“Kenan sudah menceraikan kamu?” ucap Kenzo dingin, meski Khalisa belum membuka gembok gerbang untuknya masuk.
Khalisa sudah langsung menatap tidak nyaman kedua mata Kenzo. Kedua mata yang tampak jelas menahan amarah. “Aku lagi mens. Kami belum melakukannya.”
Jika keadaannya sudah seperti sekarang, dan itu Kenzo sedang sangat emosional. Khalisa sungguh malas berurusan dengan mantan suaminya itu. Ia bahkan sengaja meninggalkan Kenzo, demi menghindari hal yang tidak diinginkan. Agar emosinya tidak meledak-ledak mengikuti Kenzo. Khalisa tak mau Alesha melihat komunikasi tak baik antara dirinya dan Kenzo. Karena apa pun keadaannya, Khalisa ingin menciptakan hubungan baik antara dirinya dan Kenzo, demi Alesha.
“BOHONG!” sergah Kenzo menepis pengakuan Khalisa. Ulahnya itu langsung sukses mematahkan langkah Khalisa.
Ketika akhirnya Khalisa balik badan menatap Kenzo, Kenzo berkata, “Memangnya apa lagi yang dilakukan dua orang dewasa, mereka lawan jenis, dan mereka berlama-lamaan di dalam kamar, selain—”
“Mas sudah berpengalaman?!” tegas Khalisa sengaja memotong ucapan Kenzo.
Jantung Kenzo seolah lepas detik itu juga. Balasan Khalisa membuat Kenzo ingat hubungannya dan Bella.
“Mas menuduhku seperti itu karena Mas sudah berpengalaman? Ini aku beneran serius memastikan!” lanjut Khalisa makin meledak-ledak.
Dari depan pintu, tampak Kenan yang akhirnya keluar. Kenan yang sebenarnya siap pergi kerja, buru-buru menghampiri kebersamaan Khalisa dan Kenzo.
Tentu Kenzo tak bisa menuduh apalagi membalas Khalisa lagi. Kenzo malah gelisah karena merasa berdosa. Apalagi, apa yang Khalisa tegaskan sekaligus tuduhkan, benar adanya.
Andai Kenan tak telanjur datang, mungkin Khalisa sudah meledak-ledak. Ditambah lagi, tamu bulanan yang tengah ia rasakan membuatnya makin sens.itif. Khalisa tak kuasa mengontrol emosinya.
“Kamu masuk, istirahat. Biar ini jadi urusanku,” ucap Kenan masih berusaha tenang. Meski hadirnya Kenzo, sudah langsung membuatnya tidak nyaman.
“Tutup mulut kamu! Apa maksud kamu berkata seperti itu kepada–” Kenzo meledak-ledak.
Namun, Kenan juga tak kalah emosi. “Aku berhak! Aku bahkan berhak mengusir kamu kalau kamu hanya bikin keributan!”
Kebahagiaan yang Kenan dapatkan karena kebersamaannya dan Khalisa sekeluarga, langsung sirna. “Sesaknya terasa sampai ubun-ubun. Kebahagiaan ini beneran hanya titipan. Istri titipan, keluarga titipan!” batin Kenan benar-benar sedih. Hatinya mendadak melow.
“Astaghfirullah ...,” lirih Khalisa jadi sibuk menghela napas pelan.
Tiba-tiba saja, Kenzo menyesali keputusannya telah percaya kepada Kenan. “Namun andai aku menyewa pria lain, bagaimana jika ternyata, pria itu sudah biasa celap-celup dengan banyak wanita? Yang ada jadi biang penyak-it kela-min ke Khalisa, terus menular kepadaku juga!” batin Kenzo yang kemudian berkata, “Bersumpahlah, kamu tidak akan pernah menyukai apalagi mencintai Khalisa!”
Kenzo sengaja memastikan, pernikahan turun ranjang rancangannya akan berakhir dengan perceraian. Perceraian yang otomatis membuatnya bisa segera kembali menikahi Khalisa.
Khalisa menatap tak percaya Kenzo. Namun, ia juga bingung kenapa Kenan tak kunjung membalas atau setidaknya merespons.
“Ber—sum—pah—lah!” ulang Kenzo penuh penekanan. Saking emosinya, bukan hanya suaranya yang terdengar gemetaran. Karena tubuh apalagi kedua tangannya juga.
“Masuk, lah ... jangan sampai orang tua kamu, apalagi Alesha khawatir karena kebersamaan kita.” Kenan cari aman. Ia tak mau termakan sumpah tidak jelas seperti yang Kenzo tuntutkan.
Disinggung mengenai orang tua Khalisa, tentu Kenzo takut. Apalagi selain bisa menghalangi restu hubungannya dan Khalisa, pak Aidan merupakan pengacara kawakan. Ditambah lagi, sebelumnya Kenzo sudah melakukan kesalahan fatal dan itu mengenai perceraiannya dengan Khalisa. Dengan kata lain, Kenzo harus lebih pintar menjaga sikap. Belum lagi, meski perseli.ngkuhan yang ia jalani bisa disembunyikan. Yang namanya perselin.gkuhan pasti akan meninggalkan jejak.
“Kamu beneran lagi mens?” tanya Kenzo dengan nada yang tidak meledak-ledak lagi. Sebab di belakang sana, pak Aidan datang bersama Alesha maupun ibu Arimbi. Pak Aidan mengemban Alesha menggunakan sebelah tangan.
