Sudah hampir seminggu Alya menginap di rumah Sean dan membuat Sean maupun Viana tidur seranjang.
Sean sudah sehat dan sudah kembali bekerja namun Alya tidak mau pulang dengan alasan rasa curiganya pada Sean dan Viana.
Walaupun Alya sudah tau kalau mereka masih belum ada rasa, tapi dia akan tetap disana agar Sean semakin dekat dengan Viana. Walau dia tau Sean hanya berpura pura mesra dengan Viana, tapi itu sudah cukup untuk menumbuhkan rasa cinta di antara mereka.
Viana sendiri sedang dalam masalah.
Memang tidak terjadi apa apa padanya dan Sean saat seranjang tapi yang di takutkan Viana malah terjadi. Dia merasa sangat nyaman tidur bersama Sean. Suara nafasnya dan wajahnya saat terlelap.
Sehabis bangun tidur yang di lihat adalah wajah Sean. Dia sudah terbiasa dengan itu semua.
Viana sering memperhatikan wajah Sean saat sedang tidur. Karena sangat tampan dan teduh. Terkadang dia menyentuh pipi Sean sangking gemasnya.
Hari ini hari minggu
Rangga juga menginap di rumah itu tadi malam.
Pagi ini Viana sedang memasak di dapur dan lagi lagi mereka harus berpura pura mesra
Mereka terus berpura pura tersenyum namun saling melontar kekesalan satu sama lain.
"Kalau bukan karena Mama dan Papa aku tidak akan mau memelukmu. Ini sangat tidak nyaman" Bisik Sean
Viana kesal mendengarnya.
"Aku juga tidak nyaman dengan hembusan nafasmu di telingaku" Bisik Viana
"Aku lebih tidak nyaman mencium rambutmu yang bau belerang" Bisik Sean
"Aku memakai sampo termahal yang di berikan Mama. Jika kamu mengira itu bau belerang periksa lah hidungmu ke dokter" Kata Viana
"Berisik, diam lah" Kata Sean
"Wah wah mesra sekali" Celetuk Alya yang baru datang.
"Namanya juga pengantin baru Ma" Sambung Rangga yang baru keluar kamar.
Alya memang sengaja keluar kamar agak lama agar Viana dan Sean semakin lama bermesraan walau hanya pura pura.
"Masakan Viana harum sekali Ma Pa" Kata Sean sambil melepas pelukannya dan berpura pura kaget
"Ya sudah ayo kita sarapan" Ajak Alya
Mereka semua sarapan bersama.
"Sean sepertinya kau memang butuh asisten pribadi" Kata Rangga
"Boleh Pa?" Tanya Sean
"Boleh" Kata Rangga
"Terima kasih Pa, aku akan segera merekrut asisten pribadiku" Kata Sean
"Tidak perlu sudah ketemu kok" Jawab Rangga
"Siapa Pa?" Tanya Sean penasaran
"Viana" Jawab Rangga
"Uhuukkk uhukkk" Sean terbatuk batuk.
Viana memberinya air.
"Pelan pelan saja Tuan Muda" Kata Rangga
"Pa, itu tidak mungkin" Kata Sean
"Kenapa?" Tanya Rangga
"Semua orang akan tau kalau dia istriku" Jawab Sean yang benar benar tidak terima dengan keputusan Rangga.
"Tidak, dia tidak berstatus sebagai istrimu melainkan asisten pribadimu seperti Lyana sayang" Kata Alya
"Apa?" Sean terkejut
"Mama sudah bicara pada Papa. Dan kami sepakat bahwa Viana akan menjadi asisten pribadimu" Kata Alya
"Ha? Tapi Viana kan tidak bisa mengerjakan apa apa Ma" Kata Sean
Viana menatap Sean.
Hey perbaiki kalimatmu Tuan Muda. Seenaknya saja kamu bilang aku tidak tau apa apa. Memangnya yang memelintir, mengurut, dan memasak siapa? Kuntilanak?. Gerutu Viana dalam hati
"Kamu ini bagaimana sih. Dia kan lulusan manajemen. Benarkan Viana?" Tanya Rangga
Viana mengangguk.
Sean menatapnya.
Benarkan aku memang pantas memecat Igo. Hal ini saja tidak dia laporkan padaku. Gumam Sean
"Kamu bisa Vi? Kok aku tidak yakin ya" Kata Sean masih tidak yakin
Apa? Dari semua yang terjadi dia masih menganggapku bodoh?
