Mereka mengobrol banyak di kantin. Kesempatan ini tak akan disia siakan oleh Ananta, dia harus bisa merebut Arga dari Angel. Sambil menyelam minum air, balas dendam sekaligus mendapatkan cintanya. Tapi rupanya, obrolan yang tampak menyenangkan itu, menarik perhatian mahasiswa lain. Ada yang mengirim foto mereka pada Angel.
Kling
Sebuah pesan masuk ke ponsel Arga. Angel mengirim foto yang tadi dikirim oleh temannya.
[ Apa-apaan ini, kamu selingkuh? ]
Arga hanya menanggapi dengan senyuman pesan dari Angel. Memperhatikan sekitar, mencari tahu siapa yang kiranya mengirimkan fotonya pada kekasihnya itu.
"Ada apa?" Ananta sadar jika Arga sedang memperhatikan sekitar.
"Ada paparazzi disini."
"Maksudnya?" Ananta ikut mengedarkan pandangannya.
Arga menunjukkan foto yang barusan di kirim Angel. Ananta kaget, tapi beberapa detik kemudian, dia tergelak. Dia sangat tahu, seberapa banyak teman Angel yang mau melakukan apapun untuk gadis itu, termasuk yang barusan, memberikan informasi yang dianggap penting. Kelihatannya, mereka seperti tulus ingin berteman dan melakukan apapun, tapi dia yakin, mereka yang dekat dengan Angel, tak semuanya tulus, hanya ingin dekat, numpang tenar. Lebih bagus lagi kalau bisa ikutan masuk ke dunia entertain. Begitulah hidup ini, saat kita berada di atas, akan banyak yang mendekat, tapi saat kita dibawah, hanya yang benar-benar tulus saja yang masih mau bertahan.
"Gila! Cewek kamu gitu amat, sampai nyuruh orang mata-matain kamu," Ananta sengaja memanas-manasi.
Arga hanya tersenyum kecut sambil menyeruput es tehnya.
Ponsel Ananta berdering, ada nama Rayan di layar.
"Kamu dimana, bukankah kelas kamu udah selesai setelah jam yang lalu?" tanya Rayan.
"Aku masih ada urusan, tunggu aja!"
"Urusan apa?"
Ananta memutus sambungan, tak enak jika membiarkan Arga menunggu dia yang sedang teleponan.
"Siapa yang telepon?" tanya Arga.
"Bodyguard aku."
"Disuruh pulang?" Arga tersenyum mengejek.
"Eng_" Kalimat Ananta terpotong saat ponselnya kembali berdering, siapa lagi kalau bukan Rayan.
"Sepertinya kamu memang harus pulang. Putri tidur harus dijagain 24 jam."
Ananta berdecak pelan sambil menonaktifkan ponsel. Dulu dia fikir jadi anak orang kaya yang kemana-mana dikawal bodyguard, sangatlah enak, tapi ternyata dia malah kehilangan kebebasan.
Tiba-tiba dia punya ide yang mungkin bisa membuatnya semakin dekat dengan Arga. "Kayaknya, Jakarta udah banyak berubah sekarang. Terlalu lama tidur, jadi pengen banget gitu keliling-keliling, lihat seperti apa keindahan ibu kota. Tapi kalau sama bodyguard gak enak, mungkin kalau sama kamu enak." Ananta menaikan sebelah alisnya. "Mau gak, nemenin aku jalan?"
Arga tampak berfikir, namun kemudian, dia mengangguk. Sudah sering dia mendapati Angel bersama laki-laki lain. Alasannya selalu itu-itu saja, hanya teman, hanya lawan main, dan bla bla bla. Jujur, kedekatan Angel dengan lawan main sering membuat dia cemburu. Mungkin ini saatnya, dia membalas rasa cemburu itu. Sekali-kali, gantian Angel yang cemburu, biar gadis itu tahu seperti apa rasanya cemburu.
Dengan memakai hoodi milik Arga, Ananta coba mengelabuhi Rayan. Setelah tadi ponsel dia matikan, dia yakin saat ini, bodyguardnya itu sedang mencarinya. Benar saja, mereka berpapasan saat Ananta hendak keluar dari gedung fakultas. Untung wanita itu memakai kupluk hoodi dan menunduk, jadi Rayan tak mengenali.
Dia bernafas lega saat berhasil sampai di tempat parkir.
"Yang pakai kaos putih tadi, bodyguard kamu?" tanya Arga. Dia bisa menebak itu karena Ananta tiba-tiba memegang lengannya saat mereka berpapasan dengan pria itu.
"Iya, yang pakai kaos putih tadi."
"Kayaknya dia cemas tadi."
Ananta juga bisa melihat itu. Arghh... kenapa jadi malah kasihan gini sih sama Rayan. Dia mengaktifkan ponsel kembali dan menulis pesan pada Rayan, setelah itu pergi bersama Arga menggunakan mobil sport milik pria itu.
