"Hai guys.... surprise...... " Nadila yang ada tepat di depan Ananta bergeser, menampakkan wajah gadis yang baru sadar dari koma itu ke layar.
"Hah! Itu beneran Ananta?"
"Nata?"
"Nata sudah sadar?"
Dan masih banyak lagi komentar yang muncul di layar saat Ananta untuk pertama kalinya live di IG. Gadis yang dijuluki putri tidur itu menyapa para penggemarnya. Tentu saja tidak luwes, tidak banyak bicara seperti Ananta biasanya, karena Riana, dia tak terbiasa bicara di depan publik seperti ini, yang disaksikan ribuan penggemarnya.
Ananta menjawab beberapa pertanyaan pengikutnya. Tak lupa juga, dia memberi tahu jika dirinya mengalami hilang ingatan. Hal itu membuat para pengikutnya sedih, hingga ratusan komentar doa diberikan padanya agar segera bisa mendapatkan ingatannya kembali.
Ananta bernafas lega saat sesi live itu akhirnya selesai. Tak bisa dipungkiri, dia sangat tegang tadi.
"Santai aja, Na. Mungkin karena hilang ingatan, lo ngerasa canggung, tak terbiasa dengan semua ini, tapi lama-kelamaan, lo akan terbiasa. Andai saja lo gak mengalami kecelakaan waktu, lo pasti sudah jadi bintang besar sekarang," Nadila menghembuskan nafas berat lalu berbaring di ranjang besar milik Ananta.
Bisa dibilang, Nadila adalah sahabat sekaligus asisten yang mengurusi semua hal tentang pekerjaannya. Nadila yang memegang akun IG nya, mulai dari DM tentang kerjaan dan lain-lain, gadis itu yang mengurusi. Tugasnya juga untuk menghapus hate komen yang bisa membuat Ananta down.
"Bintang besar, maksudnya apa?"
"Hari dimana lo mengalami kecelakaan, hari itu keluar daftar nama siapa saja yang lolos casting series My cute girl. Lo dapet peran utama."
Riana menutup mulutnya yang menganga lebar. My cute girl, dia tahu betul series itu karena booming. Series itulah yang membuat Angela naik daun. Jadi kalau saja Ananta tidak kecelakaan, Ananta lah yang harusnya dapat peran itu, bukan Angel. Seberuntung itu nasib saudara tirinya.
"Series itu booming banget. Lo pasti gak tahu karena lo koma. Nanti gue kasih lihat deh."
Riana bahkan sudah menonton dari episode awal hingga akhir, 10 episode.
Nadila bangun, memeluk Ananta yang duduk di tepi ranjang. "Gue seneng banget akhirnya lo sadar, Na. Rasanya masih kayak mimpi, sahabat terbaik gue, bisa bangun lagi dari tidur panjangnya," tak terasa, air mata Nadila menetes.
Riana membalas pelukan Nadila, seperti ini rasanya punya sahabat. Selama 20 tahun hidupnya, dia tak pernah punya teman yang selevel sahabat, semuanya hanya teman biasa.
"Eh, besok lo udah mulai kuliahkan?"
"Iya."
"Kita udah gak bisa sekelas lagi, gak bisa seru-seruan bareng lagi," Nadila tertunduk lesu.
"Yang penting masih satu fakultas, masih sering ketemu."
Nadila membuka ponsel yang sejak tadi mengeluarkan bunyi notifikasi.
"Lihat!" Nadila menunjukkan layar ponsel pada Ananta. "Baru juga lo sadar, udah bejibun DM masuk." Dia membaca satu persatu DM, hingga matanya dibuat membola. "Gila, baru juga lo sadar, udah ada yang mau ngendorse. Gila gak sih? Eh, btw, lo udah siap buat pemotretan lagi gak? Setahun, kantong gue kering karena mati job. Mau ya, Na, lo mau terima endorse lagi?" bujuk Nadila.
Sebenarnya Riana tak keberatan. Semakin dia terkenal, semakin mudah pula balas dendam. Tapi masalahnya, bisakah dia bergaya di depan kamera? Tapi kalau gak dicoba, mana tahu bisa enggaknya, dan akhirnya, dia mengangguki permintaan Nadila.
...----------------...
Hari ini, pertama kalinya Ananta kembali kuliah. Perkiraaannya benar, dia satu kelas dengan Angel.
"Eh jangan duduk situ, duduk sini aja," Bianca menahan lengan Ananta yang hendak duduk di kursi yang biasanya di tempati Riana.
