Peraturan

Keesokan paginya. Viana sudah bangun dan membuatkan sarapan untuk Sean. Dia tidak berani masuk ke kamar Sean melihat perlakuan kasar Sean padanya kemarin.

Tak lama kemudian, Sean turun dengan pakaian kerjanya yang membuatnya sangat tampan.

"Sean, sarapan lah dulu" Kata Viana

Sean melihat ke arah hidangan yang di sajikan di meja makan. Terlihat sangat menggugah selera.

"Apa ini masakanmu?" Tanya Sean

"Iya" Viana mengangguk lalu tersenyum

Rangga mengambil sepiring lauk dan membawanya ke tempat sampah lalu membuangnya.

"Makanan ini lebih pantas berada di tempat sampah. Menjijikkan" Kata Sean dengan tatapan dingin

"Aku sengaja memasaknya untukmu Sean" Kata Viana

"Aku tidak sudih memakan masakan dari hasil tanganmu yang menjijikkan itu wanita murahan" Kata Sean dengan tatapan tajam

Viana menunduk. Memang dia tau bahwa Sean akan sangat membencinya.

"Buanglah semua makanan ini. Aku akan makan masakan pelayan rumahku. Mereka akan datang sebentar lagi. Dan ini adalah peraturan yang ada di rumah ini yang harus kau turuti" Kata Sean menyerahkan selembar kertas.

Sean berangkat bekerja. Viana membungkus semua makanan yang sudah di masaknya dan menyisakan sedikit untuknya. Makanan itu akan ia berikan pada satpam kompleks saat pengawal Sean datang nanti.

Dia duduk dan memakan sarapannya, setelah itu dia membaca isi kertas itu.

Di situ tertulis beberapa peraturan yang menurutnya tidak masuk akal.

*Dilarang makan bersama

*Dilarang mengajak bicara duluan

*Dilarang bersentuhan fisik tanpa di suruh

*Dilarang keluar rumah meski hanya sampai depan pintu

*Dilarang berbicara dengan orang luar

*Dilarang menatap lebih dari 5 menit

*Rawat kebun belakang rumah setiap hari

*Dilarang mengunjungi orang tua

*Beli kebutuhan sendiri atau bekerja dulu untuk mendapatkan upah

*Turuti kata Sean walau itu menentang isi peraturan

"Peraturan macam apa ini? Apa dia ingin menganggapku tidak ada di dunia ini?" Viana mengernyitkan dahi. Mungkin semua peraturan bisa dia terima tapi dilarang mengunjungi orang tua. Pasti Sean ingin agar Viana merasa sendiri dan kesepian. Dia benar benar ingin memisahkan Viana dari ayahnya.

Tak lama kemudian, para pengawal dan pelayan Sean datang.

Mereka segera mengerjakan pekerjaannya masing masing.

Viana meminta tolong salah satu pengawal untuk memberikan bungkusan makanan kepada satpam kompleks.

Sore harinya, Sean sudah pulang. Dia terlihat lelah. Langkahnya gontai dan wajahnya tampak lesu.

Dia menuju kamarnya dan menyegarkan diri.

Setelah itu dia menuju belakang rumahnya.

Dia melihat kebun yang berantakan.

"Viana!!!!" Teriak Sean

"Ada apa Sean?" Tanya Viana yang tiba tiba nongol dari balik pepohonan.

"Sedang apa kau disana" Kata Sean

"Aku sedang berkebun" Kata Viana

"Hatchiiiim" Viana tampak bersin dan hidungnya terlihat merah.

"Apa kau alergi?" Tanya Sean

"Iya, aku alergi serbuk bunga" Kata Viana mengusap hidungnya yang gatal

"Bagus, kerjakan semuanya sampai selesai. Aku ingin lebih banyak bunga di kebun ini" Kata Sean

"Baik" Kata Viana yang memang sudah tau kalau hal ini akan terjadi. Sean akan terus membuatnya tidak nyaman.

