BAB 16

"Maaf, jika tidak ada janji temu sebelumnya, Pak Rafa tidak berkenan untuk ditemui siapapun," ujar Receptionist yang berdiri dibalik meja.

"Gimana nih?" Ananta menatap Arga cemas.

"Tenang, gue telefonin dia." Arga mengambil ponsel di dalam tas ranselnya lalu menghubungi Rafa. Untungnya sekali percobaan langsung dijawab, dan semuanya berjalan lancar, mereka berdua diizinkan masuk bertemu Rafa.

"Sepertinya gue kedatangan tamu agung nih," ujar Rafa saat Arga dan Ananta masuk ke ruangannya. Pria itu bersalaman khas laki-laki dengan Arga, lalu mengulurkan tangan pada Ananta. "Senang bisa kedatangan tamu cewek cantik," puji pria itu sambil tersenyum. Dan Ananta, dia langsung menjabat tangan pria itu.

"Tetep aja lo, gak bisa lihat yang bening dikit," ledek Arga sambil geleng-geleng.

Rafa hanya tertawa mendengar ledekan Arga. Dia lalu bicara dengan sekretarisnya melalui interkom untuk membawakan minuman ke ruangannya.

"Btw, putri tidur ada perlu apa nih ketemu gue?" tanya Rafa saat mereka sudah duduk santai di sofa.

Ananta menatap Arga, jujur saja dia khawatir Arga akan merusak rencananya jika pria itu tahu. Bagaimanapun, Arga kekasih Angel, jelas dia akan lebih pro pada wanita itu.

"Ada apa sih?" Arga mengerutkan kening ditatap seperti itu. Sejak tadi, dia memang belum tahu persis tujuan Ananta ingin bertemu Rafa.

"Bisa tinggalin kita berdua gak?" dengan sangat berat kalimat itu keluar dari bibir Ananta. Seperti kacang lupa kulitnya, Arga yang membantunya bertemu Rafa, tapi saat sudah ketemu, dia malah disuruh pergi.

"Wait, wait, wait," Rafa mulai bingung. "Ada apa sih ini, kok sampai harus berduaan ngomongnya?" Dia menatap Ananta dan Arga bergantian.

"Aku cuma mau ngomongin masalah bisnis," sahut Ananta.

"Ya sudah, aku keluar kalau emang gak boleh tahu," Arga beranjak dari duduknya sambil tersenyum. Senyum getir yang membuat Ananta merasa bersalah, dan pada akhirnya,

"Udah, gak papa, kamu disini aja."

"Yakin?" Arga masih berdiri. "Kalau enggak, aku bisa keluar," dia menunjuk kearah pintu.

"Yakin, tapi... tolong jangan katakan apapun tentang yang kamu denger hari ini, pada siapapun, termasuk Angel."

"Ada hubungannya sama Angel?" Rafa makin dibuat penasaran.

"Sedikit sih," sahut Ananta.

Arga mengangguk, lalu kembali duduk di sebelah Ananta. Jujur, dia juga penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan Ananta.

Ini pertama kalinya Riana membicarakan sebuah kesepakatan bisnis, terang saja, dia sangat gugup meski vibes yang diciptakan oleh Rafa sejak tadi sangatlah jauh dari kesan formal.

Ananta menyampaikan keinginannya untuk bekerja sama. Menjadikan perusahaan milik orang tua Rafa sebagai pemasok bahan baku di pabrik ayahnya. Jelas ini kabar yang sangat baik untuk Rafa, apalagi jika diingat kembali, perusahaannya telah kalah tender dengan perusahaan Bima kala itu.

"Bisa ya, kamu turunin harganya. Ini kesepakatan besar loh, proyek gede, perusahaan kamu pasti untung banyak," Ananta berusaha melobi. Dia memang bukanlah seorang profesional, tapi tak ada salahnya mencoba.

Rafa menghembuskan nafas berat. Terdengar sangat menggiurkan, tapi sekali lagi,

"Maaf, Ta, aku gak bisa ngasih harga segitu. Untung buat kita terlalu kecil. Jangan samakan barang kami dengan barang perusahaan Pak Bima, kualitas kami jelas lebih unggul. Udah deh, percaya sama aku, kamu nambahin modal dikit, tapi hasil maksimal, bukankah itu lebih bagus."

"Ayolah, Raf, masa gak bisa sih bantu dikit," Arga ikutan membujuk. Entah kenapa, meski baru kenal dengan Ananta, ingin rasanya dia membantu.

"Tetep gak bisa, Ga. Lo tahu sendirikan, gue baru setahun terjun ke dunia bisnis. Kalau sampai perusahaan rugi gara-gara gue, bisa-bisa gue di depak sama bokap." Arga juga diposisi sulit saat ini, dia hanya mencoba untuk profesional.

Ananta mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Sepertinya memang tidak ada pilihan lain. "Baiklah kalau gitu, besok dateng ke kantor Ayah jam 10, kita meeting disana. Persiapkan sebuah presentasi yang menakjubkan, yakinkan Ayah untuk mau mengganti produk dari perusahaan Bima Prasetya dengan produk kamu. Keputusan final, ada di tangan Ayah."

"Sipp. Gue bakal persiapin semuanya dengan semaksimal mungkin. Btw, makasih banyak buat kesempatan yang lo berikan. Astaga," Rafa tiba-tiba menepuk dahinya. "Kok daridari tadi gue bahasanya gini amat ya, gak formal, padahalkan kita lagi ngomongin bisnis."

"Gak masalah, justru aku suka vibes kayak gini," sahut Ananta.

Setelah urusan dengan Rafa beres, Ananta bersama Arga meninggalkan PT Nusa Alam. Ananta belum bisa bernafas lega sebelum besok, rencananya benar-benar berhasil.

Mobil Arga berhenti di depan restoran seafood. Singgah untuk mengisi perut setelah tadi membahas hal yang cukup serius. Ada banyak sekali pertanyaan di kepala Arga, terutama tentang alasan kenapa Ananta ingin mengganti perusahaan Bima Presetya. Mungkinkah hanya karena hari ini dia ada masalah dengan Angel?

"Na, gak mungkinkan, hanya karena kamu ribut dengan Angel hari ini, terus kamu mau mendepak perusahaan papanya?" Arga bertanya di sela-sela makan mereka.

Ananta menggeleng. "Ada alasan lain, tapi maaf, aku gak bisa cerita."

Arga mengangguk faham. Dia tak lagi bertanya, takut jika Ananta akan salah faham, mengira jika dia terlalu ingin tahu masalah orang.

"Kayaknya kamu suka benget sama udang?" Arga bisa melihat dari cara makan Ananta yang cukup bersemangat. Ya, sebenarnya sejak tadi, dia memperhatikan Ananta.

Ananta mengangguk sambil tersenyum, udang memang makanan favoritnya. Saat masih asik mengupas udang, tiba-tiba dia teringat sesuatu, ucapan Bi Jul kala itu. Ananta alergi seafood, terutama udang. Dan saat ini, dia sedang berada di dalam tubuh Ananta. Bagaimana jika??????

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞R ve

⏤͟͟͞R ve

Semoga misimu berhasil Ananta alias Riana.

2024-02-06

1

Yunia Afida

Yunia Afida

apakah riana bakal bentol bentol

2024-01-28

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

nah lho kalo si Arga ember bisa gawat nanti kamu Ri,,,

2024-01-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!