10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa

Khalisa menjelma menjadi alarm untuk Kenan. Khalisa yang sudah membersihkan wajahnya, jongkok di lantai sebelah tempat tidur Kenan tidur. Tak jauh dari wajah Kenan, panggilan lembut Khalisa masih berlangsung.

“Mas ...?”

Karena Kenan tak kunjung merespons, Khalisa memberanikan diri untuk meraih lengan kiri Kenan.

“Mas ...?”

Detik itu juga Kenan terusik. Namun, dunia Kenan seolah berhenti berputar hanya karena ia mendapati Khalisa, sebagai alasannya terbangun.

“Mata teduh yang selalu memancarkan ketulusan, ... wajah cantik yang selalu diselimuti kedamaian. Juga, suara lembutnya yang begitu sopan. Yaya, ... lihat. Aku mulai menemukan kebahagiaanku, meski kamu memilih meninggalkanku. Wanita di hadapanku benar-benar menjadi alasanku untuk bahagia,” batin Kenan yang perlahan berangsur duduk. Ia belum bersuara, tapi dengan sangat santun, Khalisa menjelaskan semuanya.

Kenan benar-benar lupa, mengenai pernikahannya dan Khalisa yang diwajibkan hanya sementara. Hingga tanpa sadar, Khalisa mulai menjadi alasannya hidup dengan bahagia.

Mengenai waktu yang kini sudah pukul lima lebih. Khalisa yang mengingatkan Kenan untuk shalat subuh. Juga, mengenai sarapan maupun makan siang untuk Kenan. Khalisa tengah mengatakan itu dengan suara lemah lembutnya. Suara lemah lembut yang cenderung mirip suara ibu Arimbi.

“Memang kamu sudah mendingan?” tanya Kenan dengan suara berat. Ia menatap khawatir wajah sang istri yang memang masih pucat. Kantung mata Khalisa tampak hitam apalagi kini, Khalisa tak memakai make up.

Khalisa yang memang masih lemas dan sampai sekarang masih jongkok, mengangguk-angguk. “Alhamdullilah, Mas. Jauh lebih mendingan daripada pas awal-awal.”

“Kalau begitu, kamu enggak usah repot masak. Nanti, kamu sama mama papa kamu termasuk Alesha, beli saja. Kalau aku, ... sotonya masih ada, kan? Nanti aku sarapan itu saja pakai nasi. Sementara bekal, ... habis shalat, aku buat sup pir saja. Karena hasilnya memang langsung bikin tenggorokan lebih mendingan. Nanti aku bikin sendiri.” Setelah mengatakan itu, Kenan kembali meminta Khalisa untuk istirahat.

“Mama papa kan masih di sini, nanti bisa bantu jaga Alesha. Yang penting kamu kasih tahu saja, jadwal minum obatnya Alesha.” Kenan masih menatap Khalisa penuh keseriusan.

“Biar aku yang siapkan semuanya saja. Sekarang, aku beneran masih kuat. Habis itu, baru istirahat,” ucap Khalisa seiring ia yang mencoba berdiri.

Sadar Khalisa masih sempoyongan, Kenan segera menangkap kedua tangan Khalisa. Khalisa refleks menerima uluran kedua tangan Kenan. Tangan mereka menggenggam satu sama lain.

“Kamu masih sakit,” ucap Kenan.

“Enggak, Mas. Aku mau langsung siapin semuanya,” ucap Khalisa buru-buru meninggalkan Kenan.

“Dia masih sangat sungkan kepadaku,” yakin Kenan.

Di dapur, Khalisa sudah mendapati sang mama. Ibu Arimbi tengah mencuci botol susu Alesha.

“Gimana?” sergah ibu Arimbi menatap khawatir sang putri. Karena selain wajah Khalisa pucat, Khalisa juga terlihat lemas.

Khalisa yang paham maksud sang mama, berangsur menghela napas dalam. Mengenai hubungan suami istri antara Khalisa dan Kenan, Khalisa yakin itu yang sedang sang mama pastikan.

“Aku mens ... semalam nyaris sekarat,” ucapnya yang kemudian kembali menghela napas dalam. “Untung mas Kenan cekatan urus. Mas Kenan bahkan sampai beliin aku pembalut, obat, termasuk susu sama yogurt buat Alesha.” Khalisa menceritakan semuanya yang memang penuh dengan sikap tanggung jawab Kenan.

Apa yang Khalisa katakan membuat ibu Arimbi sampai lupa bernapas. “Gimana, yah, Mbak?” ucap ibu Arimbi yang sebenarnya memang sudah mulai cocok pada Kenan. Sikap Kenan yang begitu santun, dan juga sangat tanggung jawab. Sampai-sampai, ibu Arimbi sempat berdalih, Kenan mirip pak Aidan.

