 Meminta
55 Serangan Mendadak
56 Amarah Sean
57 Serangan Mendadak #2
58 Strong Couple
59 Rasa Curiga + Jadwal Update
60 Menagih
61 Pengawal
62 Musuh Baru
63 Melamar
64 Resepsi pernikahan
65 Pengantin Baru
66 Menonton
67 PENGUMUMAN
68 Jalan-Jalan
69 Kedatangan Raya
70 Menculik Viana
71 Jalan-Jalan #2
72 Menjemput
73 Pergilah Raya !
74 Bertemu Gilang
75 Makan Malam
76 Rahasia Sean
77 Kelelahan
78 Menjadi CEO
79 Pesta
80 Ucapan Selamat
81 Ucapan Selamat #2
82 Menemui Dio
83 Kenyataan
84 Kepulangan Sean
85 Janji
86 Meninggalkanmu
87 Dia Adalah
88 Berbalik
89 Q & A
90 Aku Tau
91 Melindungi
92 Epilog
93 Bonus Chapter - Ngidam
94 Bonus Chapter - Sevina Armadja
95 Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96 Q & A
97 Novel Ini Akan Dilanjutkan
98 Bonus Chapter- Masalah
99 Bonus Chapter - Sikap
100 Bonus Chapter - Trauma
101 Bonus Chapter - Tidak Sopan
102 Bonus Chapter - Diserang
103 Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104 Bonus Chapter - Teman Lama
105 Bonus Chapter - Anggun
106 Bonus Chapter - Pertolongan
107 Bonus Chapter - Kenyataan
108 Bonus Chapter - Baikan
109 Bonus Chapter - Makan Malam
110 Bonus Chapter - Tawaran
111 Bonus Chapter - Ikut
112 Bonus Chapter - Gempar
113 Bonus Chapter - Contekan
114 Bonus Chapter - Setuju
115 Bonus Chapter - Penyerangan
116 Bonus Chapter - Fakta Baru
117 Bonus Chapter- Rekan Kerja
118 Bonus Chapter - Bekerja
119 Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120 Bonus Chapter - Kedok Lisa
121 Bonus Chapter - Gambar
122 Bonus Chapter - Ulang Tahun
123 Bonus Chapter - Kembali
124 Bonus Chapter - Kisah Kelam
125 Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126 Bonus Chapter - Menikah Lagi
127 Bonus Chapter - Minta Adik
128 Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129 Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130 Bonus Chapter - Rekreasi
131 Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132 Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133 Bonus Chapter - Kekesalan
134 Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135 Bonus Chapter - Cangkul
136 Bonus Chapter - Kelelahan
137 Bonus Chapter - Pergi
138 Bonus Chapter - Renungan
139 Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140 Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141 Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142 Bonus Chapter - Jalan-jalan
143 Bonus Chapter - Permintaan
144 Bonus Chapter - Ziarah
145 Bonus Chapter - Insiden
146 Bonus Chapter - Penyusup
147 Bonus Chapter - Rencana
148 Bonus Chapter - Ngambek
149 Bonus Chapter - Wangi
150 Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151 Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152 Bonus Chapter - Cibiran
153 Bonus Chapter - Penasaran
154 Bonus Chapter - Lelaki Tua
155 Bonus Chapter - Gym
156 Bonus Chapter - Obrolan
157 Bonus Chapter - Bantuan
158 Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159 Bonus Chapter - Masa Lalu
160 Bonus Chapter - Rekaman
161 Bonus Chapter - Terbongkar
162 Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163 Novel baru
164 Episode Spesial - Tentang ibu
165 Episode Spesial - Mencari tahu
166 Episode Spesial - Ketahuan
167 Episode Spesial - Perjalanan
168 Episode Spesial - Tidur
169 Episode Spesial - Difitnah Igauan
170 Episode Spesial - Kerja keras
171 Episode Spesial - Apes
172 Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173 Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174 Episode Spesial - Curiga
175 Episode Spesial - Kotak merah
176 Episode Spesial - Ketemu
177 Episode Spesial - Kunjungan
178 Episode Spesial - Curhat
179 Episode Spesial -Sirkuit
180 Episode Spesial - Ending
181 Batal Pergi
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Prolog +Biografi
2
Pertanggung Jawaban
3
Pernikahan
4
Peraturan
5
Amarah
6
Kedatangan Oma Laura
7
Terlambat
8
Pertemuan Kembali
9
Rencana Sean
10
Rencana Sean #2
11
Memulai Perang
12
Bersenang-senang
13
Upah
14
Cuti
15
Rasa Curiga Alya
16
Tuan Muda Yang Kejam
17
Asisten Pribadi
18
Hari Pertama
19
Kesal
20
Berangkat
21
Mabuk
22
Marah
23
Liburan
24
Liburan #2
25
Berita Duka
26
Kesedihan
27
Pertandingan
28
Bertemu Ayah
29
Marah #2
30
Marah #3
31
Memata-matai
32
Curiga
33
Akibat
34
Cuti #2
35
Terjadi
36
Pengakuan
37
Pengakuan #2
38
Semanis Cokelat
39
Malam Kedua
40
Mematahkan Hati
41
Pilihan Sulit
42
Memilih
43
Pergi
44
Bertemu Zein
45
Tanpa Sengaja
46
Aku Rindu
47
Kehebohan
48
Keinginan
49
Bertemu Lidya
50
Pengakuan #3
51
Akibat #2
52
Pertengkaran
53
Mogok
54
Meminta
55
Serangan Mendadak
56
Amarah Sean
57
Serangan Mendadak #2
58
Strong Couple
59
Rasa Curiga + Jadwal Update
60
Menagih
61
Pengawal
62
Musuh Baru
63
Melamar
64
Resepsi pernikahan
65
Pengantin Baru
66
Menonton
67
PENGUMUMAN
68
Jalan-Jalan
69
Kedatangan Raya
70
Menculik Viana
71
Jalan-Jalan #2
72
Menjemput
73
Pergilah Raya !
