Rencana Sean #2

Keesokan paginya Sean terlihat sangat senang. Dia berjalan menuju meja makan untuk sarapan.

"Heni persiapkan makan malam seenak mungkin. Aku akan mengundang Mama dan Papa makan malam disini" Kata Sean

"Baik Tuan" Kata Heni

"Katakan hal ini pada wanita itu. Suruh dia berdandan yang cantik" Kata Sean

"Baik Tuan" Kata Heni

Setelah menghabiskan sarapannya, Sean segera pergi ke kantor. Hari masih gelap tapi dia tetap berangkat agar tidak terkena macet dan terlambat lagi.

Pada malam harinya......

Sean sedang menunggu Viana turun. Dia duduk di sofa dengan raut wajah kesal.

Tak lama kemudian Viana turun dengan penampilannya yang sangat cantik dan elegan.

Sean memamdangnya tanpa berkedip karena malam ini dia benar benar cantik. Entah karena beberapa hari ini dia tidak melihatnya karena isi peraturan

"Kenapa lama sekali" Kata Sean kesal

"Maaf Sean" Kata Viana

"Hai sayang" Sapa Alya yang langsung memeluk Sean.

"Mama" Sean membalas pelukannya. Rangga berdiri di belakang Alya hanya memandangi tingkah ibu dan anak sambil tersenyum

"Viana, kamu cantik sekali" Kata Alya memeluk Viana

"Terima kasih Ma. Mama juga Cantik" Balas Viana sambil tersenyum

"Ma, Pa. Ayo kita ke ruang makan" Ajak Sean

Mereka pun berjalan menuju ruang makan. Di atas meja sudah tersaji hidangan yang menggugah selera. Mereka langsung menyantap makanannya.

Setelah itu mereka mengobrol di ruang keluarga.

"Sean apa kalian tidak berencana bulan madu?" Tanya Rangga yang langsung membuat Sean membelalakkan mata

"Tidak Pa, aku masih sibuk" Kata Sean

"Sudah lah Pa, kan mereka bisa bulan madu di rumah" Kata Alya

Rangga seperti mengingat sesuatu. Tentu saja dulu dia dan Alya tidak pernah bulan madu. Bahkan kehamilan anak kedua pun tidak ada bulan madunya.

"Iya iya" Kata Rangga

"Pa, kapan Raya akan bergabung di perusahaan?" Tanya Sean

"Dia kan masih kuliah. Nanti saja setelah dia lulus" Kata Rangga

Tiba tiba terdengar suara kegaduhan dari luar.

"Ada apa itu?" Tanya Rangga

Semua keluar dan melihat kegaduhan yang ada di luar. Tampak beberapa penjaga sedang memegangi tubuh Erik yang hendak menerobos masuk.

"Erik" Ucap Viana kaget melihat keberadaan Erik di rumah Sean

"Viana kau kenal dengan pria ini?" Tanya Sean pura pura tidak tau

"Viana. Aku mohon hentikan semua ini. Pulang lah bersamaku. Aku akan bekerja keras agar menjadi orang kaya dan bisa membahagiakanmu" Kata Erik

Semua terkejut mendengarnya. Termasuk Sean yang memasang wajah pura pura terkejut.

Viana membelalakkan matanya. Dia terkejut dengan kata kata Erik.

"Lepaskan dia" Perinta Rangga

"Masuk lah, kita bicara di dalam" Kata Rangga

Erik mengikuti langkah mereka ke ruang tamu rumah itu.

Setelah semuanya duduk....

"Viana jelaskan apa maksud dari semua ini?" Tanya Sean menatap serius

"Dia adalah mantan pacarku. Tapi aku tidak pernah mengatakan apa apa padanya" Kata Viana

"Erik namamu kan? Apa maksud dari perkataanmu tadi?" Tanya Rangga

"Tuan, Viana sudah mengambil jalan yang salah. Dia mengatakan pada saya bahwa dia ingin menjadi bagian dari keluarga Tuan karena ingin mendapatkan harta Tuan" Kata Erik

Rangga dan Alya terkejut mendengar pernyataan Erik yang cukup mengejutkan.

