Rasa Curiga Alya

Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya Rangga pamit pulang.

Namun sebelumnya Ina sang kepala pelayan rumah Rangga datang dan membawa pakaian Alya.

Setelah Rangga pergi...

"Sean, Viana sudah malam ayo tidur lah" Kata Alya

"Iya Ma" Kata Sean dan Viana gugup

Mereka naik ke atas. Sesampainya di depan kamar Sean.

"Aduh bagaimana ini Sean" Kata Viana

"Mau bagaimana lagi ya kita tidur sekamar lah? Kenapa? Takut? Kita kan sudah pernah tidur bersama" Kata Sean

"Bu...bukan begitu. Semua barangku tidak ada di kamarmu. Bagaimana kalau Mama melihat" Kata Viana gugup

"Mama tidak akan naik kesini apalagi melihat" Kata Sean.

Tiba tiba terdengar suara dentingan lift.

Alya keluar dari Lift.

"Mama" Kata Sean terkejut.

"Kenapa? Kaget? Ayo sana tidur" Kata Alya

"Iya Ma" Kata Sean

Sean menarik tangan Viana ke kamar Viana.

"Tunggu? Kenapa ke kamar itu? Bukannya kamar utama ada disana" Kata Alya sambil menunjuk kamar yang biasa di tempati Sean.

"Itu hanya aku gunakan saat lembur Ma. Kan jaraknya dekat dengan ruang kerja" Kata Sean

"Sejak kapan kamu lembur?" Tanya Alya

"Ma, Mama tidak tidur?" Tanya Sean

"Mama mau melihat kosmetik Viana. Apakah kamu menepati janjimu atau tidak" Kata Alya yang menerobos masuk ke kamar Viana diikuti oleh Sean dan Viana.

Alya menangkap pemandangan aneh di dalam ruangan itu.

"Kenapa tidak ada foto kalian disini?" Tanya Alya melipat tangannya di dada.

"Belum sempat Ma. Kalau ada waktu nanti akan kami gantung" Kata Sean

Alya melangkah menuju meja rias Viana. Semua kosmetiknya ternyata bagus.

"Ya sudah tidur sana kenapa masih berdiri" Kata Alya

"Tapi Mama masih di sini" Kata Sean

"Cepat tidur" Kata Alya

Sean dan Viana melangkah menuju ranjang. Alya berjalan sampai ke pintu.

"Mama punya kunci cadangan kamar ini. Tidur lah yang benar" Kata Alya yang kemudian menatap pintu.

"Sean bagaimana ini. Aku tidur di sofa saja" Kata Viana

"Jangan. Mama bisa masuk kapan saja. Lagi pula kenapa kau harus menghindar" Kata Sean curiga

"Tidak. Baiklah" Akhirnya Viana naik ke ranjang dan tidur di dekat Sean namun dengan posisi membelakangi Sean

"Vi, sepertinya kita harus berpura pura mesra di depan Mama agar Mama tidak curiga" Kata Sean

"Baik lah" Kata Viana yang menutup mata sambil tersenyum. Dia senang karena sekarang Sean menyebut namanya.

"Ya sudah ayo tidur. Kau jangan mengorok ya. Kalau kau berani mengorok aku akan menyumpal mulutmu dengan batu" Ancam Sean

Senyum Viana langsung menghilang dan berubah cemberut.

"Iya" Kata Viana

Tak lama kemudian akhirnya mereka tertidur tanpa terjadi apa apa. Dan benar saja saat mereka sudah terlelap Alya masuk dan melihat. Dia tersenyum melihat mereka

Keesokan paginya. Viana bangun lebih awal dan melakukan olahraga. Setelah selesai dia segera mandi dan pergi ke dapur. Disana sudah ada Alya yang sedang memasak.

"Ma, kok Mama yang masak? Biar Vi saja" Kata Viana menawarkan diri

"Tidak apa apa. Ya sudah kamu bantu Mama ya" Kata Alya

"Iya Ma" Viana membantu Alya memasak. Karakter Viana yang lihai dan terampil memasak membuat Alya terkesan.

Sean sudah bangun dan mandi. Dia turun ke bawah namun langkahnya terhenti saat melihat Alya dan Viana terlihat kompak. Senyum kecil terlihat dari wajahnya.

