Brak Brak brak
"Ri, Riana, buka pintunya, Nak."
Tidur Riana terganggu karena suara panggilan ibunya. Tak lagi lembut seperti biasa saat membangunkan, ini lebih kepada meneriaki. Ditambah lagi suara kegoran di pintu seperti orang mau nagih hutang.
"Riana, bangun!"
Riana berdecak pelan, tak sabaran sekali ibunya pagi ini. Padahal menurut dia, ibunya itu termasuk wanita tersabar di dunia.
Riana menyahut pelan, tapi sepertinya tidak terdengar, terbukti dari ibunya yang belum berhenti juga berteriak. Dia turun dari ranjang, berjalan menuju pintu lalu memutar knopnya.
"Apa yang sudah kamu lakukan?" bentak ibunya.
Disaat nyawa belum terkumpul, Riana sontak saja terjingkat mendapatkan bentakan seperti itu.
"Lihat ini!" Dewi menunjukkan video yang pagi ini dijadikan status wa oleh tetangganya. Entah apa maksudnya, sampai tetangganya itu niat sekali menjadi video Riana menjadi status wa nya.
Mata Riana membulat sempurna dengan mulut terbuka lebar. Buru-buru dia berlari mengambil ponsel yang ada di atas meja belajar. Wow, sempurna. Baru semalam di upload, serta dia kirim ke salah satu aku gosip, pagi ini postingannya sudah viral. Banyak orang yang sudah membagikan. Postingannya dibanjiri ribuan komentar. Dia memang sengaja tak mengunci akun agar semua bisa komen dan followersnya langsung naik.
"Apa yang sudah kamu lakukan, Ri?" Disaat Riana masih terpesona dengan followers yang naik pesat, bahunya ditarik kasar sang ibu hingga menghadap ke belakang. Wajah ibunya terlihat tegang. "Apa yang ada diotak kamu sampai buat video kayak gini?" sentak Dewi dengan tubuh bergetar dan mata berkaca-kaca.
"Memangnya ada yang salah, Bu? Ri hanya ingin semua orang tahu, jika Ri bukan anak haram. Aku punya ayah, Bu, dan ibu itu bukan wanita murahan. Bajingan itu harus klarifikasi."
Plakk
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Riana.
"Kenapa Ibu tampar aku?" Riana memegang pipinya yang terasa panas, air matanya meleleh.
Lutut Dewi terasa lemas, tubuhnya ambruk di atas lantai, tangisnya pecah. Dia takut, takut sekali. Sudah cukup dulu dia kehilangan Ayah karena berurusan dengan keluarga Bima. Kali ini, semoga sesuatu yang buruk tidak menimpa Riananya, satu-satunya keluarga yang dia miliki, belahan jiwanya.
Riana menggigit bibir bawahnya. Bingung kenapa ibunya bereaksi seperti ini. Bukankah harusnya ibunya mendukung?
"Harusnya kamu nggak melakukan ini, Ri," lirih Dewi disela-sela isakannya.
...----------------...
.......
Siang hari, rumah Riana mulai ramai didatangi wartawan. Dewi ingin mengusir mereka, tapi Riana tak mengizinkan. Ini yang dia harapkan, muncul secara langsung di media. Menunjukkan pada semua orang berapa busuk Bima Prasetya yang sering mereka agung-agungkan.
"Klarifikasinya dong, Mbak Riana."
"Apa benar, Mbak Riana ini anaknya Pak Bima?"
"Apa buktinya, Mbak?"
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan wartawan pada Riana. Seumur hidup, tak pernah Riana membayangkan akan ada diposisi ini, menjadi orang yang paling dicari dan dikerumuni wartawan.
"Apa yang saya katakan divideo itu, benar adanya," ujar Riana lantang.
"Ada bukti gak, Mbak? Foto pernikahan, atau mungkin surat-surat lainnya?"
Riana menggeleng, "Saya tidak punya bukti, tapi saya siap melakukan tes DNA."
Bima mematikan televisi lalu menendang meja di sebelahnya. Rahangnya mengeras dan nafasnya terlihat memburu, pun demikian dengan Angel dan Soraya yang juga ikut menonton infotainment yang isinya di mana-mana Riana. Ketiganya sama-sama terlihat emosi. Riana, Riana dan Riana, selalu dia yang ada setiap media, bahkan sekarang, mulai banyak yang menyamakan wajah antara Angela dan Riana.
Suara riuh rendah terdengar di depan rumah mereka. Siapa lagi kalau bukan wartawan yang ingin mendapat klarifikasi.
Angel sampai menonaktifkan kolom komentar instagram-nya. Pagi tadi saja, sebelum di non aktifkan, sudah ada ribuan komentar. Kalau saja aktif sampai sekarang, entah sudah ada berapa komentar di postingan terakhirnya.
