Kara pulang ke rumah dengan semangat, ia begitu puas makan es krim tanpa ada yang melarang. Baru saja mau membuka pintu tapi, bibi sudah lebih dulu membukanya.
"Assalamualaikum, " ucap Kara saat memasuki rumah diikuti yang lain.
"Waalaikumsalam nona, " jawab bibi.
"Bi, mima mana? " tanya Kara.
"Ada non, nyonya lagi menyiapkan makan siang bersama para maid, " jawab bibi.
Kara segera pergi ke dapur menemui mima. "MIMA AAA, " teriak Kara sambil berlari kecil menghampiri Mima.
Mima tersenyum senang, ia dengan lebar membuka tangannya agar Kara masuk ke dalam pelukannya.
Hap
Kara memeluk mima erat. "Kara kangen Mima huwa, " rengek Kara.
Mima tertawa kecil. "Mima juga kangen sekali dengan gadis kecil ini, " jawab Mima.
"Mi, kita ganti baju dulu ya baru makan, " ujar Vero
"Iya Nak, Dek Kara juga sana gih ganti baju biar kita makan siang bersama, " perintah Mima.
"Siap Mima, " jawab Kara langsung masuk ke lift bersama si kembar.
Tak berapa lama mereka kembali turun setelah berganti pakaian. Disana sudah terlihat ayah yang baru saja pulang bersama Keenan.
"Halo Ayah," sapa Kara yang berada di gendongan Vero. Tadinya Kara mendadak mager jadi, Vero inisiatif untuk menggendong Kara.
"Hai putri kecil Ayah," balas sapa Ayah.
"Adek duduk sama Abang aja ya, " ucap Alvaro. Kara mengangguk setuju. "Tapi, Kara tidak mau disuapin ya, Kara mau makan sendiri, " ucap Kara.
"Baiklah cantik, "
"Adek mau makan Nak?" tanya Mima.
"Kara mau sayur bening, tempe, ikan goreng sama ayam goreng juga, "jawab Kara semangat.
Mima menyiapkan makanan untuk Kara. " Terima kasih mima, "ucap Kara.
"Sama sama sweety, " jawab Mima.
"Sweety? wah Kara suka panggilan itu, " ucap Kara senang.
"Baiklah, Mima akan terus memanggil Adek, Sweety. " Kara mengangguk setuju.
Mereka mulai makan siang dengan tenang tanpa ada yang bersuara. Setelah makan siang mereka kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat.
Begitupun Kara, matanya sudah memerah karena mengantuk, tak tahan lagi rasanya akhirnya Kara tertidur di sofa kamarnya.
Skip sore hari
Kara berniat untuk main sepeda di sekitaran komplek, ia sangat pengen karena banyak anak seumuran dengannya bersepeda santai menikmati hari sore.
"Boleh ya Ayah, Kara ingin main sepeda, " rengek Kara sedari tadi karena Ayah tidak mengizinkan.
"Jangan sayang bahaya Nak, banyak motor yang berlalu lalang, " jawab Ayah khawatir.
"Ayah, Kara bisa jaga diri loh, lagian Kara itu sudah mahir banget dalam bermain sepeda tau, "Kara masih mencoba meyakinkan Ayah.
" Huft okey tapi, mainnya sama abang ya jangan sendiri an."putus Ayah.
"Yah Ayah ka-"
"Main sama abang atau ngga sama sekali? " tanya Ayah tegas.
"Okey okey sama Abang," pasrah Kara. Gagal deh me time nya.
"Yok dek, Abang sudah siap nih, " ajak Gerald.
"AYOK, JADI NGGA? " teriak Vero dari depan gerbang bersama Alvaro.
"Sabar elah, " balas Gerald sambil memasangkan helm sepeda pada Kara.
"Selesai ayo, " Kara langsung mengambil sepeda miliknya.
"Kita kemana nih? " tanya Alvaro.
Kara mengetuk ngetuk dagu nya memikir "Bagaimana kalo ke pantai pasti seru kita bisa liat sunset? " usul Kara.
Kebetulan pantai itu tidak terlalu jauh dari mansion.
"Ayok aja lah, " Vero mendahului yang lain. Sepanjang perjalanan sangat banyak pengendara sepeda yang berlalu lalang. Mereka bersepeda santai bersama temen atau keluarga nya.