Alya yang melihat Sean datang langsung menghampirinya.

"Sean bantu Viana menyiapkan sarapan ke meja makan ya. Mama mau pergi ke atas dulu" Kata Alya yang langsung naik ke atas

Sean menghampiri Viana.

"Aku harus bantu apa?" Tanya Sean

"Ini letakkan di meja makan ya" Kata Viana menyerahkan semangkuk lauk ke Sean.

Sean meletakkannya ke meja makan di susul Viana lalu kembali lagi ke dapur.

Saat Viana masih mengaduk masakannya, tiba tiba terdengar dentingan lift.

Sean yang beridiri di belakang Viana langsung memeluk Viana dari belakang dengan mesra.

"Sean apa yang kamu lakukan?" Tanya Viana terkejut melihat tindakan Sean

"Mama sedang berjalan kesini" Bisik Sean.

Viana mengerti maksud Sean. Dia membiarkan Sean memeluknya.

"Wah wah yang pengantin baru serasa dunia milik berdua" Kata Alya

Sean dan Viana pura pura terkejut.

"Mama" Kata Sean berpura pura gugup

"Sudah masak Vi?" Tanya Alya

"Sudah Ma" Kata Viana menunjukkan masakan yang sudah di ambilnya dari wajan

"Ya sudah ayo kita sarapan" Ajak Alya

Mereka sarapan bersama setelah itu, Alya dan Viana mengobrol bersama di taman belakang rumah.

"Vi apa kamu percaya pada Mama?" Tanya Alya

"Kenapa Ma?" Tanya Viana heran

"Apa kamu mencintai Sean?" Tanya Alya

Viana terkejut dengan pertanyaan ibu mertuanya.

"Mama kenapa bertanya begitu?" Kata Viana semakin bingung

"Vi, sejak kedatanganmu. Mama tau ada yang kamu sembunyikan. Katakan lah Vi apa yang membuatmu melakukan ini semua" Kata Alya

Viana gugup. Raut wajahnya benar benar telihat tegang. Tidak di sangka Mama mertuanya bisa mengetahui bahwa dia punya tujuan.

"Mama bicara apa Vi tidak mengerti" Kata Viana semakin gugup

"Vi, jika kamu tidak mempercayai siapapun. Tolong percaya lah pada Mama. Mama bisa menyimpan rahasiamu" Kata Alya mencoba meyakinkan Viana

"Dari mana Mama tau kalau Vi punya tujuan?" Tanya Viana

"Mama juga seorang wanita. Jika Sean sudah merenggut kesucianmu, kamu tidak mungkin setenang itu saat menuntut pertanggung jawaban dari Sean" Kata Alya

Viana diam tak bergeming. Dia melihat lekat wajah mertuanya. Senyuman tulus dan tatapan penuh cinta. Viana menghela nafas panjang.

"Ma berjanji lah untuk tetap menjaga rahasia ini" Kata Viana

"Mama berjanji" Kata Alya menatap serius

"Vi sedang menjalankan amanah dari Ibu tiri Vi untuk menjaga Sean dari orang yang ingin menghancurkannya" Kata Viana

Alya terkejut dengan pernyataan Viana.

"Siapa ibu tirimu Vi? Dan kenapa dia ingin melindungi Sean dan kenapa dia tau kalau ada yang ingin menghancurkan Sean" Alya menatap lekat wajah Viana.

"Maaf Ma, soal ibu tiri Vi tidak bisa memberi tahu. Vi juga tidak berani memberi tahu Sean karena akan berakibat fatal" Kata Viana

"Fatal kenapa Vi?" Tanya Alya semakin penasaran

"Sean bisa menghancurkan orang yang ingin menghancurkan hidupnya sementara ibu tiri Vi tidak ingin orang itu kenapa kenapa" Kata Viana

"Kenapa Vi?" Tanya Alya semakin penasaran seperti para reader yang sedang membaca novel ini

"Karena orang itu adalah anak kandung Ibu tiri Vi Ma" Kata Viana.

