Viana terus diam sepanjang jalan. Dia menatap keluar jendela mobil dan melihat pepohonan yang lalu lalang dalam pandangannya.
Sesampainya di rumah dia langsung pergi ke kamarnya.
Baik hati maupun pikirannya masih kacau setelah bertemu Erik tadi.
Dia merebahkan dirinya ke ranjang. Hari ini sungguh melelahkan hingga akhirnya dia tertidur pulas sore itu.
*****
Sean baru pulang bekerja. Dia masuk dan memanggil Heni.
Heni datang
"Iya Tuan" Kata Heni
"Apakah wanita itu sudah pulang?" Tanya Sean
"Sudah Tuan" Kata Heni
Sean menuju ke atas. Saat melewati kamar Viana, dia melihat Viana tertidur pulas di atas ranjang.
"Dasar wanita malas" Sean berlalu ke kamarnya.
Malam harinya....
Sean sedang menikmati makan malamnya.
"Dimana dia?" Tanya Sean
"Nona Muda belum terlihat sejak pulang tadi Tuan" Kata Heni
Sean melanjutkan makan malamnya. Setelah itu dia hendak kembali ke kamarnya. Namun saat melewati kamar Viana, dia melihat pintu kamarnya terbuka sedikit.
Ada rasa penasaran di hatinya lalu dia mendekat ingin melihat Viana sedang apa.
Terlihat Viana sedang memandang keluar jendelanya.
Sepertinya dia sedang melamun.
Cih hanya karena laki laki itu kau melamun seperti itu. Benar benar menjijikkan. Tapi tenang saja aku akan mengabulkan keinginanmu untuk bersama laki laki itu
Sean kembali ke kamarnya. Tiba tiba Hpnya berdering. Dengan cepat Sean mengangkatnya.
"Katakan" Ucap Sean
"Tuan bisa bertemu dengannya besok di apartemen Tuan agar tidak ada yang tau" Kata orang suruhannya
"Baik" Balas Sean.
Bagus, semakin cepat akan semakin baik.
Dia mematikan Hpnya lalu membuka laptopnya dan memulai kerjanya.
Keesokan harinya.....
Sepulang dari kantor, Sean langsung menuju apartemennya. Dia mandi dan mengganti pakaian yang ada di dalam apartemennya.
Kini dia sedang duduk di sofa apartemennya sambil menunggu Erik.
Dia menatap keluar melihat pemandangan sore hari
Tak lama kemudian pintu di ketuk oleh seseorang.
"Tuan ini saya" Kata Igo yang merupakan orang suruhannya
"Masuk" Jawab Sean
Igo masuk dengan seorang pria.
Sean memperhatikan pria itu
Seorang pria dengan penampilan rapi. Wajahnya sedang sedang saja. Perawakannya tinggi dan agak kecoklatan. Dia adalah Erik.
"Tuan Sean" Erik terkejut ternyata orang yang bertemu dengannya adalah orang sebesar Sean.
"Apa kau yang bernama Erik?" Tanya Sean dengan wajah datarnya.
"Benar Tuan" Kata Erik
"Duduklah" Kata Sean
Dengan ragu akhirnya Erik duduk di sebelah sebelah Sean.
"Maaf Tuan, apa saya membuat kesalahan?" Tanya Erik
"Santai lah Erik" Kata Sean memberi sedikit senyuman
"Dimana kau tinggal?" Tanya Sean, padahal dia sudah tau semua tentang Erik tapi dia pura pura bertanya lagi.
"Di jl. xxxxx Tuan" Kata Erik
"Apa pekerjaanmu?" Tanya Sean
"Saya hanya pengusaha restoran Tuan" Kata Erik merendahkan diri
Ternyata dia jujur. Bagus !!
"Apa kau mengenal wanita ini?" Sean menunjukkan sebuah foto Viana yang dia ambil dari sosmed Viana.
"Viana?" Erik terkejut
"Ah ternyata kau kenal" Kata Sean tersenyum
"Tuan, bagaimana anda mengenal Viana?" Tanya Erik penasaran
"Apa hubunganmu dengan wanita ini?" Tanya Sean
"Saya berpacaran dengannya selama 5 tahun dan beberapa bulan yang lalu dia memutuskan hubungan kami" Kata Erik
"Tidakkah kau ingin kembali padanya?" Tanya Sean
"Tentu saya mau Tuan. Tapi kenapa Tuan berkata begitu" Kata Erik
Sean menunjukkan sebuah foto yang sudah di cetak. Itu adalah foto pernikahannya dan Viana.
Mata erik membulat, darahnya mendidih melihat Viana sudah menghianatinya.
