Terlambat

Keesokan paginya Sean baru bangun dari tidurnya. Dia menatap keluar jendela melihat sinar mentari sudah memasuki kamarnya.

Sinar mentari? Sean biasa bangun saat hari masih gelap.

Dia segera bergegas ke kamar mandi. Dia tidak pernah terlambat saat bekerja agar semua karyawannya tidak berani terlambat. Jika dia terlambat seperti ini sama saja dengan menelan ludah sendiri. Yaitu melanggar peraturannya sendiri.

Lupakan. Bukan itu alasannya. Alasan sebenarnya adalah jika Rangga mengetahui kalau Sean terlambat, maka Rangga akan memberi sanksi untuknya.

Sean bergegas keluar kamarnya dengan langkah yang cukup cepat, dia tidak memperhatikan sekitar hingga dia menabrak seseorang yaitu Viana. Mereka jatuh ke lantai dengan posisi Sean menindih tubuh Viana. Sean dan Viana saling bertatapan. Tiba tiba Viana memejamkan matanya. Dia ingat isi peraturan itu.

"Maafkan aku Sean" Kata Viana yang masih menutup matanya

Sean segera berdiri.

"Dasar buta. Kau tidak lihat jalan ya?" Sean memperbaiki setelah jasnya yang sedikit berantakan lalu bergegas keluar

"Sean sarapannya" Ucap Viana saat melihat Sean melewati meja makan

"Habiskan saja. Kau kan sangat rakus" Kata Sean tanpa menoleh

"Sepertinya dia benar benar terlambat" Kata Viana yang menatap kepergian Sean yang sudah melaju dengan mobilnya.

"Cepatlah Bian, aku sudah sangat terlambat" Kata Sean yang memburu Bian supirnya agar mempercepat laju mobilnya

"Iya Tuan" Jawab Bian

Apa Tuan tidak lihat saya sudah melaju sangat kencang. Mau sekencang apa lagi? Ayo kita naik jet saja Tuan

Sesampainya di kantor Sean segera bergegas ke ruangannya. Namun dia sudah di tunggu oleh Rangga.

"Papa" Kata Sean terkejut melihat keberadaan Papanya di ruangannya.

"Selamat pagi menjelang siang Pak Direktur" Kata Rangga tersenyum sambil menatap sinis ke arah Sean

"Maaf Pa, aku terlambat bangun" Kata Sean

"Apa? Terlambat bangun? Kau kan punya istri. Apa istrimu tidak membangunkanmu?" Tanya Rangga

Itu tidak mungkin Pa.

"Viana tidak membangunkan ku Pa" Kata Sean

"Itu tidak mungkin, pasti kau yang tidak mau di bangunkan" Kata Rangga

"Maaf Pa" Kata Sean

"Sebagai sanksinya, kau harus datang lebih awal selama seminggu ini. Jika kau berani terlambat lagi, maka Papa akan memperpanjang hukumanmu" Kata Rangga

"Apa? Tapi itu terlalu pagi Pa" Jawab Sean

"Papa tidak peduli. Ini sebagai hukuman untukmu. Jika kau mau menjadi CEO, maka kau harus mengedepankan kedisipilnan juga. Apa kau kira menjadi pemegang penuh kendali perusahaan itu mudah? Salah sedikit kau bisa menghancurkan perusahaan yang susah payah Papa bangun" Kata Rangga

"Iya Pa, baik lah" Kata Sean mengalah daripada harus mendengar ceramah panjang lebar Papanya.

"Sekarang bekerja lah yang rajin anak baik" Rangga menepuk pundak Sean lalu pergi

Sean menduduki kursinya. Rasanya pagi ini sangat buruk. Bertabrakan dengan Viana, di marahi Papanya. Bahkan Sean belum sempat sarapan.

*****

Viana sedang berkebun. Dia memakai berlapis lapis masker agar tidak bersin.

Selesai berkebun, peluh keringat membasahi wajahnya.

Dia masuk dan segera menyegarkan diri.

Ketika dia melewati kamar Sean, dia melihat kamar Sean tidak di tutup. Mungkin karena Sean sedang buru buru makanya tidak sempat menutup pintu.

