9 : Mendadak Sangat Akrab

“Halo, ... Sa? Ini aku harus beli yang apa?”

Dari seberang, suara Kenan terdengar berbisik-bisik. Khalisa yang masih meringkuk di tempat tidur, jadi bertanya-tanya. Kemudian, matanya mengawasi sekitar. Kamar Kenan yang masih dalam keadaan temaram, tidak sampai disertai Kenan. Khalisa memang sempat tertidur.

Sakit yang luar biasa akibat tamu bulanannya memang membuat Khalisa ketiduran atau malah pingsan. Sementara di belakangnya, kasur sebelah belakangnya masih rapi. Kenan tidak ada di sana.

“Di al-fa yang 24 jam. Mau beli pembalut buat kamu,” ucap Kenan.

“Hah? Serius? Mas beneran ...?” Khalisa jadi tidak bisa berkata-kata.

Khalisa tidak percaya, dan tetap sulit percaya. Bahwa Kenan benar-benar pergi untuk membelikan pembalut untuknya. Terlebih, Kenzo yang lebih lama mengenal Khalisa saja, belum pernah melakukannya.

Khalisa pernah meminta dibelikan pembalut kepada Kenzo. Namun yang ada, Khalisa malah mendapatkan ceramah pedas dari Kenzo. Bagi Kenzo, permintaan Khalisa meminta Kenzo membelikan pembalut, sama saja melukai harga diri Kenzo sebagai laki-laki. Kenzo tipikal yang menganggap, ketika seorang laki-laki membeli pembalut bahkan itu untuk istrinya, berarti laki-laki itu banc.i.

“Cari apa, Mas?” Terdengar suara wanita dari seberang sana. Khalisa yakin, wanita tersebut tengah bertanya kepada Kenan. Bisa jadi, wanita tersebut merupakan petugas al-fa.

“Cari pembalut, Mbak. Buat usia ... Sa, sekarang usia kamu berapa?” Kenan berakhir bertanya kepada Khalisa. Khalisa sadar itu.

“Masyaallah, ... kok lama-lama aku gemes ya ke Mas Kenan. Asli, Mas Kenan orangnya sweet banget!” batin Khalisa yang kemudian berkata, “Mas, kalau beli pembalut enggak digolongkan dari usia.” Khalisa berbisik-bisik. “Melainkan ukuran.”

“Ukuran? Ukuran punya kamu berapa? Aku beneran enggak tahu!” balas Kenan makin berbisik-bisik juga.

Selain suara Kenan yang sudah jauh lebih jelas dari ketika pria itu baru pulang kerja. Kali ini Kenan juga sampai berbisik-bisik. Namun, yang membuat Khalisa jadi menahan tawa, tak lain mengenai pertanyaan Kenan. Ukuran punya Khalisa. Bisa Khalisa pastikan, bukan hanya dirinya yang jadi tersipu malu bahkan sampai sibuk menahan tawa. Namun juga petugas al-fa yang sempat bertanya ke Kenan.

“Sa, ... ternyata ini ada yang bersayap. Ini buat malam, ada yang enggak bersayap juga. Oh, ini ada yang herbal. Maksudnya, ada kandungan daun sirih. Aman enggak, sih? Namun kalau enggak aman, harusnya enggak dijual, ya.”

Suara Kenan barusan yang sama sekali tidak disertai emosi berarti, membuat Khalisa bengong. Dada khususnya hati dan jantung Khalisa, jadi diselimuti rasa hangat.

“Mas Kenan beneran setulus itu? Ada orang begini di zaman yang kebanyakan sudah penuh manusia dakjal? Mas Kenan beneran mirip papa Aidan,” batin Khalisa. Hatinya terenyuh, dan ia sangat menghargai usaha Kenan.

“Ambil yang ada herbal-herbal saja. Sama yang malam ya Sa. Bentar, deh ... di sini ada obat nyeri sekalian apa harus ke apotik?”

Sekitar dua puluh menit kemudian, satu kantong berukuran besar, Kenan bawa. Bukan hanya beberapa bungkus pembalut dan obat nyeri yang tampaknya Kenan beli di apotek. Namun ada belasan botol herbal datang bulan, selain yogurt dan beberapa susu UHT.

“Kalau dari keterangannya, herbal datang bulannya akan lebih enak kalau diminum dingin. Ini minum satu dulu. Ini yogurt sama UHT kesukaan Alesha. Soalnya kalau di rumah, aku lihat stok juga di kulkas.” Kenan masih sibuk sendiri membereskan segala sesuatunya.

“Mas, stok seprainya di mana? Soalnya aku tembus, mau aku ganti,” ucap Khalisa, sebelum Kenan benar-benar pergi dari sana.

“Stoknya ada di rak lemari atas. Kayaknya kamu enggak nyampe. Nanti aku turunin, tapi kalau mau ganti, gantinya besok saja. Sudah dini hari, kamu istirahat saja. Minum ini, apa pereda nyerinya. Habis itu tidur, biar enakan,” ucap Kenan.

