“Apa yang membuatmu merasa berhak memuk.uli anakku? Kamu bahkan mengatakan banyak hal tak p.antas kepada anakku!” Khalisa masih menatap marah Bella. Wanita itu masih terkapar di antara balok kayu yang luasnya tak ada dua puluh senti.
Setelah mengawasi sekitar, Khalisa mendapati ternyata ada yang merekam kejadian kini. “Mereka semua menjadi saksi, ya!”
“DASAR, MULUT, MULUT LONTAY, ENGGAK ADA SOPAN-SOPANNYA!” teriak Bella masih belum bisa mengontrol emosinya.
“Enggak benar ini!” ibu Arimbi emosi. Ia maju, tapi sang suami menahannya dan memilih membiarkan Kenan yang melakukannya.
“Kamu jangan cari gara-gara. Caramu begitu bisa membuatmu berurusan dengan polisi!” tegas Kenan yang sudah menuntun Khalisa untuk mundur. Ia membuat Khalisa berdiri di belakangnya. Selain itu, Kenan yang tak menemukan jejak Kenzo, sengaja mengemban Alesha.
“Dia sengaja meluka.i tanganku. Lihat, punggung tangan kiriku berda.rah. Dia juga sengaja mendorongku, dan ini ... dia meru.sak tas mahalku. Termasuk kedua sepatu mahalku!” kesal Bella yang akhirnya sudah berhasil duduk.
“Kamu yakin begitu? Kalaupun memang iya, putriku sampai melakukannya, kamu tetap enggak berhak memu.kulinya seperti tadi!” Khalisa kembali maju. Ia kembali meledak-ledak. Sisi bar-barnya sebagai seorang mama, memberontak. Tak terima, sungguh Khalisa tidak bisa memaafkan Bella.
“Aku biayai pengobatan luka di tangan dan semuanya yang bagi kamu karena putriku. Termasuk tas dan juga sepatu mahal kamu, aku ganti! Namun, aku pastikan kamu wajib berurusan dengan polisi!” tegas Khalisa lagi.
“Punya nyali juga kamu, ya! Hanya karena mantan suamimu orang kaya dan kamu berusa menguras harta dan kekayaannya!” lantang Bella.
Khalisa yang tak mau ambil risiko, tak sampai melakukan puku.lan. Yang ia lakukan ialah membenamkan wajah Bella di tanah becek.
“Pa, LAPOR POLISI! Tolong siapkan semua berkasnya!” tegas Khalisa meski ia masih menahan kepala dan juga sebelah tangan Bella. Wajah Bella masih terbenam pak.sa di tanah becek.
“Iya, Mbak. Sekarang juga, Papa urus,” sanggup pak Aidan yang meski bertahan diam, sebenarnya sangat geregetan.
Pak Aidan dan ibu Arimbi langsung memanggil penanggung jawab di sana. Keduanya meminta bantuan untuk menahan Bella selagi semuanya diproses.
“Saya telepon polisi dulu,” ucap pak Aidan.
“Kebetulan, Pak. Uwa saya polisi jaganya di sekitar sini,” ucap petugas pria di sana.
Mereka masih di pintu masuk kebun stroberi.
“Anj.ing si Khalisa, berai-beraninya dia begini ke aku!” batin Bella tak berdaya, setelah Khalisa mengakhiri ulahnya.
Bella meringkuk tak berdaya menghadap Khalisa dan Kenan. Wajah dan sebagian tubuh Bella terkena lumpur, basah. Wajah Bella sampai tidak bisa dikenali. Sementara beberapa orang di sana, masih merekam dari jarak dekat.
“Viral ... viral nih kasu.s. Awas saja kalau sampai kejadian, aku bakalan tuntut Khalisa dengan jauh lebih mudah!” batin Bella sengaja bertingkah lemah guna mendapatkan simpati. “Ini si Kenzo ke mana, ya? Apakah karena dia tahu, Khalisa dan keluarganya di sini, dia memilih kabur?” pikir Bella makin kesal. Karena di saat sedang sangat dibutuhkan, Kenzo justru tak kunjung datang.
Bella diboyong oleh dua orang pria muda. Keduanya merupakan petugas kebun stroberi yang orang tua Khalisa mintai bantuan.
“Mas Kenan, ayo bawa Alesha ke depan. Mama mau cek, ada yang luka enggak. Perlu diurut apa bawa ke dokter?” sergah ibu Arimbi yang kembali datang.
Pak Aidan tak ikut karena fokus mengurus keperluan di pintu masuk sana. Khalisa juga langsung mengikuti Kenan. Khalisa membiarkan sebelah tangannya digandeng sang mama.
“Apa lagi ini ya Allah?” batin Khalisa bertanya-tanya.
