Bab 19

Tengah malam mendadak Kara terbangun karena haus, Ia melihat di atas nakas pun minumnya sudah habis tak tersisa.

"Huft Kara harus turun nih tapi, Kara takut huwaa Ayah, Mima, " gumam Kara. Kara memikirkan cara agar bisa keluar tanpa takut.

Tak sanggup menahan haus lagi, akhirnya Kara memilih keluar membalut dirinya dengan selimut. Tak lupa ia membawa beberapa boneka sapi kesayangan nya.

Kara melihat sekeliling ketika baru saja menuruni tangga. "Sapi kenapa gelap sekali ya? Kara takut kalian temen kan Kara ya, " ucap Kara pada boneka boneka nya.

"Iya baik Kara," Kara mengecilkan suaranya seolah olah itu sapi yang menjawab.

Dari pintu utama Keenan memperhatikan gerak gerik selimut berjalan itu, ia tak tau kalo itu adalah Kara. Keenan tak bersuara, ia masih terdiam di tempat.

Beruntung Kara tidak bisa melihatnya, karena gelap atau Kara akan ketakutan. Kara menuruni tangga satu persatu dengan was was, hatinya sangat takut.

Di pijakan tangga terakhir tanpa sengaja Kara menginjak selimutnya, berakhir jatuh dan bonekanya berserakan.

"Aduh kenapa pakai jatuh segala sih, " gumam Kara sambil membalut lagi dirinya dengan selimut.

Tap

Saklar lampu kembali hidup, Kara melihat keenan yang menghidupkan lampu itu. Kara meringis malu dalam hatinya, sudah pasti abang Keenan melihat dirinya jatuh.

Kara memungut ke 4 bonekanya yang terjatuh.

"Ngapain? " tanya Keenan sambil berjalan mendekat.

Kara menundukkan kepalanya ia belum pernah berinteraksi dengan Keenan secara dekat. "Kara mau minum haus, " jawab Kara pelan.

"Air di kamarmu habis? " tanya Keenan lagi, Kara mengangguk.

"Kenapa harus seperti ini? " tanya Keenan sambil melihat Kara dari atas sampai bawah bagaikan anak kucing.

"Hehe Kara takut Abang, " cengir Kara.

"Ayo Abang teman kan untuk minum, " Keenan menarik tangan Kara pelan menuju dapur.

"Lain kali telpon saja maid minta tolong ambilkan, kalo seperti ini ngapain kita pekerja kan maid, " omel Keenan. Ia kesel melihat Kara terjatuh tadi.

"Iya Abang,"

"Coba Abang liat lukanya," pinta Keenan sambil berjongkok.

"Cuma ke gores dikit kok Abang," ucap Kara sambil memperlihatkan lututnya yang terluka.

"Sebentar, Abang ambilkan kotak p3k. " Keenan pergi ke ruang tengah mengambil kotak p3k.

"Luka kecil juga harus di obatin biar ngga infeksi, " ucap Keenan sambil mengobati luka Kara. Setelah selesai mengobati Keenan mengambil segelas air putih untuk Kara.

"Makasih Abang," ucap Kara. Keenan mengangguk saja.

"Sudah? " tanya Keenan. "Ayo Abang antar ke kamar, " ajak Keenan. Kara berjalan dengan susah payah, bagaimana tidak, boneka sapi satu dipegang di sebelah kiri, satu dipegang sebelah kanan, dan dua lagi dipeluk dari depan.

Pagi hari Kara masih terlelap dibawah selimut tebalnya, tak peduli sinar matahari yang masuk melalui celah celah jendela kamar. Jam sudah menunjukkan pukul 6: 15 tapi, Kara belum ada tanda tanda mau bangun.

Tok tok tok

Mima mengetuk pintu tapi, tak ada sautan dari sang pemilik kamar. "Mima masuk ya, Nak." Mima segera masuk ke dalam kamar. Terlihat Kara masih nyenyak dalam mimpinya.