“Tembus sebanyak apa? Kalau kamu enggak nyaman, ... tutup pakai kain dulu. Tutup pakai handuk, atau biar aku yang tidur di sebelah situ,” sergah Kenan.

“Jadi, ... apa yang membuat pria sebaik Kenan dicampakkan? Aku rasa, Kenan memang pria baik. Dari caranya bersikap dan memang selalu serba lembut sekaligus tenang, Kenan bukan orang yang sedang belajar buat jadi pribadi lebih baik lagi,” batin Khalisa.

“Ini waktunya kok berasa lambat banget ya,” batin Kenan jadi deg-degan parah ketika ia kembali ke kamar.

Kenan tidak mungkin tidak kembali ke kamar. Karena andai dirinya tidur di tempat lain, Kenan takut Khalisa tersinggung. “Dipaksa turun ranjang saja, pasti sudah bikin dia setr-es. Di sini, beneran bukan hanya aku saja yang setres!” batin Kenan.

“Aduh ...,” lirih Khalisa. Tak beda dengan Kenan, lagi-lagi ia juga jadi deg-degan tak karuan. Apalagi, mereka bertemu sebelum Khalisa meringkuk membelakangi posisi tidur Kenan.

Khalisa baru kembali dari kamar mandi. Sementara di matanya, kini Kenan juga sudah kehabisan kata-kata dalam menghadapinya.

Meski pada akhirnya, mereka sempat duduk bersama. Karena Kenan membukakan tutup botol herbal datang bulannya.

“Aromanya mirip jamu. Kunyit asam?” ucap Kenan menebak-nebak. Ia masih duduk di sebelah Khalisa.

“Iya ... mirip, atau memang iya, ya? Mas mau?” Khalisa mengangsurkan sisa herbal datang bulannya yang akan ia minum, ke Kenan.

“Coba ....” Kenan meneteskan sedikit ke telapak tangan kanannya.

Khalisa refleks menahan senyum menyaksikan tingkah Kenan.

“Ini aku enggak jadi datang bulan kan, gara-gara icip-icip ini?” tanya Kenan kali ini benar-benar serius.

“Kalau sampai iya, ... giliran aku buat beliin Mas pembalut, pereda nyeri, sekalian herbal datang bulan buat Mas,” ucap Khalisa.

Setelah sama-sama tertawa, diam-diam baik Khalisa maupun Kenan jadi bingung. Bingung lantaran mereka mendadak sangat akrab.

“Sudah jam berapa ini? Mereka lagi ngapain? Mereka beneran hanya melakukan sekali, kan? Jangan-jangan mereka ingkar dan sengaja mengkhianati aku!” pikir Kenzo jadi tidak bisa tidur. Padahal, di sebelahnya saja ada Bella yang sudah lelap meringkuk mendekap dadanya. Namun, Kenzo masih saja sibuk memikirkan hubungan Khalisa dan Kenan.

“Coba aku telepon,” batin Kenzo yang memang langsung meraih ponselnya dari meja nakas sebelahnya. Kenzo langsung menelepon kontak Khalisa ❤️❤️❤️.

Di kamar, ponsel Khalisa dan ponsel Kenan ada di meja nakas dan bersebelahan. Selain itu, dering telepon mereka juga sama. Kenan yang mendengar dering ponselnya, refleks bangun. Dengan kedua mata masih setengah terpejam, Kenan asal menjawab.

“Halo ...?”

Suara berat Kenan yang memang khas suara orang baru bangun tidur, membuat jantung Kenzo berdetak sangat cepat. Kenzo emosi, tak terima karena telepon Khalisa justru dijawab Kenan.

“Kok sepi?” pikir Kenan yang kemudian memastikan layar ponselnya. “Oh, ini punya Khalisa. Oh ... yang telepon Kenzo,” batinnya. Ia nyaris kembali menyapa, tapi telepon Kenzo sudah lebih dulu diputus.

“Ngapain jam segini telepon, enggak mau ngomong?” pikir Kenan yang juga jadi bertanya-tanya. “Konsep cinta Kenzo itu gimana, sih? Kok caranya ke Khalisa, mirip kompeni yang lagi menjajah?”

Padahal bagi Kenan, hanya melihat wajah Khalisa sedang tidur layaknya sekarang saja, dirinya tidak tega. Khalisa terlihat sangat lelah bahkan stre-s.

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

terus sehat

2025-02-17

0

Radi

Radi

yang iya nya si Kenzo itu tak cinta sama kalisa. cuma rasa serakah ingin memiliki saja. . sifat gila serakah Kenzo bikin aku gregetan.