Deg

Seketika jantung Alya berdegup kencang. Dia tidak menyangka jika masalah akan serumit ini. Bahkan sejarah harus mengulang kembali peristiwa dulu. Peristiwa dimana dia harus kehilangan kakaknya yaitu Arya.

Terpopuler

Comments

Asih Ningsih

Asih Ningsih

oooh jadi anak kandung lusi yg ingin mengjancurkannya.siapa anak kandungnya ya efan dio atau gilang.

2023-09-10

0

SənyaMikū Wangy ᕦ( ͡° ͜ʖ ͡°)

SənyaMikū Wangy ᕦ( ͡° ͜ʖ ͡°)

436

2023-04-03

0

Hendra Yenni

Hendra Yenni

Berarti TDK terjadi apa2 sm viana Dan sean

2022-01-08

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog +Biografi
2 Pertanggung Jawaban
3 Pernikahan
4 Peraturan
5 Amarah
6 Kedatangan Oma Laura
7 Terlambat
8 Pertemuan Kembali
9 Rencana Sean
10 Rencana Sean #2
11 Memulai Perang
12 Bersenang-senang
13 Upah
14 Cuti
15 Rasa Curiga Alya
16 Tuan Muda Yang Kejam
17 Asisten Pribadi
18 Hari Pertama
19 Kesal
20 Berangkat
21 Mabuk
22 Marah
23 Liburan
24 Liburan #2
25 Berita Duka
26 Kesedihan
27 Pertandingan
28 Bertemu Ayah
29 Marah #2
30 Marah #3
31 Memata-matai
32 Curiga
33 Akibat
34 Cuti #2
35 Terjadi
36 Pengakuan
37 Pengakuan #2
38 Semanis Cokelat
39 Malam Kedua
40 Mematahkan Hati
41 Pilihan Sulit
42 Memilih
43 Pergi
44 Bertemu Zein
45 Tanpa Sengaja
46 Aku Rindu
47 Kehebohan
48 Keinginan
49 Bertemu Lidya
50 Pengakuan #3
51 Akibat #2
52 Pertengkaran
53 Mogok
54 Meminta
55 Serangan Mendadak
56 Amarah Sean
57 Serangan Mendadak #2
58 Strong Couple
59 Rasa Curiga + Jadwal Update
60 Menagih
61 Pengawal
62 Musuh Baru
63 Melamar
64 Resepsi pernikahan
65 Pengantin Baru
66 Menonton
67 PENGUMUMAN
68 Jalan-Jalan
69 Kedatangan Raya
70 Menculik Viana
71 Jalan-Jalan #2
72 Menjemput
73 Pergilah Raya !
74 Bertemu Gilang
75 Makan Malam
76 Rahasia Sean
77 Kelelahan
78 Menjadi CEO
79 Pesta
80 Ucapan Selamat
81 Ucapan Selamat #2
82 Menemui Dio
83 Kenyataan
84 Kepulangan Sean
85 Janji
86 Meninggalkanmu
87 Dia Adalah
88 Berbalik
89 Q & A
90 Aku Tau
91 Melindungi
92 Epilog
93 Bonus Chapter - Ngidam
94 Bonus Chapter - Sevina Armadja
95 Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96 Q & A
97 Novel Ini Akan Dilanjutkan
98 Bonus Chapter- Masalah
99 Bonus Chapter - Sikap
100 Bonus Chapter - Trauma
101 Bonus Chapter - Tidak Sopan
102 Bonus Chapter - Diserang
103 Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104 Bonus Chapter - Teman Lama
105 Bonus Chapter - Anggun
106 Bonus Chapter - Pertolongan
107 Bonus Chapter - Kenyataan
108 Bonus Chapter - Baikan
109 Bonus Chapter - Makan Malam
110 Bonus Chapter - Tawaran
111 Bonus Chapter - Ikut
112 Bonus Chapter - Gempar
113 Bonus Chapter - Contekan
114 Bonus Chapter - Setuju
115 Bonus Chapter - Penyerangan
116 Bonus Chapter - Fakta Baru
117 Bonus Chapter- Rekan Kerja
118 Bonus Chapter - Bekerja
119 Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120 Bonus Chapter - Kedok Lisa
121 Bonus Chapter - Gambar
122 Bonus Chapter - Ulang Tahun
123 Bonus Chapter - Kembali
124 Bonus Chapter - Kisah Kelam
125 Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126 Bonus Chapter - Menikah Lagi
127 Bonus Chapter - Minta Adik
128 Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129 Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130 Bonus Chapter - Rekreasi
131 Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132 Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133 Bonus Chapter - Kekesalan
134 Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135 Bonus Chapter - Cangkul
136 Bonus Chapter - Kelelahan
137 Bonus Chapter - Pergi
138 Bonus Chapter - Renungan
139 Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140 Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141 Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142 Bonus Chapter - Jalan-jalan
143 Bonus Chapter - Permintaan
144 Bonus Chapter - Ziarah
145 Bonus Chapter - Insiden
146 Bonus Chapter - Penyusup
147 Bonus Chapter - Rencana
148 Bonus Chapter - Ngambek
149 Bonus Chapter - Wangi
150 Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151 Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152 Bonus Chapter - Cibiran
153 Bonus Chapter - Penasaran
154 Bonus Chapter - Lelaki Tua
155 Bonus Chapter - Gym
156 Bonus Chapter - Obrolan
157 Bonus Chapter - Bantuan
158 Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159 Bonus Chapter - Masa Lalu
160 Bonus Chapter - Rekaman
161 Bonus Chapter - Terbongkar
162 Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163 Novel baru
164 Episode Spesial - Tentang ibu
165 Episode Spesial - Mencari tahu
166 Episode Spesial - Ketahuan
167 Episode Spesial - Perjalanan
168 Episode Spesial - Tidur
169 Episode Spesial - Difitnah Igauan
170 Episode Spesial - Kerja keras
171 Episode Spesial - Apes
172 Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173 Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174 Episode Spesial - Curiga
175 Episode Spesial - Kotak merah
176 Episode Spesial - Ketemu
177 Episode Spesial - Kunjungan
178 Episode Spesial - Curhat
179 Episode Spesial -Sirkuit
180 Episode Spesial - Ending
181 Batal Pergi
Episodes

