Keesokan paginya Sean terlihat sangat senang. Dia berjalan menuju meja makan untuk sarapan.
"Heni persiapkan makan malam seenak mungkin. Aku akan mengundang Mama dan Papa makan malam disini" Kata Sean
"Baik Tuan" Kata Heni
"Katakan hal ini pada wanita itu. Suruh dia berdandan yang cantik" Kata Sean
"Baik Tuan" Kata Heni
Setelah menghabiskan sarapannya, Sean segera pergi ke kantor. Hari masih gelap tapi dia tetap berangkat agar tidak terkena macet dan terlambat lagi.
Pada malam harinya......
Sean sedang menunggu Viana turun. Dia duduk di sofa dengan raut wajah kesal.
Tak lama kemudian Viana turun dengan penampilannya yang sangat cantik dan elegan.
Sean memamdangnya tanpa berkedip karena malam ini dia benar benar cantik. Entah karena beberapa hari ini dia tidak melihatnya karena isi peraturan
"Kenapa lama sekali" Kata Sean kesal
"Maaf Sean" Kata Viana
"Hai sayang" Sapa Alya yang langsung memeluk Sean.
"Mama" Sean membalas pelukannya. Rangga berdiri di belakang Alya hanya memandangi tingkah ibu dan anak sambil tersenyum
"Viana, kamu cantik sekali" Kata Alya memeluk Viana
"Terima kasih Ma. Mama juga Cantik" Balas Viana sambil tersenyum
"Ma, Pa. Ayo kita ke ruang makan" Ajak Sean
Mereka pun berjalan menuju ruang makan. Di atas meja sudah tersaji hidangan yang menggugah selera. Mereka langsung menyantap makanannya.
Setelah itu mereka mengobrol di ruang keluarga.
"Sean apa kalian tidak berencana bulan madu?" Tanya Rangga yang langsung membuat Sean membelalakkan mata
"Tidak Pa, aku masih sibuk" Kata Sean
"Sudah lah Pa, kan mereka bisa bulan madu di rumah" Kata Alya
Rangga seperti mengingat sesuatu. Tentu saja dulu dia dan Alya tidak pernah bulan madu. Bahkan kehamilan anak kedua pun tidak ada bulan madunya.
"Iya iya" Kata Rangga
"Pa, kapan Raya akan bergabung di perusahaan?" Tanya Sean
"Dia kan masih kuliah. Nanti saja setelah dia lulus" Kata Rangga
Tiba tiba terdengar suara kegaduhan dari luar.
"Ada apa itu?" Tanya Rangga
Semua keluar dan melihat kegaduhan yang ada di luar. Tampak beberapa penjaga sedang memegangi tubuh Erik yang hendak menerobos masuk.
"Erik" Ucap Viana kaget melihat keberadaan Erik di rumah Sean
"Viana kau kenal dengan pria ini?" Tanya Sean pura pura tidak tau
"Viana. Aku mohon hentikan semua ini. Pulang lah bersamaku. Aku akan bekerja keras agar menjadi orang kaya dan bisa membahagiakanmu" Kata Erik
Semua terkejut mendengarnya. Termasuk Sean yang memasang wajah pura pura terkejut.
Viana membelalakkan matanya. Dia terkejut dengan kata kata Erik.
"Lepaskan dia" Perinta Rangga
"Masuk lah, kita bicara di dalam" Kata Rangga
Erik mengikuti langkah mereka ke ruang tamu rumah itu.
Setelah semuanya duduk....
"Viana jelaskan apa maksud dari semua ini?" Tanya Sean menatap serius
"Dia adalah mantan pacarku. Tapi aku tidak pernah mengatakan apa apa padanya" Kata Viana
"Erik namamu kan? Apa maksud dari perkataanmu tadi?" Tanya Rangga
"Tuan, Viana sudah mengambil jalan yang salah. Dia mengatakan pada saya bahwa dia ingin menjadi bagian dari keluarga Tuan karena ingin mendapatkan harta Tuan" Kata Erik
Rangga dan Alya terkejut mendengar pernyataan Erik yang cukup mengejutkan.
"Apa?" Sean menatap Erik serius
"Dia telah menjebakmu di hotel itu agar kalian bisa menikah. Saya sudah bilang bahwa saya akan bekerja keras, tapi dia tidak mau dengar. Dia ingin kaya dengan cara instan" Kata Erik
Viana tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Viana? Benarkah apa yang dia katakan?" Tanya Sean kembali menatap tajam
"Tidak Sean. Semua itu bohong" Kata Viana
"Tidak, Viana yang sudah membohongi kalian semua" Kata Erik
Rangga dan Alya menatap Viana dengan raut wajah kecewa. Tadinya mereka pikir Viana adalah korban tapi ternyata malah Sean yang menjadi korban sebenrnya.
