Viana sudah siap memasak.
Wangi masakannya sangat menggugah selera.
Para pekerja pantry terlihat berselera melihat masakan Viana.
Viana mengerti.
"Ini terlalu banyak. Kalian mau tidak?" Tanya Viana
"Mau Nona" Ucap salah seorang OB
"Ya sudah makan lah. Terima kasih sudah mengizinkan saya memasak disini" Kata Viana
"Iya Nona" Jawab mereka.
Setelah kepergian Viana, mereka yang berjumlah 3 orang langsung menyantap makanan yang di buat Viana tadi.
Viana terlihat berjalan sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.
Semua mata melihatnya.
Berbagai perkiraan di dalam benak mereka.
Pasti setelah ini dia akan mengepel ruangan 5 lantai
Setelah ini akan ada teriakan menggelegar dari ruangan Tuan Sean.
Kenapa Tuan Rangga tidak setiap hari saja datang kesini. Kasihan anak baru itu jika harus menjadi bulan bulanan Tuan Sean.
Semoga kamu selamat Nona cantik**
Sesampainya di ruangan Sean. Viana datang dengan nampan berisi sepiring makanan dan segelas jus kesukaan Sean.
"Ini Tuan silahkan di nikmati" Viana meletakkan makanan di meja sofa.
"Hmm pergi sana" Ucap Sean
Viana segera pergi dengan perasaan kesal.
Bahkan tidak ada ucapan terim kasih untukku
Viana masuk ke ruangannya dan memakan makan siangnya yang tadi juga dia buat untuknya.
Saat akan menyuapkan sesendok makanan.
Sean memanggilnya dengan telepon.
Viana meletakkan sendoknya dan pergi ke ruangan Sean.
"Iya Tuan" Jawab Viana
"Ambilkan tisu" Perintah Sean
Viana melirik sekotak tisu yang ada di atas meja kerja Sean. Jaraknya hanya beberapa langkah dari tempat Sean makan.
Sepertinya dia tidak bisa menggunakan kakinya lagi. Gumam Viana penuh kekesalan
Viana mengambilkan sekotak tisu dan menyerahkannya kepada Sean.
"Aku sudah selesai makan bawalah piring kotor ini" Kata Sean
Viana membawa piring dan gelas kotor ke pantry.
Semua terkejut melihat nampan berisi makanan tadi sudah habis tak bersisa.
*Apakah dia berhasil?
Wah dia beruntung hari ini. Mungkin Tuan Muda sangat lapar
Mungkin makanan itu banyak micinnya*
Setelah Viana kembali, dia langsung memakan makanannya.
Kali ini dia aman karena Sean tidak memanggilnya.
Setelah jam istirahat selesai, Viana menuju ruangan Kevin.
"Hai Vin" Sapa Viana yang masuk ke ruangan Kevin.
"Vi, ada yang bisa aku bantu?" Tanya Kevin
"Aku tidak mengerti di bagian ini" Viana menunjukkan berkas yang tadi sedang di kerjakannya.
Kevin mengajarinya hingga dia mengerti.
"Terima kasih Vin" Kata Viana
"Jika ada yang tidak kamu mengerti lagi, jangan sungkan untuk memberi tahuku" Kata Kevin di sela senyuman ramahnya.
Viana tersenyum dan kembali ke ruangannya.
Cantik dan pintar. Di ajari sebentar saja langsung paham. Berbeda dengan Dira. Gumam Kevin
Sean sedang serius dengan laptopnya hingga sebuah panggilan telepon mengacaukan kefokusannya.
Ada nama Zein di layar poselnya.
"Katakan" Jawab Sean yang sangat kesal karena Zein menelpon saat dia sedang fokus bekerja.
"Hei, santai lah kenapa terburu buru" Kata Zein
"Jika hanya itu yang kau bilang matikan saja teleponnya" Ucap Sean
"Baik lah, begini Sean Papa menyuruhku dan Lyana untuk melakukan perjalanan bisnis ke Paris. Papa mau aku juga mengajakmu demi menghindari fitnah" Kata Zein
"Fitnah?" Sean mengernyitkan dahi
"Aku laki laki dan Lyana wanita. Menurutmu apa yang akan di katakan orang jika aku pergi bersamanya selama beberapa hari ke luar negeri" Kata Zein
"Kenapa harus aku?" Tanya Sean
"Kau akan tau nantu, sudah dulu ya" Zein mematikan teleponnya.
Sean merasa aneh dengan Zein. Kenapa Sean akan tau nanti. Memangnya apa yang terjadi nanti. Di tengah keheranannya tiba tiba Papanya menelpon.