Viana melangkah hendak menutup pintu kamar itu, namun matanya menyorot sebuah bingkai foto besar di dinding atas tempat tidur.

Viana begitu terpana melihat foto besar yang merupakan foto Sean.

Sean Armadja 14 juli

"Tampan sekali" Viana tersenyum memandangi foto Sean

"Tidak, tidak aku harus fokus pada rencanaku. Rencana yang sudah membuatku mengorbankan masa depanku" Viana mengingat sekilas

Flashback On

Setelah kematian ibu tirinya beberapa bulan yang lalu.

"Vi, apa kamu yakin ingin melakukan ini?" Tanya Hendra

"Vi yakin Yah. Vi ingin melaksanakan keinginan terakhir ibu" Kata Viana

"Tapi ini sangat beresiko Vi. Keluarga Armadja itu keluarga yang sangat di segani dan kamu tidak bisa masuk ke dalam keluarga itu. Mereka bisa melakukan apa saja" Kata Hendra

"Vi akan lakukan apapun demi bisa menjalankan amanah terakhir Ibu Yah meski itu harus mengorbankan masa depan Vi" Kata Viana

"Vi, bukan kah akan lebih mudah jika kamu bicara langsung pada Tuan Sean tentang ini. Kamu tidak perlu mengorbankan masa depanmu" Kata Hendra

"Tidak Yah, Ayah bilang sendiri kan kalau keluarga Armadja bisa melakukan apapun. Jika Vi bilang yang sebenarnya itu akan sangat beresiko" Kata Viana

"Vi, maafkan Ayah karena tidak bisa membantumu" Kata Hendra dengan tatapan sedih

"Sudah lah Yah. Ayah doakan saja semoga rencana Vi berjalan dengan baik" Kata Viana

Flashback Off

"Ayah, aku jadi rindu pada Ayah" Viana menutup pintu kamar Sean lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.

*****

Sean sedang berkutat dengan laptopnya sampai dering telpon membuyarkan konsntrasinya

"Mengganggu saja" Sean menoleh ke arah hpnya.

Ternyata panggilan dari Gilang. Dia langsung mengangkatnya

"Halo Gilang" Jawab Sean

"Sean, apa kau sibuk hari sabtu nanti?"

"Aku masih belum tau. Kenapa?" Tanya Sean

"Aku ingin mengajakmu ke villa baruku. Kita akan menginap disana"

"Sepertinya menarik" Jawab Sean. Tentu saja menarik karena dia tidak harus melihat Viana di rumahnya

"Kabari aku jika kau bisa ikut"

"Sure" Sean menutup teleponnya

Dia melanjutkan pekerjaannya.

Setelah selesai, dia bergegas pulang ke rumah.

Ternyata di rumah sudah ada Rangga dan Alya yang sedang menunggunya di ruang keluarga bersama Viana.

Mama dan Papa? Viana? Apa yang mereka bicarakan? Apa jangan jangan Viana telah mengadu kepada Papa dan Mama tentang semua perlakuanku?

"Sean kemari lah" Panggi Alya

Sean berjalan mendekat.

"Mama sangat merindukanmu" Alya memeluk Sean

"Iya aku juga Ma" Sean membalas pelukan Mamanya.

Sean duduk di sebelah Viana. Karena bagaimana pun juga, Papanya tidak boleh tau jika dia kasar pada Viana. Karena itu akan membuatnya semakin jauh dari posisi CEO.

"Vi bagaimana Sean memperlakukanmu selama ini?" Tanya Rangga blak blakan

"Pa, kenapa Papa berbicara seperti itu?" Tanya Sean

"Lihat lah keadaannya berubah setelah menikah denganmu. Dia lebih terlihat kusam sekarang. Kulitnya kasar dan warna kulit tidak secerah saat pertama kami bertemu dengannya" Kata Alya.

