Setelah kepulangan Rangga dan Alya, Sean pergi ke kamarnya dan membersihkan diri.
Setelah itu dia kembali menemui Viana yang masih berada di bawah.
Dia melemparkan sebuah kartu ATM kepada Viana.
"Ini ATM tanpa batas. Paswordnya adalah tanggal lahirku. Beli lah semua perlengkapan agar kau terlihat lebih menarik di mata orang orang" Kata Sean menatap dingin
Viana memungut ATM itu.
"Sean ini berlebihan, produk dan pakaian yang biasa ku gunakan tidak mahal" Kata Viana
"Jangan menolak dasar wanita munafik. Aku melakukan ini agar orang tuaku percaya bahwa aku memperlakukanmu dengan baik. Terlebih di mata Papa. Aku tidak mau Papa semakin melihat keburukanku dan menjauhkan ku dari posisi CEO" Kata Sean dengan tatapan kesal
"Tapi...."
"Isi peraturan, menuruti setiap kemauan Sean" Kata Sean mengingatkan isi peraturan itu
"Baik" Kata Viana mengalah
"Besok kau tidak perlu berkebun lagi. Aku akan mempekerjakan tukang kebun" Kata Sean
"Baik lah" Kata Viana
"Ingat, rawat lah dirimu sebaik mungkin. Ingat kau adalah menantu Mama dan Papaku. Mereka tidak mau melihatmu buruk rupa seperti ini" Kata Sean
"Iya Sean" Kata Viana
"Pergi lah, aku mau makan. Jangan membuatku tidak berselera makan karena melihatmu" Kata Sean.
Viana langsung pergi ke atas agar Sean bisa memakan makan malamnya.
Setelah Sean selesai, Viana turun lalu memakan makanannya.
Sepertinya Sean tidak ingin membuang makanannya lagi.
Selesai makan, Viana kembali ke kamarnya. Dia memegang ponselnya. Ditatapnya foto Ayahnya. Ingin sekali dia menelpon Ayahnya tapi Sean sudah menyadap Hpnya yang tidak memungkinkan untuknya menelpon Ayahnya.
Dia menatap keluar Jendela. Malam ini begitu cerah.
Dia memfoto suasana malam itu lalu mengunggahnya ke sosial media. Tidak msalah, karena yang dia foto adalah rembulan. Tidak tampak dia sedang ada di rumah Sean.
Viana merebahkan dirinya ke ranjang. Dia mencoba memejamkan matanya. Dan akhirnya tertidur lelap.
Keesokan harinya Sean bangun pagi pagi buta dan segera mempersiapkan diri.
Saat melewati ruang Fitness dia melihat Viana sedang olah raga dengan peralatan Fitnessnya dengan pakaian senam yang sangat seksi.
Oh jadi selama ini dia sering fitness di sini. Pantas saja tubuhnya selalu terlihat bugar. Gumam Sean
Pandangannya beralih ke bagian tubuh Viana yang terbuka.
Belahan dada yang terlihat begitu seksi, paha putih mulus dan pinggang yang langsing. Tubuh yang benar benar sempurna dan terlihat masih kencang.
Sean juga seorang pria normal yang jika di suguhi pandangan seperti itu, maka darahnya akan sedikit memanas.
Sean buru buru melepas pandangannya dan segera turun.
Dasar bodoh kenapa aku harus melihatnya?
Sean terus mengutuki dirinya sendiri.
Dia segera menuju meja makan dan menikmati sarapannya setelah itu berangkat bekerja.
Lama kemudian Viana turun ke bawah dengan penampilan sudah bersih dan rapi.
Dia menikmati sarapan paginya.
Setelah selesai, dia langsung pergi dengan di antar supir. Hari ini dia akan berbelanja dan merawat dirinya ke salon.
Sesampainya di sebuah salon, dia segera melakukan perawatan. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Sangat menyita waktu sampai pada saat dia keluar hari sudah siang.
Tubuhya terasa ringan dan segar.
Kemudian dia pergi ke Mall dan makan siang terlebih dahulu baru berbelanja perlengkapan seperti baju, sepatu, tas dan aksesoris lainnya. Bukan karena alasan. Pagi tadi ibu mertuanya menelpon dan menyuruhnya berbelanja itu semua.
