5 : Gugup Dan Linglung

“Alesha jangan sakit lagi yah, Nak. Mama aja. Cukup Mama yang merasakan sakit. Kamu jangan. Alasan kamu ada beneran bukan untuk sakit. Alasan kamu ada karena kamu harus bahagia!” lirih Khalisa.

Khalisa yang masih memakai mukena lengkap, mengabsen wajah Alesha dengan kecupan. Kenan yang masih mengawasi diam-diam dari balik pintu yang sedikit pria itu buka, sampai merinding.

“Ayolah, ... aku yang sudah tua saja baper lihat seorang mama sayang banget ke anaknya gitu,” batin Kenan.

Merasa gagal karena anaknya berakhir sakit. Sakit yang pengobatannya wajib memakan waktu lama. Khalisa sungguh merasakan itu. Ditambah lagi, ketika akhirnya Kenan datang. Khalisa merasa dunianya terlalu kejam. Andai dalam syarat agar dirinya dan Kenzo bisa kembali menikah, tak sampai mewajibkannya berhubunga-n badan dengan Kenan. Andai syarat itu hanya pernikahan tanpa ada hubungan lebih. Mungkin rasanya tak seberat kini.

Canggung, malu, takut salah, semua rasa yang membuat Khalisa merasa tidak nyaman itu terus saja menyertai. Nasi goreng pemberian Kenan dan sebenarnya enak, sampai tertahan di tenggorokan. Khalisa kesulitan menelan.

Awalnya, Khalisa memang tak berniat makan. Karena yakin, hasilnya pasti seperti sekarang. Namun jika melihat pengorbanan Kenan yang begitu bertanggung jawab, Khalisa takut dianggap tidak sopan.

Akan tetapi, nyatanya tidak hanya Khalisa yang merasakan semua itu. Karena Kenan yang duduk di kursi dekat pintu juga tampak sulit menelan. Benar-benar secanggung itu hubungan mereka. Sekadar menatap saja, mereka hanya berani melakukannya melalui lirikan dan itu mereka lakukan secara diam-diam.

Berbanding terbalik dengan apa yang sudah Kenzo dan Bella lakukan. Padahal jelas, yang telah resmi menikah itu Khalisa dan Kenan. Namun yang bulan madu dadakan malah Kenzo dan Bella.

“Air minumnya di aku semua,” pikir Khalisa yang segera mengambil satu gelas besar berisi es teh lengkap dengan sedotan. Selain itu, sebotol ar mineral juga turut ia bawa untuk Kenan.

Mendengar napas Kenan yang tersumbat layaknya orang pilek pada kebanyakan, Khalisa berinisiatif memberikan stok obat miliknya. Obat flu dan batuk, obat flu, dan juga herbal untuk mengobati masuk angin, Khalisa taruh di meja kecil sebelah Kenan.

Khalisa melakukan semua itu sambil berlutut di sebelah Kenan lantaran di sana tidak ada tempat duduk lain. Selama itu juga Kenan diam karena makin canggung. Namun, Kenan juga sadar, alasan Khalisa tak sedikit pun meliriknya karena Khalisa juga tak kalah canggung darinya.

“Kalau Mas belum minum obat, nanti ini diminum, ya, Mas. Sesuai kebutuhan Mas saja. Dijeda,” ucap Khalisa. Suara yang ia hasilkan untuk Kenan benar-benar lirih.

Sementara Kenan yang diperhatikan begitu, makin tak karuan canggungnya. “Enggak sangka, rasanya akan sangat canggung begini. Lalu, setelah ini akan ada apalagi?” pikirnya.

“Kenzo sudah ngabarin?” tanya Kenan setelah Khalisa meninggalkannya.

Khalisa yang nyaris duduk, berangsur menatap Kenan dan itu sampai membuatnya balik badan. Hanya saja, setelah tatapan mereka bertemu, dunia Khalisa seolah berhenti berputar. Kenan yang tampaknya menyadari kecanggungan Khalisa sudah di luar batas wajar, berangsur menunduk.

“Belum, Mas.” Khalisa bingung, kenapa dirinya tidak bisa mengungkapkan keinginannya. Ini mengenai hubungan ‘suami istri’, yang belum bisa ia lakukan dalam waktu dekat. Apalagi jika harus dilakukan malam ini juga.

“Apa dia enggak ke sini karena tahu aku ada di sini? Tapi, dia sama sekali belum merespons pesanku.” Sebenarnya Kenan ingin mengabarkan, bahwa setelah mengantar orang tua Khalisa, Kenan sempat melihat mobil Kenzo. Hanya saja, Kenan tidak punya bukti, selain ia yang takut fakta tersebut hanya membuat Khalisa makin kepikiran.

“Tapi Mas Kenzo enggak gitu,” lirih Khalisa yang kemudian menatap Kenan.

Kenan refleks balas menatap Khalisa.

“Mas Kenzo enggak kenal aturan. Aku tahu Mas Kenan jauh lebih paham. Apa yang terjadi pada Alesha sudah jelas. Hubungan kami, ... bahkan sekarang ada hubungan kita.” Khalisa mulai mengungkapkan isi hatinya. “Jadi, aku benar-benar minta maaf karena sudah jadi bagian dari ini.”

