15 : Usaha Kenan

Rasa canggung kembali membuat Khalisa dan Kenan salah tingkah, ketika keduanya memasuki kamar. Apalagi Khalisa sudah tidak mengalami efek sakit tamu bulanan. Jadi tidak ada alasan untuk mereka bersikap dengan leluasa. Meski awalnya berniat tidur, keduanya justru tidak bisa melakukannya.

“Padahal kamu istriku, tapi di beberapa kesempatan, aku tetap merasa kamu istri Kenzo. Ibaratnya, kamu istri titipan. Mau ngapain, aku jadi takut salah,” ucap Kenan tanpa berani menatap Khalisa.

Khalisa yang awalnya akan kembali meringkuk, langsung tidak jadi. Khalisa berangsur menatap Kenan. Ia menghela napas pelan. “Aku juga mikir gitu. Enggak tahu kenapa, ... serba takut salah. Rasanya beneran serba salah.”

Setelah terdiam sejenak, Kenan berangsur menatap Khalisa. “Kenzo ngabarin kamu? Semua telepon fan WA aku, enggak ada yang dia balas.”

“Ke aku pun begitu. Beneran enggak ada kabar. Biasanya kan tanya. Ini enggak. Jangankan tanya kabarku, aku enggak boleh ini, enggak boleh itu. Tanya kabar Alesha saja, enggak,” balas Khalisa masih menatap kedua mata Kenan.

“Tapi dia memang biasa marah-marah ke kamu dan ke Alesha. Terus, kalau aku lihat, hubungannya dengan orang tua kamu juga kurang baik,” ucap Kenan.

“Adanya begitu,” balas Khalisa terdengar pasrah bahkan di telinganya sendiri.

“Jadi, benar-benar akan seperti rencana?” tanya Kenan.

Khalisa tak bisa menjawab dan malam menunduk dalam.

“Kamu enggak yakin?” ujar Kenan.

Khalisa berangsur menatap Kenan. “Biar dia introspeksi diri dulu. Aku enggak mau dia menyesal. Untuk sementara, semuanya beneran karena Alesha. Aku mau pelan-pelan bikin Alesha nyaman.”

“Buat apa, orang tuanya kembali bersama, tapi makin sibuk bertengkar?” lanjut Khalisa.

“Yang ada bukan hanya orang tuanya yang meledak. Namun juga anaknya.”

“Alesha kan wajib berobat rutin selama enam bulan. Asal selama ini fokus pengobatan, dan semuanya serba dijaga, ... insyaallah, semuanya aman.” Khalisa berangsur menunduk lantaran sadar, selama ia berbicara, selama itu juga Kenan menatapnya saksama.

“Aku tahu apa yang Alesha rasakan. Karena sampai sekarang pun, aku masih merasakannya. Hubungan orang tua yang tidak baik, belum lagi cara didik orang tua, akan membuat anaknya tertekan. Iya jika anak itu masih bisa berpikir positif. Jika yang dia ambil justru sebaliknya?” ucap Kenan.

“Untungnya, keluarga kamu se—care itu ke Alesha.”

“Aku sampai merinding, pas tahu papa kamu ikut mandiin, bahkan ... cebo.kin Alesha. Urus pakaiin bedak, baju, ... bahkan kuncir rambut Alesha, ... Papa kamu beneran melakukan itu.” Kenan mendadak kehabisan kata-kata. Padahal, obrolan santai sekaligus dalam kali ini, bagus untuk memper erat hubungan mereka.

“Dalam keluarga kami, para suami sudah terbiasa meratukan istri. Jadi, selagi mereka bisa, mereka pasti akan membantu pekerjaan istri.”

“Para suami, dan saudara laki-laki sudah terbiasa diajarkan untuk menjaga saudara perempuan. Para suami tidak hanya memperlakukan anak-anak layaknya anak. Mereka enggak akan menuntut karena kamu anak, kamu harus menurut. Beneran enggak gitu, Mas.”

“Jadi, ada masa mereka bersikap layaknya orang tua. Ada juga saat mereka beneran kayak teman sebaya.”

“Alhamdullilahnya lagi, dalam keluarga kami termasuk itu saudara jauh, beneran enggak ada yang kas.ar.”

“Selain itu, hubungan kami dengan kerabat kami juga sangat baik. Dan karena hubungan baik kami juga, kami jarang mengalami masa-masa sulit. Andai sampai mengalami, ya hanya sementara karena kami akan selalu saling bantu.” Membahas keluarganya, hati Khalisa jadi diselimuti rasa hangat. Rasa hangat yang juga membuatnya refleks tersenyum bahkan ketika ia balas menatap Kenan.

“Maaf karena keluargaku, beneran minus. Ini aku beneran ngomong adanya,” ucap Kenan. “Enggak hanya orang tua, termasuk sikap Keina ke kamu. Namun juga, perlakuan Kenzo ke kamu yang lebih mirip kompeni.”