"Emang kenapa?" Ananta mengernyit bingung.
"Kursi itu bawa sial."
"Maksudnya?"
"Oh iya, lo kan baru sadar dari koma, jadi gak tahu kasus yang baru-baru ini viral. Yang biasa duduk di kursi itu, namanya Riana. Dia koma saat ini."
"Kasihan sekali."
"Gak perlu dikasihani kali, dia pantas mendapatkan itu." Kedua telapak tangan Ananta langsung mengepal. "Dia gadis tak tahu malu, ngaku-ngaku sebagai saudara tirinya Angel. Padahal cuma mau numpang tenar doang. Dapat karmalah dia, kecelakaan lalu koma," Bianca tersenyum sinis.
"Apa semua yang kecelakaan lalu koma, itu karena karma?" Ananta menatap Bia tajam. "Lo lupa, gue juga baru bangun dari koma dari kecelakaan." Tatapannya semakin menusuk, membuat Bia menelan ludah susah payah dan tubuhnya gemetar.
"Ma-maksud gue gak gitu, Na."
"Terus gimana maksud, lo?"
Beberapa orang di kelas melihat kejadian itu, yapi tak seorangpun membela Bianca. Kalau saja saat ini Riana yang sedang berseteru dengan Bianca, sudah pasti gadis itu dibela habis-habisan, sedang Riana di bully.
"Gu-gue minta maaf kalau salah ngomong." Bianca memilih pergi, padahal tadi niatnya ingin caper pada Ananta, siapa tahu bisa jadi temannya. Gak ada ruginya temenan sama anak orang kaya, selebgram lagi.
Ananta duduk di kursi yang biasa diduduki Riana. Memperhatikan teman-teman yang hari ini tersenyum ramah padanya dan langsung mengajak kenalan saat dia baru masuk tadi. Padahal dulu, dirinya sangat dikucilkan.
Sampai dosen datang, yang ditunggu-tunggu tak datang. Angela, gadis itu memang jarang masuk kuliah, terlalu sibuk dengan jadwal syutingnya.
Selesai kelas, tak sengaja dia melihat Arga. Dia mendekati pria yang sedang sibuk telepon itu.
"Pokoknya besok, kamu harus jelasin ini sama aku. Siapa pria itu?" Arga mematikan sambungan setelah itu, dari nada suaranya, terdengar seperti sedang marah.
Riana yang tak sengaja mendengar, tersenyum kecut. "Kalau gak bisa setia, ya tinggal aja," celetuknya santai.
Arga yang mendengar itu, langsung menoleh.
"Jadi cowok, harus punya harga diri, jangan mau dibodoh-bodohin cewek," lanjut Ananta.
"Kamu.... " Arga seperti pernah melihat Ananta, tapi dia lupa.
"Aku Ananta," cewek itu tersenyum sambil mengulurkan tangan. Arga menyambut tangannya sambil menyebutkan nama.
"Arga. Kamu mahasiswi baru?"
"Sebenarnya bukan sih," Ananta tersenyum simpul. "Aku baru sadar dari koma, dan sekarang mulai kuliah lagi, ngulang."
"Oh... jadi kamu yang dibicarain anak-anak, yang katanya si putri tidur itu?" Arga terkekeh pelan.
"Putri tidur?" Ananta mengetuk-ngetukkan telunjuk di keningnya. "Kayak dongeng aja, terlalu berlebihan," dia tersenyum. "Lagian aku bukan putri, cuma cewek biasa. Oh iya, aku pengen ke kantin, tapi lupa dimana kantinnya. Keberatan gak kalau nganter aku ke kantin?"
"Baiklah, ayo." Arga yang memang sedang kesal dengan Angel, merasa tak ada masalah kalau kali ini gantian, dia yang jalan sama cewek.
Riana bersorak girang dalam hati, akhirnya dia bisa dekat dengan Arga. Sudah lama dia menyukai pria itu. Selain itu, merebut Arga dari Angel, merupakan salah satu misinya. Awalnya Arga, selanjutnya kariernya, itu rencana Riana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Ita Mariyanti
ulah bima msti ki 😤😤😤
2024-02-08
0
⏤͟͟͞R ve
Wahh tambah seru...
2024-02-06
0
Susi Akbarini
lhooooo..
gak bahaya tah...
gak up up..
😀😀😀😀😀
lanjutttttt..
❤❤❤❤❤❤
2024-01-21
1