"Apa?" Sean menatap Erik serius

"Dia telah menjebakmu di hotel itu agar kalian bisa menikah. Saya sudah bilang bahwa saya akan bekerja keras, tapi dia tidak mau dengar. Dia ingin kaya dengan cara instan" Kata Erik

Viana tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

" Viana? Benarkah apa yang dia katakan?" Tanya Sean kembali menatap tajam

"Tidak Sean. Semua itu bohong" Kata Viana

"Tidak, Viana yang sudah membohongi kalian semua" Kata Erik

Rangga dan Alya menatap Viana dengan raut wajah kecewa. Tadinya mereka pikir Viana adalah korban tapi ternyata malah Sean yang menjadi korban sebenrnya.

"Viana katakan lah, apa yang di bilang Erik benar?" Tanya Rangga

"Tidak Pa" Kata Viana mencoba meyakinkan mereka.

Viana menunduk dengan raut wajah sedih dengan ponsel di genggaman tangannya.

Rangga dan Alya menatap Erik dan bertanya sekali lagi.

"Erik apa buktimu?" Tanya Rangga

"Saya *** rencana dia Tuan. Dia sendiri yang bilang seperti ini pada saya" Kata Erik

Tiba tiba Sean berdiri dan memegang kerah Erik.

"Aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan. Tidak mungkin Viana melakukan semua itu" Kata Sean penuh penekanan

"Apa?" Erik tidak menduga kalau reaksi Sean malah seperti itu

"Kau pasti ingin menghancurkan pernikahan kami karena kau belum bisa melupakan Viana. Asal kau tau. Tidak pernah sekalipun dia meminta uang kepadaku. Jangan memfitnah dirinya" Kata Sean

"Sean lepaskan" Rangga melerai Sean dan Erik

"Pergi kau dari sini!! Pengawal!!!!" Panggil Sean

Pengawal segera datang.

"Usir dia dari sini dan jangan biarkan dia memasuki rumah ini lagi" Perintah Sean

"Apa? Tidak tunggu Tuan. Ini semua adalah ren....arrrghhh" sebuah pukulan dari Sean mendarat di perut Erik.

"Sean sudah lah" Rangga memegangi Sean agar tidak memukul Erik lagi

Pengawal membawa Erik keluar dengan paksa. Erik terus memberontak tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan mereka yang bertubuh besar dan kekar.

Setelah kepergian Erik, mereka semua masuk ke dalam.

"Bagaimana dia bisa masuk kesini?" Tanya Rangga

"Mungkin penjagaan di luar tidak begitu ketat Pa" Kata Sean

"Viana, maafkan kami karena hampir tidak mempercayai dirimu" Kata Rangga

"Tidak apa apa Pa" Kata Viana

"Sean, kejadian ini jangan sampai terulang lagi" Kata Rangga

"Iya Pa, aku akan memperketat penjagaan di rumah ini" Kata Sean

"Ya sudah, kalau begitu Papa dan Mama pulang dulu ya" Kata Rangga

Merkea berlalu pergi meninggalkan rumah Sean.

Setelah kepergian orang tuanya, Sean menatap tajam ke arah Viana.

"Apa maksud dari isi pesanmu tadi?" Kata Sean

Flashback On

Viana menunduk sedih dengan ponsel di tangannya. Saat Rangga dan Alya mengalihkan pandangan ke Erik, Viana mengetikkan sebuah pesan ke Sean.

Sean merogo sakunya saat hpnya bergetar. Sebuah pesan dari Viana.

Hentikan semua ini Sean. Apa aku perlu membeberkan tentang pertemuanmu dan Erik di apartemenmu? Dan juga rencana yang kalian susun rapi untuk memfitnahku.

Mata Sean membulat saat melihat isi pesan Viana yang lagi lagi mengancamnya.

Dia menatap tajam ke arah Viana yang tersenyum sinis.

Lagi lagi ada pesan masuk. Sebuah file rekaman suara dari Viana.

dengan pesan di bawahnya berisi :

Mau dengar percakapan kalian lagi tidak?

