14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya

Membahas pasangan ideal, bagi Khalisa, Kenan merupakan jawabannya. Kenan yang meski masih serba canggung, tak segan mengurusnya lagi. Kedua tas kerja yang sebelumnya menjadi fokus Kenan, Kenan biarkan begitu saja. Kedua tas yang terbungkus jas hujan berlapis, benar-benar Kenan biarkan di meja ruang tamu.

Kenan malah tengah memijat punggung sekaligus kedua kaki Khalisa. “Tahan, ya ... ini bakalan sangat sakit. Namun setelah itu, harusnya enggak!” yakin Kenan.

“Yang ditarik gitu yah, Mas, kakinya?” tanya Khalisa belum apa-apa sudah panik.

“Bentar, Mas. Bentar, aku siap-siap dulu!” Khalisa yang duduk selonjor di tempat tidur, berpegangan asal pada ranjang.

Khalisa sudah sampai ganti pakaian karena pakaian sebelumnya memang basah. Namun, hal yang sama belum Kenan lakukan, meski celana dan sebagian kemeja bagian perut hingga dada Kenan, basah.

Setelah yakin Khalisa sudah siap, Kenan juga segera menarik kaki kanan istrinya itu. Kenan melakukannya dengan cukup bertenaga. Namun karena bagi Khalisa sangat sakit, Khalisa refleks menjerit. Malahan Khalisa melakukannya sambil berhenti berpegangan. Hingga yang ada, tubuh Khalisa turut tertarik. Awalnya Khalisa nyaris jatuh ke pinggir, tapi dengan sigap kedua tangan Kenan menahan kedua lengan Khalisa.

Kedua mata Kenan dan Khalisa saling tatap. Jarak wajah mereka sungguh tak ada setengah jengkal. Mereka sampai bisa merasakan deru napas satu sama lain. Keduanya tampak jelas sama-sama khawatir. Selain kedua tangan Khalisa yang juga refleks berpegangan erat pada kedua lengan Kenan.

“Maaf ... maaf, sumpah enggak berniat gitu. Kok, hasilnya mirip pijat bar-bar di pinggir jalan India!” ucap Kenan yang malah jadi menertawakan dirinya sendiri.

Khalisa yang tahu apa yang Kenan maksud, juga jadi ikut tertawa. Mereka sama-sama tertawa. Hingga kebersamaan kini menjadi tawa pertama mereka.

“Kamu tahu juga?” tanya Kenan.

Khalisa yang berangsur menggunakan kedua tangannya untuk menutupi mulut, mengangguk-angguk. “Selain kuliner dan klakson yang ada di sepanjang jalan, pijat refleksi bar-bar India memang sangat terkenal. Namun itu enggak cocok buat yang punya masalah jantung. Terlalu penuh kejutan soalnya!” ucapnya.

Berbeda dengan Khalisa yang sudah berhasil menyudahi tawanya, Kenan masih cekikikan.

“Baru kali ini aku lihat mas Kenan ketawa. Senyum saja nyaris enggak pernah, kan? Karena memang lagi bahagia, atau ada alasan lain?” batin Khalisa berangsur mengikuti tuntunan Kenan.

Khalisa turun dari tempat tidur dengan hati-hati. Luar biasanya, kakinya yang sempat terkilir, kini sudah bisa jalan. Kenan yang menyaksikan itu berangsur jongkok di hadapan Khalisa.

“Akhirnya ... kalau gitu, aku mandi dulu,” sergah Kenan.

“Aku siapkan makan malam dulu,” sergah Khalisa.

“Oh iya aku lupa. Ini kamu kelihatan jauh lebih sehat,” ucap Kenan. Karena kemarin malam saja, wanita di hadapannya sampai pingsan gara-gara tamu bulanan.

Khalisa tersenyum hangat. “Memang sudah mendingan, Mas. Tapi pas keluar gumpalan apa lagi deras-derasnya, ya tepar lagi.” Di hadapannya, Kenan langsung meringis ngeri menatanya.

Sekitar setengah jam kemudian, Kenan yang sudah mandi, datang ke dapur. Kenan menenteng kedua tasnya. Khalisa terjaga di dapur bersama Alesha dan ibu Arimbi. Namun, ibu Arimbi maupun Alesha langsung pamit.

