4 : Pengkhianatan Kenzo

“M—mah, Mama enggak apa-apa?” Alesha sangat mengkhawatirkan sang mama. Apalagi meski harusnya tak terluka, sang mama sampai sempoyongan dan berakhir duduk di sebelahnya.

Bibir Khalisa memang berkata, “Mama enggak apa-apa, Sayang.” Ia sengaja meyakinkan sang putri. Namun, hati kecilnya bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa jatuhnya gelas meski ia melakukannya tidak sengaja, dirasanya mirip firasat buru-k?

“Kenapa, ya? Semoga enggak kenapa-kenapa. Alesha, ... semoga Alesha segera sehat. Apa papanya Alesha? Apa mama dan papa?” pikir Khalisa yang jadi sibuk mengkhawatirkan orang-orang di sekitarnya.

Namun sampai detik ini, Kenan belum menjadi bagian dari daftar orang terpenting dalam hidup Khalisa.

Di rumah pribadi Kenan, orang tua Khalisa tengah melepas kepergian menantu barunya. Berbeda dengan Kenzo, Kenan yang statusnya memang adik Kenzo, justru sudah memiliki rumah pribadi. Hanya saja, di rumah tersebut belum ada pembantu tetap. Namun, Kenan berdalih besok akan ada yang datang untuk bersih-bersih sekaligus membantu orang tua Khalisa.

“Kenapa, Ma?” tanya pak Aidan menyikapi sang istri dengan serius.

Pak Aidan menutup pintunya dengan sangat hati-hati. Mereka baru saja mengantar kepergian Kenan.

“Kalau dipikir-pikir, Kenan mirip banget sama Papa, pas Papa masih muda,” ucap ibu Arimbi. Awalnya, ia menatap tegang sang suami. Namun lama-lama, ia justru menahan senyum. Apalagi, sang suami juga perlahan mesem.

“Gentengan aku, kan?” ucap pak Aidan sambil menahan senyumnya. Namun, bukannya menepis apalagi mengakui, sang istri malah menertawakannya. Meski pada akhirnya, ibu Arimbi justru memeluknya erat.

“Enggak tahu kenapa, ... dari tadi rasanya pengin ngamuk. Dari tadi rasanya aku ingin nangis, tapi aku tahan-tahan,” isak ibu Arimbi.

“Enggak tega rasanya lihat Khalisa apalagi Alesha. Sementara Kenzo, kok makin ke sini makin enggak jelas. Ke kita saja, enggak ada sopan-sopannya!” Ibu Arimbi makin tersedu-sedu.

“Makanya pas kenal Kenan, hati Mama kok berharap banget ke dia. Biar dia saja yang jadi suami Lisa untuk selama-lamanya!”

Meninggalkan kebersamaan orang tua Khalisa yang makin meratapi nasib putri dan cucunya, Kenan tengah fokus menyetir. Namun, Kenan sengaja menelepon Khalisa. Nomor yang sungguh baru menjadi kontak di ponselnya. Karena beberapa saat lalu, ia sengaja memintanya kepada orang tua Khalisa. Tentunya, alasan Kenan melakukannya, untuk mempermudah komunikasi mereka. Sekarang mereka sudah menjadi suami istri. Kenan merasa, meski pernikahan mereka hanya sementara, mereka tetap wajib menjaga komunikasi mereka.

“Kok enggak jawab-jawab, ya? Apa karena nomor baru, jadinya Khalisa takut? Atau, ... Khalisa sudah bareng Kenzo?” pikir Kenan.

Baru memikirkan Kenzo, Kenan justru berpapasan dengan mobil kakaknya itu. Hanya saja, tujuan mereka berbeda, selain mobil Kenzo yang ada di jalan seberang.

“Itu Kenzo ... Iya, itu mobil Kenzo. Sebenarnya dia mau ke mana?” pikir Kenan.

Kenan merasa sangat malu lantaran Kenzo sama sekali tidak menyikapi orang tua Khalisa dengan hormat.

Tak lama setelah dipikirkan Kenan, mobil Kenzo justru memasuki tempat parkir sebuah hotel berbintang. Kenzo tak ada di mobil sendiri karena Bella masih menemani. Bella yang manja tentu sangat berbeda dari Khalisa. Karena sikap dan cara berpakaiannya saja sudah ibarat langit dan bumi. Sementara untuk level kecantikan keduanya, sebenarnya masih jauh lebih cantik Khalisa.

***

Khalisa belum tidur dan masih membacakan dongeng, ketika Kenan sampai. Kenan tak langsung masuk. Pria berusia dua puluh delapan tahun itu sengaja diam-diam mengintip dari pintu yang sedikit ia buka.

“Kenzo beneran belum ke sini. Padahal tadi aku kena macet. Tapi dari tujuan arah mobilnya saja memang enggak ke sini, sih,” batin Kenan.