“Namun sebisa mungkin, aku enggak mau menjalani hidup dengan cara hidup keluargaku. Sebisa mungkin, aku ingin menjalani hidup seperti keluarga kamu.” Kenan terdiam sejenak, tatapannya juga ikut turun dari kedua mata Khalisa. Namun tak lama kemudian, kedua matanya kembali tertuju kepada Khalisa.

“Aku benar-benar minta maaf,” ucap Kenan yang kemudian menggerakkan tangan kanannya untuk meraih kepala Khalisa.

Detik itu juga, jantung Khalisa seolah berhenti berdetak. Namun, kedua matanya tetap menatap kedua mata Kenan.

“Besok aku free. Karena pekerjaan penting, sudah aku beresin malam ini. Aku hanya mengerjakan beberapa pekerjaan di rumah. Jadi, mumpung ada waktu, kalian mau jalan-jalan ke mana?” ucap Kenan.

“Enggak enak juga kan, ke orang tua kamu. Masa jauh-jauh ke Jakarta, mereka cuma di rumah,” lanjut Kenan. “Coba kamu pikirin, jalan-jalan ke mana, yang beneran minim asap, khususnya asap rok.ok?”

“Ya Allah, ... nih orang beneran bikin aku nelangsa. Karena seumur-umur, papanya Alesha saja enggak begini! Jangan nangis, Sa. Jangan nangis!” batin Khalisa yang kemudian menghela napas pelan sekaligus dalam.

“Biasanya wanita kalau dikasih pilihan, disuruh milih, balasnya terserah, ya? Terserah, tapi wajib ngerti apa yang dia mau?” ucap Kenan seiring ia yang meringkuk menghadap Khalisa. Namun, yang ditanya malah tertawa. Iya, Khalisa tertawa, tapi juga menangis.

“Ya sudah kita tidur. Besok habis subuh, kita tanya Alesha sama orang tua kamu. Mereka kan bangunnya pagi juga,” ucap Kenan yang detik itu juga memejamkan kedua matanya.

“Hei, Mas Kenan. Jadi kamu, pasti enggak nyaman banget, ya? Bukan karena pernikahan turun ranjang kita. Namun juga hubungan Mas dengan orang tua Mas!” batin Khalisa diam-diam memperhatikan setiap lekuk wajah suaminya. Ia melakukannya hingga akhirnya ia ketiduran.

Namun tak lama setelah Khalisa ketiduran, kedua mata Kenan berangsur terbuka. Kedua mata sendu itu menatap setiap lekuk wajah Khalisa. Juga, kenyataan Khalisa yang sampai detik ini masih memakai hijab.

Keesokan harinya, Alesha yang baru selesai mandi langsung heboh. Kenyataan tersebut terjadi karena Khalisa mengabarkan agenda liburan mereka.

“Uncle, kita mau jalan-jalan ke mana?” sergah Alesha. Kenan sungguh menjadi sasarannya. Karena Kenan tak segan mengembannya, ia juga langsung menempel pada adik papanya itu.

“Ke mana sih, ya? Mau cari udara segar, biar napas Alesha enggak sakit?” tanya Kinan sambil membuka pintu utama di kediamannya. Ia membawa Alesha ke taman.

“Ke puncak mau? Petik stroberi, sama panen sayur? Yang gitu-gitu!” ucap Kenan.

“Aku mau lihat kambing sama sapi juga, Uncle. Kata Mbah Kung, di kampung banyak tuh. Apa, ... kita mau ke kampung Mbah Kung, saja?” Alesha sangat bersemangat. Meski napasnya masih terdengar sangat berat.

“Kalau ke kampung Mbah Kung, Uncle belum bisa. Soalnya Uncle hanya punya hari libur sehari ini. Nanti deh, kalau Uncle punya beberapa hari libur, kita main ke kampung Mbah Kung Alesha,” balas Kenan.

“Khalisa bilang, sekarang dia hanya ingin fokus ke Alesha. Jadi, bukan keputusan yang salah jika aku membuat Alesha dekat denganku,” pikir Kenan.

Memiliki keluarga impian seperti yang Kenan jalani kali ini, merupakan impian Kenan sejak lama. Jadi, Kenan tidak takut meski impiannya itu akan membuatnya berhadapan dengan Kenzo bahkan keluarga mereka.

Terpopuler

Comments

Nartadi Yana

Nartadi Yana

good kenan tinggalkan keluargamu yang gila hormat tapi tidak terhormat

2024-11-28

0

sherly

sherly

semangat Kenan cari bahagiamu,,, hempaskan si Kenzo tu kelaut...