“Jujur, aku bingung banget. Canggung, takut, ... aku malu banget ke Mas Kenan.”

“Namun aku enggak punya pilihan lain. Meski aku berpikir, ini beneran yang terakhir. Sebab, ... yang seorang anak butuhkan bukan orang tua yang tertekan apalagi enggak waras.”

“Anak-anak butuh orang tua bahagia. Jadi, andaipun mereka punya orang tua tapi orang tua mereka enggak bahagia, orang tuanya terus bertengkar, ... dampaknya ke anak beneran seumur hidup.” Air mata Khalisa jatuh hanya karena mengatakan semua itu.

“Kamu enggak bahagia?” pertanyaan tersebut melesat dari bibir Kenan. Padahal, mata sendu Kenan masih fokus menatap kedua mata Khalisa.

Khalisa menggeleng dan menatap Kenan untuk beberapa saat. “Orang tuaku, putriku, ... mereka sangat terluka karena keadaan ini.”

“Meski aku terus diam dan berusaha tegar, ... aku yakin, ini akan makin terasa menyakitkan khususnya buat orang tuaku.” Khalisa makin menunduk dan membuatnya mendapati air matanya berjatuhan.

“Kamu juga harus memikirkan kebahagiaanmu sendiri. Bukan hanya perkara anak apalagi orang tua,” ucap Kenan.

Detik itu juga, Khalisa berangsur menatap Kenan. Dengan jarak kurang dari tiga meter, mereka bertatapan dalam. Kedua mata mereka sama-sama basah sekaligus bergetar.

“Semuanya akan ada masanya, Mas. Termasuk mengenai kebahagiaan. Karena kebahagiaan seorang anak yang juga sudah menjadi orang tua, tentu hanya dengan berguna untuk mereka,” ucap Khalisa.

“Kamu tetap harus mencari kebahagiaan kamu yang lain, selain kedua kebahagiaan yang tadi kamu sebutkan,” ucap Kenan. “Habiskan makananmu ... karena aku sampai hujan-hujanan hanya untuk mendapatkan itu!”

“Tapi, Mas ... itunya enggak harus malam ini juga, kan?” ucap Khalisa menjadi makin deg-degan hanya karena membahasnya. Khalisa yakin, Kenan langsung paham.

Kenan yang nyaris melahap nasi goreng di sendoknya, langsung tidak jadi. “Itunya, yang mana? Maksudnya, apa?”

“Duh, ini orang kenapa enggak langsung nyambung, sih?” batin Khalisa yang akhirnya terpaksa jujur. Kejujuran yang justru membuat Kenan mirip orang linglung.

Baik Kenan maupun Khalisa, sama-sama menunggu kedatangan Kenzo. Keduanya sampai ketiduran. Kenan tetap di tempat duduk dekat pintu, sementara Khalisa tidur di ranjang rawat Alesha.

Dering alarm di ponsel Khalisa, menjadi awal aktivitas baru mereka. Awalnya Khalisa yang sudah langsung berwudu, akan shalat subuh sendiri. Namun melihat Kenan masih tidur, sementara status mereka jelas terikat, Khalisa memberanikan diri untuk membangunkannya.

“M—mas ...?” lirih Khalisa sudah deg-degan tak karuan.

Khalisa yang masih memakai mukena, jadi kegerahan. Rasa gugup yang membuatnya tegang, sampai membuatnya berkeringat parah.

“M—mas ...?” Khalisa memberanikan diri untuk menyentuh bahu kanan Kenan menggunakan ujung jemari kirinya. Tetap saja usahanya belum mendapatkan hasil. Barulah ketika Khalisa melakukannya agak bertenaga, lagi-lagi Kenan mirip orang linglung.

“Shalat, Mas ....”

“Shalat?”

“Subuh ....” Karena Kenan tetap tidak paham, Khalisa sengaja berkata, “Ini sudah waktunya shalat subuh. Ayo shalat subuh bareng. Mas wudhu dulu.” Namun buru-buru ia pergi menuju meja keberadaan stok makanan dan minuman. Ia menyiapkan air hangat untuk Kenan.

Khalisa memperhatikan Kenan layaknya seorang istri yang mengabdi kepada suaminya. Bahkan meski untuk melakukannya, Khalisa seolah mengalami proses kontraksi.

“Aduh ... mau menolak enggak enak dan enggak mungkin. Menerima pun jadi gugup mirip linglung begini!” batin Kenan.

Kenan menerima segelas air hangat pemberian Khalisa. Namun, ia meminumnya tanpa berani melirik apalagi menatap Khalisa lagi.