Sean masuk ke dalam. Rasanya sangat puas di hari pertama dia bisa melihat Viana sedikit tersiksa. Tentu saja ini adalah permulaan, akan ada lebih banyak rasa sakit yang akan di rasakan Viana. Sean akan membuatnya menderita sampai dia memohon untuk bercerai.

Malam harinya Sean menikmati makan malamnya.

"Dimana wanita itu?" Tanya Sean kepada Heni kepala pelayannya.

"Maksud Tuan, Nona Muda? Nona masih berkebun Tuan" Kata Heni

"Apakah masih belum selesai?" Tanya Sean

"Hampir Tuan" Kata Heni

Setelah Sean selesai makan, Viana masuk dengan pakaian lusuh dan basah karena keringat.

"Tunggu mau kemana kau?" Tanya Sean

"Aku ingin mandi Sean" Kata Viana

"Mandi lah di kamar mandi pelayan. Kau akan mengotori rumah ini" Kata Sean

"Baik lah, aku akan mengambil ganti" Kata Viana hendak naik

"Jangan. Ambil lah setelah mandi dan jangan meminjam baju pelayan" Kata Sean

Viana bisa menebak bahwa Sean ingin mempermalukannya. Bagaimana mungkin dia pergi ke kamarnya dengan hanya memakai handuk.

"Baik" Kata Viana yang berjalan menuju kamar mandi pelayan. Dia memutuskan akan memakai baju itu lagi.

Setelah mandi, Viana bergegas menuju kamarnya dan mengganti bajunya.

Perutnya keroncongan karena sejak siang belum makan. Dia menuju meja makan.

"Heni kemana semua makanannya?" Tanya Viana

"Tadi Tuan Muda menyuruh saya membuangnya Nona dan memasak tempe dan tahu ini untuk Nona" Kata Heni

Viana menghela nafas panjang. Dia harusnya tau jika Sean akan melakukan ini.

"Baiklah aku akan memakannya" Kata Viana

Heni mengambilkan nasi dan lauk tempe dan tahu. Karena lapar, Viana langsung menyantapnya.

Seleai makan, Viana hendak beranjak dari kursinya. Namun langkahnya terhenti saat melihat Sean melangkah Turun.

Sean menatapnya dan tersenyum.

"Bagaimana makan malamnya? Enak kan?" Tanya Sean

"Karena aku sangat lapar, makanan itu jadi terasa sangat nikmat Sean terima kasih ya" Kata Viana di sela senyumannya.

Sean kesal karena Viana malah merasa senang bukannya sedih.

Viana hendak beranjak lagi. Namun Sean menyuruhnya mencuci piring.

Viana mencuci piringnya. Dia memang biasa melakukannya karena di rumahnya tidak ada pembantu.

Selesai mencuci piring, dia kembali ke kamarnya.

Dia merebahkan diri di atas ranjang.

Rasanya hari ini sungguh melelahkan. Dengan cepat dia memejamkan matanya karena lelah membuatnya cepat terlelap.

Sean berkutat dengan laptopnya.

Tiba tiba ada telepon masuk.

Sean mengangkatnya.

"Halo" Jawab Sean

"Tuan saya sudah memeriksa latar belakangnya. Ibunya meninggal saat di berusia 5 tahun. Lalu ayahnya menikah lagi saat dia berumur 10 tahun. Dan beberapa bulan lalu ibu tirinya meninggal. Nama ibu tirinya adalah Ana. Saya tidak bisa menemukan fotonya Tuan. Sepertinya itu adalah pernikahan siri dan mereka sering berganti tempat tinggal karena menghindari penagih hutang. Tuan, sepertinya mereka tidak punya dendam apapun kepada keluarga Tuan. Sepertinya dugaan Tuan benar. Semua ini karena harta"

"Baik, terima kasih" Sean mematikan teleponnya. Dia memang sudah menyewa orang profesional untuk mencari tau latar belakang Viana. Mungkin saja musuh Papanya tapi ternyata tidak.

"Ternyata dia benar benar hanya ingin mengincar hartaku saja" Kata Sean. Sorot matanya menunjukkan kebencian.