“Ma? Tadi, maksud Mama, apa?” tanya Khalisa jadi khawatir. Ekspresi sang mama yang menjadi gelisah lah alasannya.

Setelah menghela napas pelan sekaligus dalam, ibu Arimbi berkata, “Enggak apa-apa. Sekarang kamu jalani saja. Doanya kencengin juga. Mama sama semuanya juga akan bantu. Insyaallah, apa pun hasilnya nanti, itu beneran yang terbaik.”

“Amin ...,” refleks Khalisa yang memang menyimak. Terlepas dari semuanya, Khalisa juga sudah lelah menghadapi Kenzo yang begitu posesif. Khalisa berharap, andai nantinya ia benar-benar harus kembali menikah dengan Kenzo, Kenzo bisa jauh lebih sabar.

Keluar dari kamar, suasana sudah terang. Waktu nyaris pukul enam pagi dan Kenan mendapati itu pada jam dinding di ruang keluarga. Yang membuat Kenan terusik, tentu obrolan renyah antara pak Aidan dan Alesha. Di ruang keluarga, kebersamaan itu terjadi. Pak Aidan tengah memakaikan pakaian Alesha. Aroma bedak anak apalagi minyak telon, terci.um kuat dari kebersamaan keduanya.

“Mbahkung(mbah kakung), nanti rambutku diikat jadi banyak, ya!” ucap Alesha.

“Tapi Mbah Kakung bisanya paling banyak ikat dua, Sha. Paling nanti minta tolong ke Mbah Uti, atau mama saja, ya. Apa ... kamu mau diikat dua saja?” balas pak Aidan yang memang siap menyisir sang cucu.

“Sekarang aku tahu, kenapa Khalisa bisa setulus dan setegar itu. Dia dibesarkan sekaligus tumbuh di lingkungan penuh cinta. Lain dengan aku dan keluargaku,” pikir Kenan.

“Beda lingkungan tumbuh, beda pemikiran. Jadi, akan lebih baik juga jika aku membiasakan diri dengan mereka. Orang seperti mereka enggak perlu kemewahan. Enggak perlu juga janji muluk-muluk. Orang seperti mereka beneran hanya butuh bukti nyata. Selain, sikapku yang wajib waras,” pikir Kenan.

“Aku yakin, Alesha juga merasakan apa yang aku rasakan. Bedanya, Alesha tetap mendapatkan kasih sayang dari mama sekaligus keluarga mamanya. Namun, akan lebih baik lagi jika adanya aku di sini, juga memberinya peran seorang papa,” pikir Kenan lagi.

Kenan sengaja menghampiri kebersamaan pak Aidan dan Alesha. Ia meletakan dua tas kerjanya di sofa. Setelah terlibat obrolan cukup akrab dan sengaja Kenan lakukan, Kenan memboyong keduanya ke dapur. Rencananya, mereka akan sarapan bersama.

Hanya saja, kenyataan Kenan yang sampai mengemban Alesha, sukses membuat Khalisa dan orang tuanya bengong. Kenyataan tersebut membuat Kenan makin memiliki nilai lebih di mata mereka.

“Uncle, aku juga mau makan soto!” pinta Alesha yang memang masih lemah.

Kebersamaan kini membuat mereka layaknya keluarga bahagia pada umumnya. Bahkan meski Kenzo tak menjadi bagian di dalamnya.

Namun sekitar pukul setengah tujuh, Kenzo sudah ada di depan gerbang rumah Kenan. Kenzo sengaja mendatangi rumah minimalis berlantai dua tersebut untuk menyelesaikan urusan mereka. Kenzo sudah terlalu yakin, semuanya sudah sesuai rencana bahkan lebih. Kenzo tak akan menunda-nunda lagi, meski jika ia diminta mengakhiri hubungan dengan Bella, Kenzo belum mau.

Wajah Khalisa yang pucat, selain Khalisa yang terlihat kurang sehat, menambah keyakinan Kenzo. Efek di rumah Kenan belum ada pekerja tetap, Khalisa sengaja keluar ketika bel rumah bunyi.

“Mas ...?” sergah Khalisa bergegas turun dari teras menuju gerbang rumah Kenzo terjaga.

Khalisa membutuhkan waktu cukup lama hanya untuk menghampiri Kenzo. Meski jarak teras dan gerbang rumah, hanya terpaut sepuluh meter.

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussemsngst

2025-02-17

0

sherly

sherly

ntah apalah isi otak si Kenzo nih lah..