Mendengar itu, Khalisa refleks mengembuskan napas panjang melalui mulut. “Sana masuk ke kamar. Itu bekas mens-nya belum aku cuci. Termasuk beberapa bekas pembalut juga masih di tong sam.pah kamar mandi.”
Khalisa pikir, Kenzo cukup ia kabari melalui lisan. Namun ternyata, Kenzo nekat menerobos masuk setelah sebelumnya, Kenzo minta dibukakan gembok gerbangnya.
“Kenzo red flag banget ya,” pikir Kenan. Kenan jadi penasaran, bagaimana sikap Kenzo keada Khalisa maupun Alesha, ketika tidak bersama orang lain?
“Papa ke sini?” sapa Alesha sedih.
“Bentar, yah, Sayang. Papa ada urusan di dalam. Bentar, beneran bentar!” sergah Kenzo buru-buru masuk rumah Kenan.
Khalisa yang telanjur kesal juga berangsur menyusul. Membuat kedua orang tuanya bingung, hingga keduanya terdengar bertanya kepada Kenan.
Kenzo sungguh mengawasi tempat tidur di kamar sang adik. Khalisa yang sampai berlari akhirnya menyusul.
“Ini, Mas. Ini darah mens.” Khalisa membuka handuk yang menutupi bekas darah mens di seprai ia tidur.
Kemudian, masih dengan buru-buru, Khalisa menuntun Kenzo ke kamar mandi, tanpa sedikit pun menyentuhnya.
“Ya Allah, ... kalau gini caranya aku ragu bisa mengubah mas Kenzo,” batin Khalisa.
“Aku ingin kita buat perjanjian tertulis dan ada materai juga!” tegas Kenzo sambil menatap Khalisa.
“Aku beneran capek, Mas! Kalau Mas terus begini, sudah ... mending sudahan saja. Sudah akhiri drama ini!” tegas Khalisa.
Kenzo langsung diam. Ia merasa sangat syok. Kenan yang ada di bibir pintu kamarnya juga tak kalah syok. Andai ponsel Kenzo tak berdering dan itu dering telepon masuk. Tentu ketegangan di sana belum mencair.
Kenzo buru-buru keluar dari kamar Kenan. Kenzo belum berani menjawab telepon masuk di ponselnya karena itu memang dari Bella. Malahan, Kenzo sengaja membiarkannya. Meski Kenzo juga buru-buru menghubungi balik, setelah keluar dari rumah Kenan.
“S—sayang, ... aku terkejut ternyata kamu masih berhubungan dengan mantan istri kamu,” ucap Bella dari seberang dan terdengar sangat sedih sekaligus kecewa.
“Enggak gitu—” Kenzo yang sudah deg-degan parah, sengaja mengelak.
“Aku beneran lihat. Sekarang kamu di depan teras rumah tempat kamu dan mantan istri kamu bertemu, kan?” balas Bella.
Mendengar itu, kedua mata tajam Kenzo langsung sibuk mencari-cari. “Kamu di mana?”
“Kamu enggak sayang aku?” balas Bella yang malah balik bertanya.
Kenzo menghela napas dalam. “Khalisa memang segalanya buat aku. Namun aku juga enggak bisa tanpa Bella,” batin Kenzo yang kemudian meyakinkan, alasannya ke sana murni untuk bertemu Alesha.
“Kamu pilih aku apa mantan istri kamu?” tanya Bella terdengar menuntut.
“Jangan banyak alasan. Alesha punya mamanya, sementara aku hanya punya kamu. Kamu tega ke aku!” rengek Bella kali ini terdengar mengancam.
Kenzo yang sudah melangkah jauh meninggalkan teras rumah, makin galau. Apalagi ketika Khalisa juga menyusul, memanggilnya sekaligus menatapnya.
“Aku beneran enggak bisa memilih. Khalisa dan Bella. Keduanya sama pentingnya buat aku. Namun andai Bella marah, dia beneran bisa meninggalkan aku. Lain dengan Khalisa yang enggak mungkin bisa tanpa aku. Ada Alesha yang akan selalu menjadi alasanku bisa kembali dengan mudah!” batin Kenzo benar-benar berpikir keras. Tatapannya masih kerap menepis tatapan Khalisa. Sementara tangan kanannya masih menempelkan ponsel ke telinga kanan.
Namun ketika Bella sampai memutus sambungan telepon secara sepihak, Kenzo memutuskan untuk langsung pergi.
Detik itu juga Khalisa refleks melangkah. Khalisa refleks menyusul. “Kok rasanya sakit banget, ya? Firasatku enggak enak,” batin Khalisa. Ia berdiri mematung di depan pintu gerbang. Kenzo benar-benar meninggalkannya. Alasan yang membuat hatinya terasa makin sakit, terlepas dari air matanya yang sibuk berjatuhan membasahi pipi.
“Nyesek banget! Padahal aku enggak tahu apa yang sebenarnya terjadi ....” Khalisa bahkan tak menyadari, jika Kenan sudah berdiri di sebelahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Soraya
bodoh kmu Khalisa ngapain balik lagi sm kenzo
2025-01-06
0
sherly
khalisa terlalu naif dah tau tabiat si Kenzo masih aja mau... kelakuan Kenzo sungguh tak ada sopannya padahal itu dirmh Kenan yg walaupun adeknya tp ada Aidan dan Arimbi mantan mertuanya...
2024-07-27
0
Lilik Juhariah
lucu ini kalisa , Kenzo gk begitu cara memandang hukum setelah talak 3 , gk bs dg niat merencanakan nikah LG dg orang biar balik lagi
2024-06-14
1