Bersenang-senang

Pagi pun tiba. Sean bangun dari tidurnya.

Dia segera mandi dan bersiap untuk berangkat kerja.

Saat melewati ruang olahraganya, Sean melihat Viana sedang berlatih dengan samsak. Terlihat sangat energik dan lincah. Bukan hanya dengan tangan tapi juga dengan kaki.

Apa dia memang hoby olahraga? Kenapa dia lebih pintar menjaga kesehatan dari pada aku? Lihat saja setelah hukuman dari Papa selesai aku juga akan berlatih agar bisa mengalahkanmu dan membuatmu di bawah kendaliku lagi.

Sean menangkap pemandangan yang lagi lagi hampir membuatnya gila yaitu tubuh seksi Viana.

Viana terlihat mengelap keringatnya dengan handuk dan itu membuatnya semakin terlihat menggoda. Sean menelan ludah namun dengan segera dia membuang muka dan pergi ke bawah untuk sarapan sambil mengutuki dirinya sendiri dalam hati.

Dasar gila kau Sean. Gila gila gila!!!!

Sean segera menyantap sarapannya lalu pergi ke kantor.

Sesampainya di kantor pekerjaannya tidak terlalu banyak. Dia dapat menyelesaikannya dengan cepat.

Siang harinya...

Gilang menelponnya.

"Halo" Jawab Sean

"Bagaimana Sean? Apa kau bisa ikut nanti sore?" Tanya Gilang

"Bisa, aku akan ke rumahmu jam 4" Kata Sean

"Baiklah sampai jumpa" Kata Gilang

Telepon mati.

Dia memang ingin sekali refreshing karena belakangan ini beban pikirannya sangat berat.

Malam ini dia ingin menyegarkan pikirannya.

Sore pun tiba. Sean sudah bersiap hendak berangkat. Dia menuju garasi untuk mengambil mobil

Viana melihatnya dari dalam jendela rumah. Terbesit rasa penasaran dalam hatinya mau kemana Sean sore ini.

Dia melangkah keluar dan menemui Sean.

"Sean kamu mau kemana?" Tanya Viana

Sean tidak memperdulikannya.

"Jika Mama dan Papa bertanya aku harus jawab apa?" Tanya Viana

Sean berbalik dengan tatapan sinis

"Bukan kah kau sangat pintar berbicara? Kenapa bertanya padaku?" Kata Sean semakin menatap sinis

"Baik lah aku akan bilang kamu begitu saja tanpa memberi tahuku" Kata Viana

"Terserah katamu" Kata Sean yang berbalik hendak pergi ke mobilnya

"Sean, aku istrimu. Kamu harus memberi tau kemana kamu akan pergi" Kata Viana yang langsung membuat Sean menghentikan langkahnya.

Sean menoleh dengan senyuman.

"Aku akan bersenang senang dengan wanita di villa temanku di daerah xxx. Katakan lah pada orang tuaku atau suruh saja mereka datang dan menangkap basahku" Ucap Sean seraya meninggalkan Viana yang masih diam tak bergeming

Sean melajukan mobil mewahnya menuju rumah Gilang. Walaupun dia punya pengawal dan banyak supir, tapi dia lebih suka kemana mana sendiri. Lagi pula siapa yang ingin melukainya. Keturunan Armadja dan Sudrajat orang yang sangat terpandang dan di kenal di berbagai negara di Asia.

Dia tidak mau mengikuti gaya hidup Papanya yang kemana mana harus dengan pengawal dan supir. Apalagi Papanya memperlakukan Mamanya dan juga Raya seperti berlian termahal di dunia. Kemana mana harus di jaga ketat.

Sean tidak mau seperti itu. Dia berpikir itu terlalu berlebihan dan menunjukkan bahwa dia laki laki lemah yang harus di dampingi pengawal kemana pun.

Tak lama kemudian dia sudah sampai di rumah Gilang. Semua teman gilang sudah berkumpul.

Sean kenalkan ini Aldi, Efan dan Dio.