Setelah cukup berbelanja, dia menelpon supir agar membawa belanjaannya. Setelah sang supir membawa belanjaannya ke mobil, Viana bermaksud menyusulnya.
Saat tengah berjalan, tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang.
Viana kaget, namun kini lebih kaget lagi karena yang menarik tangannya adalah Erik sang mantan kekasih yang di putuskan Viana secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Bahkan Viana sudah memblokir kontak Erik agar Erik tidak mengganggunya lagi.
"Vi, akhirnya aku ketemu sama kamu. Aku kangen sama kamu Vi" Erik refleks memeluk Viana. Mungkin karena sangking rindunya hingga dia tidak sadar sedang ada di mana.
"Lepaskan Erik" Viana mendorong tubuh Erik
"Vi, aku mohon kembali lah padaku" Ucap Erik sambil memegang erat kedua tangan Viana
"Kita sudah berakhir Rik, Aku tidak bisa bersama mu lagi" Kata Viana melepas pegangan tangan Erik
"Ya tapi kenapa Vi, kamu harus memberi alasan yang jelas" Kata Erik, matanya seperti menuntut sebuah penjelasan.
"Aku sudah tidak mencintai kamu lagi" Lidah Viana terasa kelu mengatakan itu semua. Kalimat singkat yang kini mampu meluluh lantakan hati Erik. Pria yang selama ini mencintainya dengan segenap hatinya.
"5 tahun kita menjalin cinta, dan sekarang kamu bilang tidak mencintaiku lagi Vi? Tidak Vi, itu tidak benar kan. Aku mohon jangan begini Vi. Aku sangat mencintaimu" Erik mencoba menghapus air matanya yang keluar begitu saja setelah mendengar kalimat Viana tadi. Hatinya remuk melihat wanita yang sangat di cintainya sudah tidak memperdulikan perasaannya lagi.
"Rik, aku mohon lupakan aku. Jika kamu mencintaiku, hargai keputusanku" Kata Viana dengan raut wajah memohon.
"Tapi aku cinta mati sama kamu Vi. Hanya kamu wanita yang aku cintai. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu Vi. Beri aku kesempatan Vi, aku akan melakukan apa saja asal kamu bisa mencintai aku lagi" Kata Erik kembali memeluk Viana.
Cukup lama hingga akhirnya Viana kembali mendorongnya.
"Rik, lepaskan. Maaf Rik, kamu harus melupakan aku" Viana melepas pelukan Erik lalu pergi meninggalkan Erik yang memandang kepergiannya dengan raut kesedihan di wajahnya. Penantiannya selama ini sia sia karena Viana meninggalkannya begitu saja.
Aku akan melakukan apa saja agar bisa mendapatkan cintamu lagi Vi. Aku tidak akan pernah menyerah. Gumam Erik dengan tatapan penuh keyakinaan
Viana terus berjalan, langkah kakinya terasa begitu berat. Betapa sedihnya dia melihat Erik yang mendapatkan perlakuan seperti itu darinya. Tapi segera dia menepis rasa itu.
Tidak aku tidak boleh mengingatnya. Dia adalah masa laluku. Sekarang yang terpenting adalah amanah ibuku.
Viana berjalan ke mobil. Sesegera mungkin dia ingin pulang.
Sementara itu....
Sean menatap layar hpnya. Ada pesan WhatsApp dari orang suruhannya yang tadi mengikuti Viana diam diam.
Pesan itu berisi video Viana dengan Erik yang tadi bertemu di Mall.
Sean melihat dan mendengarkan isi video itu dengan serius. Terpancar senyuman dari wajahnya.
Dia menelpon orang suruhannya itu.
"Pertemukan aku dengannya tapi jangan sampai seorang pun tau" Ucap Sean lalu mematikan teleponnya.
Bagus ini adalah kesempatan untuk menyingkirkan wanita itu dari hidupku. Aku akan memanfaatkan laki laki itu agar aku dan Viana bisa bercerai
Sean tersenyum menyeringai memikirkan rencana yang akan dia buat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Asih Ningsih
entah apa tujuannya viana baik atau buruk.
2023-09-10
1
Nur Hasan
paling nntinya Viana yg jadi bucin dan gak jadi melanjutkan rencana nya..
2021-12-15
1
Dewi Zahra
seru ni
2021-09-19
1