Ternyata hotel Kenzo menginap tidak begitu jauh dari lokasi Khalisa dan keluarga kecilnya liburan. Masalahnya, baru Bella yang menyadari hal tersebut. Bella tak sengaja memergoki Khalisa dan Alesha tengah memasuki perkebunan stroberi. Lokasinya agak berseberangan dengan hotel Bella dan Kenzo menginap. Jika ditafsir, jarak mereka ada sekitar tiga puluh meter.
Bella yang masih berdiri di sebelah mobil Kenzo dirinya baru turun, diam-diam mengawasi. Ia masih bertahan di tempat parkir karena Kenzo masih di dalam mobil. Harusnya mereka bersiap pergi. Namun, Bella yang melihat Khalisa, memilih turun.
“Mereka parkir mobil di sini juga, tapi mereka enggak tahu mobil Kenzo ada di sini? Sesempit ini, dunia ini? Sebut.a itu, mata dan otak mereka?” pikir Bella yang memainkan kacamata hitamnya menggunakan tangan kanan.
Meski tengah berada di daerah puncak, Bella masih memakai celana levis biru pudar sangat minim. Hampir semua pahanya terlihat. Karena meski ia juga memakai pakaian lengan panjang warna putih. Pakaian tersebut tak sampai menutupi bagian perut. Perut Bella yang rata dan di dekat pusarnya dihiasi tindik, bisa dilihat dengan leluasa.
Dalam diamnya, Bella yang telah menyiapkan rencana yakin, rombongan Khalisa sampai memarkir mobil di sana. Bedanya, mobil rombongan Khalisa ia yakini diparkir di bagian depan hotel. Sementara mobil Kenzo sengaja diparkir di samping hotel. Mobil Kenzo diparkir di tempat parkir khusus agar tidak bisa dilihat leluasa oleh orang lain. Tempat parkir khusus yang otomatis tidak bisa dilihat sembarang orang. Sangat cocok bagi mereka yang sengaja tidak mau diketahui kedatanganya di sana.
“S—sayang, ... kita ke kebun stroberi, yuk!” rengek Bella masih sangat manja kepada Kenzo.
Kenzo yang awalnya sibuk berusaha menyalakan mesin mobil, langsung mengernyit. Kenzo menatap tak paham wajah Bella. “Kita kan mau pilih rumah yang akan kita beli. Sementara ini sudah hampir sore.”
“Iya, tapi cuma bentar kok. Penasaran. Soalnya itu kebun stroberi seluas itu. Dipagar-pagar juga. Estetik banget! Nanti kamu fotoin aku, ya!” mohon Bella lagi sambil memegangi manja tangan kanan Kenzo menggunakan kedua tangan.
Bisa Bella pastikan, lagi-lagi Kenzo akan menuruti keinginannya. Karena jangankan pergi ke kebun stroberi yang tidak membutuhkan banyak biaya. Membeli rumah mewah untuk Bella saja, akan Kenzo lakukan. Harusnya sepulang dari hotel keberadaan mereka, itu terjadi. Namun karena kini, Bella ingin memberi Khalisa pelajaran, Bella dengan sabar bahkan senang hati menundanya.
Boleh dibilang, akan dibelikan rumah mewah menjadi pencapaian terbesar Bella dalam menaklukkan seorang Kenzo. Sementara ditemani ke kebun stroberi layaknya kini, menjadi langkah nyata Bella membunu.h Khalisa. Iya, Bella akan membu.nuh Khalisa secara perlahan.
Bella sangat tahu bagaimana caranya menyaki.ti seorang wanita. Agar wanita itu mengalami luka mental bahkan trauma.
“Wanita seperti Khalisa tipikal wanita lurus yang akan melakukan apa pun untuk kebahagiaan keluarga. Nyatanya, Khalisa mau-mau saja turun ranjang dengan Kenan, hanya agar bisa kembali ke Kenzo, demi Alesha. Jadi wahai kamu Khalisa si bodo.h, wanita mu.rahan yang sudah memika.t Kenzoku dengan tampang sok alim, ayo hadapi aku!” batin Bella.
“Sampai kapan pun, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia. Apalagi jika kebahagiaan kamu ada bersama Kenzo!” Bella yang sampai detik ini masih berbicara dalam hati, diam-diam sibuk mengawasi sekitar.
Bella tengah mencari-cari keberadaan rombongan Khalisa. “Aku pastikan, kalian memang tetap akan menikah lagi. Hanya saja, aku akan menjadi istri pertama sekaligus yang utama. Sementara kamu, harus menerima semuanya demi Alesha. Seperti itu, kan, mental wanita sok alim sepertimu? Kalian rela dipoligami bahkan dikhianati, hanya buat hidup enak? Dasar mental orang kamp.ung! Hobi mengejar laki-laki kaya demi menjadi cinderella!” batin Bella benar-benar dendam kepada Khalisa.
“Kamu mau foto di mana? Ayo, kita kejar waktu biar bisa langsung cek rumah pilihan kamu,” ucap Kenzo.
Tangan kiri Kenzo dirangkul mesra oleh Bella, sementara tangan kanan menenteng keranjang untuk stroberi. Kemudian, fokus Kenzo tertuju ke langkah Bella. Wanita kesayangannya itu mendadak kesleo. Ternyata baru ia sadari, Bella yang memang akan ia nikahi, memakai heels tinggi.
Padahal jalan di sana saja berupa tanah basah. Tanah liat dan akan membuat apa pun yang menancap apalagi heels, sulit diangkat. Beberapa balok kayu memang dipasang untuk alternatif mempermudah jalan. Namun, mata Bella sibuk mengawasi sekitar demi menemukan rombongan Khalisa.
“Innalilahi, ... kok bisa-bisanya kamu pakai heels, padahal kamu juga yang minta kita ke sini?” ucap Kenzo yang sampai jongkok.
“Ya sudah kalau gitu, kamu tolong cariin sandal apa sepatu sana. Aku tunggu di sini saja karena aku enggak mau nyeker. Ji.jik, kan,” rengek Bella yang ke tanah saja merasa jij.ik. Apalagi tanah becek termasuk lumpur.
“Bentar kalau gitu, aku cari penjual sandal terdekat. Soalnya kalau balik ke tempat parkir buat ambil sandal kamu, pasti lebih lama,” ucap Kenzo yang benar-benar pergi dari sana.
Tak lama setelah Kenzo pergi, akhirnya rombongan Khalisa melintas di depan Bella. Jarak mereka sekitar sepuluh meter. Khalisa melangkah ceria bersama Alesha.
“Targetku benar-benar di depan mata. Namun sebentar, kenapa Khalisa masih terlihat begitu bahagia, padahal tadi, harusnya di video call, dia lihat aku dan Kenzo? Dasar wanita toxic!” Bella sungguh siap melanjutkan rencananya.
Susah payah Bella menarik heels-nya agar bisa secepatnya menyusul Khalisa dan Alesha.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Radi
sadar woi belek . seorang kalisa tak akan pernah memaafkan bahkan kembali lagi ke Kenzo penjahat kelamin itu. kalian cucok lah emang sama sama bulsit .
2024-04-04
1
Dede Exis
mirror pleasee
kok aq pengen nyakar org y
2024-03-29
1
Sarti Patimuan
Dasar pelakor gatal
2024-02-16
1