2024-07-27

0

Andri

Andri

ngapain sih sa kok manut wae kro kenzo

2024-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Rujuk Bersyarat
2 2 : Menikah Lagi Karena Anak
3 3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4 4 : Pengkhianatan Kenzo
5 5 : Gugup Dan Linglung
6 6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7 7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8 8 : Kenan : Aku Suamimu!
9 9 : Mendadak Sangat Akrab
10 10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11 11 : Sangat Sakit
12 12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13 13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14 14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15 15 : Usaha Kenan
16 16 : Panggilan Video
17 17 : Balas Dendam
18 18 : Rencana Bu.suk Bella
19 19 : Sangat Marah!
20 20 : Mantannya Kenzo
21 21 : Hotel yang Sama
22 22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23 23 : Diam-Diam Bertindak
24 24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25 25 : Tenggelam Di Sungai
26 26 : Kejujuran Kenan
27 27 : Mirip Medan Magnet
28 28 : Sangat Yakin
29 29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30 30 : Restu
31 31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32 32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33 33 : Merasa Sangat Dicintai
34 34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35 35 : Pertemuan Keluarga
36 36 : Bingkai Foto Di Laci
37 37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38 38 : Jandanya Kenzo
39 39 : Pesona Khalisa
40 40 : LDR Pertama
41 41 : Usaha Kenzo
42 42 : Ketakutan Kenan
43 43 : Saling Jujur
44 44 : Tak Terusik
45 45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46 46 : Misi Menghamili Istri
47 47 : Pengin Banget!
48 48 : Tanpa Hambatan
49 49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50 50 : Orang Tua Zal.im
51 51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52 52 : Lupa Istri
53 53 : Cocok Dan Nyambung
54 54 : Semakin Manis
55 55 : Kanker Rahim
56 56 : Penyesalan Kenzo
57 57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58 58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59 59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60 60 : Kemarahan Alesha
61 61 : Kami Berhak Bahagia
62 62 : Menikah
63 63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64 64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65 65 : Keluarga
66 66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67 67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68 68 : Foto Profil
69 69 : Yaya
70 70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71 71 : Saling Terbuka
72 72 : Menuju Keluarga Cemara
73 73 : Babak Baru
74 74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75 75 : Mirip Pohon Pisang
76 76 : Memaafkan Papa
77 77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78 78 : Duniaku
79 79 : Salah Cari Lawan
80 80 : Menjadi Polisi
81 81 : Terlalu Percaya Diri
82 82 : Kematian Bella
83 83 : Masya Allah
84 Warna Kebahagiaan (Tamat)
85 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86 Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1 : Rujuk Bersyarat
2
2 : Menikah Lagi Karena Anak
3
3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4
4 : Pengkhianatan Kenzo
5
5 : Gugup Dan Linglung
6
6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7
7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8
8 : Kenan : Aku Suamimu!
9
9 : Mendadak Sangat Akrab
10
10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11
11 : Sangat Sakit
12
12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13
13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14
14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15
15 : Usaha Kenan
16
16 : Panggilan Video
17
17 : Balas Dendam
18
18 : Rencana Bu.suk Bella
19
19 : Sangat Marah!
20
20 : Mantannya Kenzo
21
21 : Hotel yang Sama
22
22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23
23 : Diam-Diam Bertindak
24
24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25
25 : Tenggelam Di Sungai
26
26 : Kejujuran Kenan
27
27 : Mirip Medan Magnet
28
28 : Sangat Yakin
29
29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30
30 : Restu
31
31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32
32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33
33 : Merasa Sangat Dicintai
34
34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35
35 : Pertemuan Keluarga
36
36 : Bingkai Foto Di Laci
37
37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38
38 : Jandanya Kenzo
39
39 : Pesona Khalisa
40
40 : LDR Pertama
41
41 : Usaha Kenzo
42
42 : Ketakutan Kenan
43
43 : Saling Jujur
44
44 : Tak Terusik
45
45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46
46 : Misi Menghamili Istri
47
47 : Pengin Banget!
48
48 : Tanpa Hambatan
49
49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50
50 : Orang Tua Zal.im
51
51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52
52 : Lupa Istri
53
53 : Cocok Dan Nyambung
54
54 : Semakin Manis
55
55 : Kanker Rahim
56
56 : Penyesalan Kenzo
57
57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58
58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59
59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60
60 : Kemarahan Alesha
61
61 : Kami Berhak Bahagia
62
62 : Menikah
63
63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64
64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65
65 : Keluarga
66
66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67
67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68
68 : Foto Profil
69
69 : Yaya
70
70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71
71 : Saling Terbuka
72
72 : Menuju Keluarga Cemara
73
73 : Babak Baru
74
74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75
75 : Mirip Pohon Pisang
76
76 : Memaafkan Papa
77
77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78
78 : Duniaku
79
79 : Salah Cari Lawan
80
80 : Menjadi Polisi
81
81 : Terlalu Percaya Diri
82
82 : Kematian Bella
83
83 : Masya Allah
84
Warna Kebahagiaan (Tamat)
85
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86
Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!