Amarah

Keesokan paginya....

Viana sudah bangun namun tidak melakukan apa apa.

Dia pergi ke belakang untuk melihat kebun di belakang rumah Sean.

Kebun yang sangat cantik dengan bunga warna warni di.

Dia duduk di tengah tengah kebun dan menatap ke arah langit yang begitu indah

Benar benar indah sampai sampai dia lupa bahwa dia sedang berada dimana.

Dia bersin bersih dan segera berlari meninggalkan kebun bunga itu.

Dia memilih duduk di bangku taman dan sambil memandangi sekitar selagi Sean belum berangkat bekerja.

*****

Sean tengah menikmati sarapannya.

"Apa apaan ini!!! Heni!!!" Teriak Sean memanggil Heni

Heni datang.

"Iya Tuan" Kata Heni

"Panggil koki yang memasak makanan ini!!" Perintah Sean

Heni segera memanggil sang koki dan membawanya menghadap Sean.

"Iya Tuan" Kata Koki yang merupakan seorang perempuan berusia 30an

"Masakan macam apa ini? Kau mau meracuniku???" Teriakan Sean menggema di ruangan itu

"Ti...tidak Tuan" Koki itu merasa takut

"Ini adalah makanan terburuk yang pernah ku makan. Panggil Viana!!!" Bentak Sean

Heni segera memanggil Viana.

Tak lama kemudian dia datang bersama Viana.

"Ada apa Sean" Kata Viana

"Makan" Kata Sean menunjuk makanan yang tersaji di meja makan.

Sepertinya Sean ingin Viana merasakan masakan tidak enak yang baru di makannya.

Viana tau jika Sean sedang marah. Dia menurutinya dan langsung memakannya.

"Emmm enak sekali" Ucap Viana di sela kunyahannya.

"Apa enak bagaimana? Ini rasa terburuk yang pernah ku makan" Kata Sean

"Entah lah, tapi bagi lidahku ini sangat enak" Kata Viana melanjutkan makanannya

"Dasar rakus" Sean pergi meninggalkan Viana yang masih menikmati makanannya.

Setelah kepergian Sean. Viana langsung meminum airnya. Dia seperti habis makan sebungkus garam. Lidahnya seperti mati rasa.

"Koki, bagaimana bisa se asin ini?" Tanya Viana

"Maafkan saya Nona sepertinya tadi saya salah memasukkan bumbu. Yang tadinya gula malah garam" Kata Koki itu

"Ya sudah lain kali hati hati bila memasak" Kata Viana

"Iya Nona, terima kasih sudah menolong saya tadi" Kata Koki itu.

"Iya" Viana kembali ke kebun belakang menikmati pancaran sinar mentari yang menerpa paginya.

*****

Sean sedang sibuk di ruangannya. Dia tidak menyangka jika paginya akan seberantakan ini. Sehabis memakan lautan garam, dia malah di suguhkan oleh tumpukan pekerjaan yang menguras tenaga dan pikirannya.

Siang harinya, dia makan siang bersama Zein dan Lyana. Lyana sendiri adalah asisten pribadi Zein yang mana dia juga sebagai supir Zein kemana pun Zein pergi.

Bukan tanpa alasan. Lyana memiliki bakat seperti Ruly Ayahnya. Mahir berkendara apalagi berbalap ria di jalan. Sekali pun Zein tidak pernah terlambat karena Lyana tidak memberi kesempatan kendaraan lain menghalangi jalannya.

Zein dan Lyana bekerja di perusahaan warisan Opa Erlangga kepadanya dengan Zein sebagai CEOnya.

Sedangkan Sean masih belum bisa mendapatkan posisi itu karena syarat dar Rangga terlalu berat yaitu merubah sikapnya.

"Bagaimana dengan pekerjaanmu?" Tanya Zein

"Buruk" Kata Sean sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi

"Wajar saja. Kau kan baru menikah. Jadi waktumu lebih banyak untuk istrimu" Kata Zein meledek

"Diam lah apa kau ingin membocorkan rahasia ini?" Sean mengingatkan

"Bagaimana Viana? Apa kalian tidak berencana bulan madu?" Kata Zein

Sean terbatuk batuk kala kalimat itu keluar saat dia sedang minum.