2024-07-27

0

Me mbaca

Me mbaca

kenan thor

2024-02-21

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Rujuk Bersyarat
2 2 : Menikah Lagi Karena Anak
3 3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4 4 : Pengkhianatan Kenzo
5 5 : Gugup Dan Linglung
6 6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7 7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8 8 : Kenan : Aku Suamimu!
9 9 : Mendadak Sangat Akrab
10 10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11 11 : Sangat Sakit
12 12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13 13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14 14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15 15 : Usaha Kenan
16 16 : Panggilan Video
17 17 : Balas Dendam
18 18 : Rencana Bu.suk Bella
19 19 : Sangat Marah!
20 20 : Mantannya Kenzo
21 21 : Hotel yang Sama
22 22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23 23 : Diam-Diam Bertindak
24 24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25 25 : Tenggelam Di Sungai
26 26 : Kejujuran Kenan
27 27 : Mirip Medan Magnet
28 28 : Sangat Yakin
29 29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30 30 : Restu
31 31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32 32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33 33 : Merasa Sangat Dicintai
34 34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35 35 : Pertemuan Keluarga
36 36 : Bingkai Foto Di Laci
37 37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38 38 : Jandanya Kenzo
39 39 : Pesona Khalisa
40 40 : LDR Pertama
41 41 : Usaha Kenzo
42 42 : Ketakutan Kenan
43 43 : Saling Jujur
44 44 : Tak Terusik
45 45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46 46 : Misi Menghamili Istri
47 47 : Pengin Banget!
48 48 : Tanpa Hambatan
49 49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50 50 : Orang Tua Zal.im
51 51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52 52 : Lupa Istri
53 53 : Cocok Dan Nyambung
54 54 : Semakin Manis
55 55 : Kanker Rahim
56 56 : Penyesalan Kenzo
57 57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58 58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59 59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60 60 : Kemarahan Alesha
61 61 : Kami Berhak Bahagia
62 62 : Menikah
63 63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64 64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65 65 : Keluarga
66 66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67 67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68 68 : Foto Profil
69 69 : Yaya
70 70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71 71 : Saling Terbuka
72 72 : Menuju Keluarga Cemara
73 73 : Babak Baru
74 74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75 75 : Mirip Pohon Pisang
76 76 : Memaafkan Papa
77 77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78 78 : Duniaku
79 79 : Salah Cari Lawan
80 80 : Menjadi Polisi
81 81 : Terlalu Percaya Diri
82 82 : Kematian Bella
83 83 : Masya Allah
84 Warna Kebahagiaan (Tamat)
85 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86 Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1 : Rujuk Bersyarat
2
2 : Menikah Lagi Karena Anak
3
3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4
4 : Pengkhianatan Kenzo
5
5 : Gugup Dan Linglung
6
6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7
7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8
8 : Kenan : Aku Suamimu!
9
9 : Mendadak Sangat Akrab
10
10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11
11 : Sangat Sakit
12
12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13
13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14
14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15
15 : Usaha Kenan
16
16 : Panggilan Video
17
17 : Balas Dendam
18
18 : Rencana Bu.suk Bella
19
19 : Sangat Marah!
20
20 : Mantannya Kenzo
21
21 : Hotel yang Sama
22
22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23
23 : Diam-Diam Bertindak
24
24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25
25 : Tenggelam Di Sungai
26
26 : Kejujuran Kenan
27
27 : Mirip Medan Magnet
28
28 : Sangat Yakin
29
29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30
30 : Restu
31
31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32
32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33
33 : Merasa Sangat Dicintai
34
34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35
35 : Pertemuan Keluarga
36
36 : Bingkai Foto Di Laci
37
37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38
38 : Jandanya Kenzo
39
39 : Pesona Khalisa
40
40 : LDR Pertama
41
41 : Usaha Kenzo
42
42 : Ketakutan Kenan
43
43 : Saling Jujur
44
44 : Tak Terusik
45
45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46
46 : Misi Menghamili Istri
47
47 : Pengin Banget!
48
48 : Tanpa Hambatan
49
49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50
50 : Orang Tua Zal.im
51
51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52
52 : Lupa Istri
53
53 : Cocok Dan Nyambung
54
54 : Semakin Manis
55
55 : Kanker Rahim
56
56 : Penyesalan Kenzo
57
57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58
58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59
59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60
60 : Kemarahan Alesha
61
61 : Kami Berhak Bahagia
62
62 : Menikah
63
63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64
64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65
65 : Keluarga
66
66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67
67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68
68 : Foto Profil
69
69 : Yaya
70
70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71
71 : Saling Terbuka
72
72 : Menuju Keluarga Cemara
73
73 : Babak Baru
74
74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75
75 : Mirip Pohon Pisang
76
76 : Memaafkan Papa
77
77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78
78 : Duniaku
79
79 : Salah Cari Lawan
80
80 : Menjadi Polisi
81
81 : Terlalu Percaya Diri
82
82 : Kematian Bella
83
83 : Masya Allah
84
Warna Kebahagiaan (Tamat)
85
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86
Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!