Updated 181 Episodes

1
Prolog +Biografi
2
Pertanggung Jawaban
3
Pernikahan
4
Peraturan
5
Amarah
6
Kedatangan Oma Laura
7
Terlambat
8
Pertemuan Kembali
9
Rencana Sean
10
Rencana Sean #2
11
Memulai Perang
12
Bersenang-senang
13
Upah
14
Cuti
15
Rasa Curiga Alya
16
Tuan Muda Yang Kejam
17
Asisten Pribadi
18
Hari Pertama
19
Kesal
20
Berangkat
21
Mabuk
22
Marah
23
Liburan
24
Liburan #2
25
Berita Duka
26
Kesedihan
27
Pertandingan
28
Bertemu Ayah
29
Marah #2
30
Marah #3
31
Memata-matai
32
Curiga
33
Akibat
34
Cuti #2
35
Terjadi
36
Pengakuan
37
Pengakuan #2
38
Semanis Cokelat
39
Malam Kedua
40
Mematahkan Hati
41
Pilihan Sulit
42
Memilih
43
Pergi
44
Bertemu Zein
45
Tanpa Sengaja
46
Aku Rindu
47
Kehebohan
48
Keinginan
49
Bertemu Lidya
50
Pengakuan #3
51
Akibat #2
52
Pertengkaran
53
Mogok
54
Meminta
55
Serangan Mendadak
56
Amarah Sean
57
Serangan Mendadak #2
58
Strong Couple
59
Rasa Curiga + Jadwal Update
60
Menagih
61
Pengawal
62
Musuh Baru
63
Melamar
64
Resepsi pernikahan
65
Pengantin Baru
66
Menonton
67
PENGUMUMAN
68
Jalan-Jalan
69
Kedatangan Raya
70
Menculik Viana
71
Jalan-Jalan #2
72
Menjemput
73
Pergilah Raya !
74
Bertemu Gilang
75
Makan Malam
76
Rahasia Sean
77
Kelelahan
78
Menjadi CEO
79
Pesta
80
Ucapan Selamat
81
Ucapan Selamat #2
82
Menemui Dio
83
Kenyataan
84
Kepulangan Sean
85
Janji
86
Meninggalkanmu
87
Dia Adalah
88
Berbalik
89
Q & A
90
Aku Tau
91
Melindungi
92
Epilog
93
Bonus Chapter - Ngidam
94
Bonus Chapter - Sevina Armadja
95
Istri Pengganti Tuan Muda Kejam
96
Q & A
97
Novel Ini Akan Dilanjutkan
98
Bonus Chapter- Masalah
99
Bonus Chapter - Sikap
100
Bonus Chapter - Trauma
101
Bonus Chapter - Tidak Sopan
102
Bonus Chapter - Diserang
103
Bonus Chapter - Menjenguk Raya
104
Bonus Chapter - Teman Lama
105
Bonus Chapter - Anggun
106
Bonus Chapter - Pertolongan
107
Bonus Chapter - Kenyataan
108
Bonus Chapter - Baikan
109
Bonus Chapter - Makan Malam
110
Bonus Chapter - Tawaran
111
Bonus Chapter - Ikut
112
Bonus Chapter - Gempar
113
Bonus Chapter - Contekan
114
Bonus Chapter - Setuju
115
Bonus Chapter - Penyerangan
116
Bonus Chapter - Fakta Baru
117