Atau aku saja yang memutarnya?

Sean merasa tersudut. Jika dia membiarkan Erik disini dan Viana memutar rekaman suara itu, habis lah sudah. Papanya akan murka dan dia akan semakin jauh dari posisi CEO.

Sean akhirnya mengalah. Dia berdiri dan mencoba membuat Erik pergi

Flashback Off

"Kenapa Sean? Kamu takut?" Tanya Viana dengan tatapan menantang

Sean menatap Viana lebih tajam, dia mencengkram kedua bahu Viana.

"Katakan, bagaimana kau tau kalau aku dan Erik bertemu di apartemen dan kenapa kau bisa merekam percakapan kami?" Kata Sean

Viana tak bergerming. Dia menatap Sean lekat. Dia menyunggihkan seyuman penuh kemenangan

Kalau Like dan Vote nambah nanti aku kasih tau deh Viana itu jahat atau baik 😊

Terpopuler

Comments

Asih Ningsih

Asih Ningsih

viana trnyata bukan gadis bodoh buktinya dia bisa dpt mengetahui rencana sean n erik siapakah mata2nya viana.

2023-09-10

0

etihajar

etihajar

kurang suka sm peran viana

2023-01-20

0

ireneeee_

ireneeee_

vianna masuk ke dalam keluarga armadja karna ingin sesuatu.

