Hari ini Viana akan berangkat ke kantor bersama Sean sebagai asisten pribadi.
Bukan hanya itu. Viana akan menjadi supirnya juga. Walaupun latar belakang Viana yang miskin namun dia sudah beberapa kali berganti profesi demi membiayai kuliahnya termasuk menjadi supir rental mobil.
Sean dan Alya sudah berada di ruang makan.
"Viana mana Sean?" Tanya Alya
"Masih di atas Ma. Mungkin lagi dandan" Kata Sean
Tak lama kemudian Viana turun namun hendak kembali ke atas.
"Mau ambil apa Vi?" Tanya Alya
Viana menoleh
"Tas Vi ketinggalan Ma" Kata Viana
"Oh ya sudah ambil lah" Kata Alya
Viana naik ke atas dan mengambil tas nya setelah itu bergabung sarapan dengan Alya dan Sean.
Setelah itu mereka segera berangkat.
"Vi berangkat dulu ya Ma" Viana menyalami tangan Alya. Alya tersentuh olehnya
Sean yang menunggunya di mobil hanya memandangi mereka.
Dasar cari muka
Viana segera ke mobil sebelum Sean semakin kesal menunggu.
Dia mengemudikan mobil menuju kantor Sean.
"Kenapa lama sekali" Gerutu Sean ketika mendapati laju mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.
"Keselamatan yang paling penting Sean" Kata Viana
"Kau hanya mencari alasan saja. Bilang saja kalau kau takut mempercepat laju mobil ini" Kata Sean
Viana merasa terganggu dengan omelan Sean.
Dengan perasaan kesal dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi sampai sampai Sean mengencangkan sabuk pengamannya dan berpegangan.
"Pelan lah dasar bodoh, kau mau membuatku mati? Kau dendam padaku?" Teriak Sean
Viana menurunkan kecepatannya dan kini tidak terdengar omelan dari Sean lagi. Sepertinya kecepatan tadi sudah membuatnya tidak ingin berkomentar lagi.
Sesampainya di kantor semua mata tertuju pada Viana karena bersama satu mobil dengan Sean.
"Berjalan lah di belakangku dan jangan katakan apapun kecuali aku bertanya padamu" Kata Sean
"Iya" Jawab Viana
Dia berjalan di belakang Sean. Semua mata masih menatapnya. Bahkan ada beberapa dari mereka yang saling berbisik
"Eh siapa tuh, pacar bos ya?"
"Pacar kok ngga ada mesranya. Ngga mungkin ah. Palingan pembokatnya. Secara Tuan Sean tajir pembokatnya aja cantik cantik"
"Jadi siapa dong. Apa jangan jangan asisten baru Tuan"
"Widih bakalan kayak Dira tuh orang. Cari mati kali dia. Udah bosen hidup"
"Stress ya stres deh yang penting bisa deket sama Tuan Muda ganteng"
Sean dan Viana sudah berada di ruang meeting. Sean sengaja mengumpulkan orang orang penting di kantornya untuk memperkenalkan Viana.
Semua orang berdiri saat Sean datang.
"Selamat pagi Tuan" Mereka semua memberi hormat.
"Selamat pagi. Kalian sengaja aku kumpulkan disini karena aku akan memperkenalkan seseorang" Semua mata tertuju pada Viana.
Ada beberapa yang menatapnya dengan tatapan genit.
"Kenalkan dia adalah Viana Larasati. Dia adalah asisten pribadiku. Mulai sekarang hanya Viana yang boleh masuk ke ruanganku. Jika kalian ada perlu denganku kalian harus memberi tahu dia terlebih dahulu" Tukas Sean
"Baik Tuan" Jawab mereka bersamaan
Semua kembali menatap Viana dengan berbagai macam hal di benak mereka.
Apa dia sudah bosan hidup?
Daripada menjadi asisten si gila ini mending dia jadi simpananku
Dia sudah gila
Dia cari mati
Mungkin dia sedang di lilit hutang sehingga mengambil jalan pintas
Jadi lah istriku yang ke 5, kamu tidak akan kekurangan dan menyerahkan takdirmu menjadi asistennya
Dia akan jadi korban selanjutnya
Cantik sekali
"Selamat pagi semua. Mohon kerja samanya" Ucap Viana
"Baik lah kalian boleh bubar. Informasikan pada anggota kalian masing masing agar tidak ada rumor di kantor ini" Kata Sean
"Baik Tuan" Semua membubarkan diri
"Ikuti aku" Kata Sean yang melangkah keluar.
Viana mengikutinya hingga ke ruangannya.
"Ini tugasmu" Kata Sean menyerahkan selembar kertas pada Viana.
Viana membaca isinya
Tugas Asisten Pribadi
**Bertindak sebagai titik kontak pertama: berurusan dengan korespondensi dan panggilan telepon.
*Mengelola buku harian dan mengatur pertemuan dan janji temu.