“Habis minum obat?” ucap Kenan sambil melepas kepergian Alesha yang dituntun ibu Arimbi.

“Iya, Uncle. Uncle balu pulang kelja, mau makan malam, ya?” balas Alesha sopan sekaligus manja.

Alesha mau-mau saja menyalami tangan kanan Kenan dengan takzim layaknya tuntunan ibu Arimbi. Khalisa mengawasi sambil mencuci sendok dan gelas bekas Alesha minum.

“Mas makan saja, biar aku yang urus tasnya. Kalau ada yang basah, keringin pakai hair dryer saja kali ya. Apa, mau ditaruh di atas rice cooker saja?” Khalisa mengambil alih tas Kenan.

Kenan yang memang sudah sangat lapar, segera cuci tangan. Khalisa kembali membuatkan sup karena tenggorokan Kenan memang masih bermasalah.

“Aku pikir kamu masak soto lagi,” ucap Kenan. “Pulang kerja ada teman ngobrol dan sampai dimasakin,” batinnya yang memang belum berani jujur. Kenan takut, kejujurannya justru membuat Khalisa takut.

Kenan ingin, semuanya mengalir layaknya air. Hingga sebisa mungkin, ia mencoba membuat Khalisa nyaman. Sebisa mungkin memperhatikan sekaligus membuat Khalisa tak merasa kekurangan.

“Oh, Mas masih mau soto? Aku enggak tahu. Lagian takutnya Mas bosan, soalnya sudah dari kemarin menunya soto, kan?”

“Jadi aku sengaja masak sup karena tenggorokan Mas juga masih sakit. Tapi itu juga mirip soto sih Mas. Cuman ada wortel sama kentang, dan kaldunya dari daging sapi,” ucap Khalisa sambil sesekali menatap Kenan, meski kedua tangannya tengah mengelap jas hujan yang masih membungkus tas kerja Kenan.

“Ini pengalaman pertama, sudah hampir tengah malam masih temenin suami makan. Soalnya meski nyaris lima tahun menikah dengan papanya Alesha, beneran enggak pernah gini,” batin Khalisa yang baru saja meracik sup sapi buatannya menyerupai soto.

Kenan langsung menyukai masakan Khalisa. Yang membuat Khalisa tak percaya lagi, Kenan mengabarkan bahwa pria itu baru saja mendapatkan tender besar.

“Lokasinya di Bandung. Dua minggu lagi, proyeknya mulai digarap!” jelas Kenan bersemangat.

“Kalau sudah begini, kok rasanya seperti pasangan sesungguhnya?” batin Khalisa maupun Kenan nyaris di waktu yang sama.

Khalisa dan Kenan juga saling lirik. Lirikan yang lagi-lagi karena canggung. Kenan yang entah kenapa dengan sendirinya curhat. Sementara Khalisa yang merasa dianggap karena Kenan sampai mau cerita.

Terpopuler

Comments

Al Fatih

Al Fatih

Kenzo,, awas yaa kalo kamu smpe bener2 mau mengkambinghitamkan kenan atas masalah keuangan d perusahaan mu yaa. Trus,, aq heran juga yaa,, ad yaa aturan keluarga yg bikin kasta utk anak kandungnya sendiri....

2024-06-18

0

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Semoga pernikahan mereka berdua langgeng hingga maut memisahkan