"Pelan pelan saja" Kata Zein

"Kau bodoh atau apa? Kau ingin seluruh dunia tau?" Kata Sean

"Memangnya kenapa kau rahasiakan hal ini?" Tanya Zein

"Aku hanya tidak ingin dia menjadi pusat perhatian" Kata Sean berbohong

"Oh, sebegitu besar cintamu padanya ya" Kata Zein

"Lyana bagaimana cara membungkam mulut sampahnya?" Tanya Sean pada Lyana yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan

"Saat saya melajukan mobil dengan kencang, Tuan Zein lebih banyak diam Tuan. Hanya terucap satu kata yang terus di ulang" Kata Lyana

"Apa itu?" Tanya Sean

"Astagfirullahal'azim" Kata Lyana

"Lyana kenapa kau mengatakan itu?" Protes Zein

"Saya hanya menjawab pertanyaan Tuan Sean saja Tuan" Kata Lyana

"Sudah lah, ayo makan" Ajak Zein yang kesal karena Lyana membongkar aibnya yang katakutan jika di ajak balapan.

Sean tersenyum puas. Sepupunya itu akhirnya bisa diam. Padahal Zein memang orang yang pendiam. Tapi jika bersama Sean dia selalu banyak omong.

Setelah selesai makan siang, mereka bermaksud kembali ke kantor masing masing tapi seseorang yang di kenal Sean datang menyapa.

"Halo Sean" Sapa pria itu.

Dia adalah Gilang. Rekan bisnis Sean yang mengajaknya minum malam itu.

Umurnya sekitar 28 tahun.

Tubuhnya tinggi, kurus dan berwajah lumayan tampan.

Selain rekan bisnisnya, Gilang juga teman baik Sean sejak duduk di bangku kuliah. Mereka sekelas karena Gilang baru masuk kuliah ketika umurnya sudah 21 tahun.

Selama kuliah, Baik Gilang maupun Sean saling membantu. Mereka sangat cocok karena keduanya mempunyai karakter yang sama.

Keduanya sama sama arogan dan tidak segan segan menindas orang yang melakukan kesalahan pada mereka.

"Zein, Lyana kalian duluan saja" Kata Sean

Zein dan Lyana pun segera pergi dan kembali ke kantor.

"Apa kau makan siang sendiri?" Tanya Sean

"Tidak, aku sekalian menunggu klien disini. Oh ya aku minta maaf karena malam itu mengajakmu minum bahkan aku terkesan memaksa sampai kau benar benar dibawah pengaruh alkohol padahal aku tau sejak dulu kau tidak minum alkohol" Kata Gilang dengan ekspresi bersalah

"Sudah lah Gilang tidak apa apa. Semua sudah berlalu" Kata Sean

Dan aku juga sudah menikah karenanya. Tidak ini bukan salahmu. Ini salah Viana yang sengaja memanfaatkan keadaan untuk menjebakku. Cih aku jadi teringat dia. Sangat menjijikkan

"Aku tidak akan mengajakmu lagi untuk minum. Minuman itu tidak cocok untuk dirimu" Kata Gilang

"Kenapa? Apa aku selemah itu?" Tanya Sean

"Tidak, Lain kali kita akan meminum jus saja atau susu juga boleh" Kata Gilang menepuk pundak Sean sambil tertawa

"Kau meledekku ya?" Kata Sean

"Hahaha, tidak aku hanya bercanda" Gilang kembali tertawa

"Ya sudah aku pergi dulu" Ucap Sean yang berlalu keluar meninggalkan Gilang yang tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat teman baiknya yang tidak pernah mau kalah saat berdebat.

Sean memasuki mobilnya dan kembali ke kantor lalu meneruskan pekerjaannya.

Begitu banyak yang harus dia selesaikan dan mengharuskan dia pulang lebih lambat.