Kenan berangsur menutup pintunya dengan hati-hati. Ia tak jadi masuk, tapi kali ini Khalisa mencurigai ada yang datang. Khalisa yakin tadi mendengar pintu yang menutup. Atas keyakinan tersebut juga, Khalisa sengaja memastikan. Ditambah lagi, akhirnya Alesha tidur.

Kenan masih berusaha menelepon Kenzo, ketika akhirnya Khalisa keluar dari ruang rawat Alesha. Namun, semua telepon yang Kenan lakukan tidak ada yang mendapat balasan. Terlebih pada kenyataannya, yang ditelepon memang sedang asyik memadu kasih. Pakaian Kenzo maupun pakaian Bella sudah terkapar di lantai salah satu kamar hotel kunjungan keduanya.

“Sudah kuduga, ... memang bukan papanya Alesha. Soalnya kalau iya, pasti sudah langsung masuk,” batin Khalisa sambil mengawasi punggung Kenan.

Jarak mereka hanya sekitar dua meter. Namun, Khalisa langsung syok ketika Kenan mendadak balik badan dan membuat tatapan mereka bertemu.

Kaki kanan Khalisa refleks mundur, sementara kedua tangannya ia gendong di belakang punggung.

“Kenzo enggak ngabarin kamu? Dari tadi aku telepon enggak diangkat-angkat. Aku WA juga belum dibaca,” sergah Kenan serius.

Untuk sejenak, Khalisa terdiam. Ia menghubungkan pertanyaan Kenan dengan kejadian gelas pecah yang ia alami. Khalisa khawatir, maksud dari gelas pecah itu memang bertanda buru-k untuk keadaan Kenzo.

“Bentar coba aku telepon,” sergah Khalisa. Takut, papa dari anaknya kenapa-kenapa. Ia tak mau sesuatu terjadi kepada Kenzo karena Alesha pasti akan merasakan dampaknya.

“Sudah enggak usah,” ucap Kenan yang entah kenapa, makin kasihan saja kepada Khalisa.

Ucapan Kenan sudah langsung mematahkan langkah Khalisa.

“Kamu sudah makan, belum? Aku rasa, dari tadi kamu belum makan,” lanjut Kenan. Ia menanyakan itu atas dasar kemanusiaan.

Membahas makan, Khalisa justru langsung ingat sekaligus khawatir kepada orang tuanya. “T—tadi, orang tuaku jadinya nginep di mana, Mas?”

Jujur, Khalisa tidak yakin dengan panggilannya kepada Kenan. Namun, panggilan Mas tersebut dirasa Khalisa, cukup cocok untuk Kenan yang memang lebih tua darinya.

Kenan tahu, Khalisa canggung bahkan malu kepadanya. Malu dan canggung cenderung karena takut, bukan perasaan lain, apalagi cinta.

“Orang tua kamu tinggal di rumah aku. Lokasinya enggak terlalu jauh dari sini. Mengenai makan, tadi aku sudah sekalian beli buat mereka. Masalahnya, aku lupa beli buat kamu juga!” ucap Kenan.

“Sampai detik ini, mulut Kenan enggak sepedas mulut keluarganya,” batin Khalisa yang berdalih tidak mau dibelikan makanan oleh Kenan.

“Enggak apa-apa, Mas. Tadi aku sudah makan buah sama roti, bareng Alesha. Malahan, ... sepertinya justru Mas yang belum makan. Selain, ... Mas yang sepertinya sedang flu?” lembut Khalisa yang kemudian buru-buru meminta maaf.

“M—maaf, kenapa?” heran Kenan.

“T—takut salah, Mas!” balas Khalisa sambil menunduk takut.

“Salah gimana ya, maksudnya? Salah karena dia sudah perhatian ke aku?” pikir Kenan yang kemudian pamit untuk membeli makanan. Kenan mengaku bahwa dirinya memang belum makan. Karena itu juga, Kenan berniat untuk sekalian membelikan Khalisa.

Khalisa tengah sujud di shalat yang tengah dijalani, ketika Kenan kembali. Tiga kantong warna putih berukuran sedang, menghiasi kedua tangan Kenan. Kenan yang awalnya akan masuk, memilih tidak jadi. Entah kenapa, jantung Kenan menjadi berdetak lebih cepat hanya karena pemandangan kini.

“Wanita sholehah seperti Khalisa, kok masih kurang di mata Kenzo?” pikir Kenan merasa bingung. Kenan merasa tak habis pikir kepada Kenzo yang baginya kurang bersyukur.

Kenzo telah memiliki istri seperti Khalisa, dan juga anak secantik Alesha. Namun, Kenzo masih saja berulah.

Hanya saja, baik Khalisa maupun Alesha seolah dalam curam kehancuran. Sebab Kenzo yang harusnya membawa ke kebahagiaan, malah seolah hilang arah. Kenan menghubungkan kenyataan tersebut dengan kejadian Kenzo yang tadi ia pergoki asyik sendiri dengan ponsel.