Mereka memarkirkan sepeda ditempat khusus sepeda. Lalu pergi menuju pinggir pantai.
Kara begitu menikmati angin pantai yang sepoi sepoi menerpa kulit mereka. Tidak hanya mereka, banyak orang orang yang duduk menikmati pemandangan laut. Mungkin laut memang berisik dengan ombaknya tapi, laut jauh lebih menenangkan dari pada manusia.
Sunset sedikit demi sedikit mulai terlihat. Ada banyak orang yang mengabadikan itu, ada yang mengabadikan menggunakan kamera, ada yang mengabadikan menggunakan hati.
"Sudah mau malam, ayo kita pulang kapan kapan kita kesini lagi, " ajak Gerald sambil menarik tangan Kara pelan menuju sepeda mereka.
Si kembar mengekor di belakang.
Hampir selesai magrib mereka baru sampai ke rumah. Kara begitu senang bisa bersepeda an seperti ini. Mereka segera masuk dan bersih bersih untuk makan malam bersama sebentar lagi.
"Bi tolong panggilkan mereka segera turun ya, " pinta Mima pada bibi.
"Siap baik nyonya, " jawab Bibi langsung naik ke atas memanggil Kara, Gerald, dan si kembar.
"Selamat malam Mima, Ayah." Sapa Kara yang baru saja turun bersama abang abangnya.
"Selamat malam anak anak Mima, " balas Mima.
"Selamat malam juga anak anak Ayah," balas Ayah.
"Loh, abang Keenan kemana kok nggak ada? " tanya Kara karena tidak melihat keberadaan Keenan.
" Bang Keenan lembur dek, ada banyak laporan yang belum di selesaikan, "jawab Ayah. Kara mengangguk mengerti.
" Ayo kita mulai makan malamnya, "Ajak Mima.
Semua makan dengan lahap dan khidmat, tidak ada yang berbicara mereka fokus pada makanan masing masing.
" Kara selesai, " Kara mendorong piringnya ke depan.
Para maid segera menyiapkan makanan cuci mulut untuk Kara dan yang lain.
"Terimakasih Bibi, " ucap Kara.
"Sama sama nona, " jawab Bibi.
"Ohya Bibi, boleh Kara minta puding melonnya di bawa ke ruang tv sebentar lagi? "
"Tentu nona, saya akan menyiapkan pudingnya untuk anda, " jawab bibi.
"Ya, terima kasih Bibi maaf merepotkan, Bibi. "Kara merasa tidak enak.
"Sudah tugas saya nona. "Balas Bibi.
Setelah makan malam berlangsung, Kara mengajak keluarganya untuk menonton tv bersamanya. Mereka menatap bosan layar datar itu, bagaimana tidak Kara memilih siaran upin ipin untuk di tonton.
Vero sudah beralih ke hp dan Ayah beralih ke laptop miliknya.
"Dek siaran lain ngga ada? " tanya Alvaro.
"Sekarang belum ada Abang, nanti setelah film upin ipin selesai baru ada siaran lain, " jawab Kara membuat mima tertawa kecil.
"Bilang aja gak mau pindah siaran dek, "
"Hehehehe, "
"Ini nona puding yang anda minta, "Bibi meletakkan puding itu di atas meja sekalian dengan minum putih.
" Terima kasih Bibi, "
"Iya ada lagi tuan, nyonya? " tanya Bibi
"Buatkan saya secangkir kopi dengan sedikit gula dan bawakan saya beberapa roti, " pinta Ayah.
"Baik tuan, " Bibi segera pergi mengambilkan.
Kara kembali fokus menonton sampai tak sadar ia tinggal berdua dengan mima yang masih setia mengelus elus rambutnya.
"Loh abang Vero, abang Alvaro sama Ayah mana mima? " tanya Kara kaget tidak lagi menemukan keberadaan abang kembar dan ayahnya.
"Mereka sudah kembali ke kamar sayang, Kara juga ayo Mima antar ke kamar ini sudah lewat jam Adek tidur, " ajak Mima.
"Tapi ka-"
"Besok adek bisa menonton lagi sepulang sekolah, sekarang istirahat ya, apalagi tadi adek cape main sepeda an, " bujuk Mima akhirnya Kara mengangguk setuju.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments