Pernikahan

Hari pernikahan pun tiba.

Hari ini Sean akan menikah dengan Viana.

Tidak ada sebar undangan, tidak ada fitting baju pengantin, tidak ada pelaminan mewah, tidak ada pesta pernikahan. Yang ada hanyalah dekorasi akad nikah dengan penghulu dan beberapa saksi.

Setelah melewati masa yang sulit seperti amarah Oma Laura yang tidak merestui karena latar belakang Viana yang ternyata seorang gadis miskin dan merupakan anak dari pensiunan pegawai kecil dan rendahan. Juga keterkejutan keluarga Dirga atas berita pernikahan yang alasannya tidak memuaskan.

Rangga hanya bilang bahwa Sean menyukai Viana. Tentu saja Rangga dan Alya tidak mau jika aib Sean di ketahui seluruh keluarganya.

Cukup mereka saja yang tau. Bahkan Raya adik Sean juga ikutan bungkam.

*****

Di sebuah rumah yang sederhana. Viana telah di dandani. Dia memakai kebaya warna putih. Sang Ayah menatap putrinya yanh sedang berkaca di depan cermin dengan raut wajah tegang.

"Vi, apa kamu yakin dengan semua ini?" Tanya Pak Hendra yang merupaka Ayah Viana

"Vi yakin Yah, Vi harus melakukan semua ini" Kata Viana berbalik dan menatap Ayahnya.

"Apa kamu yakin semua ini akan berjalan sesuai dengan rencanamu? Berhati hati lah Vi" Kata Hendra

"Ayah jangan khawatir, Vi akan baik baik saja" Kata Viana kembali meyakinkan Ayahnya.

Hendra mendekati Viana dan membelai pipinya.

"Maafkan Ayah, seharusnya kamu tidak perlu melakukan semua ini" Kata Hendra dengan raut wajah sedih

"Sudah lah Yah, Vi hanya menjalankan amanah terakhir Alm. ibu" Kata Viana

"Ya sudah, ayo kita pergi sepertinya suara mobil di depan adalah mobil yang menjemput kita" Ajak Hendra.

Viana dan Hendra melangkah keluar rumah. Ternyata memang supir keluarga Armadja yang datang. Mereka menaiki mobil itu dan menuju lokasi pernikahan.

*****

Sean tampak masih melamun d kamarnya.

Dia tidak menyangka bahwa hari ini dia akan menikah dengan wanita yang tidak dia kenal.

Bahkan pacar saja dia tidak pernah punya karena dia memang tidak suka menghabiskan waktu dengan berpacaran.

"Sean" Alya membuka pintu kamar Sean.

Dia melihat Sean yang masih melamun dengan baju yang masih sama.

"Sean cepatlah ganti bajumu. Mereka suda berangkat" Kata Alya

Sean menatap wajah Mamanya yang masih kelihatan cantik walau sudah berumur.

"Iya Ma, Sean akan keluar sebentar lagi" Kata Sean yang mengambil setelan jas yang merupakan baju pengantinnya.

Alya keluar dan menunggu Sean di lantai bawah.

Tak lama kemudian Sean turun.

Dibawah juga ada Zein yang tengah berdiri dengan pakaian rapi sambil menatapnya.

"Tatapan macam apa itu?" Tanya Sean yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Sean.

"Aku lelah menjadi tamengmu saat banyak gadis yang mendekatimu dan sekarang kau akan menikah. Bahkan aku tidak tau selama ini kau punya pacar" Kata Zein sedikit kesal

"Aku tidak pernah memintamu melayani para gadis bodoh itu" Kata Sean

"Tapi mereka selalu menanyakan perihal tentangmu kepadaku. Karena apa? Karena kau terlalu arogan, acuh, dan dingin" Kata Zein

"Sudah lah itu tidak penting sekarang. Aku tidak butuh protesmu" Kata Sean

"Sudah lah anak anak. Ayo kita berangkat" Kata Alya mengakhiri perdebatan mereka. Alya tau betul bahwa Sean dan Zein memang selalu berdebat untuk hal sekecil apa pun. Mereka mewarisi watak Papanya mereka.

Alya, Rangga, Sean dan Raya berangkat dalam satu mobil. Sedangkan mobil yang di tumpangi Dirga, Celin dan Zein berada di belakang mereka

Sesampainya di rumah itu, Penghulu dan saksi sudah datang begitu juga dengan Viana dan ayahnya.

Sean menatap ke arah Viana yang tengah duduk dengan Ayahnya.

Dia menatap dingin ke arah gadis itu. Gadis yang telah menjebaknya demi harta.

Mengapa Sean berpikir demikian? Karena latar belakang Viana dan keberanian Viana menemui keluarga Armadja demi meminta pertanggung jawaban Sean. Padahal Sean sendiri yakin bahwa dia tidak melakukan apa apa pada viana.

"Bagaimana apakah kedua pasangan sudah siap?" Tanya Pak penghulu.

"Sudah" Jawab mereka serempak

"Baik lah, Ayah mempelai wanita akan menikahkan mereka" Kata Pak Penghulu.

Sean duduk berdampingan dengan Viana.

Di depan mereka ada Ayah Viana dan penghulu juga beberapa orang saksi yang berada di samping kanan dan kiri.

Hanya Oma Laura dan Opa Erlangga yang tidak datang. Sedangkan Grandma tidak bisa hadir karena tubuhnya sudah tidak kuat pergi kemana pun.

Akad nikah pun di mulai. Dengan satu tarikan nafas, Sean mengucapkan kalimat ijab qobul dengan sempurna tanpa ada kesalahan sedikit pun.

Dan sah, mereka sudah menjadi suami istri. Sean dan Viana menerima buku nikah yang di berikan oleh penghulu.

Mereka sah menikah secara agama maupun hukum namun pernikahan itu tetap di rahasiakan. Penghulu dan para saksi di minta juga untuk tidak membuka mulut.

Setelah selesai dan penghulu juga para saksi pulang, Ayah Viana juga pulang di antar supir Sean.

Sebelum pulang, Ayahnya berpesan kepada Sean.

"Jaga lah puteriku. Sekarang dia adalah tanggung jawabmu" itulah kata yang di ucapkan Hendra kepada Sean.

Sean diam tanpa mengatakan apapun.

Bermimpi lah

Malam harinya, Keluarga Armadja juga pamit pulang.

Tinggal lah Sean dan Viana. Pengawal dan pelayan akan datang besok jadi malam ini mereka hanya berdua saja.

Sean membawa paksa Viana ke dalam kamar utama yang berada di lantai atas.

Viana meringis karena cengkraman tangan Sean sangat kuat.

Sesampainya di dalam kamar, Sean menjatuhkan tubuh Viana ke atas ranjang dengan kasar.

"Sean apa yang kamu lakukan?" Viana membenarkan posisinya. Dia mencoba berdiri tapi Sean keburu menindih tubuhnya.

"Kenapa? Kau takut? Bukan kah kita sudah pernah melakukannya? Apa kau tidak ingin mencobanya dalam keadaan sadar?" Sean menatap tajam. Tatapan menusuk yang mendebarkan jantung.

"Tidak Sean, bukan itu maksudku. Kenapa kamu kasar kepadaku?" Tanya Viana

"Kenapa? Kau masih bertanya kenapa? Karena kau sudah menghancurkan hidupku. Kau menjebakku dalam permainanmu. Tapi aku tidak akan tertipu." Kata Sean

"Sean, aku tidak menjebakmu. Semua terjadi begitu saja. Malam itu kamu yang memaksaku. Kamu mabuk karena itu kamu tidak ingat apa apa" Kata Viana dengan tatapan memohon

"Aku akan membuatmu menderita seumur hidup" Sebuah kalimat ancaman dengan tatapan menusuk penuh kebencian.

"Sean, aku mohon. Ini semua bukan lah jebakam" Kata Viana kembali meyakinkan Sean.

Sean kembali berdiri.

Dia membelakangi Viana.

"Tidur lah di kamar lain. Aku tidak sudih sekamar dengan wanita murahan sepertimu" Kata Sean Tanpa menoleh.

Viana bangkit dari tempat tidurnya.

Dia hendak melangkah namun Sean menarik tangannya. Sebuah cengkraman kuat di rasakan Viana.

"Dengar, apa pun yang terjadi di rumah ini. Jangan pernah berkata apapun pada orang tuaku. Jangan pernah keluar dari rumah ini dan ikuti semua peraturan yang ku buat, mengerti!!!" Kata Sean penuh penekanan.

"Aku mengerti" Kata Viana.

Sean melepas cengkraman tangannya dan membiarkan Viana pergi.

Lihat saja, aku akan membuatmu menderita selama hidup bersamaku.

Terpopuler

Comments

Asih Ningsih

Asih Ningsih

iya aky baru ingat apa dia anaknya lusi yg di penjara.ken ayahnya juga pemabuk.esemofa rangga menyelidik7nya sebelum berkelanjutan.

2023-08-18

0

Viana Larasati

Viana Larasati

aaaa mas terang

2022-09-01

1

Imelia

Imelia

lah kenapa rangga percaya begitu saja dengan viana,,,rangga itu kan cerdik,,,apa gx seharusnya dia menyelidiki dulu tntang keluarga viana.rangga2 kali ini kau bodoh......

2021-12-03

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog +Biografi
2 Pertanggung Jawaban
3 Pernikahan
4 Peraturan
5 Amarah
6 Kedatangan Oma Laura
7 Terlambat
8 Pertemuan Kembali
9 Rencana Sean
10 Rencana Sean #2
11 Memulai Perang
12 Bersenang-senang
13 Upah
14 Cuti
15 Rasa Curiga Alya
16 Tuan Muda Yang Kejam
17 Asisten Pribadi
18 Hari Pertama
19 Kesal
20 Berangkat
21 Mabuk
22 Marah
23 Liburan
24 Liburan #2
25 Berita Duka
26 Kesedihan
27 Pertandingan
28 Bertemu Ayah
29 Marah #2
30 Marah #3
31 Memata-matai
32 Curiga
33 Akibat
34 Cuti #2
35 Terjadi
36 Pengakuan
37 Pengakuan #2
38 Semanis Cokelat
39 Malam Kedua
40 Mematahkan Hati
41 Pilihan Sulit
42 Memilih
43 Pergi
44 Bertemu Zein
45 Tanpa Sengaja
46 Aku Rindu
47 Kehebohan
48 Keinginan
49 Bertemu Lidya
50 Pengakuan #3
51 Akibat #2
52 Pertengkaran
53 Mogok
54 Meminta
55 Serangan Mendadak
56 Amarah Sean
57 Serangan Mendadak #2
58 Strong Couple
59 Rasa Curiga + Jadwal Update
60 Menagih
61 Pengawal
62 Musuh Baru
63 Melamar
64 Resepsi pernikahan
65 Pengantin Baru
66 Menonton
67 PENGUMUMAN
68 Jalan-Jalan
69 Kedatangan Raya
70 Menculik Viana
71 Jalan-Jalan #2
72 Menjemput
73 Pergilah Raya !
74 Bertemu Gilang
75 Makan Malam
76 Rahasia Sean
77 Kelelahan
78 Menjadi CEO
79 Pesta
80 Ucapan Selamat
81 Ucapan Selamat #2
82 Menemui Dio
83 Kenyataan
84 Kepulangan Sean
85 Janji
86 Meninggalkanmu
87 Dia Adalah
88 Berbalik
89 Q & A
90 Aku Tau
91 Melindungi
92 Epilog
93 Bonus Chapter - Ngidam
94 Bonus Chapter - Sevina Armadja
95 Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96 Q & A
97 Novel Ini Akan Dilanjutkan
98 Bonus Chapter- Masalah
99 Bonus Chapter - Sikap
100 Bonus Chapter - Trauma
101 Bonus Chapter - Tidak Sopan
102 Bonus Chapter - Diserang
103 Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104 Bonus Chapter - Teman Lama
105 Bonus Chapter - Anggun
106 Bonus Chapter - Pertolongan
107 Bonus Chapter - Kenyataan
108 Bonus Chapter - Baikan
109 Bonus Chapter - Makan Malam
110 Bonus Chapter - Tawaran
111 Bonus Chapter - Ikut
112 Bonus Chapter - Gempar
113 Bonus Chapter - Contekan
114 Bonus Chapter - Setuju
115 Bonus Chapter - Penyerangan
116 Bonus Chapter - Fakta Baru
117 Bonus Chapter- Rekan Kerja
118 Bonus Chapter - Bekerja
119 Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120 Bonus Chapter - Kedok Lisa
121 Bonus Chapter - Gambar
122 Bonus Chapter - Ulang Tahun