"Viana katakan lah, apa yang di bilang Erik benar?" Tanya Rangga
"Tidak Pa" Kata Viana mencoba meyakinkan mereka.
Viana menunduk dengan raut wajah sedih dengan ponsel di genggaman tangannya.
Rangga dan Alya menatap Erik dan bertanya sekali lagi.
"Erik apa buktimu?" Tanya Rangga
"Saya *** rencana dia Tuan. Dia sendiri yang bilang seperti ini pada saya" Kata Erik
Tiba tiba Sean berdiri dan memegang kerah Erik.
"Aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan. Tidak mungkin Viana melakukan semua itu" Kata Sean penuh penekanan
"Apa?" Erik tidak menduga kalau reaksi Sean malah seperti itu
"Kau pasti ingin menghancurkan pernikahan kami karena kau belum bisa melupakan Viana. Asal kau tau. Tidak pernah sekalipun dia meminta uang kepadaku. Jangan memfitnah dirinya" Kata Sean
"Sean lepaskan" Rangga melerai Sean dan Erik
"Pergi kau dari sini!! Pengawal!!!!" Panggil Sean
Pengawal segera datang.
"Usir dia dari sini dan jangan biarkan dia memasuki rumah ini lagi" Perintah Sean
"Apa? Tidak tunggu Tuan. Ini semua adalah ren....arrrghhh" sebuah pukulan dari Sean mendarat di perut Erik.
"Sean sudah lah" Rangga memegangi Sean agar tidak memukul Erik lagi
Pengawal membawa Erik keluar dengan paksa. Erik terus memberontak tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan mereka yang bertubuh besar dan kekar.
Setelah kepergian Erik, mereka semua masuk ke dalam.
"Bagaimana dia bisa masuk kesini?" Tanya Rangga
"Mungkin penjagaan di luar tidak begitu ketat Pa" Kata Sean
"Viana, maafkan kami karena hampir tidak mempercayai dirimu" Kata Rangga
"Tidak apa apa Pa" Kata Viana
"Sean, kejadian ini jangan sampai terulang lagi" Kata Rangga
"Iya Pa, aku akan memperketat penjagaan di rumah ini" Kata Sean
"Ya sudah, kalau begitu Papa dan Mama pulang dulu ya" Kata Rangga
Merkea berlalu pergi meninggalkan rumah Sean.
Setelah kepergian orang tuanya, Sean menatap tajam ke arah Viana.
"Apa maksud dari isi pesanmu tadi?" Kata Sean
Flashback On
Viana menunduk sedih dengan ponsel di tangannya. Saat Rangga dan Alya mengalihkan pandangan ke Erik, Viana mengetikkan sebuah pesan ke Sean.
Sean merogo sakunya saat hpnya bergetar. Sebuah pesan dari Viana.
Hentikan semua ini Sean. Apa aku perlu membeberkan tentang pertemuanmu dan Erik di apartemenmu? Dan juga rencana yang kalian susun rapi untuk memfitnahku.
Mata Sean membulat saat melihat isi pesan Viana yang lagi lagi mengancamnya.
Dia menatap tajam ke arah Viana yang tersenyum sinis.
Lagi lagi ada pesan masuk. Sebuah file rekaman suara dari Viana.
dengan pesan di bawahnya berisi :
Mau dengar percakapan kalian lagi tidak?
Atau aku saja yang memutarnya?
Sean merasa tersudut. Jika dia membiarkan Erik disini dan Viana memutar rekaman suara itu, habis lah sudah. Papanya akan murka dan dia akan semakin jauh dari posisi CEO.
Sean akhirnya mengalah. Dia berdiri dan mencoba membuat Erik pergi
Flashback Off
"Kenapa Sean? Kamu takut?" Tanya Viana dengan tatapan menantang
Sean menatap Viana lebih tajam, dia mencengkram kedua bahu Viana.
"Katakan, bagaimana kau tau kalau aku dan Erik bertemu di apartemen dan kenapa kau bisa merekam percakapan kami?" Kata Sean
Viana tak bergerming. Dia menatap Sean lekat. Dia menyunggihkan seyuman penuh kemenangan
Kalau Like dan Vote nambah nanti aku kasih tau deh Viana itu jahat atau baik 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Asih Ningsih
viana trnyata bukan gadis bodoh buktinya dia bisa dpt mengetahui rencana sean n erik siapakah mata2nya viana.
2023-09-10
0
etihajar
kurang suka sm peran viana
2023-01-20
0
ireneeee_
vianna masuk ke dalam keluarga armadja karna ingin sesuatu.
2022-02-11
1