"Bagaimana pun caranya aku akan membuatnya keluar dari hidupku" Kata kata yang keluar dari mulutnya

"Aku tidak bisa hidup dengan wanita munafik sepertinya. Berpura pura baik dan hanya ingin mengincar hartaku saja. Lihat saja kau, aku tidak akan membiarkanmu menang" Sean menutup laptopnya. Dia merebahkan diri ke ranjang.

Dia memandang langit langit kamarnya.

Dia mengingat saat dirinya mabuk karena di ajak minum oleh rekan bisnisnya setelah meeting di hotel itu.

Jika dia tidak mabuk malam itu tentu dia tidak akan mengalami semua ini.

Yuk baca novel teman author 😊

Klik aja di pencarian Mr Arogan Is My Husband, maka akan muncul novelnya 😊

Terpopuler

Comments

Asih Ningsih

Asih Ningsih

apa jgn2 anaknya tiara yg udh keluar dari penjara ya.

2023-08-18

0

Asih Ningsih

Asih Ningsih

siksaan itu gak seberapa dgn yg di alami alya dulu.

2023-08-18

0

Yunia Afida

Yunia Afida

semangat terus💪💪💪💪💪💪💪💪, aku baca lagi tapi akunya beda

2021-09-26

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog +Biografi
2 Pertanggung Jawaban
3 Pernikahan
4 Peraturan
5 Amarah
6 Kedatangan Oma Laura
7 Terlambat
8 Pertemuan Kembali
9 Rencana Sean
10 Rencana Sean #2
11 Memulai Perang
12 Bersenang-senang
13 Upah
14 Cuti
15 Rasa Curiga Alya
16 Tuan Muda Yang Kejam
17 Asisten Pribadi
18 Hari Pertama
19 Kesal
20 Berangkat
21 Mabuk
22 Marah
23 Liburan
24 Liburan #2
25 Berita Duka
26 Kesedihan
27 Pertandingan
28 Bertemu Ayah
29 Marah #2
30 Marah #3
31 Memata-matai
32 Curiga
33 Akibat
34 Cuti #2
35 Terjadi
36 Pengakuan
37 Pengakuan #2
38 Semanis Cokelat
39 Malam Kedua
40 Mematahkan Hati
41 Pilihan Sulit
42 Memilih
43 Pergi
44 Bertemu Zein
45 Tanpa Sengaja
46 Aku Rindu
47 Kehebohan
48 Keinginan
49 Bertemu Lidya
50 Pengakuan #3
51 Akibat #2
52 Pertengkaran
53 Mogok
54 Meminta
55 Serangan Mendadak
56 Amarah Sean
57 Serangan Mendadak #2
58 Strong Couple
59 Rasa Curiga + Jadwal Update
60 Menagih
61 Pengawal
62 Musuh Baru
63 Melamar
64 Resepsi pernikahan
65 Pengantin Baru
66 Menonton
67 PENGUMUMAN
68 Jalan-Jalan
69 Kedatangan Raya
70 Menculik Viana
71 Jalan-Jalan #2
72 Menjemput
73 Pergilah Raya !
74 Bertemu Gilang
75 Makan Malam
76 Rahasia Sean
77 Kelelahan
78 Menjadi CEO
79 Pesta
80 Ucapan Selamat
81 Ucapan Selamat #2
82 Menemui Dio
83 Kenyataan
84 Kepulangan Sean
85 Janji
86 Meninggalkanmu
87 Dia Adalah
88 Berbalik
89 Q & A
90 Aku Tau
91 Melindungi
92 Epilog
93 Bonus Chapter - Ngidam
94 Bonus Chapter - Sevina Armadja
95 Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96 Q & A
97 Novel Ini Akan Dilanjutkan
98 Bonus Chapter- Masalah
99 Bonus Chapter - Sikap
100 Bonus Chapter - Trauma
101 Bonus Chapter - Tidak Sopan
102 Bonus Chapter - Diserang
103 Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104 Bonus Chapter - Teman Lama
105 Bonus Chapter - Anggun
106 Bonus Chapter - Pertolongan
107 Bonus Chapter - Kenyataan
108 Bonus Chapter - Baikan
109 Bonus Chapter - Makan Malam
110 Bonus Chapter - Tawaran
111 Bonus Chapter - Ikut
112 Bonus Chapter - Gempar
113 Bonus Chapter - Contekan
114 Bonus Chapter - Setuju
115 Bonus Chapter - Penyerangan
116 Bonus Chapter - Fakta Baru
117 Bonus Chapter- Rekan Kerja
118 Bonus Chapter - Bekerja
119 Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120 Bonus Chapter - Kedok Lisa
121 Bonus Chapter - Gambar
122 Bonus Chapter - Ulang Tahun