123 Bonus Chapter - Kembali
124 Bonus Chapter - Kisah Kelam
125 Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126 Bonus Chapter - Menikah Lagi
127 Bonus Chapter - Minta Adik
128 Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129 Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130 Bonus Chapter - Rekreasi
131 Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132 Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133 Bonus Chapter - Kekesalan
134 Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135 Bonus Chapter - Cangkul
136 Bonus Chapter - Kelelahan
137 Bonus Chapter - Pergi
138 Bonus Chapter - Renungan
139 Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140 Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141 Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142 Bonus Chapter - Jalan-jalan
143 Bonus Chapter - Permintaan
144 Bonus Chapter - Ziarah
145 Bonus Chapter - Insiden
146 Bonus Chapter - Penyusup
147 Bonus Chapter - Rencana
148 Bonus Chapter - Ngambek
149 Bonus Chapter - Wangi
150 Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151 Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152 Bonus Chapter - Cibiran
153 Bonus Chapter - Penasaran
154 Bonus Chapter - Lelaki Tua
155 Bonus Chapter - Gym
156 Bonus Chapter - Obrolan
157 Bonus Chapter - Bantuan
158 Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159 Bonus Chapter - Masa Lalu
160 Bonus Chapter - Rekaman
161 Bonus Chapter - Terbongkar
162 Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163 Novel baru
164 Episode Spesial - Tentang ibu
165 Episode Spesial - Mencari tahu
166 Episode Spesial - Ketahuan
167 Episode Spesial - Perjalanan
168 Episode Spesial - Tidur
169 Episode Spesial - Difitnah Igauan
170 Episode Spesial - Kerja keras
171 Episode Spesial - Apes
172 Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173 Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174 Episode Spesial - Curiga
175 Episode Spesial - Kotak merah
176 Episode Spesial - Ketemu
177 Episode Spesial - Kunjungan
178 Episode Spesial - Curhat
179 Episode Spesial -Sirkuit
180 Episode Spesial - Ending
181 Batal Pergi
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Prolog +Biografi
2
Pertanggung Jawaban
3
Pernikahan
4
Peraturan
5
Amarah
6
Kedatangan Oma Laura
7
Terlambat
8
Pertemuan Kembali
9
Rencana Sean
10
Rencana Sean #2
11
Memulai Perang
12
Bersenang-senang
13
Upah
14
Cuti
15
Rasa Curiga Alya
16
Tuan Muda Yang Kejam
17
Asisten Pribadi
18
Hari Pertama
19
Kesal
20
Berangkat
21
Mabuk
22
Marah
23
Liburan
24
Liburan #2
25
Berita Duka
26
Kesedihan
27
Pertandingan
28
Bertemu Ayah
29
Marah #2
30
Marah #3
31
Memata-matai
32
Curiga
33
Akibat
34
Cuti #2
35
Terjadi
36
Pengakuan
37
Pengakuan #2
38
Semanis Cokelat
39
Malam Kedua
40
Mematahkan Hati
41
Pilihan Sulit
42
Memilih
43
Pergi
44
Bertemu Zein
45
Tanpa Sengaja
46
Aku Rindu
47
Kehebohan
48
Keinginan
49
Bertemu Lidya
50
Pengakuan #3
51
Akibat #2
52
Pertengkaran
53
Mogok
54
Meminta
55
Serangan Mendadak
56
Amarah Sean
57
Serangan Mendadak #2
58
Strong Couple
59
Rasa Curiga + Jadwal Update
60
Menagih
61
Pengawal
62
Musuh Baru
63
Melamar
64
Resepsi pernikahan
65
Pengantin Baru
66
Menonton
67
PENGUMUMAN
68
Jalan-Jalan
69
Kedatangan Raya
70
Menculik Viana
71
Jalan-Jalan #2
72
Menjemput
73
Pergilah Raya !
74
Bertemu Gilang
75