2022-02-11

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog +Biografi
2 Pertanggung Jawaban
3 Pernikahan
4 Peraturan
5 Amarah
6 Kedatangan Oma Laura
7 Terlambat
8 Pertemuan Kembali
9 Rencana Sean
10 Rencana Sean #2
11 Memulai Perang
12 Bersenang-senang
13 Upah
14 Cuti
15 Rasa Curiga Alya
16 Tuan Muda Yang Kejam
17 Asisten Pribadi
18 Hari Pertama
19 Kesal
20 Berangkat
21 Mabuk
22 Marah
23 Liburan
24 Liburan #2
25 Berita Duka
26 Kesedihan
27 Pertandingan
28 Bertemu Ayah
29 Marah #2
30 Marah #3
31 Memata-matai
32 Curiga
33 Akibat
34 Cuti #2
35 Terjadi
36 Pengakuan
37 Pengakuan #2
38 Semanis Cokelat
39 Malam Kedua
40 Mematahkan Hati
41 Pilihan Sulit
42 Memilih
43 Pergi
44 Bertemu Zein
45 Tanpa Sengaja
46 Aku Rindu
47 Kehebohan
48 Keinginan
49 Bertemu Lidya
50 Pengakuan #3
51 Akibat #2
52 Pertengkaran
53 Mogok
54 Meminta
55 Serangan Mendadak
56 Amarah Sean
57 Serangan Mendadak #2
58 Strong Couple
59 Rasa Curiga + Jadwal Update
60 Menagih
61 Pengawal
62 Musuh Baru
63 Melamar
64 Resepsi pernikahan
65 Pengantin Baru
66 Menonton
67 PENGUMUMAN
68 Jalan-Jalan
69 Kedatangan Raya
70 Menculik Viana
71 Jalan-Jalan #2
72 Menjemput
73 Pergilah Raya !
74 Bertemu Gilang
75 Makan Malam
76 Rahasia Sean
77 Kelelahan
78 Menjadi CEO
79 Pesta
80 Ucapan Selamat
81 Ucapan Selamat #2
82 Menemui Dio
83 Kenyataan
84 Kepulangan Sean
85 Janji
86 Meninggalkanmu
87 Dia Adalah
88 Berbalik
89 Q & A
90 Aku Tau
91 Melindungi
92 Epilog
93 Bonus Chapter - Ngidam
94 Bonus Chapter - Sevina Armadja
95 Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96 Q & A
97 Novel Ini Akan Dilanjutkan
98 Bonus Chapter- Masalah
99 Bonus Chapter - Sikap
100 Bonus Chapter - Trauma
101 Bonus Chapter - Tidak Sopan
102 Bonus Chapter - Diserang
103 Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104 Bonus Chapter - Teman Lama
105 Bonus Chapter - Anggun
106 Bonus Chapter - Pertolongan
107 Bonus Chapter - Kenyataan
108 Bonus Chapter - Baikan
109 Bonus Chapter - Makan Malam
110 Bonus Chapter - Tawaran
111 Bonus Chapter - Ikut
112 Bonus Chapter - Gempar
113 Bonus Chapter - Contekan
114 Bonus Chapter - Setuju
115 Bonus Chapter - Penyerangan
116 Bonus Chapter - Fakta Baru
117 Bonus Chapter- Rekan Kerja
118 Bonus Chapter - Bekerja
119 Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120 Bonus Chapter - Kedok Lisa
121 Bonus Chapter - Gambar
122 Bonus Chapter - Ulang Tahun
123 Bonus Chapter - Kembali
124 Bonus Chapter - Kisah Kelam
125 Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126 Bonus Chapter - Menikah Lagi
127 Bonus Chapter - Minta Adik
128 Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129 Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130 Bonus Chapter - Rekreasi
131 Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132 Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133 Bonus Chapter - Kekesalan
134 Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135 Bonus Chapter - Cangkul
136 Bonus Chapter - Kelelahan
137 Bonus Chapter - Pergi
138 Bonus Chapter - Renungan
139 Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140 Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141 Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142 Bonus Chapter - Jalan-jalan
143 Bonus Chapter - Permintaan
144 Bonus Chapter - Ziarah
145 Bonus Chapter - Insiden
146 Bonus Chapter - Penyusup
147 Bonus Chapter - Rencana
148 Bonus Chapter - Ngambek
149 Bonus Chapter - Wangi
150 Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151 Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152 Bonus Chapter - Cibiran
153 Bonus Chapter - Penasaran
154 Bonus Chapter - Lelaki Tua
155 Bonus Chapter - Gym
156 Bonus Chapter - Obrolan
157 Bonus Chapter - Bantuan
158 Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159 Bonus Chapter - Masa Lalu
160 Bonus Chapter - Rekaman
161 Bonus Chapter - Terbongkar
162 Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163 Novel baru
164 Episode Spesial - Tentang ibu
165 Episode Spesial - Mencari tahu
166 Episode Spesial - Ketahuan
167 Episode Spesial - Perjalanan
168 Episode Spesial - Tidur
169 Episode Spesial - Difitnah Igauan
170 Episode Spesial - Kerja keras
171 Episode Spesial - Apes
172 Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173 Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174 Episode Spesial - Curiga
175 Episode Spesial - Kotak merah
176 Episode Spesial - Ketemu
177 Episode Spesial - Kunjungan
178 Episode Spesial - Curhat
179 Episode Spesial -Sirkuit
180 Episode Spesial - Ending