Bonus Chapter- Rekan Kerja
118
Bonus Chapter - Bekerja
119
Bonus Chapter - Tamu Tak Diundang
120
Bonus Chapter - Kedok Lisa
121
Bonus Chapter - Gambar
122
Bonus Chapter - Ulang Tahun
123
Bonus Chapter - Kembali
124
Bonus Chapter - Kisah Kelam
125
Bonus Chapter - Penderitaan Kevin
126
Bonus Chapter - Menikah Lagi
127
Bonus Chapter - Minta Adik
128
Bonus Chapter - Malam Yang Panas
129
Bonus Chapter - Malam Yang Panas #2
130
Bonus Chapter - Rekreasi
131
Bonus Chapter - Hempaskan Pelakor
132
Bonus Chapter - Sebuah Perbedaan
133
Bonus Chapter - Kekesalan
134
Bonus Chapter - Anak-anak yang Baik
135
Bonus Chapter - Cangkul
136
Bonus Chapter - Kelelahan
137
Bonus Chapter - Pergi
138
Bonus Chapter - Renungan
139
Bonus Chapter - Selamat Ulang Tahun
140
Bonus Chapter - Benar, itu aku!
141
Bonus Chapter - Membujuk Ayah
142
Bonus Chapter - Jalan-jalan
143
Bonus Chapter - Permintaan
144
Bonus Chapter - Ziarah
145
Bonus Chapter - Insiden
146
Bonus Chapter - Penyusup
147
Bonus Chapter - Rencana
148
Bonus Chapter - Ngambek
149
Bonus Chapter - Wangi
150
Bonus Chapter - Wangi Parfum Lain
151
Bonus Chapter - Undangan Makan Malam
152
Bonus Chapter - Cibiran
153
Bonus Chapter - Penasaran
154
Bonus Chapter - Lelaki Tua
155
Bonus Chapter - Gym
156
Bonus Chapter - Obrolan
157
Bonus Chapter - Bantuan
158
Bonus Chapter - Mendadak Bijaksana
159
Bonus Chapter - Masa Lalu
160
Bonus Chapter - Rekaman
161
Bonus Chapter - Terbongkar
162
Bonus Chapter - Akhir Yang Bahagia (Tamat)
163
Novel baru
164
Episode Spesial - Tentang ibu
165
Episode Spesial - Mencari tahu
166
Episode Spesial - Ketahuan
167
Episode Spesial - Perjalanan
168
Episode Spesial - Tidur
169
Episode Spesial - Difitnah Igauan
170
Episode Spesial - Kerja keras
171
Episode Spesial - Apes
172
Promo Novel Rahasia Pengantin (Alezha)
173
Promo Novel Istri Bayangan (Rayden)
174
Episode Spesial - Curiga
175
Episode Spesial - Kotak merah
176
Episode Spesial - Ketemu
177
Episode Spesial - Kunjungan
178
Episode Spesial - Curhat
179
Episode Spesial -Sirkuit
180
Episode Spesial - Ending
181
Batal Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!