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussemangat

2025-02-16

0

sherly

sherly

betul tu Arimbi, mendingan si Kenan

2024-07-27

0

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Semoga Kenan dan khalisa saling jatuh cinta biar Kenzo tau rasa

2024-02-16

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Rujuk Bersyarat
2 2 : Menikah Lagi Karena Anak
3 3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4 4 : Pengkhianatan Kenzo
5 5 : Gugup Dan Linglung
6 6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7 7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8 8 : Kenan : Aku Suamimu!
9 9 : Mendadak Sangat Akrab
10 10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11 11 : Sangat Sakit
12 12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13 13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14 14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15 15 : Usaha Kenan
16 16 : Panggilan Video
17 17 : Balas Dendam
18 18 : Rencana Bu.suk Bella
19 19 : Sangat Marah!
20 20 : Mantannya Kenzo
21 21 : Hotel yang Sama
22 22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23 23 : Diam-Diam Bertindak
24 24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25 25 : Tenggelam Di Sungai
26 26 : Kejujuran Kenan
27 27 : Mirip Medan Magnet
28 28 : Sangat Yakin
29 29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30 30 : Restu
31 31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32 32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33 33 : Merasa Sangat Dicintai
34 34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35 35 : Pertemuan Keluarga
36 36 : Bingkai Foto Di Laci
37 37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38 38 : Jandanya Kenzo
39 39 : Pesona Khalisa
40 40 : LDR Pertama
41 41 : Usaha Kenzo
42 42 : Ketakutan Kenan
43 43 : Saling Jujur
44 44 : Tak Terusik
45 45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46 46 : Misi Menghamili Istri
47 47 : Pengin Banget!
48 48 : Tanpa Hambatan
49 49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50 50 : Orang Tua Zal.im
51 51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52 52 : Lupa Istri
53 53 : Cocok Dan Nyambung
54 54 : Semakin Manis
55 55 : Kanker Rahim
56 56 : Penyesalan Kenzo
57 57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58 58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59 59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60 60 : Kemarahan Alesha
61 61 : Kami Berhak Bahagia
62 62 : Menikah
63 63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64 64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65 65 : Keluarga
66 66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67 67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68 68 : Foto Profil
69 69 : Yaya
70 70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71 71 : Saling Terbuka
72 72 : Menuju Keluarga Cemara
73 73 : Babak Baru
74 74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75 75 : Mirip Pohon Pisang
76 76 : Memaafkan Papa
77 77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78 78 : Duniaku
79 79 : Salah Cari Lawan
80 80 : Menjadi Polisi
81 81 : Terlalu Percaya Diri
82 82 : Kematian Bella
83 83 : Masya Allah
84 Warna Kebahagiaan (Tamat)
85 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86 Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1 : Rujuk Bersyarat
2
2 : Menikah Lagi Karena Anak
3
3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4
4 : Pengkhianatan Kenzo
5
5 : Gugup Dan Linglung
6
6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7
7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8
8 : Kenan : Aku Suamimu!
9
9 : Mendadak Sangat Akrab
10
10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11
11 : Sangat Sakit
12
12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13
13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14
14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15
15 : Usaha Kenan
16
16 : Panggilan Video
17
17 : Balas Dendam
18
18 : Rencana Bu.suk Bella
19
19 : Sangat Marah!
20
20 : Mantannya Kenzo
21
21 : Hotel yang Sama
22
22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23
23 : Diam-Diam Bertindak
24
24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25
25 : Tenggelam Di Sungai
26
26 : Kejujuran Kenan
27
27 : Mirip Medan Magnet
28
28 : Sangat Yakin
29
29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30
30 : Restu
31
31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32
32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33
33 : Merasa Sangat Dicintai
34
34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35
35 : Pertemuan Keluarga
36
36 : Bingkai Foto Di Laci
37
37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38
38 : Jandanya Kenzo
39
39 : Pesona Khalisa
40
40 : LDR Pertama
41
41 : Usaha Kenzo
42
42 : Ketakutan Kenan
43
43 : Saling Jujur
44
44 : Tak Terusik
45
45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46
46 : Misi Menghamili Istri
47
47 : Pengin Banget!
48
48 : Tanpa Hambatan
49
49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50
50 : Orang Tua Zal.im
51
51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52
52 : Lupa Istri
53
53 : Cocok Dan Nyambung
54
54 : Semakin Manis
55
55 : Kanker Rahim
56
56 : Penyesalan Kenzo
57
57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58
58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59
59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60
60 : Kemarahan Alesha
61
61 : Kami Berhak Bahagia
62
62 : Menikah
63
63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64
64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65
65 : Keluarga
66
66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67
67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68
68 : Foto Profil
69
69 : Yaya
70
70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71
71 : Saling Terbuka
72
72 : Menuju Keluarga Cemara
73
73 : Babak Baru
74
74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75
75 : Mirip Pohon Pisang
76
76 : Memaafkan Papa
77
77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78
78 : Duniaku
79
79 : Salah Cari Lawan
80
80 : Menjadi Polisi
81
81 : Terlalu Percaya Diri
82
82 : Kematian Bella
83
83 : Masya Allah
84
Warna Kebahagiaan (Tamat)
85
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86
Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!