Sean menjabat tangan mereka satu persatu.

"Tidak di sangka teman Gilang adalah orang hebat" Celetuk Efan

Sean hanya tersenyum kecil.

"Gilang, kita pakai mobilku saja" Kata Sean

"Baik lah ayo semua naik" Ajak Gilang.

Mereka semua naik ke mobil mewah Sean.

Mobil melaju menuju villa Gilang. 1 jam kemudian mereka sampai.

Semua berdecak kagum melihat keindahan pemandangan villa Gilang yang berada di daerah perbukitan dengan pemandangan hijau yang memanjakan mata.

"Waw ini gila. Keren sekali" Ucap Aldi

"Terima kasih, Papaku yang mendesainnya" Kata Gilang

Sean diam saja. Dia masih ingin merasakan hembusan angin di tempat itu.

"Ayo masuk" Ajak Gilang

Mereka pun masuk dan menaruh barang di dalam kamar. Setelah itu mereka mempersiapkan panggangan di samping villa karena mereka akan mengadakan pesta BBQ.

Malam harinya mereka menikmati hasil panggangan sambil bersantai dengan beralaskan karpet sambil menikmati malam yang cerah.

"Ah minuman ini tidak cocok di lidahku. Aku akan mengambil minumanku saja" Ucap Dio yang langsung pergi.

Tak lama kemudian dia kembali dengan beberapa botol minuman beralkohol

"Hei Dio kau sudah gila ya. Kenapa harus minum itu disini" Kata Gilang

"Sudah lah. Kalau kau tidak mau tidak usah minum. Hanya laki laki pengecut yang tidak mau minum minuman ini" Kata Dio

"Sudah lah Gilang, kau minum susu saja sana" Kata Efan

"Sean, ayo minum. Jangan hiraukan dia. Sepertinya dia akan sakit jika minum ini" Kata Dio

Sean tak bergeming. Dia tidak ingin meminum ini lagi. Karena pertama dan terakhir kali dia minum malah membuat hidupnya berubah.

"Sean" Dio menyadarkan lamunan Sean

"Ah ya tentu" Kata Sean.

Dia terpaksa meminumnya karena omongan mereka yang menyebut laki laki pengecut tidak minum.

Biar lah, lagi pula disini tidak ada orang lain selain kami

Sean akhirnya meminum minuman itu. Dia terbawa suasana. Dia sampai menghabiskan lebih dari 1 botol. Entah karena apa dia terlihat ketagihan hingga ingin minum terus.

"Sean, sudah hentikan" Kata Gilang

Sean yang sudah tidak bisa mengendalikan kesadarannya mencengkram kerah baju Gilang dan menariknya supaya ikut berdiri.

"Ha ha ha hei, kau ini bawel sekali ya. Kau tidak tau sedang berurusan dengan siapa?" Sean terlihat semakin sempoyongan.

Gilang memegangi tubuh Sean agar tidak jatuh ke bawah.

Sean melepas cengkramannya. Dia ingin minum lagi.

"Sean hentikan" Gilang menarik tangan Sean yang hendak mengambil botol minuman itu.

Ketiga temannya yang lain sudah benar benar hilang kesadaran karena terlalu banyak minum.

"Diam lah berengsek!! Apa kau tau" Menunjuk dada Gilang

"Karena kau mengajakku minum malam itu aku di jebak oleh seorang wanita licik" Kata Sean

"Sean apa maksudmu?" Tanya Gilang

"Ha ha ha, sudah lah. Pergi kau sana. Aku mau minum lagi" Kata Sean yang langsung meminum langsung dari botolnya.

Gilang kehabisan cara. Dia tidak mungkin menyakiti Sean untuk membuatnya berhenti minum.

Dia membiarkan Sean minum sampai dia benar benar tidak sadarkan diri.

Setelah hening, Gilang menyuruh pembantu dan tukang kebun memapah teman temannya ke dalam kamar mereka.

Gilang memapah Sean ke dalam kamarnya.