"Halo Pa" Jawab Sean
"Sean, persiapkan dirimu. Kau dan Zein akan melakukan perjalanan bisnis ke Paris" Ucap Rangga
"Apa? Tapi bagaimana dengan pekerjaanku disini Pa. Siapa yang menghandle selama aku pergi. Papa kan lagi di Italia" Kata Sean
"Kan ada Kevin" Jawab Rangga
"Aku tidak terlalu yakin padanya Pa. Apa dia bisa menangani perusahaan selagi aku pergi. Karena biasanya kan Papa yang menangani selama aku pergi.
"Dia keponakannya Om Alex, Dia di asuh oleh sejak kecil oleh Om Alex. Percaya lah. Dia sama jeniusnya seperti Om Alex karena Om Alex sudah membimbingnya sejak kecil " Kata Rangga
"Apa Papa yakin?" Tanya Sean
"Percaya lah pada Papa" Kata Rangga
"Baik lah Pa, kapan aku dan Zein berangkat?" Tanya Sean
"Jadwal keberangkatan kalian 3 hari lagi. Papa juga sudah mengurus Paspor Viana" Kata Rangga
"Apa? Viana juga ikut Pa?" Sean terkejut
"Kenapa? Dia kan asistenmu yang mengurus segala keperluanmu" Kata Rangga
"Tidak perlu Pa, aku bisa sendiri" Kata Sean
"Lyana juga akan ikut. Jangan keras kepala Sean" Kata Rangga
"Baik lah Pa" Jawab Sean mengalah
Telepon mati...
"Kenapa aku harus selalu bersamanya?" Gerutu Sean. Kemudian dia melanjutkan pekerjaannya.
Jam pulang kantor tiba, Viana masuk ke ruangannya.
"Bawakan" Sean menyerahkan tas kerjanya pada Viana. Tidak, lebih tepatnya melemparkan
Viana membawanya dengan perasaan kesal.
Di perjalanan...
"3 hari lagi kita akan melakukan perjalanan bisnis ke Paris bersama Zein dan Lyana" Kata Sean
Apa? Paris? Bersamanya?
"Tapi Pas..."
"Sudah di urus Papa entah sejak kapan" Kata Sean
"Baik Tuan" Jawab Viana.
Viana mengencangkan laju mobil sebelum Sean mengomel lagi.
"Aku tidak menyuruhmu menjadi supirku juga. Kau bisa membawa mobil sendiri. Dan aku juga akan berkendara sendiri dan tidak perlu bersamamu" Kata Sean
"Tidak apa apa Sean. Nanti juga terbiasa. Lagi pula bagaimana jika ada yang melihatku membawa mobil sendiri dan pulang kesini. Bukan kah lebih bagus jika aku sekalian menjadi supirmu. Orang tidak akan curiga jika aku keluar masuk rumah ini dengan mobil" Jawab Viana
Dan aku menjadi supirmu agar aku bisa selalu bersamamu Tuan Muda. Memangnya kalau ada yang menyerangmu di jalan, kamu bisa mengatasinya? Melawanku saja kamu tidak bisa
"Kau benar benar banyak alasan. Terserah lah" Kata Sean yang langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil.
Viana hanya tersenyum kecil melihat kekesalan Sean.
30 menit kemudian mereka sampai di rumah.
Alya menyambut mereka.
Tak lupa Sean dan Viana berpegangan tangan (bersandiwara).
"Bagaimana hari pertama bekerja Vi?" Tanya Alya
"Lancar Ma. Sean sangat baik dan tidak menyuruhku hal yang aneh aneh" Jawab Viana.
Sean melirik Viana tajam, itu adalah sebuah sindiran untuknya
"Ma, kami capek, kami mau mandi dulu ya" Kata sean yang menarik tangan Viana menuju ke lantai atas
"Cepat ya, mandi bersama juga tidak apa apa kan sudah halal" Teriak Alya saat mereka sudah menaiki tangga
Sean dan Viana saling memandang.
"Aku tidak sudih mandi bersamamu" Bisik Sean sambil terus menaiki anak tangga dan bergandengan tangan
"Siapa juga yang mau mandi bersama. Kamu terlalu lama saat mandi. Entah apa yang kamu bersihkan hingga lama sekali" Bisik Viana juga
"Dan kau bisa melihat tubuhku yang selalu bersih dan wangi" Ucap Sean
Viana diam saja. Pada kenyataannya Sean adalah pria yang sangat bersih, rapi dan wangi.
Belum lagi tubuh yang seksi dan wajah tampan membuatnya menjadi pria sempurna di mata semua wanita
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Asih Ningsih
awas aja ya sean klu kmu ampek bucin di ketak kepala lou dari sini.bisa2nya mengerutu terus.
2023-09-10
1
viana putri
aku penasaran siapa sih mama tirinya viana
thooorrrr
2021-12-22
1
Linda Linda
iya tapi gimana bisa lusi sampai nikah sama ayahnya viana
2021-10-09
1