*Pemesanan dan mengatur perjalanan, transportasi, dan akomodasi.
*Menyelenggarakan acara dan konferensi.
*Mengingatkan atasan tentang tugas dan tenggat waktu penting.
*Mengetik, menyusun, dan menyiapkan laporan, presentasi, dan korespondensi.
*Mengelola basis data dan sistem pengarsipan.
*Menerapkan dan memelihara prosedur / sistem administrasi.
*Berhubungan dengan staf, pemasok, dan klien**
Apa kau sudah mengerti?" Tanya Sean
"Iya Sean" Jawab Viana
"Disini kau harus memanggilku Tuan" Kata Sean
"Iya Tuan" Jawab Viana
"Bagus sekarang pergi ke ruanganmu. Keluar jalan lima langkah dan kau akan menemukan pintumu di sebelah kiri" Kata Sean
Viana mengangguk. Dia Keluar dan mencari ruangannya.
Ketemu. Tepat di depan ruang sekretaris Sean yang merupakan seorang laki laki bernama Kevin.
Tinggi, tampan, dan ramah.
Umurnya 24 tahun.
"Halo namaku Kevin" Kevin yang baru keluar ruangannya menyapa Viana yang masih berada di depan pintu ruangannya.
"Kita belum berkenalan secara resmi. Perkenalkan aku Kevin sekretaris Tuan Muda" Kata Kevil mengulurkan tangannya.
"Aku Viana" Viana menyambut uluran tangan Kevin
"Semoga kamu betah ya. Ke depannya kita akan sering berkerja bersama" Kata Kevin tersenyum ramah
"Iya mohon kerja samanya ya" Jawab Viana
"Sudah kenalannya?" Suara Sean mengejutkan mereka.
"Saya ingin agar Viana tidak canggung saat bekerja dengan saya Tuan jadi saya memperkenalkan diri secara resmi" Jawab Kevin
"Kembali bekerja" Perintah Sean
"Baik Tuan" Kevin memberi hormat dan masuk ke ruangannya.
"Masuk dan lakukan tugasmu. Jika di rumah kau sudah mencari muka pada Mama, maka jangan lakukan itu disini" Kata Sean menatap tajam
"Baik Tuan" Viana memberi hormat persis seperti Kevin tadi lalu masuk ke ruangannya.
Pintu ruangan Sean terbuat dari kaca satu arah. Dia bisa melihat keluar namun orang tidak bisa melihat ke dalam dan mendengar apa pun karena memang ruangannya kedap suara.
Sean masuk ke ruangannya.
Viana sibuk mengerjakan pekerjaan barunya. Karena ini hari pertama maka dia lebih banyak merepotkan kevin hari ini.
Bersyukur tidak ada meeting hari ini jadi Kevin lebih banyak waktu membantunya.
Siang hari pun tiba.
Viana masuk ke ruangan Sean dan tak lupa dia memberi hormat.
"Tuan, sudah saatnya makan siang" Kata Viana
"Aku tidak pikun" Jawab Sean
Aku tau kamu tidak pikun tapi inilah pekerjaanku.
Viana masih tetap berdiri. Sean risih melihatnya.
"Pesankan aku makanan" Kata Sean
"Baik Tuan" Jawab Viana
"Kau tidak bertanya aku ingin makan apa?" Tanya Sean
"Saya sudah tau Tuan" Jawab Viana
"Kalau kau tau masak saja di pentry" Kata Sean
"Masak?" Tanya Viana
"Kenapa? Kau keberatan?" Tanya Sean
"Tidak Tuan" Jawab Viana
Baru seminggu yang lalu kamu bilang tidak sudih memakan masakanku
"Kalau begitu masak sana" Kata Sean
Viana pergi dengan perasaan sedikit kesal.
Sepertinya Sean memang sengaja membuatnya tidak betah bahkan di hari pertama.
Yang benar saja Sean? Aku harus memasak di kantormu?
Viana sampai di pantry. Dia menyapa semua yang ada di pantry lalu meminta izin untuk memasak. Semua tidak heran karena dulu Dira asisten Sean yang dulu juga sering di suruh memasak. Bahkan kalau rasa masakannya tidak enak, Dira akan kena semprot habis habisan dan di beri hukuman yang aneh aneh seperti mengepel 5 lantai atau mencuci mobilnya sepulang bekerja.
Tentu saja Dira sangat tertekan dan hampir stres.
Lalu Viana? Apakah dia akan bernasib seperti Dira?
Tentu tidak, karena dia juga punya misi.
Nantikan episode selanjutnya besok malam 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 181 Episodes
Comments
Asih Ningsih
justru sean yg gak bisa berbuat apa2 pada viana.
2023-09-10
1
Asih Ningsih
makanya jgn meremehkan viana lg sean.
2023-09-10
0
Desty Loey
sean kyx direktur stress yaa...perasaan rangga dlu jg suka marah tp gag semena2 gtu dah...🙄
2023-04-22
0