Tapi dia tidak harus mempermasalahkannya bukan? Siapa yang menunggunya saat dia pulang terlambat. Dia juga tidak sudih jika di tunggu oleh Viana. Setiap pulang bekerja selalu saja Viana yang dia lihat. Tentu saja dia tidak semangat.

Jika saja Sean tau apa tujuan Viana, tentu dia akan memperbaiki sikapnya.

Tunggu? Apa tujuannya? Dan kenapa Sean harus memperbaiki sikapnya? Entahlah hanya Viana yang tau.

Terpopuler

Comments

Asih Ningsih

Asih Ningsih

iya aku juga bingunf sebwnarnta viana anaknya siapa.

2023-08-18

0

upeh

upeh

kalo aku banding bandingkan saing saingkan dengan rangga masih kejam rangga dari pada sean...

anak nya bang udin nama nya siapa ya

2022-09-15

1

⁂❄︎❤︎Liya Nina❤︎❄︎⁂

⁂❄︎❤︎Liya Nina❤︎❄︎⁂

udah lebih 5 kali diulang, tapi Zein tetap menjadi lelaki idaman.

2022-02-17

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog +Biografi
2 Pertanggung Jawaban
3 Pernikahan
4 Peraturan
5 Amarah
6 Kedatangan Oma Laura
7 Terlambat
8 Pertemuan Kembali
9 Rencana Sean
10 Rencana Sean #2
11 Memulai Perang
12 Bersenang-senang
13 Upah
14 Cuti
15 Rasa Curiga Alya
16 Tuan Muda Yang Kejam
17 Asisten Pribadi
18 Hari Pertama
19 Kesal
20 Berangkat
21 Mabuk
22 Marah
23 Liburan
24 Liburan #2
25 Berita Duka
26 Kesedihan
27 Pertandingan
28 Bertemu Ayah
29 Marah #2
30 Marah #3
31 Memata-matai
32 Curiga
33 Akibat
34 Cuti #2
35 Terjadi
36 Pengakuan
37 Pengakuan #2
38 Semanis Cokelat
39 Malam Kedua
40 Mematahkan Hati
41 Pilihan Sulit
42 Memilih
43 Pergi
44 Bertemu Zein
45 Tanpa Sengaja
46 Aku Rindu
47 Kehebohan
48 Keinginan
49 Bertemu Lidya
50 Pengakuan #3
51 Akibat #2
52 Pertengkaran
53 Mogok
54 Meminta
55 Serangan Mendadak
56 Amarah Sean
57 Serangan Mendadak #2
58 Strong Couple
59 Rasa Curiga + Jadwal Update
60 Menagih
61 Pengawal
62 Musuh Baru
63 Melamar
64 Resepsi pernikahan
65 Pengantin Baru
66 Menonton
67 PENGUMUMAN
68 Jalan-Jalan
69 Kedatangan Raya
70 Menculik Viana
71 Jalan-Jalan #2
72 Menjemput
73 Pergilah Raya !
74 Bertemu Gilang
75 Makan Malam
76 Rahasia Sean
77 Kelelahan
78 Menjadi CEO
79 Pesta
80 Ucapan Selamat
81 Ucapan Selamat #2
82 Menemui Dio
83 Kenyataan
84 Kepulangan Sean
85 Janji
86 Meninggalkanmu
87 Dia Adalah
88 Berbalik
89 Q & A
90 Aku Tau
91 Melindungi
92 Epilog
93 Bonus Chapter - Ngidam
94 Bonus Chapter - Sevina Armadja
95 Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96 Q & A
97 Novel Ini Akan Dilanjutkan
98 Bonus Chapter- Masalah
99 Bonus Chapter - Sikap
100 Bonus Chapter - Trauma
101 Bonus Chapter - Tidak Sopan
102 Bonus Chapter - Diserang
103 Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104 Bonus Chapter - Teman Lama
105 Bonus Chapter - Anggun
106 Bonus Chapter - Pertolongan
107 Bonus Chapter - Kenyataan
108 Bonus Chapter - Baikan
109 Bonus Chapter - Makan Malam
110 Bonus Chapter - Tawaran
111 Bonus Chapter - Ikut
112 Bonus Chapter - Gempar
113 Bonus Chapter - Contekan
114 Bonus Chapter - Setuju
115 Bonus Chapter - Penyerangan
116 Bonus Chapter - Fakta Baru
117 Bonus Chapter- Rekan Kerja
118 Bonus Chapter - Bekerja
119 Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120 Bonus Chapter - Kedok Lisa
121 Bonus Chapter - Gambar
122 Bonus Chapter - Ulang Tahun
123 Bonus Chapter - Kembali
124 Bonus Chapter - Kisah Kelam