"Itu bukan salah Sean Ma. Vi yang jarang merawat diri sekarang" Kata Viana menutupi kesalahan Sean

"Memangnya Sean menyuruhmu apa saja hingga kau tidak bisa merawat diri?" Tanya Rangga

"Tidak ada Pa, hanya Vi saja yang malas merawat diri" Kata Viana

Bagaimana aku bisa merawat diri. Aku punya suami yang pelit

"Tidak, mulai sekarang. Kamu harus merawat dirimu. Sean kamu harus membiarkannya melakukan perawatan sesering mungkin. Mama tidak mau jika Viana terlihat lebih buruk setelah menikah denganmu. Kesannya kamu sudah memperlakukannya dengan buruk" Kata Alya

"Baik Ma" Kata Sean mengalah. Sepertinya yang di bilang Alya memang benar. Jika di lihat lihat sekarang Viana terlihat lebih lusuh dari sebelumnya. Baju yang biasa saja juga dandanan yang ala kadarnya juga kulitnya yang tampak mulai kusam. Benar benar tidak menarik. Padahal baru beberapa hari menikah.

Namanya juga novel misteri. Jadi yang tau hanya Viana dan Author.

Silahkan menebak nebak, jawabannya masih lama wkwkkw

Terpopuler

Comments

Asih Ningsih

Asih Ningsih

iya aku ikut jln alurnya dulu entar pasti ketemu daripada nebak2 lg.

2023-09-10

0

Nur Hasan

Nur Hasan

huh,,, teganya

2021-12-15

1

Kokoy Yuhaikay

Kokoy Yuhaikay

apa harus benci atau kasihan ya sama viona???masih blm busa ketebak misterius..