Mima mengelus lembut rambut Kara. "Sweety, ayo bangun sayang, mau jam 7 loh Nak. "

Kara mengerjapkan mata nya pelan. Ia melihat Mima yang duduk di sampingnya. "Mima, " gumam Kara sembari mengucek matanya.

"Jangan di kucek sayang, nanti perih loh matanya, " tegur Mima. "Ayo bangun, nanti Adek bisa terlambat masuk ke sekolah, " Kara mengangguk. Ia langsung beranjak ke kamar mandi.

Sedangkan mima mempersiapkan kebutuhan Kara ke sekolah. Mulai dari siapkan pakaian, sepatu, tas dan buku buku yang dibutuhkan Kara hari ini.

Setelah mandi Kara langsung bersiap di bantu Mima. Mima begitu senang, karena bisa merasakan rasanya mengurus anak perempuan.

"Mima, Kara gak mau di ikat dua kayak gini rambutnya, Kara mau di kuncir satu aja, " rengek Kara.

"Yaudah, " Mima kembali melepaskan kunciran itu dan mengikat ulang. Tak lupa menambah kan beberapa jepitan kecil untuk mem permanis.

"Duh cantiknya putri Mima, " Mima mengecup singkat pipi Kara.

"Ayo kita turun, " ajak Mima. "Bi, nanti segera bawa turun ya sepatu sama tas nya Kara," lanjut Mima pada maid pribadi Kara.

"Siap baik nyonya. "

Di meja makan sudah berkumpul kecuali Mima dan Kara. "Halo selamat pagi, " sapa Kara riang.

"Selamat pagi little girl, "

"Pagi Adek,"

"Pagi cantik, "

"Pagi, "

Kara meringis malu melihat Keenan, pasti abangnya itu masih mengingat hal semalam. Kara menggerutu dirinya yang sangat penakut.

"Kenapa diam dek? ayo duduk, atau mau abang pangku? " tanya Vero.

"Tidak perlu abang, Kara duduk sendiri aja." Jawab Kara sambil menarik kursi di samping Ayah.

"Makan apa nak? " tanya Mima.

"Kara mau sarapan sama roti aja," jawab Kara.

"Makan nasi dek, " ucap Gerald.

"Tidak mau, Kara mau roti. " Jawab Kara membantah.

"Boleh tapi, double ya, " jawab Mima. Kara mengangguk saja.

"Bi, siapkan bekal untuk Kara," perintah Mima. "Mima, Kara tidak mau bawa. " Rengek Kara.

"Tidak ada bantahan sweety, " balas Mima, membuat Kara menghela nafas pasrah.

Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai makan. "Kara sudah siap, " Kara langsung bangun dari duduknya.

"Ayo kita juga sudah siap, " ajak Alvaro.

Kara segera berpamitan pada Ayah dan Mima. "Lah masa Mima sama Ayah aja yang di cium, Abang ngga?" cemburu Gerald.

Kara segera mendekati Gerald dan mengecupnya sekilas, melihat Keenan, Kara menjadi ragu untuk tidak mengecup. Tapi, kalo dia kecup takutnya Keenan marah.

"Ah ku kecup singkat aja, "batin Kara.

Kara menghampiri Keenan dan mengecup pipi Keenan singkat dengan cepat. Keenan terpaku sejenak, tak menyangka dirinya juga akan dicium Kara. Ada senang di hati nya.

Mima terkekeh geli melihat raut wajah Keenan setelah di kecup Kara. "Semoga ini menjadi awal yang baik, " batin Mima.

Kara berangkat ke sekolah bersama si kembar. Di mobil Kara bernyanyi nyanyi kecil sambil menikmati perjalanan. Hari ini cukup lenggang meskipun jam sudah hampir pukul 7. Seperti hati Kara suasana nya hari ini sangat baik.

"Makasih abang kembar, Kara masuk dulu. " Kara buru buru turun dari mobil dan berlalu ke kelas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!