123 Bonus Chapter - Kembali
124 Bonus Chapter - Kisah Kelam
125 Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126 Bonus Chapter - Menikah Lagi
127 Bonus Chapter - Minta Adik
128 Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129 Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130 Bonus Chapter - Rekreasi
131 Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132 Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133 Bonus Chapter - Kekesalan
134 Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135 Bonus Chapter - Cangkul
136 Bonus Chapter - Kelelahan
137 Bonus Chapter - Pergi
138 Bonus Chapter - Renungan
139 Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140 Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141 Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142 Bonus Chapter - Jalan-jalan
143 Bonus Chapter - Permintaan
144 Bonus Chapter - Ziarah
145 Bonus Chapter - Insiden
146 Bonus Chapter - Penyusup
147 Bonus Chapter - Rencana
148 Bonus Chapter - Ngambek
149 Bonus Chapter - Wangi
150 Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151 Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152 Bonus Chapter - Cibiran
153 Bonus Chapter - Penasaran
154 Bonus Chapter - Lelaki Tua
155 Bonus Chapter - Gym
156 Bonus Chapter - Obrolan
157 Bonus Chapter - Bantuan
158 Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159 Bonus Chapter - Masa Lalu
160 Bonus Chapter - Rekaman
161 Bonus Chapter - Terbongkar
162 Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163 Novel baru
164 Episode Spesial - Tentang ibu
165 Episode Spesial - Mencari tahu
166 Episode Spesial - Ketahuan
167 Episode Spesial - Perjalanan
168 Episode Spesial - Tidur
169 Episode Spesial - Difitnah Igauan
170 Episode Spesial - Kerja keras
171 Episode Spesial - Apes
172 Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173 Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174 Episode Spesial - Curiga
175 Episode Spesial - Kotak merah
176 Episode Spesial - Ketemu
177 Episode Spesial - Kunjungan
178 Episode Spesial - Curhat
179 Episode Spesial -Sirkuit
180 Episode Spesial - Ending
181 Batal Pergi
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Prolog +Biografi
2
Pertanggung Jawaban
3
Pernikahan
4
Peraturan
5
Amarah
6
Kedatangan Oma Laura
7
Terlambat
8
Pertemuan Kembali
9
Rencana Sean
10
Rencana Sean #2
11
Memulai Perang
12
Bersenang-senang
13
Upah
14
Cuti
15
Rasa Curiga Alya
16
Tuan Muda Yang Kejam
17
Asisten Pribadi
18
Hari Pertama
19
Kesal
20
Berangkat
21
Mabuk
22
Marah
23
Liburan
24
Liburan #2
25
Berita Duka
26
Kesedihan
27
Pertandingan
28
Bertemu Ayah
29
Marah #2
30
Marah #3
31
Memata-matai
32
Curiga
33
Akibat
34
Cuti #2
35
Terjadi
36
Pengakuan
37
Pengakuan #2
38
Semanis Cokelat
39
Malam Kedua
40
Mematahkan Hati
41
Pilihan Sulit
42
Memilih
43
Pergi
44
Bertemu Zein
45
Tanpa Sengaja
46
Aku Rindu
47
Kehebohan
48
Keinginan
49
Bertemu Lidya
50
Pengakuan #3
51
Akibat #2
52
Pertengkaran
53
Mogok
54
Meminta
55
Serangan Mendadak
56
Amarah Sean
57
Serangan Mendadak #2
58
Strong Couple
59
Rasa Curiga + Jadwal Update
60
Menagih
61
Pengawal
62
Musuh Baru
63
Melamar
64
Resepsi pernikahan
65
Pengantin Baru
66
Menonton
67
PENGUMUMAN
68
Jalan-Jalan
69
Kedatangan Raya
70
Menculik Viana
71
Jalan-Jalan #2
72
Menjemput
73
Pergilah Raya !
74
Bertemu Gilang
75