2021-11-16

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog +Biografi
2 Pertanggung Jawaban
3 Pernikahan
4 Peraturan
5 Amarah
6 Kedatangan Oma Laura
7 Terlambat
8 Pertemuan Kembali
9 Rencana Sean
10 Rencana Sean #2
11 Memulai Perang
12 Bersenang-senang
13 Upah
14 Cuti
15 Rasa Curiga Alya
16 Tuan Muda Yang Kejam
17 Asisten Pribadi
18 Hari Pertama
19 Kesal
20 Berangkat
21 Mabuk
22 Marah
23 Liburan
24 Liburan #2
25 Berita Duka
26 Kesedihan
27 Pertandingan
28 Bertemu Ayah
29 Marah #2
30 Marah #3
31 Memata-matai
32 Curiga
33 Akibat
34 Cuti #2
35 Terjadi
36 Pengakuan
37 Pengakuan #2
38 Semanis Cokelat
39 Malam Kedua
40 Mematahkan Hati
41 Pilihan Sulit
42 Memilih
43 Pergi
44 Bertemu Zein
45 Tanpa Sengaja
46 Aku Rindu
47 Kehebohan
48 Keinginan
49 Bertemu Lidya
50 Pengakuan #3
51 Akibat #2
52 Pertengkaran
53 Mogok
54 Meminta
55 Serangan Mendadak
56 Amarah Sean
57 Serangan Mendadak #2
58 Strong Couple
59 Rasa Curiga + Jadwal Update
60 Menagih
61 Pengawal
62 Musuh Baru
63 Melamar
64 Resepsi pernikahan
65 Pengantin Baru
66 Menonton
67 PENGUMUMAN
68 Jalan-Jalan
69 Kedatangan Raya
70 Menculik Viana
71 Jalan-Jalan #2
72 Menjemput
73 Pergilah Raya !
74 Bertemu Gilang
75 Makan Malam
76 Rahasia Sean
77 Kelelahan
78 Menjadi CEO
79 Pesta
80 Ucapan Selamat
81 Ucapan Selamat #2
82 Menemui Dio
83 Kenyataan
84 Kepulangan Sean
85 Janji
86 Meninggalkanmu
87 Dia Adalah
88 Berbalik
89 Q & A
90 Aku Tau
91 Melindungi
92 Epilog
93 Bonus Chapter - Ngidam
94 Bonus Chapter - Sevina Armadja
95 Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96 Q & A
97 Novel Ini Akan Dilanjutkan
98 Bonus Chapter- Masalah
99 Bonus Chapter - Sikap
100 Bonus Chapter - Trauma
101 Bonus Chapter - Tidak Sopan
102 Bonus Chapter - Diserang
103 Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104 Bonus Chapter - Teman Lama
105 Bonus Chapter - Anggun
106 Bonus Chapter - Pertolongan
107 Bonus Chapter - Kenyataan
108 Bonus Chapter - Baikan
109 Bonus Chapter - Makan Malam
110 Bonus Chapter - Tawaran
111 Bonus Chapter - Ikut
112 Bonus Chapter - Gempar
113 Bonus Chapter - Contekan
114 Bonus Chapter - Setuju
115 Bonus Chapter - Penyerangan
116 Bonus Chapter - Fakta Baru
117 Bonus Chapter- Rekan Kerja
118 Bonus Chapter - Bekerja
119 Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120 Bonus Chapter - Kedok Lisa
121 Bonus Chapter - Gambar
122 Bonus Chapter - Ulang Tahun
123 Bonus Chapter - Kembali
124 Bonus Chapter - Kisah Kelam
125 Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126 Bonus Chapter - Menikah Lagi
127 Bonus Chapter - Minta Adik
128 Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129 Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130 Bonus Chapter - Rekreasi
131 Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132 Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133 Bonus Chapter - Kekesalan
134 Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135 Bonus Chapter - Cangkul
136 Bonus Chapter - Kelelahan
137 Bonus Chapter - Pergi
138 Bonus Chapter - Renungan
139 Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140 Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141 Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142 Bonus Chapter - Jalan-jalan
143 Bonus Chapter - Permintaan
144 Bonus Chapter - Ziarah
145 Bonus Chapter - Insiden
146 Bonus Chapter - Penyusup
147 Bonus Chapter - Rencana
148 Bonus Chapter - Ngambek
149 Bonus Chapter - Wangi
150 Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151 Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152 Bonus Chapter - Cibiran
153 Bonus Chapter - Penasaran
154 Bonus Chapter - Lelaki Tua
155 Bonus Chapter - Gym
156 Bonus Chapter - Obrolan
157 Bonus Chapter - Bantuan
158 Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159 Bonus Chapter - Masa Lalu
160 Bonus Chapter - Rekaman
161 Bonus Chapter - Terbongkar
162 Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163 Novel baru
164 Episode Spesial - Tentang ibu
165 Episode Spesial - Mencari tahu
166 Episode Spesial - Ketahuan
167 Episode Spesial - Perjalanan
168 Episode Spesial - Tidur
169 Episode Spesial - Difitnah Igauan
170 Episode Spesial - Kerja keras
171 Episode Spesial - Apes
172 Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173 Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174 Episode Spesial - Curiga
175 Episode Spesial - Kotak merah
176 Episode Spesial - Ketemu
177 Episode Spesial - Kunjungan
178 Episode Spesial - Curhat
179 Episode Spesial -Sirkuit
180 Episode Spesial - Ending