"Sean Sean, kenapa kau keras kepala sekali sih begini kan jadinya" Gerutu Gilang yang terus memapahnya hingga sampai ke kamar.

Gilang merebahkan Sean ke atas ranjang. Menyelimutinya lalu pergi ke kamarnya.

Sementara itu....

Viana mondar mandir di kamarnya.

Ingin rasanya dia menelpon Sean tapi pasti Sean tidak mengangkatnya. Dia sangat khawatir Sean disana kenapa kenapa. Walau dia tau yang di bilang Sean soal bersenang senang dengan wanita itu hanya ucapan main main Sean, tapi dia tetap khawatir.

Terpopuler

Comments

Asih Ningsih

Asih Ningsih

iya jgn2 salah satu dari mereka anak dari musuh rangga atau alya.

2023-09-10

1

Asih Ningsih

Asih Ningsih

lama2 sean akan bucin ama viana.

2023-09-10

0

upeh

upeh

apa mungkin salah satu teman gilang ada yang mau berbuat jahat sama sean ya,aku jadi penasaran bayak teka teki di sini😞😞💪💪

2022-09-16

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog +Biografi
2 Pertanggung Jawaban
3 Pernikahan
4 Peraturan
5 Amarah
6 Kedatangan Oma Laura
7 Terlambat
8 Pertemuan Kembali
9 Rencana Sean
10 Rencana Sean #2
11 Memulai Perang
12 Bersenang-senang
13 Upah
14 Cuti
15 Rasa Curiga Alya
16 Tuan Muda Yang Kejam
17 Asisten Pribadi
18 Hari Pertama
19 Kesal
20 Berangkat
21 Mabuk
22 Marah
23 Liburan
24 Liburan #2
25 Berita Duka
26 Kesedihan
27 Pertandingan
28 Bertemu Ayah
29 Marah #2
30 Marah #3
31 Memata-matai
32 Curiga
33 Akibat
34 Cuti #2
35 Terjadi
36 Pengakuan
37 Pengakuan #2
38 Semanis Cokelat
39 Malam Kedua
40 Mematahkan Hati
41 Pilihan Sulit
42 Memilih
43 Pergi
44 Bertemu Zein
45 Tanpa Sengaja
46 Aku Rindu
47 Kehebohan
48 Keinginan
49 Bertemu Lidya
50 Pengakuan #3
51 Akibat #2
52 Pertengkaran
53 Mogok
54 Meminta
55 Serangan Mendadak
56 Amarah Sean
57 Serangan Mendadak #2
58 Strong Couple
59 Rasa Curiga + Jadwal Update
60 Menagih
61 Pengawal
62 Musuh Baru
63 Melamar
64 Resepsi pernikahan
65 Pengantin Baru
66 Menonton
67 PENGUMUMAN
68 Jalan-Jalan
69 Kedatangan Raya
70 Menculik Viana
71 Jalan-Jalan #2
72 Menjemput
73 Pergilah Raya !
74 Bertemu Gilang
75 Makan Malam
76 Rahasia Sean
77 Kelelahan
78 Menjadi CEO
79 Pesta
80 Ucapan Selamat
81 Ucapan Selamat #2
82 Menemui Dio
83 Kenyataan
84 Kepulangan Sean
85 Janji
86 Meninggalkanmu
87 Dia Adalah
88 Berbalik
89 Q & A
90 Aku Tau
91 Melindungi
92 Epilog
93 Bonus Chapter - Ngidam
94 Bonus Chapter - Sevina Armadja
95 Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96 Q & A
97 Novel Ini Akan Dilanjutkan
98 Bonus Chapter- Masalah
99 Bonus Chapter - Sikap
100 Bonus Chapter - Trauma
101 Bonus Chapter - Tidak Sopan
102 Bonus Chapter - Diserang
103 Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104 Bonus Chapter - Teman Lama
105 Bonus Chapter - Anggun
106 Bonus Chapter - Pertolongan
107 Bonus Chapter - Kenyataan
108 Bonus Chapter - Baikan
109 Bonus Chapter - Makan Malam
110 Bonus Chapter - Tawaran
111 Bonus Chapter - Ikut
112 Bonus Chapter - Gempar
113 Bonus Chapter - Contekan
114 Bonus Chapter - Setuju
115 Bonus Chapter - Penyerangan
116 Bonus Chapter - Fakta Baru
117 Bonus Chapter- Rekan Kerja
118 Bonus Chapter - Bekerja
119 Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120 Bonus Chapter - Kedok Lisa
121 Bonus Chapter - Gambar
122 Bonus Chapter - Ulang Tahun
123 Bonus Chapter - Kembali
124 Bonus Chapter - Kisah Kelam