Makan Malam
76
Rahasia Sean
77
Kelelahan
78
Menjadi CEO
79
Pesta
80
Ucapan Selamat
81
Ucapan Selamat #2
82
Menemui Dio
83
Kenyataan
84
Kepulangan Sean
85
Janji
86
Meninggalkanmu
87
Dia Adalah
88
Berbalik
89
Q & A
90
Aku Tau
91
Melindungi
92
Epilog
93
Bonus Chapter - Ngidam
94
Bonus Chapter - Sevina Armadja
95
Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96
Q & A
97
Novel Ini Akan Dilanjutkan
98
Bonus Chapter- Masalah
99
Bonus Chapter - Sikap
100
Bonus Chapter - Trauma
101
Bonus Chapter - Tidak Sopan
102
Bonus Chapter - Diserang
103
Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104
Bonus Chapter - Teman Lama
105
Bonus Chapter - Anggun
106
Bonus Chapter - Pertolongan
107
Bonus Chapter - Kenyataan
108
Bonus Chapter - Baikan
109
Bonus Chapter - Makan Malam
110
Bonus Chapter - Tawaran
111
Bonus Chapter - Ikut
112
Bonus Chapter - Gempar
113
Bonus Chapter - Contekan
114
Bonus Chapter - Setuju
115
Bonus Chapter - Penyerangan
116
Bonus Chapter - Fakta Baru
117
Bonus Chapter- Rekan Kerja
118
Bonus Chapter - Bekerja
119
Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120
Bonus Chapter - Kedok Lisa
121
Bonus Chapter - Gambar
122
Bonus Chapter - Ulang Tahun
123
Bonus Chapter - Kembali
124
Bonus Chapter - Kisah Kelam
125
Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126
Bonus Chapter - Menikah Lagi
127
Bonus Chapter - Minta Adik
128
Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129
Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130
Bonus Chapter - Rekreasi
131
Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132
Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133
Bonus Chapter - Kekesalan
134
Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135
Bonus Chapter - Cangkul
136
Bonus Chapter - Kelelahan
137
Bonus Chapter - Pergi
138
Bonus Chapter - Renungan
139
Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140
Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141
Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142
Bonus Chapter - Jalan-jalan
143
Bonus Chapter - Permintaan
144
Bonus Chapter - Ziarah
145
Bonus Chapter - Insiden
146
Bonus Chapter - Penyusup
147
Bonus Chapter - Rencana
148
Bonus Chapter - Ngambek
149
Bonus Chapter - Wangi
150
Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152
Bonus Chapter - Cibiran
153
Bonus Chapter - Penasaran
154
Bonus Chapter - Lelaki Tua
155
Bonus Chapter - Gym
156
Bonus Chapter - Obrolan
157
Bonus Chapter - Bantuan
158
Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159
Bonus Chapter - Masa Lalu
160
Bonus Chapter - Rekaman
161
Bonus Chapter - Terbongkar
162
Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163
Novel baru
164
Episode Spesial - Tentang ibu
165
Episode Spesial - Mencari tahu
166
Episode Spesial - Ketahuan
167
Episode Spesial - Perjalanan
168
Episode Spesial - Tidur
169
Episode Spesial - Difitnah Igauan
170
Episode Spesial - Kerja keras
171
Episode Spesial - Apes
172
Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173
Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174
Episode Spesial - Curiga
175
Episode Spesial - Kotak merah
176
Episode Spesial - Ketemu
177
Episode Spesial - Kunjungan
178
Episode Spesial - Curhat
179
Episode Spesial -Sirkuit
180
Episode Spesial - Ending
181
Batal Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!