Khalisa merenung serius dan telanjur yakin, ada maksud lain dari apa yang kini terjadi. Khalisa yakin, akan ada babak baru yang harus ia hadapi dalam lembaran hidupnya.
“Kamu tahu, ... dia, ... wanita itu namanya Bella. Dan dia, mantannya papanya Alesha,” bisik Kenan yang mengabarkannya kepada Khalisa.
Kenan menatap saksama kedua mata istrinya. Keterkejutan ia temukan dari wajah cantik Khalisa. Tatapan Khalisa yang awalnya hanya manahan amarah, kini tampak disertai rasa pedih.
“Dia seorang model, dan sebelum kamu dengan papanya Alesha, sikap papanya Alesha kepadanya ya enggak beda dengan sikap papanya Alesha ke kamu,” yakin Kenan masih berbicara dengan hati-hati. Terlebih ia paham, kabar yang ia katakan, sangat menyakitkan. Meski kenyataan tersebut akan jauh lebih menyakitkan jika ia tak mengatakannya dan memilih diam.
Khalisa langsung tak karuan. Dadanya bergemuruh. Ia makin emosi. Seperti yang ia yakini, babak baru dalam hidupnya benar-benar terjadi karena kasus kini.
“Mantannya mas Kenzo, berbicara seperti tadi?” lirih Khalisa sambil menatap saksama kedua mata Kenan.
Khalisa refleks menggi.git bibir bawahnya, sementara kedua matanya, ia rasa berair. Kedua matanya makin lama makin panas. “Ada sesuatu, pasti ada sesuatu. Termasuk alasannya ada di sini. Dia mengatai Alesha maupun aku seperti tadi, Mas!” tegas Khalisa meski ia masih berbicara lirih. “Aku beneran enggak terima!”
Di bangku depan kebersamaan Kenan dan Khalisa, Alesha dipangku orang tua Khalisa. Mereka memang akan menjalani visum untuk Alesa, sesuai arahan polisi. Yang juga akan menjadi sarana lap.oran mereka bisa diproses.
“Aku akan menghubungi papanya Alesha. Aku penasaran, apakah ini ada alasannya, beberapa hari ini dia menghilang? Atau setidaknya, alasan dia asyi.k dengan ponselnya mirip ABG kasmaran?” lirih Khalisa makin emosi.
“Itu ... oh iya, ya. Apa yang Khalisa katakan benar juga. Jangan-jangan, Bella alasan Kenzo kayak ABG, curi-curi waktu asyik main hape,” pikir Kenan.
“Kita buktikan, benarkah dia sudah kembali berhubungan dengan Bella, dia bersenang-senang dengan Bella. Termasuk sampai membelikan Bella tas mahal seperti pengakuan Bella. Sementara dia, memak.saku turun ranjang agar kami bisa kembali menikah?” kesal Khalisa. Ia sengaja menjauh dan terus menghubungi nomor ponsel Kenzo.
Nomor ponsel Kenzo aktif. Namun, telepon suara yang Khalisa lakukan, tak kunjung mendapat balasan. Malahan di telepon kedua yang berusaha Khalisa lakukan, nomor ponsel Kenzo jadi tidak aktif. Khalisa tak mau tinggal diam dan sengaja mengecek WA Kenzo. Di luar dugaan, ternyata WA miliknya telah mengirim banyak foto kepada Kenzo. Foto liburan keluarga kecil Khalisa yang cenderung penuh foto Khalisa dan Kenan. Hanya saja, Khalisa tak merasa melakukannya.
“Dari tadi hapeku dipegang Alesha. Alesha melakukan ini karena dia terlalu kecewa, papanya selalu sibuk dan enggak ada waktu untuknya?” batin Khalisa merasa sangat nelangsa. Khalisa merasa prihatin pada sang putri yang sampai mengemi.s perhatian kepada papanya sendiri.
Sementara waktu terakhir Kenzo online yang ia pastikan, benar-benar membuatnya tercengang.
“Beneran baru saja, tapi nomornya jadi enggak aktif. Sebentar, tumben mas Kenzo pasang status WA padahal lagi enggak bareng Alesha?” batin Khalisa sengaja melihat status unggahan Kenzo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Radi
Thor ..aku mau tuh si belek sama Kenzo anyyiingggg hancur lebur deh ahh
gemes gue
2024-04-04
1
Wurry
Alesha mirip Binar yg dendam pd kekasih papanya dan jd benci ke papanya gegara ditunjukin perselingkuhan papanya, pdhl sblmnya sngt ingin papanya bersama2 dgn mamanya lg di novel Pernikahan suamiku (istri yg dituntut sempurna)
2024-02-22
2
Sarti Patimuan
Kenzo membuang berlian demi kerikil masa lalunya
2024-02-16
0