Makan Malam
76
Rahasia Sean
77
Kelelahan
78
Menjadi CEO
79
Pesta
80
Ucapan Selamat
81
Ucapan Selamat #2
82
Menemui Dio
83
Kenyataan
84
Kepulangan Sean
85
Janji
86
Meninggalkanmu
87
Dia Adalah
88
Berbalik
89
Q & A
90
Aku Tau
91
Melindungi
92
Epilog
93
Bonus Chapter - Ngidam
94
Bonus Chapter - Sevina Armadja
95
Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96
Q & A
97
Novel Ini Akan Dilanjutkan
98
Bonus Chapter- Masalah
99
Bonus Chapter - Sikap
100
Bonus Chapter - Trauma
101
Bonus Chapter - Tidak Sopan
102
Bonus Chapter - Diserang
103
Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104
Bonus Chapter - Teman Lama
105
Bonus Chapter - Anggun
106
Bonus Chapter - Pertolongan
107
Bonus Chapter - Kenyataan
108
Bonus Chapter - Baikan
109
Bonus Chapter - Makan Malam
110
Bonus Chapter - Tawaran
111
Bonus Chapter - Ikut
112
Bonus Chapter - Gempar
113
Bonus Chapter - Contekan
114
Bonus Chapter - Setuju
115
Bonus Chapter - Penyerangan
116
Bonus Chapter - Fakta Baru
117
Bonus Chapter- Rekan Kerja
118
Bonus Chapter - Bekerja
119
Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120
Bonus Chapter - Kedok Lisa
121
Bonus Chapter - Gambar
122
Bonus Chapter - Ulang Tahun
123
Bonus Chapter - Kembali
124
Bonus Chapter - Kisah Kelam
125
Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126
Bonus Chapter - Menikah Lagi
127
Bonus Chapter - Minta Adik
128
Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129
Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130
Bonus Chapter - Rekreasi
131
Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132
Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133
Bonus Chapter - Kekesalan
134
Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135
Bonus Chapter - Cangkul
136
Bonus Chapter - Kelelahan
137
Bonus Chapter - Pergi
138
Bonus Chapter - Renungan
139
Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140
Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141
Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142
Bonus Chapter - Jalan-jalan
143
Bonus Chapter - Permintaan
144
Bonus Chapter - Ziarah
145
Bonus Chapter - Insiden
146
Bonus Chapter - Penyusup
147
Bonus Chapter - Rencana
148
Bonus Chapter - Ngambek
149
Bonus Chapter - Wangi
150
Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152
Bonus Chapter - Cibiran
153
Bonus Chapter - Penasaran
154
Bonus Chapter - Lelaki Tua
155
Bonus Chapter - Gym
156
Bonus Chapter - Obrolan
157
Bonus Chapter - Bantuan
158
Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159
Bonus Chapter - Masa Lalu
160
Bonus Chapter - Rekaman
161
Bonus Chapter - Terbongkar
162
Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163
Novel baru
164
Episode Spesial - Tentang ibu
165
Episode Spesial - Mencari tahu
166
Episode Spesial - Ketahuan
167
Episode Spesial - Perjalanan
168
Episode Spesial - Tidur
169
Episode Spesial - Difitnah Igauan
170
Episode Spesial - Kerja keras
171
Episode Spesial - Apes
172
Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173
Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174
Episode Spesial - Curiga
175
Episode Spesial - Kotak merah
176
Episode Spesial - Ketemu
177
Episode Spesial - Kunjungan
178
Episode Spesial - Curhat
179
Episode Spesial -Sirkuit
180
Episode Spesial - Ending
181
Batal Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!