Rayan mengumpat setelah membaca pesan dari Ananta. Gadis itu bilang, keluar bersama teman, gak usah dicari. Saat hendak dia hubungi, ponsel Ananta sudah tak aktif lagi.
.........
"Mau kemana nih?" tanya Arga saat mobil yang dia kendarai sudah melesat meningggalkan kampus.
"Kemana aja deh, terserah."
Arga berdecak, "Dasar cewek, sukanya jawab terserah, tapi nanti kalau tempatnya gak cocok, ngedumel."
"Angela kali yang gitu, aku sih enggak."
Arga menoleh kearah Ananta sambil tersenyum.
"Eh, gimana kalau kita ke mall aja, nonton, ada film baru?" ajak Arga. "Tapi genre action sih, mau gak?"
"Mau banget, itu genre kesukaanku."
"Yang bener?" Arga sedikit terkejut. Selama ini, jarang sekali dia menemukan wanita yang suka genre itu, paling kalau tidak romansa, komedi, ya horor. Pokonya gak jauh-jauh dari itu.
Ananta tersenyum sambil mengangguk. Sejak dulu, dia memang suka nonton film aksi.
Sesampainya di mall, karena sudah makan, mereka langsung menuju gedung bioskop. Arga mengantri tiket serta cemilan, sementara Ananta duduk menunggu sambil memperhatikan pria itu. Rasanya seperti mimpi, dia bisa jalan dengan Arga.
Arga menyerahkan satu box pop corn serta minuman, duduk di sebelah Ananta sambil menunggu jadwal film dimulai.
"Eh, btw Angel bakalan marah gak, kalau dia tahu cowoknya nonton sama aku? Ah... aku kok jadi gak enak ya." Ananta pura-pura tak enak, agar terlihat seperti wanita baik-baik.
"Itu urusan aku."
"Beneran loh ya, nanti pokoknya kalau aku dilabrak Angel, aku bakal nyariin kamu, minta perlindungan."
Arga tergelak mendengarnya, "Kamu punya bodyguard, kenapa gak minta bantuan dia aja?"
Ananta menggeleng, "Karena tadi kamu ngomong itu urusan kamu." Keduanya lalu sama-sama tergelak.
Arga tak pernah menyangka kalau dia akan jalan dengan cewek lain saat berstatus sebagai pacar Angel, tapi tak bisa dipungkiri, dia senang jalan dengan Ananta. Rasanya bebas, tak seperti dengan Angel, dikit-dikit pasti keganggu dengan kehadiran fans yang minta foto bareng. Dia tahu jika Ananta adalah selebgram, tapi tak banyak orang awam yang kenal dengannya, paling hanya anak muda penggila sosial media, tak seperti Angel, aktris yang sedang naik daun, hampir semua kenal karena wajahnya sering wara wiri di layar kaca.
Dan yang lebih menyenangkan lagi, dia dan Ananta suka film yang sama, jadi kalau ngobrol sangat nyambung.
Pintu bioskop mulai dibuka, Arga mengajak Ananta untuk segera masuk. Sepanjang film diputar, keduanya terlihat sangat antusias hingga waktu satu setengah jam, terasa sangat singkat.
"Makasih, udah mau nemenin aku jalan sore ini," ujar Ananta saat mereka berjalan menuju pintu keluar.
"Santai aja."
"Sabtu besok, ada konser Sheila on 7, nonton yuk," ajak Nata antusias. Dia tahu jika Arga menyukai band tersebut. Arga tersenyum sambil garuk-garuk kepala. "Ah aku lupa, kamu kan cowoknya Angel, pasti nonton sama dia." Ada rasa kecewa, tapi Ananta tak mau menunjukkan itu.
"Mau langsung pulang atau kemana lagi nih?" tanya Arga.
"Makan dulu boleh kayaknya, laper," Ananta mengusap perutnya.
"Sipp deh."
Keduanya keluar dari bioskop dengan senyum lebar, tapi kehadiran seseorang, membuat senyum Ananta langsung pudar.
"Ayo pulang!" Rayan, entah bagaimana caranya, pria itu sudah ada di depan bioskop, wajahnya tampak mengeras. Dia marah. Ya, dia marah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
LENY
DUH KASIHAN RAYAN KL ADA APA2 SAMA ANANTA DIA PASTI HABIS SAMA PAPA ANANTA. TOLONGLAH ANANTA KAMU KERJASAMA SAMA RAYAN. JGN SAMPE TERJADI LG 2 KALI GAK ADA AMPUN BUAT RAYAN ☹
2024-09-01
0
Ita Mariyanti
ayo smngt hancurin Angela Bima yoo RianTa (Riana Ananta) km psti bs 💪💪
2024-02-08
1
⏤͟͟͞R ve
Arga dan Rayan..siapa kira2 di hati Ananta alias Riana 😎
2024-02-06
0