2024-02-16

2

Firli Putrawan

Firli Putrawan

y udah kenan sm kalisa aja

2024-01-24

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Rujuk Bersyarat
2 2 : Menikah Lagi Karena Anak
3 3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4 4 : Pengkhianatan Kenzo
5 5 : Gugup Dan Linglung
6 6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7 7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8 8 : Kenan : Aku Suamimu!
9 9 : Mendadak Sangat Akrab
10 10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11 11 : Sangat Sakit
12 12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13 13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14 14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15 15 : Usaha Kenan
16 16 : Panggilan Video
17 17 : Balas Dendam
18 18 : Rencana Bu.suk Bella
19 19 : Sangat Marah!
20 20 : Mantannya Kenzo
21 21 : Hotel yang Sama
22 22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23 23 : Diam-Diam Bertindak
24 24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25 25 : Tenggelam Di Sungai
26 26 : Kejujuran Kenan
27 27 : Mirip Medan Magnet
28 28 : Sangat Yakin
29 29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30 30 : Restu
31 31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32 32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33 33 : Merasa Sangat Dicintai
34 34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35 35 : Pertemuan Keluarga
36 36 : Bingkai Foto Di Laci
37 37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38 38 : Jandanya Kenzo
39 39 : Pesona Khalisa
40 40 : LDR Pertama
41 41 : Usaha Kenzo
42 42 : Ketakutan Kenan
43 43 : Saling Jujur
44 44 : Tak Terusik
45 45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46 46 : Misi Menghamili Istri
47 47 : Pengin Banget!
48 48 : Tanpa Hambatan
49 49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50 50 : Orang Tua Zal.im
51 51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52 52 : Lupa Istri
53 53 : Cocok Dan Nyambung
54 54 : Semakin Manis
55 55 : Kanker Rahim
56 56 : Penyesalan Kenzo
57 57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58 58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59 59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60 60 : Kemarahan Alesha
61 61 : Kami Berhak Bahagia
62 62 : Menikah
63 63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64 64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65 65 : Keluarga
66 66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67 67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68 68 : Foto Profil
69 69 : Yaya
70 70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71 71 : Saling Terbuka
72 72 : Menuju Keluarga Cemara
73 73 : Babak Baru
74 74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75 75 : Mirip Pohon Pisang
76 76 : Memaafkan Papa
77 77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78 78 : Duniaku
79 79 : Salah Cari Lawan
80 80 : Menjadi Polisi
81 81 : Terlalu Percaya Diri
82 82 : Kematian Bella
83 83 : Masya Allah
84 Warna Kebahagiaan (Tamat)
85 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86 Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1 : Rujuk Bersyarat
2
2 : Menikah Lagi Karena Anak
3
3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4
4 : Pengkhianatan Kenzo
5
5 : Gugup Dan Linglung
6
6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7
7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8
8 : Kenan : Aku Suamimu!
9
9 : Mendadak Sangat Akrab
10
10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11
11 : Sangat Sakit
12
12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13
13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14
14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15
15 : Usaha Kenan
16
16 : Panggilan Video
17
17 : Balas Dendam
18
18 : Rencana Bu.suk Bella
19
19 : Sangat Marah!
20
20 : Mantannya Kenzo
21
21 : Hotel yang Sama
22
22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23
23 : Diam-Diam Bertindak
24
24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25
25 : Tenggelam Di Sungai
26
26 : Kejujuran Kenan
27
27 : Mirip Medan Magnet
28
28 : Sangat Yakin
29
29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30
30 : Restu
31
31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32
32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33
33 : Merasa Sangat Dicintai
34
34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35
35 : Pertemuan Keluarga
36
36 : Bingkai Foto Di Laci
37
37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38
38 : Jandanya Kenzo
39
39 : Pesona Khalisa
40
40 : LDR Pertama
41
41 : Usaha Kenzo
42
42 : Ketakutan Kenan
43
43 : Saling Jujur
44
44 : Tak Terusik
45
45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46
46 : Misi Menghamili Istri
47
47 : Pengin Banget!
48
48 : Tanpa Hambatan
49
49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50
50 : Orang Tua Zal.im
51
51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52
52 : Lupa Istri
53
53 : Cocok Dan Nyambung
54
54 : Semakin Manis
55
55 : Kanker Rahim
56
56 : Penyesalan Kenzo
57
57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58
58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59
59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60
60 : Kemarahan Alesha
61
61 : Kami Berhak Bahagia
62
62 : Menikah
63
63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64
64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65
65 : Keluarga
66
66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67
67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68
68 : Foto Profil
69
69 : Yaya
70
70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71
71 : Saling Terbuka
72
72 : Menuju Keluarga Cemara
73
73 : Babak Baru
74
74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75
75 : Mirip Pohon Pisang
76
76 : Memaafkan Papa
77
77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78
78 : Duniaku
79
79 : Salah Cari Lawan
80
80 : Menjadi Polisi
81
81 : Terlalu Percaya Diri
82
82 : Kematian Bella
83
83 : Masya Allah
84
Warna Kebahagiaan (Tamat)
85
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86
Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!