16 : Panggilan Video

Alesha sudah mulai banyak bicara. Bukan hanya ke kakek neneknya, tapi juga dengan Kenan. Sekitar pukul tujuh pagi, persiapan yang mereka lakukan, nyaris selesai.

“Terharu, asli terharu banget. Mas Kenan kelihatan banget berusaha jadi suami sekaligus kepala keluarga yang baik. Ke Alesha, ke orang tuaku,” batin Khalisa yang menyiapkan bekal untuk jalan-jalan mereka. Ia dibantu oleh sang mama maupun Kenan. Meski di beberapa kesempatan, Kenan akan menerima telepon atau menelepon.

Kenan masih mengurus pekerjaan. Namun, Kenan tak sampai meninggalkan mereka. Layaknya apa yang Kenzo lakukan.

“Papanya Alesha beneran enggak ngabarin. Dia enggak kangen anaknya apa bagaimana? Untung sekarang ada maa Kenan yang kasih Alesha perhatian. Enggak kebayang kalau enggak ada. Soalnya pas cuma sama mbahnya, Alesha masih tanya-tanya, papanya di mana? Nah ini ... apa, papanya Alesha sengaja kasih aku dan mas Kenan waktu? Tapi masa iya, Mas Kenzo sebaik itu. Lihat aku duaan sama Mas Kenan saja, dia cemburu!” batin Khalisa refleks terdiam lantaran di depannya, Kenan tengah memasangkan sabuk pengaman untuknya.

Khalisa tidak tahu, sudah berapa lama dirinya merenung dan berakhir melamun. Ternyata, ia sudah duduk di sebelah Kenan yang siap menyetir. Sementara Alesha duduk di pangkuan pak Aidan.

Sampai detik ini, Khalisa masih penasaran. Kenapa Alesha tidak merasa terganggu pada kebersamaan mereka dengan Kenan.

“Mama, papa ke mana? Kok enggak jemput-jemput aku?” tanya Alesha.

Pertanyaan yang jujur saja membuat keadaan menjadi tegang.

“Kan kita mau jalan-jalan, jadi papa belum jemput,” ucap pak Aidan segera sigap menjawab.

“Oh iya, ya ... kita mau jalan-jalan.” Alesha kembali bersemangat.

“Katanya mau petik stroberi. Sama panen sayuran?” timpal ibu Arimbi penuh pengertian. Ia mengelus sayang poni Alesha yang kemarin baru ia potong karena sudah menutupi mata.

Dirawat Kenzo sekeluarga, dan selama itu, Khalisa bahkan sangat dibatasi hanya untuk bisa bertemu Alesha, nyatanya Alesha malah kurang terawat. Bukan hanya penampilan. Karena pada kenyataannya, paru-paru Alesha saja menjadi korban.

“Pemandangannya indah yah, Mbah Kung!” ucap Alesha yang sepanjang perjalanan tidak tidur. Sementara panggilannya kepada pak Aidan yaitu “Mbah Kung atau itu Mbah Kakung”, artinya sama saja dengan kakek.

Berbeda dengan Alesha dan pak Aidan, ibu Arimbi dan Khalisa malah ketiduran. Sesekali, Kenan yang fokus menyetir, akan membenarkan posisi kepala Khalisa yang kadang tak menyandar.

“Khalisa bilang, para suami di keluarganya, sudah terbiasa memperlakukan istrinya layaknya ratu,” pikir Kenan. Alasan tersebut juga yang membuatnya bersikap makin lembut.

Termasuk itu ketika Kenan membangunkan Khalisa. Kenan sengaja melakukannya setelah semuanya sudah turun.

“Hmm ...? Kol sepi?” ucap Khalisa sengaja mengalihkan perhatian Kenan lantaran wajah Kenan berada persis di hadapannya.

“Sudah pada turun. Tuh, di belakang mobil. Ayo turun. Alesha sudah heboh,” ujar Kenan sengaja mengulurkan kedua tangannya.

“Untung aku pakai masker. Enggak kebayang andai aku enggak pakai masker, terus malah tidur sambil mangap!” batin Khalisa yang kemudian menaruh kedua tangannya di kedua telapak tangan Kenan.