181 Batal Pergi
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Prolog +Biografi
2
Pertanggung Jawaban
3
Pernikahan
4
Peraturan
5
Amarah
6
Kedatangan Oma Laura
7
Terlambat
8
Pertemuan Kembali
9
Rencana Sean
10
Rencana Sean #2
11
Memulai Perang
12
Bersenang-senang
13
Upah
14
Cuti
15
Rasa Curiga Alya
16
Tuan Muda Yang Kejam
17
Asisten Pribadi
18
Hari Pertama
19
Kesal
20
Berangkat
21
Mabuk
22
Marah
23
Liburan
24
Liburan #2
25
Berita Duka
26
Kesedihan
27
Pertandingan
28
Bertemu Ayah
29
Marah #2
30
Marah #3
31
Memata-matai
32
Curiga
33
Akibat
34
Cuti #2
35
Terjadi
36
Pengakuan
37
Pengakuan #2
38
Semanis Cokelat
39
Malam Kedua
40
Mematahkan Hati
41
Pilihan Sulit
42
Memilih
43
Pergi
44
Bertemu Zein
45
Tanpa Sengaja
46
Aku Rindu
47
Kehebohan
48
Keinginan
49
Bertemu Lidya
50
Pengakuan #3
51
Akibat #2
52
Pertengkaran
53
Mogok
54
Meminta
55
Serangan Mendadak
56
Amarah Sean
57
Serangan Mendadak #2
58
Strong Couple
59
Rasa Curiga + Jadwal Update
60
Menagih
61
Pengawal
62
Musuh Baru
63
Melamar
64
Resepsi pernikahan
65
Pengantin Baru
66
Menonton
67
PENGUMUMAN
68
Jalan-Jalan
69
Kedatangan Raya
70
Menculik Viana
71
Jalan-Jalan #2
72
Menjemput
73
Pergilah Raya !
74
Bertemu Gilang
75
Makan Malam
76
Rahasia Sean
77
Kelelahan
78
Menjadi CEO
79
Pesta
80
Ucapan Selamat
81
Ucapan Selamat #2
82
Menemui Dio
83
Kenyataan
84
Kepulangan Sean
85
Janji
86
Meninggalkanmu
87
Dia Adalah
88
Berbalik
89
Q & A
90
Aku Tau
91
Melindungi
92
Epilog
93
Bonus Chapter - Ngidam
94
Bonus Chapter - Sevina Armadja
95
Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96
Q & A
97
Novel Ini Akan Dilanjutkan
98
Bonus Chapter- Masalah
99
Bonus Chapter - Sikap
100
Bonus Chapter - Trauma
101
Bonus Chapter - Tidak Sopan
102
Bonus Chapter - Diserang
103
Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104
Bonus Chapter - Teman Lama
105
Bonus Chapter - Anggun
106
Bonus Chapter - Pertolongan
107
Bonus Chapter - Kenyataan
108
Bonus Chapter - Baikan
109
Bonus Chapter - Makan Malam
110
Bonus Chapter - Tawaran
111
Bonus Chapter - Ikut
112
Bonus Chapter - Gempar
113
Bonus Chapter - Contekan
114
Bonus Chapter - Setuju
115
Bonus Chapter - Penyerangan
116
Bonus Chapter - Fakta Baru
117
Bonus Chapter- Rekan Kerja
118
Bonus Chapter - Bekerja
119
Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120
Bonus Chapter - Kedok Lisa
121
Bonus Chapter - Gambar
122
Bonus Chapter - Ulang Tahun
123
Bonus Chapter - Kembali
124
Bonus Chapter - Kisah Kelam
125
Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126
Bonus Chapter - Menikah Lagi
127
Bonus Chapter - Minta Adik
128
Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129
Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130
Bonus Chapter - Rekreasi
131
Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132
Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133
Bonus Chapter - Kekesalan
134
Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135
Bonus Chapter - Cangkul
136
Bonus Chapter - Kelelahan
137
Bonus Chapter - Pergi
138
Bonus Chapter - Renungan
139
Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140
Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141
Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142
Bonus Chapter - Jalan-jalan
143
Bonus Chapter - Permintaan
144
Bonus Chapter - Ziarah
145
Bonus Chapter - Insiden
146
Bonus Chapter - Penyusup
147
Bonus Chapter - Rencana
148
Bonus Chapter - Ngambek
149
Bonus Chapter - Wangi
150
Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152
Bonus Chapter - Cibiran
153
Bonus Chapter - Penasaran
154
Bonus Chapter - Lelaki Tua
155
Bonus Chapter - Gym
156
Bonus Chapter - Obrolan
157
Bonus Chapter - Bantuan
158
Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159
Bonus Chapter - Masa Lalu
160
Bonus Chapter - Rekaman
161
Bonus Chapter - Terbongkar
162
Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163
Novel baru
164
Episode Spesial - Tentang ibu
165
Episode Spesial - Mencari tahu
166
Episode Spesial - Ketahuan
167
Episode Spesial - Perjalanan
168
Episode Spesial - Tidur
169
Episode Spesial - Difitnah Igauan
170
Episode Spesial - Kerja keras
171
Episode Spesial - Apes
172
Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173
Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174
Episode Spesial - Curiga
175
Episode Spesial - Kotak merah
176
Episode Spesial - Ketemu
177
Episode Spesial - Kunjungan
178
Episode Spesial - Curhat
179
Episode Spesial -Sirkuit
180
Episode Spesial - Ending
181
Batal Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!