"Mudah mudahan aku bisa" Kata Viana.
Sebenarnya ini merupakan kesempatan emas untuknya agar selalu dekat dengan Sean dan dia bisa tau siapa saja yang dekat dengannya. Dengan begitu dia bisa memantau pergerakan Sean dari jarak dekat.
"Ya sudah. Tapi jangan sampai membuat kesalahan ya" Tersenyum namun tatapannya menunjukkan sebuah ancaman.
Viana teringat kejadian seminggu lalu.
Jika aku melakukan kesalahan apa aku akan bernasib sama seperti pelayan waktu itu? Tidak, jika dia melakukan itu aku akan memelintir tangannya lagi.
"Iya Sean" Kata Viana
Alya tersenyum karena ini adalah rencananya.
Flashback On
Tadi malam
"Pa sini deh" Alya menarik Rangga ke kamar
"Ada apa sayang? Aku tau kau rindu kepadaku tapi apa kita harus melakukannya di rumah Sean?" Tanya Rangga
"Kamu ini ngomong apa sih. Sudah tua sadar diri dong" Alya menepuk dada Rangga pelan
"Ya memangnya kenapa kalau sudah tua. Kau masih cantik. Kau bahkan seperti berumur 30an walau usiamu sudah hampir kepala 5" Kata Rangga
"Sudah lah. Pa dengar dulu" Kata Alya
"Baik aku dengarkan. Bicara lah" Rangga menatap serius
"Begini Pa, sebaiknya sean kita berikan asisten saja supaya ada yang mengawasinya dan menjaganya" Kata Alya
"Ha? Tidak. Aku tidak mau memberinya asisten lagi. Kau ingat terakhir kali dia mempunyai asisten?" Tanya Rangga
"Maksud Papa Dira?" Tanya Alya
"Iya. Apa kau ingat 3 tahun yang lalu Dira hampir stres karena tekanan dari Sean. Dia bahkan mengancam bunuh diri di depanku jika aku tidak memutus kontrak kerjanya. Karena itu aku tidak memberinya asisten dengan alasan agar dia bisa mandiri. Padahal kenyataannya aku tidak mau ada orang yang mengalami nasib seperti Dira" Kata Rangga
"Iya Mama ingat tapi ini orangnya beda Pa. Dia pasti bisa menjadi asisten pribadi Sean" Kata Alya
"Siapa?" Tanya Rangga penasaran
"Viana" Jawab Alya
"Ha? Viana? Tapi kan Sean bilang dia ingin agar pernikahannya di rahasiakan" Kata Rangga
"Kita akan tetap merahasiakannya. Viana hanya akan berstatus jadi asisten pribadi Sean saja" Kata Alya
"Memangnya Viana bisa?" Tanya Rangga ragu
"Dia lulusan Manajemen Pa" Kata Alya
"Baik tapi kita harus memberi mereka pengawal" Kata Rangga
"Tidak perlu Pa. Menantu kita jago bela diri. Dia bisa melindungi Sean" Jawab Alya
"Benar kah"? Tanya Rangga
"Iya Pa. Bagaimana?" Tanya Alya
"Baik lah aku akan bicarakan ini padanya besok pagi" Kata Rangga
Flashback Off
Bagus dengan begini Viana akan dapat dengan mudah mencari tau orang yang mencoba menghancurkan putraku tanpa membuat curiga. Gumam Alya
Setelah menghabiskan sarapannya. Rangga pulang sendiri karena Alya masih ingin berada di rumah Sean. Dia masih ingin mendekatkan Sean dan Viana. Jika Sean jatuh cinta pada Viana mungkin dia akan berubah seperti Rangga dulu yang kekejamannya seolah lenyap di hancurkan oleh cinta yang tulus dari Alya.
Siang itu di habiskan oleh Alya dan Viana dengan obrolan ringan. Sesekali Alya menggoda Viana tentang kehamilan yang membuat seorang suami semakin mencintai dan memanjakan istrinya seperti yang di alami olehnya dulu saat hamil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Asih Ningsih
itu air dingin kejamnya sean masih lebih kejamnya rangga klu ingat itu nyesek banget nasib alya dulu.
2023-09-10
0
SənyaMikū Wangy ᕦ( ͡° ͜ʖ ͡°)
204
2023-04-03
0
Kokoy Yuhaikay
udah terjawab misi Viana...kok sean kejamny a niru rangga...buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ya author
2021-11-16
0