Terpopuler

Comments

Nartadi Yana

Nartadi Yana

aku kok bacanya jadi sedih ya keturunan pak kalandra, cucu cucunya kebanyakan rumahtangganya berantakan semua walau akhirnya bahagia nangis Bombay aku Thor 😭😭😭😭😭

2024-11-28

0

sherly

sherly

kalo seperti ini kayaknya emang kamu cinta banget Ama si kenzo

2024-07-27

0

Eti Alifa

Eti Alifa

ya Alloh gemes bngt sama kenan dan khalisa😁

2024-07-02

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Rujuk Bersyarat
2 2 : Menikah Lagi Karena Anak
3 3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4 4 : Pengkhianatan Kenzo
5 5 : Gugup Dan Linglung
6 6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7 7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8 8 : Kenan : Aku Suamimu!
9 9 : Mendadak Sangat Akrab
10 10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11 11 : Sangat Sakit
12 12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13 13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14 14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15 15 : Usaha Kenan
16 16 : Panggilan Video
17 17 : Balas Dendam
18 18 : Rencana Bu.suk Bella
19 19 : Sangat Marah!
20 20 : Mantannya Kenzo
21 21 : Hotel yang Sama
22 22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23 23 : Diam-Diam Bertindak
24 24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25 25 : Tenggelam Di Sungai
26 26 : Kejujuran Kenan
27 27 : Mirip Medan Magnet
28 28 : Sangat Yakin
29 29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30 30 : Restu
31 31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32 32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33 33 : Merasa Sangat Dicintai
34 34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35 35 : Pertemuan Keluarga
36 36 : Bingkai Foto Di Laci
37 37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38 38 : Jandanya Kenzo
39 39 : Pesona Khalisa
40 40 : LDR Pertama
41 41 : Usaha Kenzo
42 42 : Ketakutan Kenan
43 43 : Saling Jujur
44 44 : Tak Terusik
45 45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46 46 : Misi Menghamili Istri
47 47 : Pengin Banget!
48 48 : Tanpa Hambatan
49 49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50 50 : Orang Tua Zal.im
51 51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52 52 : Lupa Istri
53 53 : Cocok Dan Nyambung
54 54 : Semakin Manis
55 55 : Kanker Rahim
56 56 : Penyesalan Kenzo
57 57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58 58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59 59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60 60 : Kemarahan Alesha
61 61 : Kami Berhak Bahagia
62 62 : Menikah
63 63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64 64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65 65 : Keluarga
66 66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67 67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68 68 : Foto Profil
69 69 : Yaya
70 70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71 71 : Saling Terbuka
72 72 : Menuju Keluarga Cemara
73 73 : Babak Baru
74 74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75 75 : Mirip Pohon Pisang
76 76 : Memaafkan Papa
77 77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78 78 : Duniaku
79 79 : Salah Cari Lawan
80 80 : Menjadi Polisi
81 81 : Terlalu Percaya Diri
82 82 : Kematian Bella
83 83 : Masya Allah
84 Warna Kebahagiaan (Tamat)
85 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86 Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1 : Rujuk Bersyarat
2
2 : Menikah Lagi Karena Anak
3
3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4
4 : Pengkhianatan Kenzo
5
5 : Gugup Dan Linglung
6
6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7
7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8
8 : Kenan : Aku Suamimu!
9
9 : Mendadak Sangat Akrab
10
10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11
11 : Sangat Sakit
12
12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13
13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14
14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15
15 : Usaha Kenan
16
16 : Panggilan Video
17
17 : Balas Dendam
18
18 : Rencana Bu.suk Bella
19
19 : Sangat Marah!
20
20 : Mantannya Kenzo
21
21 : Hotel yang Sama
22
22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23
23 : Diam-Diam Bertindak
24
24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25
25 : Tenggelam Di Sungai
26
26 : Kejujuran Kenan
27
27 : Mirip Medan Magnet
28
28 : Sangat Yakin
29
29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30
30 : Restu
31
31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32
32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33
33 : Merasa Sangat Dicintai
34
34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35
35 : Pertemuan Keluarga
36
36 : Bingkai Foto Di Laci
37
37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38
38 : Jandanya Kenzo
39
39 : Pesona Khalisa
40
40 : LDR Pertama
41
41 : Usaha Kenzo
42
42 : Ketakutan Kenan
43
43 : Saling Jujur
44
44 : Tak Terusik
45
45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46
46 : Misi Menghamili Istri
47
47 : Pengin Banget!
48
48 : Tanpa Hambatan
49
49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50
50 : Orang Tua Zal.im
51
51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52
52 : Lupa Istri
53
53 : Cocok Dan Nyambung
54
54 : Semakin Manis
55
55 : Kanker Rahim
56
56 : Penyesalan Kenzo
57
57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58
58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59
59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60
60 : Kemarahan Alesha
61
61 : Kami Berhak Bahagia
62
62 : Menikah
63
63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64
64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65
65 : Keluarga
66
66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67
67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68
68 : Foto Profil
69
69 : Yaya
70
70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71
71 : Saling Terbuka
72
72 : Menuju Keluarga Cemara
73
73 : Babak Baru
74
74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75
75 : Mirip Pohon Pisang
76
76 : Memaafkan Papa
77
77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78
78 : Duniaku
79
79 : Salah Cari Lawan
80
80 : Menjadi Polisi
81
81 : Terlalu Percaya Diri
82
82 : Kematian Bella
83
83 : Masya Allah
84
Warna Kebahagiaan (Tamat)
85
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86
Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!