2024-04-03

1

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Kenzo cinta tapi berkhianat

2024-02-16

3

lihat semua
Episodes
1 1 : Rujuk Bersyarat
2 2 : Menikah Lagi Karena Anak
3 3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4 4 : Pengkhianatan Kenzo
5 5 : Gugup Dan Linglung
6 6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7 7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8 8 : Kenan : Aku Suamimu!
9 9 : Mendadak Sangat Akrab
10 10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11 11 : Sangat Sakit
12 12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13 13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14 14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15 15 : Usaha Kenan
16 16 : Panggilan Video
17 17 : Balas Dendam
18 18 : Rencana Bu.suk Bella
19 19 : Sangat Marah!
20 20 : Mantannya Kenzo
21 21 : Hotel yang Sama
22 22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23 23 : Diam-Diam Bertindak
24 24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25 25 : Tenggelam Di Sungai
26 26 : Kejujuran Kenan
27 27 : Mirip Medan Magnet
28 28 : Sangat Yakin
29 29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30 30 : Restu
31 31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32 32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33 33 : Merasa Sangat Dicintai
34 34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35 35 : Pertemuan Keluarga
36 36 : Bingkai Foto Di Laci
37 37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38 38 : Jandanya Kenzo
39 39 : Pesona Khalisa
40 40 : LDR Pertama
41 41 : Usaha Kenzo
42 42 : Ketakutan Kenan
43 43 : Saling Jujur
44 44 : Tak Terusik
45 45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46 46 : Misi Menghamili Istri
47 47 : Pengin Banget!
48 48 : Tanpa Hambatan
49 49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50 50 : Orang Tua Zal.im
51 51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52 52 : Lupa Istri
53 53 : Cocok Dan Nyambung
54 54 : Semakin Manis
55 55 : Kanker Rahim
56 56 : Penyesalan Kenzo
57 57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58 58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59 59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60 60 : Kemarahan Alesha
61 61 : Kami Berhak Bahagia
62 62 : Menikah
63 63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64 64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65 65 : Keluarga
66 66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67 67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68 68 : Foto Profil
69 69 : Yaya
70 70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71 71 : Saling Terbuka
72 72 : Menuju Keluarga Cemara
73 73 : Babak Baru
74 74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75 75 : Mirip Pohon Pisang
76 76 : Memaafkan Papa
77 77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78 78 : Duniaku
79 79 : Salah Cari Lawan
80 80 : Menjadi Polisi
81 81 : Terlalu Percaya Diri
82 82 : Kematian Bella
83 83 : Masya Allah
84 Warna Kebahagiaan (Tamat)
85 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86 Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1 : Rujuk Bersyarat
2
2 : Menikah Lagi Karena Anak
3
3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4
4 : Pengkhianatan Kenzo
5
5 : Gugup Dan Linglung
6
6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7
7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8
8 : Kenan : Aku Suamimu!
9
9 : Mendadak Sangat Akrab
10
10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11
11 : Sangat Sakit
12
12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13
13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14
14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15
15 : Usaha Kenan
16
16 : Panggilan Video
17
17 : Balas Dendam
18
18 : Rencana Bu.suk Bella
19
19 : Sangat Marah!
20
20 : Mantannya Kenzo
21
21 : Hotel yang Sama
22
22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23
23 : Diam-Diam Bertindak
24
24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25
25 : Tenggelam Di Sungai
26
26 : Kejujuran Kenan
27
27 : Mirip Medan Magnet
28
28 : Sangat Yakin
29
29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30
30 : Restu
31
31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32
32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33
33 : Merasa Sangat Dicintai
34
34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35
35 : Pertemuan Keluarga
36
36 : Bingkai Foto Di Laci
37
37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38
38 : Jandanya Kenzo
39
39 : Pesona Khalisa
40
40 : LDR Pertama
41
41 : Usaha Kenzo
42
42 : Ketakutan Kenan
43
43 : Saling Jujur
44
44 : Tak Terusik
45
45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46
46 : Misi Menghamili Istri
47
47 : Pengin Banget!
48
48 : Tanpa Hambatan
49
49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50
50 : Orang Tua Zal.im
51
51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52
52 : Lupa Istri
53
53 : Cocok Dan Nyambung
54
54 : Semakin Manis
55
55 : Kanker Rahim
56
56 : Penyesalan Kenzo
57
57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58
58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59
59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60
60 : Kemarahan Alesha
61
61 : Kami Berhak Bahagia
62
62 : Menikah
63
63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64
64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65
65 : Keluarga
66
66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67
67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68
68 : Foto Profil
69
69 : Yaya
70
70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71
71 : Saling Terbuka
72
72 : Menuju Keluarga Cemara
73
73 : Babak Baru
74
74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75
75 : Mirip Pohon Pisang
76
76 : Memaafkan Papa
77
77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78
78 : Duniaku
79
79 : Salah Cari Lawan
80
80 : Menjadi Polisi
81
81 : Terlalu Percaya Diri
82
82 : Kematian Bella
83
83 : Masya Allah
84
Warna Kebahagiaan (Tamat)
85
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86
Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!