74
Bertemu Gilang
75
Makan Malam
76
Rahasia Sean
77
Kelelahan
78
Menjadi CEO
79
Pesta
80
Ucapan Selamat
81
Ucapan Selamat #2
82
Menemui Dio
83
Kenyataan
84
Kepulangan Sean
85
Janji
86
Meninggalkanmu
87
Dia Adalah
88
Berbalik
89
Q & A
90
Aku Tau
91
Melindungi
92
Epilog
93
Bonus Chapter - Ngidam
94
Bonus Chapter - Sevina Armadja
95
Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96
Q & A
97
Novel Ini Akan Dilanjutkan
98
Bonus Chapter- Masalah
99
Bonus Chapter - Sikap
100
Bonus Chapter - Trauma
101
Bonus Chapter - Tidak Sopan
102
Bonus Chapter - Diserang
103
Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104
Bonus Chapter - Teman Lama
105
Bonus Chapter - Anggun
106
Bonus Chapter - Pertolongan
107
Bonus Chapter - Kenyataan
108
Bonus Chapter - Baikan
109
Bonus Chapter - Makan Malam
110
Bonus Chapter - Tawaran
111
Bonus Chapter - Ikut
112
Bonus Chapter - Gempar
113
Bonus Chapter - Contekan
114
Bonus Chapter - Setuju
115
Bonus Chapter - Penyerangan
116
Bonus Chapter - Fakta Baru
117
Bonus Chapter- Rekan Kerja
118
Bonus Chapter - Bekerja
119
Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120
Bonus Chapter - Kedok Lisa
121
Bonus Chapter - Gambar
122
Bonus Chapter - Ulang Tahun
123
Bonus Chapter - Kembali
124
Bonus Chapter - Kisah Kelam
125
Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126
Bonus Chapter - Menikah Lagi
127
Bonus Chapter - Minta Adik
128
Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129
Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130
Bonus Chapter - Rekreasi
131
Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132
Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133
Bonus Chapter - Kekesalan
134
Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135
Bonus Chapter - Cangkul
136
Bonus Chapter - Kelelahan
137
Bonus Chapter - Pergi
138
Bonus Chapter - Renungan
139
Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140
Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141
Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142
Bonus Chapter - Jalan-jalan
143
Bonus Chapter - Permintaan
144
Bonus Chapter - Ziarah
145
Bonus Chapter - Insiden
146
Bonus Chapter - Penyusup
147
Bonus Chapter - Rencana
148
Bonus Chapter - Ngambek
149
Bonus Chapter - Wangi
150
Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152
Bonus Chapter - Cibiran
153
Bonus Chapter - Penasaran
154
Bonus Chapter - Lelaki Tua
155
Bonus Chapter - Gym
156
Bonus Chapter - Obrolan
157
Bonus Chapter - Bantuan
158
Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159
Bonus Chapter - Masa Lalu
160
Bonus Chapter - Rekaman
161
Bonus Chapter - Terbongkar
162
Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163
Novel baru
164
Episode Spesial - Tentang ibu
165
Episode Spesial - Mencari tahu
166
Episode Spesial - Ketahuan
167
Episode Spesial - Perjalanan
168
Episode Spesial - Tidur
169
Episode Spesial - Difitnah Igauan
170
Episode Spesial - Kerja keras
171
Episode Spesial - Apes
172
Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173
Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174
Episode Spesial - Curiga
175
Episode Spesial - Kotak merah
176
Episode Spesial - Ketemu
177
Episode Spesial - Kunjungan
178
Episode Spesial - Curhat
179
Episode Spesial -Sirkuit
180
Episode Spesial - Ending
181
Batal Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!