Dia menatap tajam ke arah Sean dan hendak memukulnya. Igo langsung menarik tubuh Erik sebelum pukulannya mengenai Sean.
"Dasar berengsek!!! Beraninya kau merebutnya!!!" Teriak Erik
"Ternyata kau bisa berubah drastis saat marah ya. Mengesankan!!" Kata Sean tersenyum sambil bertepuk tangan
"Lepaskan aku!!!" Teriak Erik
"Erik tenanglah" Kata Igo yang masih memegangi Erik
"Lepaskan" Kata Erik dengan suara perlahan merendah
Igo melepaskan Erik. Erik hanya berdiri saja menatap Sean.
Sean berdiri dan berjalan ke arah kaca jendela besar ruangan itu.
"Apa kau tau apa yang di lakukan pacarmu? Dia sudah menjebakku sehingga aku terpaksa menikah dengannya" Kata Sean berbalik dan menatap ke arah Erik
"Apa? Tidak mungkin!! Viana bukan lah wanita seperti itu. Dia adalah wanita yang yang baik" Bantah Erik
"Baik katamu? Dia bahkan mengancam menyebarluaskan foto saat kami tidak sengaja tidur bersama dalam sebuah hotel jika aku tidak menikahinya. Apa itu yang di sebut wanita baik baik?" Tanya Sean dengan tatapan sinis
"Apa? Viana tidak akan melakukan itu" Kata Erik masih tidak percaya.
Sean memutar rekaman CCTV saat Viana datang ke rumahnya di sebuah Tv besar. Terlihat dan terdengar jelas apa yang terjadi disana. Mata Erik membelalak melihat itu semua.
"Kau yang bersalah karena kau menidurinya" Teriak Erik
"Dia tidak mau melakukan visum, apa itu tidak terdengar mencurigakan? Kau kira aku sebodoh itu percaya padanya? Tidak ada bukti kalau aku berhubungan intim dengannya" Kata Sean
"Jadi apa maksud dari semua ini?" Tanya Erik
"Apa kau masih mencintainya?" Tanya Sean
"Aku sangat mencintainya" Kata Erik penuh keyakinan
"Kalau begitu kau harus bekerja sama denganku agar aku bisa bercerai dengannya dan kau bisa memilikinya lagi" Kata Sean
Erik tampak ragu. Dia menimbang nimbang tawaran Sean. Dia memang sangat mencintai Viana tapi apakah dengan menjebak Viana dia akan kembali mendapatkan rasa cinta dari Viana seperti dulu?
"Apa yang harus aku lakukan" Kata Erik
"Besok malam datanglah ke rumahku. Katakan bahwa Viana hanya menjebakku dan itu semua rencana kalian. Aku akan mengundang Papa dan Mamaku agar mereka bisa melihat semuanya" Kata Sean
"Berarti aku harus memfitnah dirinya?" Erik seperti tidak yakin karena itu akan menyakiti Viana.
"Tidak masalah jika hanya orang tuaku yang tau. Setelahnya keluargaku tidak akan mengganggu kalian lagi" Kata Sean mencoba meyakinkan Erik
Erik berpikir keras. Dia ragu karena hal itu akan membuat Viana membencinya. Tapi itu lebih baik dari pada harus melihat Viana bersama orang lain.
"Baiklah, tapi tepati janjimu untuk tidak mengganggu kami setelahnya" Kata Erik
"Aku berjanji" Kata Sean tersenyum
Erik langsung meninggalkan ruangan itu tanpa berkata apapun.
Sean menatap kepergiannya dengan tatapan penuh kebencian.
Kalau bukan karena aku membutuhkanmu, aku pasti sudah meremukkan tulangmu. Berani sekali kau berbicara begitu padaku
"Igo, ini bayaranmu. Sekarang pergi lah" Sean melemparkan sebuah amplop coklat yang lumayan tebal.
"Terima kasih Tuan" Igo memberi hormat lalu pergi dari ruangan itu.
Sean berjalan keluar dan menemui pengawal yang berjaga di luar.
"Ikuti dan pantau pergerakannya" Kata Sean
Kedua pengawal itu membungkuk.
"Siap Tuan" Kata mereka serempak.
Mereka segera pergi mengikuti Erik dan memantau pergerakannya.
Sean meninggalkan apartemennya dan segera pulang ke rumah. Dia tidak sabar menanti esok malam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Asih Ningsih
krn jebakan membuat sean marah
2023-09-10
0
Hendra Yenni
APA ya rencana viana..
Baik atau buruk ya rencana nya..
Mmmm
... penuh misteri
2022-01-08
0
Kokoy Yuhaikay
masih penasaran yg direncanakan viana baik atu buruk ya....tak serahin author aja deh,ku masih abu2😄😄
2021-11-16
0