Kenan sudah sampai melepas sabuk pengaman milik Khalisa. Perhatian sepele yang bagi Khalisa sangat manis. Ketimbang hal muluk-muluk dan sebenarnya tidak mewah, tapi harus diakui mewah, layaknya apa yang selama ini Kenzo lakukan kepadanya.

“Kita suami istri, jadi jangan bikin aku canggung apalagi merasa berdosa, ya?” ucap Kenan sambil melirik Khalisa yang baru saja turun dari mobil.

Khalisa menahan napas dan perlahan menatap Kenan. Ternyata, Kenan masih menatapnya. Ia sempat menghindar, sengaja menunduk. Namun karena Kenan terlihat sangat serius, ia sengaja kembali menatap Kenan.

“Malah dosa kan, kalau kita terus canggung-canggung? Nanti yang ada, orang tua kamu juga canggung,” lanjut Kenan.

“Iya, Sih ...,” lirih Khalisa.

“Bikin liburan ini beneran berkesan buat Alesha maupun orang tua kamu. Alesha butuh orang tua bahagia. Karena dengan begitu, Alesha baru bisa bahagia. Ini bisa membantu menaikan imun Alesha!” ucap Kenan lagi.

“Alesha, ... Alesha bahagia, kan?” tanya Khalisa ketika mereka sampai tenda milik mereka.

Untuk jaga-jaga, takut Kenzo tetap tidak mau berubah, Khalisa sengaja memberi sang putri pengertian.

Mata biru Alesha menatap teduh kedua mata mamanya. Ia mengangguk.

“Enggak apa-apa, ya, kita enggak selalu sama papa?” lanjut Khalisa.

“Kenapa papa enggak selalu sama kita, padahal uncle saja sama kita?” balas Alesha.

“Karena Mama sama Papa sudah cerai? Oma dan Onty Keina bilang begitu. Papa juga bilang begitu. Tapi papa bahkan mama bilang, papa sama Mama bakalan sama-sama lagi asal aku sembuh?” ucap Alesha.

“Tapi papa enggak bikin Mama bahagia ya?” lanjut Alesha yang jadi sedih sendiri.

“Meski tanpa papa, kita wajib bahagia.” Khalisa meyakinkan. “Enggak apa-apa, ya, kita enggak bisa selalu sama-sama, dengan papa?”

“Maunya sih sama papa. Tapi papa jangan marah-marah terus ke Mama. Papa harus kayak Uncle yang enggak pernah marah ke Mama,” ucap Alesha.

Mendengar itu, Khalisa langsung kikuk. Tak menyangka, ternyata Kenan sudah memiliki penilaian istimewa dari Alesha.

“Ya, Ma. Aku mau papa, kita sama-sama papa, tapi papa enggak boleh marah-marah terus. Papa harus sayang Mama, seperti uncle Kenan!” mohon Alesha.

Belum sempat Khalisa menjawab, Alesha sudah mengambil ponsel Khalisa dari tas Khalisa dan memang ada di depan mereka.

“Aku mau telepon Papa!” ucap Alesha bersemangat. “Aku mau bilang, biar papa enggak marah-marah.”

“Kalau gitu, Mama siapin makan siang buat kamu, ya!” pamit Khalisa sengaja meninggalkan Alesha di dalam tenda seorang diri.

Aroma kopi terci.um sangat kuat, ketika Khalisa keluar dari tenda. Karena di luar tenda, orang tuanya dan Kenan, memang tengah menikmati kopi. Bekal bawaan mereka juga sudah dibuka.

“Sejak kapan, pecel cocok sama kopi?” tanya Khalisa tidak bisa untuk tidak tertawa. Ia duduk di sebelah Kenan karena hanya di sebelah Kenan yang belum ditempati.

Kebersamaan keempatnya sudah langsung dihiasi obrolan hangat. Sementara di tempat berbeda, di sebuah hotel. Dering tanda telepon masuk di ponsel Kenzo, membuat Bella yang awalnya akan masuk ke kamar mandi, terusik.

“Siapa, ya? Aku harap ... itu mantan istri Kenzo.” Berbekal harapan tersebut, Bella sengaja melangkah hati-hati. Bella menuju meja nakas sebelah Kenzo selaku keberadaan ponsel Kenzo.