181 Batal Pergi
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Prolog +Biografi
2
Pertanggung Jawaban
3
Pernikahan
4
Peraturan
5
Amarah
6
Kedatangan Oma Laura
7
Terlambat
8
Pertemuan Kembali
9
Rencana Sean
10
Rencana Sean #2
11
Memulai Perang
12
Bersenang-senang
13
Upah
14
Cuti
15
Rasa Curiga Alya
16
Tuan Muda Yang Kejam
17
Asisten Pribadi
18
Hari Pertama
19
Kesal
20
Berangkat
21
Mabuk
22
Marah
23
Liburan
24
Liburan #2
25
Berita Duka
26
Kesedihan
27
Pertandingan
28
Bertemu Ayah
29
Marah #2
30
Marah #3
31
Memata-matai
32
Curiga
33
Akibat
34
Cuti #2
35
Terjadi
36
Pengakuan
37
Pengakuan #2
38
Semanis Cokelat
39
Malam Kedua
40
Mematahkan Hati
41
Pilihan Sulit
42
Memilih
43
Pergi
44
Bertemu Zein
45
Tanpa Sengaja
46
Aku Rindu
47
Kehebohan
48
Keinginan
49
Bertemu Lidya
50
Pengakuan #3
51
Akibat #2
52
Pertengkaran
53
Mogok
54
Meminta
55
Serangan Mendadak
56
Amarah Sean
57
Serangan Mendadak #2
58
Strong Couple
59
Rasa Curiga + Jadwal Update
60
Menagih
61
Pengawal
62
Musuh Baru
63
Melamar
64
Resepsi pernikahan
65
Pengantin Baru
66
Menonton
67
PENGUMUMAN
68
Jalan-Jalan
69
Kedatangan Raya
70
Menculik Viana
71
Jalan-Jalan #2
72
Menjemput
73
Pergilah Raya !
74
Bertemu Gilang
75
Makan Malam
76
Rahasia Sean
77
Kelelahan
78
Menjadi CEO
79
Pesta
80
Ucapan Selamat
81
Ucapan Selamat #2
82
Menemui Dio
83
Kenyataan
84
Kepulangan Sean
85
Janji
86
Meninggalkanmu
87
Dia Adalah
88
Berbalik
89
Q & A
90
Aku Tau
91
Melindungi
92
Epilog
93
Bonus Chapter - Ngidam
94
Bonus Chapter - Sevina Armadja
95
Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96
Q & A
97
Novel Ini Akan Dilanjutkan
98
Bonus Chapter- Masalah
99
Bonus Chapter - Sikap
100
Bonus Chapter - Trauma
101
Bonus Chapter - Tidak Sopan
102
Bonus Chapter - Diserang
103
Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104
Bonus Chapter - Teman Lama
105
Bonus Chapter - Anggun
106
Bonus Chapter - Pertolongan
107
Bonus Chapter - Kenyataan
108
Bonus Chapter - Baikan
109
Bonus Chapter - Makan Malam
110
Bonus Chapter - Tawaran
111
Bonus Chapter - Ikut
112
Bonus Chapter - Gempar
113
Bonus Chapter - Contekan
114
Bonus Chapter - Setuju
115
Bonus Chapter - Penyerangan
116
Bonus Chapter - Fakta Baru
117
Bonus Chapter- Rekan Kerja
118
Bonus Chapter - Bekerja
119
Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120
Bonus Chapter - Kedok Lisa
121
Bonus Chapter - Gambar
122
Bonus Chapter - Ulang Tahun
123
Bonus Chapter - Kembali
124
Bonus Chapter - Kisah Kelam
125
Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126
Bonus Chapter - Menikah Lagi
127
Bonus Chapter - Minta Adik
128
Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129
Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130
Bonus Chapter - Rekreasi
131
Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132
Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133
Bonus Chapter - Kekesalan
134
Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135
Bonus Chapter - Cangkul
136
Bonus Chapter - Kelelahan
137
Bonus Chapter - Pergi
138
Bonus Chapter - Renungan
139
Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140
Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141
Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142
Bonus Chapter - Jalan-jalan
143
Bonus Chapter - Permintaan
144
Bonus Chapter - Ziarah
145
Bonus Chapter - Insiden
146
Bonus Chapter - Penyusup
147
Bonus Chapter - Rencana
148
Bonus Chapter - Ngambek
149
Bonus Chapter - Wangi
150
Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152
Bonus Chapter - Cibiran
153
Bonus Chapter - Penasaran
154
Bonus Chapter - Lelaki Tua
155
Bonus Chapter - Gym
156
Bonus Chapter - Obrolan
157
Bonus Chapter - Bantuan
158
Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159
Bonus Chapter - Masa Lalu
160
Bonus Chapter - Rekaman
161
Bonus Chapter - Terbongkar
162
Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163
Novel baru
164
Episode Spesial - Tentang ibu
165
Episode Spesial - Mencari tahu
166
Episode Spesial - Ketahuan
167
Episode Spesial - Perjalanan
168
Episode Spesial - Tidur
169
Episode Spesial - Difitnah Igauan
170
Episode Spesial - Kerja keras
171
Episode Spesial - Apes
172
Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173
Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174
Episode Spesial - Curiga
175
Episode Spesial - Kotak merah
176
Episode Spesial - Ketemu
177
Episode Spesial - Kunjungan
178
Episode Spesial - Curhat
179
Episode Spesial -Sirkuit
180
Episode Spesial - Ending
181
Batal Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!