Setelah dua hari berita itu viral, belum ada klarifikasi apapun dari Angela maupun Bima. Mereka memilih bungkam karena jika melakukan tes DNA, sudah pasti akan ketahuan jika Riana adalah anak kandung Bima.
[ Riana diundang di podcast nya Tama ]
Angela memekik kencang sambil melempar bantal yang ada di sebelahnya setelah membaca pesan dari asisten pribadinya.
[ Lo harus segera speak up, Ngel. Kalau enggak, publik bakalan ngira lo sama bokap lo takut. Secara tidak langsung, Riana menang.]
Angela membuka podcast yang dimaksud Nugros. Telapak tangannya terus mengepal melihat Riana dengan percaya diri tinggi bicara disana.
"Emang gimana kejadiannya, kok sampai lo gak diakui anak?" tanya Tama pada Riana yang duduk di depannya.
"Ibu aku hanya dinikahi siri, kayak sinetron, Mas. Setelah melahirkan, mau diambil anaknya," Riana tersebut kecut.
"Hah, berarti itu elo dong?"
"Yap begitulah, tapi kayaknya takdir gak berpihak pada aku. Aku gak ditakdirkan untuk jadi anak mereka. Istri Bima hamil pas ibuku hamil 5 bulan."
"Bisa pas gitu ya?" Tama geleng-geleng.
"Mungkin ini kayak yang biasa orang omongin, pancingan. Pernah denger gak? Katanya kalau kita gak punya anak, terus ngasuh anak orang lain, insyaAllah bisa segera hamil."
"Mitos tuh, mitos. Gak percaya gue."
Riana hanya tersenyum. Mungkin itu memang mitos, tapi yang terjadi pada ibunya adalah kenyataan. Seperti keajaiban, istri Bima yang 5 tahun susah hamil, mendadak ikut hamil saat Dewi hamil.
Cerita berlanjut, secara detail Riana menceritakan semuanya. Sampai ibunya dijatuhi talak dan diusir. Juga saat dia yang berumur 12 tahun diajak bertandang ke rumah Bima. Dia dan ibunya malah diusir.
Dan diakhiri podcast, Tama menawarkan diri sebagai pihak penengah, pihak netral yang mau membantu terlaksananya tes DNA jika memang, Bima bersedia.
Angel berteriak keras sambil melemparkan barang-barang yang ada di kasur. Ini tidak boleh dibiarkan. Segera dia mendatangi sang ayah untuk mengambil tindakan secepat mungkin.
.........
Hari ini, Angela dan Bima mengadakan jumpa pers. Dengan wajah santai penuh wibawa, Bima menyapa para awak media. Sama halnya dengan Angel, sebagai seorang aktris, mudah baginya untuk akting baik-baik saja meski gugup setengah mati.
"Gimana Pak Bima, apa benar Riana itu anak, Bapak?"
"Kalau dilihat-lihat, wajahnya dan Angela cukup mirip."
Bima menyunggingkan senyum mendengar pertanyaan wartawan.
"Mirip belum tentu saudara. Masih ingat gak, ada acara yang munculi orang-orang yang mirip artis. Lah, seperti itu kasusnya, hanya karena wajahnya mirip Angel, gadis itu ngaku-ngaku anak saya."
"Tapi dia siap loh, di tes DNA," ujar seorang wartawan.
"Saya juga siap. Dia bukan anak saya, buat apa saya takut." Akting Bima sangat meyakinkan, membuat orang-orang yang hadir mulai bisik-bisik, meragukan kebenaran ucapan Riana.
Bertepatan dengan Bima dan Angela melakukan jumpa pers, Riana diundang ke salah satu stasiun TV. Sebenarnya tak hanya Riana, melainkan bersama Dewi, namun Dewi menolak. Sejak kasus ini mencuat, dia sama sekali tak menampakkan wajahnya.
"Awas, Pak!" pekik Riana saat melihat sebuah kontainer hijau melaju kencang kearah mereka.
BRAKKK
Terdengar dentuman yang sangat keras saat kontainer tersebut menabrak taksi yang ditumpangi Riana. Padahal sedikit lagi mereka sampai di stasiun televisi, namun naas, takdir berkata lain, Riana bersama sang supir taksi dilarikan ke rumah sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
LENY
PASTI SURUHAN BIMA ANGELA DASAR IBLIS
2024-09-01
0
Ita Mariyanti
ki kapel krg syukur, buktinya abis Riana g d akui kan Soraya g hml lg
2024-02-08
1
⏤͟͟͞R ve
Tanpa disadari Riana membawa keberuntungan pada pasangan suami istri Bima n Soraya, hingga Soraya hamil...tapi kenapa Bima tega tak mengakui putri sulungnya 🤔
2024-02-06
3