Kenzo sendiri masih pulas. Kenzo meringkuk dan hanya menutupi sebagian tubuh bagian bawahnya menggunakan selimut.

“Wah ... Mamanya Alesha. Ini nomornya si Khalisa, kan? Dasar wanita mura.han. Sudah cerai juga, jadiin anak buat bisa hidup enak dari Kenzo!” batin Bella yang kemudian kembali berkata dalam hatinya, “Tunggu pelajaran dariku!”

Setelah mengambil ponsel Kenzo, Bella segera naik ke ranjang tidur mereka. Di ranjang yang sudah sangat berantakan itu, Bella yang hanya memakai celana da.lam, sengaja membuat dirinya didekap dari belakang oleh Kenzo.

Kenzo yang telanjur bucin kepada Bella, sama sekali tidak curiga. Ia dengan senang hati memeluk Bella layaknya tuntunan Bella. Kedua mata Kenzo masih terpejam rapat lantaran pria itu masih sangat mengantuk. Sementara alasan Kenzo tak sampai terusik dering ponsel, tak lain karena Bella sudah membuat dering tak terdengar.

Segera Bella menerima panggilan video di ponsel Kenzo. Jemari lentik Bella, juga segera membuat suara dari seberang senyap. Namun bisa Bella pastikan, siapa pun di seberang sana, tahu apa yang sedang ia dan Kenzo lakukan.

Terpopuler

Comments

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Wah Kenzo bakalan ketahuan oleh alesha bersama dengan Bella

2024-02-16

3

Mas Bos

Mas Bos

beruntung bella bertindak ngawur
sehingga bisa jadi alasan kuat
bagi khalisa tetep dg kenan