125 Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126 Bonus Chapter - Menikah Lagi
127 Bonus Chapter - Minta Adik
128 Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129 Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130 Bonus Chapter - Rekreasi
131 Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132 Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133 Bonus Chapter - Kekesalan
134 Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135 Bonus Chapter - Cangkul
136 Bonus Chapter - Kelelahan
137 Bonus Chapter - Pergi
138 Bonus Chapter - Renungan
139 Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140 Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141 Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142 Bonus Chapter - Jalan-jalan
143 Bonus Chapter - Permintaan
144 Bonus Chapter - Ziarah
145 Bonus Chapter - Insiden
146 Bonus Chapter - Penyusup
147 Bonus Chapter - Rencana
148 Bonus Chapter - Ngambek
149 Bonus Chapter - Wangi
150 Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151 Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152 Bonus Chapter - Cibiran
153 Bonus Chapter - Penasaran
154 Bonus Chapter - Lelaki Tua
155 Bonus Chapter - Gym
156 Bonus Chapter - Obrolan
157 Bonus Chapter - Bantuan
158 Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159 Bonus Chapter - Masa Lalu
160 Bonus Chapter - Rekaman
161 Bonus Chapter - Terbongkar
162 Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163 Novel baru
164 Episode Spesial - Tentang ibu
165 Episode Spesial - Mencari tahu
166 Episode Spesial - Ketahuan
167 Episode Spesial - Perjalanan
168 Episode Spesial - Tidur
169 Episode Spesial - Difitnah Igauan
170 Episode Spesial - Kerja keras
171 Episode Spesial - Apes
172 Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173 Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174 Episode Spesial - Curiga
175 Episode Spesial - Kotak merah
176 Episode Spesial - Ketemu
177 Episode Spesial - Kunjungan
178 Episode Spesial - Curhat
179 Episode Spesial -Sirkuit
180 Episode Spesial - Ending
181 Batal Pergi
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Prolog +Biografi
2
Pertanggung Jawaban
3
Pernikahan
4
Peraturan
5
Amarah
6
Kedatangan Oma Laura
7
Terlambat
8
Pertemuan Kembali
9
Rencana Sean
10
Rencana Sean #2
11
Memulai Perang
12
Bersenang-senang
13
Upah
14
Cuti
15
Rasa Curiga Alya
16
Tuan Muda Yang Kejam
17
Asisten Pribadi
18
Hari Pertama
19
Kesal
20
Berangkat
21
Mabuk
22
Marah
23
Liburan
24
Liburan #2
25
Berita Duka
26
Kesedihan
27
Pertandingan
28
Bertemu Ayah
29
Marah #2
30
Marah #3
31
Memata-matai
32
Curiga
33
Akibat
34
Cuti #2
35
Terjadi
36
Pengakuan
37
Pengakuan #2
38
Semanis Cokelat
39
Malam Kedua
40
Mematahkan Hati
41
Pilihan Sulit
42
Memilih
43
Pergi
44
Bertemu Zein
45
Tanpa Sengaja
46
Aku Rindu
47
Kehebohan
48
Keinginan
49
Bertemu Lidya
50
Pengakuan #3
51
Akibat #2
52
Pertengkaran
53
Mogok
54
Meminta
55
Serangan Mendadak
56
Amarah Sean
57
Serangan Mendadak #2
58
Strong Couple
59
Rasa Curiga + Jadwal Update
60
Menagih
61
Pengawal
62
Musuh Baru
63
Melamar
64
Resepsi pernikahan
65
Pengantin Baru
66
Menonton
67
PENGUMUMAN
68
Jalan-Jalan
69
Kedatangan Raya
70
Menculik Viana
71
Jalan-Jalan #2
72
Menjemput
73
Pergilah Raya !
74
Bertemu Gilang
75
Makan Malam
76
Rahasia Sean
77
Kelelahan
78
Menjadi CEO