125 Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126 Bonus Chapter - Menikah Lagi
127 Bonus Chapter - Minta Adik
128 Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129 Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130 Bonus Chapter - Rekreasi
131 Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132 Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133 Bonus Chapter - Kekesalan
134 Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135 Bonus Chapter - Cangkul
136 Bonus Chapter - Kelelahan
137 Bonus Chapter - Pergi
138 Bonus Chapter - Renungan
139 Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140 Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141 Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142 Bonus Chapter - Jalan-jalan
143 Bonus Chapter - Permintaan
144 Bonus Chapter - Ziarah
145 Bonus Chapter - Insiden
146 Bonus Chapter - Penyusup
147 Bonus Chapter - Rencana
148 Bonus Chapter - Ngambek
149 Bonus Chapter - Wangi
150 Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151 Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152 Bonus Chapter - Cibiran
153 Bonus Chapter - Penasaran
154 Bonus Chapter - Lelaki Tua
155 Bonus Chapter - Gym
156 Bonus Chapter - Obrolan
157 Bonus Chapter - Bantuan
158 Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159 Bonus Chapter - Masa Lalu
160 Bonus Chapter - Rekaman
161 Bonus Chapter - Terbongkar
162 Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163 Novel baru
164 Episode Spesial - Tentang ibu
165 Episode Spesial - Mencari tahu
166 Episode Spesial - Ketahuan
167 Episode Spesial - Perjalanan
168 Episode Spesial - Tidur
169 Episode Spesial - Difitnah Igauan
170 Episode Spesial - Kerja keras
171 Episode Spesial - Apes
172 Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173 Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174 Episode Spesial - Curiga
175 Episode Spesial - Kotak merah
176 Episode Spesial - Ketemu
177 Episode Spesial - Kunjungan
178 Episode Spesial - Curhat
179 Episode Spesial -Sirkuit
180 Episode Spesial - Ending
181 Batal Pergi
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Prolog +Biografi
2
Pertanggung Jawaban
3
Pernikahan
4
Peraturan
5
Amarah
6
Kedatangan Oma Laura
7
Terlambat
8
Pertemuan Kembali
9
Rencana Sean
10
Rencana Sean #2
11
Memulai Perang
12
Bersenang-senang
13
Upah
14
Cuti
15
Rasa Curiga Alya
16
Tuan Muda Yang Kejam
17
Asisten Pribadi
18
Hari Pertama
19
Kesal
20
Berangkat
21
Mabuk
22
Marah
23
Liburan
24
Liburan #2
25
Berita Duka
26
Kesedihan
27
Pertandingan
28
Bertemu Ayah
29
Marah #2
30
Marah #3
31
Memata-matai
32
Curiga
33
Akibat
34
Cuti #2
35
Terjadi
36
Pengakuan
37
Pengakuan #2
38
Semanis Cokelat
39
Malam Kedua
40
Mematahkan Hati
41
Pilihan Sulit
42
Memilih
43
Pergi
44
Bertemu Zein
45
Tanpa Sengaja
46
Aku Rindu
47
Kehebohan
48
Keinginan
49
Bertemu Lidya
50
Pengakuan #3
51
Akibat #2
52
Pertengkaran
53
Mogok
54
Meminta
55
Serangan Mendadak
56
Amarah Sean
57
Serangan Mendadak #2
58
Strong Couple
59
Rasa Curiga + Jadwal Update
60
Menagih
61
Pengawal
62
Musuh Baru
63
Melamar
64
Resepsi pernikahan
65
Pengantin Baru
66
Menonton
67
PENGUMUMAN
68
Jalan-Jalan
69
Kedatangan Raya
70
Menculik Viana
71
Jalan-Jalan #2
72
Menjemput
73
Pergilah Raya !
74
Bertemu Gilang
75
Makan Malam
76
Rahasia Sean
77