2024-02-10

1

Erina Munir

Erina Munir

dasar bellek belis...aduuh klo d liat sama alesya gimana tuuh

2024-02-03

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Rujuk Bersyarat
2 2 : Menikah Lagi Karena Anak
3 3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4 4 : Pengkhianatan Kenzo
5 5 : Gugup Dan Linglung
6 6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7 7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8 8 : Kenan : Aku Suamimu!
9 9 : Mendadak Sangat Akrab
10 10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11 11 : Sangat Sakit
12 12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13 13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14 14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15 15 : Usaha Kenan
16 16 : Panggilan Video
17 17 : Balas Dendam
18 18 : Rencana Bu.suk Bella
19 19 : Sangat Marah!
20 20 : Mantannya Kenzo
21 21 : Hotel yang Sama
22 22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23 23 : Diam-Diam Bertindak
24 24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25 25 : Tenggelam Di Sungai
26 26 : Kejujuran Kenan
27 27 : Mirip Medan Magnet
28 28 : Sangat Yakin
29 29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30 30 : Restu
31 31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32 32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33 33 : Merasa Sangat Dicintai
34 34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35 35 : Pertemuan Keluarga
36 36 : Bingkai Foto Di Laci
37 37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38 38 : Jandanya Kenzo
39 39 : Pesona Khalisa
40 40 : LDR Pertama
41 41 : Usaha Kenzo
42 42 : Ketakutan Kenan
43 43 : Saling Jujur
44 44 : Tak Terusik
45 45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46 46 : Misi Menghamili Istri
47 47 : Pengin Banget!
48 48 : Tanpa Hambatan
49 49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50 50 : Orang Tua Zal.im
51 51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52 52 : Lupa Istri
53 53 : Cocok Dan Nyambung
54 54 : Semakin Manis
55 55 : Kanker Rahim
56 56 : Penyesalan Kenzo
57 57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58 58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59 59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60 60 : Kemarahan Alesha
61 61 : Kami Berhak Bahagia
62 62 : Menikah
63 63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64 64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65 65 : Keluarga
66 66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67 67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68 68 : Foto Profil
69 69 : Yaya
70 70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71 71 : Saling Terbuka
72 72 : Menuju Keluarga Cemara
73 73 : Babak Baru
74 74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75 75 : Mirip Pohon Pisang
76 76 : Memaafkan Papa
77 77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78 78 : Duniaku
79 79 : Salah Cari Lawan
80 80 : Menjadi Polisi
81 81 : Terlalu Percaya Diri
82 82 : Kematian Bella
83 83 : Masya Allah
84 Warna Kebahagiaan (Tamat)
85 Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86 Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1 : Rujuk Bersyarat
2
2 : Menikah Lagi Karena Anak
3
3 : Perbedaan Kenan Dan Kenzo
4
4 : Pengkhianatan Kenzo
5
5 : Gugup Dan Linglung
6
6 : Sekarang, Aku Istrinya Mas Kenan
7
7 : Babak Baru Pernikahan Turun Ranjang
8
8 : Kenan : Aku Suamimu!
9
9 : Mendadak Sangat Akrab
10
10 : Kenan yang Sudah Ada Rasa
11
11 : Sangat Sakit
12
12 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
13
13 : Kasta, Obsesi, Dan Juga Permainan Licik
14
14 : Seperti Pasangan Sesungguhnya
15
15 : Usaha Kenan
16
16 : Panggilan Video
17
17 : Balas Dendam
18
18 : Rencana Bu.suk Bella
19
19 : Sangat Marah!
20
20 : Mantannya Kenzo
21
21 : Hotel yang Sama
22
22 : Sakit Hati Dan Kecewa
23
23 : Diam-Diam Bertindak
24
24 : Ketakutan Dan Tidak Mau Mati
25
25 : Tenggelam Di Sungai
26
26 : Kejujuran Kenan
27
27 : Mirip Medan Magnet
28
28 : Sangat Yakin
29
29 : Hanya Karena Kami Orang Kampung
30
30 : Restu
31
31 : Khalisa Sekeluarga Bukan Orang Biasa
32
32 : Kembali Gugup Dan Tegang
33
33 : Merasa Sangat Dicintai
34
34 : Masa Lalu Khalisa yang Sangat Menyakitkan
35
35 : Pertemuan Keluarga
36
36 : Bingkai Foto Di Laci
37
37 : Makin Romantis Dan Kabar Terbaru Kenzo
38
38 : Jandanya Kenzo
39
39 : Pesona Khalisa
40
40 : LDR Pertama
41
41 : Usaha Kenzo
42
42 : Ketakutan Kenan
43
43 : Saling Jujur
44
44 : Tak Terusik
45
45 : Apa Pun Kenan Lakukan
46
46 : Misi Menghamili Istri
47
47 : Pengin Banget!
48
48 : Tanpa Hambatan
49
49 : Kekeluargaan Keluarga Khalisa
50
50 : Orang Tua Zal.im
51
51 : Persiapan Syukuran Dan Selamatan
52
52 : Lupa Istri
53
53 : Cocok Dan Nyambung
54
54 : Semakin Manis
55
55 : Kanker Rahim
56
56 : Penyesalan Kenzo
57
57 : Pernikahan Syarat Untuk Rujuk
58
58 : Kedondong Dan Langsung Jadi
59
59 : Tidak Tahu Apa-Apa
60
60 : Kemarahan Alesha
61
61 : Kami Berhak Bahagia
62
62 : Menikah
63
63 : Silsilah Keluarga yang Makin Ruwet
64
64 : Adab Dan Tanggung Jawab
65
65 : Keluarga
66
66 : Khalisa Sakit, Kenan Makin Perhatian
67
67 : Sindrom Panik Karena Terlalu Bahagia
68
68 : Foto Profil
69
69 : Yaya
70
70 : Laki-Laki Mental Krupuk
71
71 : Saling Terbuka
72
72 : Menuju Keluarga Cemara
73
73 : Babak Baru
74
74 : Kebencian Khalisa Kepada Kenzo
75
75 : Mirip Pohon Pisang
76
76 : Memaafkan Papa
77
77 : Terancam Dinikahkan Paksa
78
78 : Duniaku
79
79 : Salah Cari Lawan
80
80 : Menjadi Polisi
81
81 : Terlalu Percaya Diri
82
82 : Kematian Bella
83
83 : Masya Allah
84
Warna Kebahagiaan (Tamat)
85
Novel : Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)
86
Novel Kenzo : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
87
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!