79
Pesta
80
Ucapan Selamat
81
Ucapan Selamat #2
82
Menemui Dio
83
Kenyataan
84
Kepulangan Sean
85
Janji
86
Meninggalkanmu
87
Dia Adalah
88
Berbalik
89
Q & A
90
Aku Tau
91
Melindungi
92
Epilog
93
Bonus Chapter - Ngidam
94
Bonus Chapter - Sevina Armadja
95
Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96
Q & A
97
Novel Ini Akan Dilanjutkan
98
Bonus Chapter- Masalah
99
Bonus Chapter - Sikap
100
Bonus Chapter - Trauma
101
Bonus Chapter - Tidak Sopan
102
Bonus Chapter - Diserang
103
Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104
Bonus Chapter - Teman Lama
105
Bonus Chapter - Anggun
106
Bonus Chapter - Pertolongan
107
Bonus Chapter - Kenyataan
108
Bonus Chapter - Baikan
109
Bonus Chapter - Makan Malam
110
Bonus Chapter - Tawaran
111
Bonus Chapter - Ikut
112
Bonus Chapter - Gempar
113
Bonus Chapter - Contekan
114
Bonus Chapter - Setuju
115
Bonus Chapter - Penyerangan
116
Bonus Chapter - Fakta Baru
117
Bonus Chapter- Rekan Kerja
118
Bonus Chapter - Bekerja
119
Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120
Bonus Chapter - Kedok Lisa
121
Bonus Chapter - Gambar
122
Bonus Chapter - Ulang Tahun
123
Bonus Chapter - Kembali
124
Bonus Chapter - Kisah Kelam
125
Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126
Bonus Chapter - Menikah Lagi
127
Bonus Chapter - Minta Adik
128
Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129
Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130
Bonus Chapter - Rekreasi
131
Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132
Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133
Bonus Chapter - Kekesalan
134
Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135
Bonus Chapter - Cangkul
136
Bonus Chapter - Kelelahan
137
Bonus Chapter - Pergi
138
Bonus Chapter - Renungan
139
Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140
Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141
Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142
Bonus Chapter - Jalan-jalan
143
Bonus Chapter - Permintaan
144
Bonus Chapter - Ziarah
145
Bonus Chapter - Insiden
146
Bonus Chapter - Penyusup
147
Bonus Chapter - Rencana
148
Bonus Chapter - Ngambek
149
Bonus Chapter - Wangi
150
Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152
Bonus Chapter - Cibiran
153
Bonus Chapter - Penasaran
154
Bonus Chapter - Lelaki Tua
155
Bonus Chapter - Gym
156
Bonus Chapter - Obrolan
157
Bonus Chapter - Bantuan
158
Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159
Bonus Chapter - Masa Lalu
160
Bonus Chapter - Rekaman
161
Bonus Chapter - Terbongkar
162
Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163
Novel baru
164
Episode Spesial - Tentang ibu
165
Episode Spesial - Mencari tahu
166
Episode Spesial - Ketahuan
167
Episode Spesial - Perjalanan
168
Episode Spesial - Tidur
169
Episode Spesial - Difitnah Igauan
170
Episode Spesial - Kerja keras
171
Episode Spesial - Apes
172
Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173
Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174
Episode Spesial - Curiga
175
Episode Spesial - Kotak merah
176
Episode Spesial - Ketemu
177
Episode Spesial - Kunjungan
178
Episode Spesial - Curhat
179
Episode Spesial -Sirkuit
180
Episode Spesial - Ending
181
Batal Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!