Kelelahan
78
Menjadi CEO
79
Pesta
80
Ucapan Selamat
81
Ucapan Selamat #2
82
Menemui Dio
83
Kenyataan
84
Kepulangan Sean
85
Janji
86
Meninggalkanmu
87
Dia Adalah
88
Berbalik
89
Q & A
90
Aku Tau
91
Melindungi
92
Epilog
93
Bonus Chapter - Ngidam
94
Bonus Chapter - Sevina Armadja
95
Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96
Q & A
97
Novel Ini Akan Dilanjutkan
98
Bonus Chapter- Masalah
99
Bonus Chapter - Sikap
100
Bonus Chapter - Trauma
101
Bonus Chapter - Tidak Sopan
102
Bonus Chapter - Diserang
103
Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104
Bonus Chapter - Teman Lama
105
Bonus Chapter - Anggun
106
Bonus Chapter - Pertolongan
107
Bonus Chapter - Kenyataan
108
Bonus Chapter - Baikan
109
Bonus Chapter - Makan Malam
110
Bonus Chapter - Tawaran
111
Bonus Chapter - Ikut
112
Bonus Chapter - Gempar
113
Bonus Chapter - Contekan
114
Bonus Chapter - Setuju
115
Bonus Chapter - Penyerangan
116
Bonus Chapter - Fakta Baru
117
Bonus Chapter- Rekan Kerja
118
Bonus Chapter - Bekerja
119
Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120
Bonus Chapter - Kedok Lisa
121
Bonus Chapter - Gambar
122
Bonus Chapter - Ulang Tahun
123
Bonus Chapter - Kembali
124
Bonus Chapter - Kisah Kelam
125
Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126
Bonus Chapter - Menikah Lagi
127
Bonus Chapter - Minta Adik
128
Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129
Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130
Bonus Chapter - Rekreasi
131
Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132
Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133
Bonus Chapter - Kekesalan
134
Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135
Bonus Chapter - Cangkul
136
Bonus Chapter - Kelelahan
137
Bonus Chapter - Pergi
138
Bonus Chapter - Renungan
139
Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140
Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141
Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142
Bonus Chapter - Jalan-jalan
143
Bonus Chapter - Permintaan
144
Bonus Chapter - Ziarah
145
Bonus Chapter - Insiden
146
Bonus Chapter - Penyusup
147
Bonus Chapter - Rencana
148
Bonus Chapter - Ngambek
149
Bonus Chapter - Wangi
150
Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152
Bonus Chapter - Cibiran
153
Bonus Chapter - Penasaran
154
Bonus Chapter - Lelaki Tua
155
Bonus Chapter - Gym
156
Bonus Chapter - Obrolan
157
Bonus Chapter - Bantuan
158
Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159
Bonus Chapter - Masa Lalu
160
Bonus Chapter - Rekaman
161
Bonus Chapter - Terbongkar
162
Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163
Novel baru
164
Episode Spesial - Tentang ibu
165
Episode Spesial - Mencari tahu
166
Episode Spesial - Ketahuan
167
Episode Spesial - Perjalanan
168
Episode Spesial - Tidur
169
Episode Spesial - Difitnah Igauan
170
Episode Spesial - Kerja keras
171
Episode Spesial - Apes
172
Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173
Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174
Episode Spesial - Curiga
175
Episode Spesial - Kotak merah
176
Episode Spesial - Ketemu
177
Episode Spesial - Kunjungan
178
Episode Spesial - Curhat
179
Episode Spesial -Sirkuit
180
Episode Spesial - Ending
181
Batal Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!