Bab 15

Karel pulang dari tempat perkumpulan dengan mengendarai motor secara ugal ugalan. Pikirannya masih kacau, masalah yang terjadi terus menghantui pikiran nya. Hingga tak sadar, ada sepeda motor yang terus mengikuti nya sampai di tempat sepi. Kemudian motor itu dengan sengaja menyerempet motor Karel dengan keras.

Bruk

Karel terjatuh dan bergesekan dengan aspal. "Shh, " Karel meringis saat merasakan kulitnya di beberapa bagian seperti nya terkelupas.

Dari kejauhan ada cahaya lampu mobil yang menyoroti nya. Tak lama mobil itu berhenti tepat di samping Karel.

"KAREL, " teriak pemilik mobil itu sambil menghampiri Karel.

"Alvaro tolongin gue, " pinta Karel dengan suara pelan karena menahan rasa sakit di tubuhnya. Ya, pemilik mobil itu Alvaro. Alvaro ingin keluar rumah untuk membeli sesuatu malah melihat Karel di serempet.

Alvaro segera menolong Karel yang tertimpa moge nya. "Ayo gue bantu ke mobil, kita ke rumah sakit sekarang. " Alvaro memapah Karel masuk ke dalam mobil.

Alvaro membawa Karel ke klinik terdekat. Karel segera di tangani oleh dokter yang berjaga di IGD. Bersyukur Karel tidak parah hanya beberapa bagian di tubuhnya yang terkelupas. Setelah ini Karel sudah diperbolehkan untuk pulang.

Diperjalanan pulang Karel sudah terlihat lebih baik. "Rel lo kok bisa di serempet sih? " tanya Alvaro.

"Gue ngga tau al, tiba tiba aja motor itu nyerempet gue padahal gue udah disamping banget. Sepertinya orang itu sengaja deh al nyerempet gue, " jawab Karel.

"Lo sempat liat plat motornya nggak? " tanya Alvaro.

"Ngga al, gue cuma sempat liat belakang jaketnya bertulisan GHI, " jawab Karel lagi.

Deg

"Itukan agen pembunuhan bayaran yang sering di pakai ayah, " batin Alvaro. "Mungkin ini peringatan dari ayah, " lanjutnya.

Karel melihat Alvaro termenung pun menegur. "Lo kenapa al kok melamun? lo kenal motor itu? " tanya Karel curiga.

"Ah ngga kok, tadi gue cuma mengingat apa aja yang disuruh beli mima, " alibi Alvaro.

Tak lama mereka sampai dirumah Karel. Di depan rumah terlihat bunda yang sedang mondar mandir khawatir menunggu Karel pulang.

Karel turun dari mobil sambil di bantu Alvaro dan membawa nya masuk.

"Astaghfirullah Karel apa yang terjadi, Nak? " tanya bunda khawatir.

"Biarkan Karel masuk dulu, Tante" bunda membantu Karel masuk. Sedangkan papa hanya menatap mereka datar.

"Al, tante, om alvaro, langsung pamit pulang ya, soalnya mima juga pasti sudah menunggu, " pamit Alvaro.

"Tunggu Alvaro," cegah bunda. "Katakan pada tante, Sayang. Bagaimana keadaan Kara sekarang? " tanya bunda khawatir.

"Kara kembali drop, Tante. " Jawab Alvaro pelan.

Bunda menutup mulutnya tak percaya, air matanya kembali mengalir mengingat Kara semakin sering nge drop sekarang.

Karel kembali kesal melihat bunda, bukannya dirinya yang dikhawatirkan tapi, malah khawatir kan kara yang sudah punya keluarga juga.

"Apakah boleh tante menjenguk? " tanya bunda.

"Maaf tante, Alvaro pamit rel moga lekas sembuh, " ucap Alvaro sebelum pergi.

"Terima kasih al, " jawab Karel.

Skip pagi hari di keluarga Antonio.

Kara terbangun dari tidur, beberapa alat medis masih terpasang di tubuhnya seperti infus, alat pendeteksi jantung dan masker oksigen.

Kara melihat keluarganya masih tertidur di bawah kasurnya dengan ber alas karpet bulu bulu. Kara menatap mereka sedih, Kara telah membuat mereka khawatir pasti.

"Eum, " Vero bergeliat pelan lalu membuka matanya kala sinar matahari mengenai matanya. Vero terkejut melihat Kara sudah membuka matanya, sebab Kara dari semalem tidak sadar sadar.

"Dek, " Vero mendekati Kara. "Adek haus ngga? " tanya Vero. Kara menggeleng.

"Mau makan? " tanya Vero lagi.

Kara menggeleng pelan.

Mendengar suara orang berbicara membuat mereka semua terjaga. "Alhamdulillah adek sudah sadar, " ucap Mima senang.

Ayah segera ke kamar mandi dan bersiap siap baru menghampiri Kara. "Gimana adek udah lebih enakan? " tanya Ayah. Kara mengangguk saja karena males menjawab sebab ada masker oksigen.

Yang lain berpamitan untuk bersih bersih juga.

"Selamat pagi adek, " sapa Gerald datang dengan alat pemeriksaaan di tangannya.

"Abang periksa dulu ya dek, " lanjut Gerald sambil mendekati Kara.

Beberapa menit kemudian.

"Gimana?" tanya Ayah tak sabar.

"Alhamdulillah Ayah, keadaan adek sudah normal dan demi kenyamanan adek semua alat ini sudah bisa di lepas, " jelas Gerald.

Kara tersenyum lega. "Akhirnya lepas juga, " batin Kara.

Gerald menatap wajah Kara yang sudah lebih cantik karena sudah tidak pucat lagi. "Untuk hari ini istirahat total ya sayang, biar besok adek bisa beraktivitas lagi seperti biasa, " ujar Gerald sambil melepaskan alat medis yang terpasang pada tubuh Kara.

"Iya Abang," jawab Kara seadanya.

"Ayah kemana mima? " tanya Kara yang tak melihat mima disekitarnya.

"Mima bersih bersih sebentar sayang, sekalian mengambil adek sarapan. " Jawab ayah. Kara mengangguk mengerti.

"Sambil menunggu mima, adek mau di lap lap dulu badannya sama bibi? " tanya Gerald, karena keliatan Kara sudah mulai tidak nyaman.

"Kara mau sama mima, " mendengar jawaban Kara membuat ayah tersenyum, akhirnya Kara bisa dekat dengan ibu tirinya. Jadi, tidak dikhawatirkan lagi kalo dalam pengurusan surat pindah asuh nanti.

"Adek, Ayah tinggal ke kantor dulu ya, Nak. Ada beberapa klien penting yang ingin bertemu. Adek tinggal sama mima ya. " Ayah mengusap lembut rambut Kara.

"Iya Ayah, Ayah hati hati ya, eum nanti waktu Ayah pulang Kara boleh minta dibeliin sesuatu ngga? " tanya Kara sambil memilin jarinya.

"Sure princes, tapi mau di beliin apa sayang? " tanya Ayah.

"Kara cake coklat lumer, " jawab Kara antusias.

"Baiklah baiklah, nanti akan Ayah belikan cake coklat lumer yang banyak, " jawab Ayah.

"Yes, terima kasih Ayah," Kara mengecup pipi Ayah singkat.

"Wah Ayah dikecup, Mima juga mau dong. " Mima datang dengan nampan makanan di tangannya.

"Eh Mima, " Kara tersenyum manis ke mima.

"Ayah berangkat ya, " pamit Ayah.

"Iya Ayah," jawab Mima dan Kara berbarengan.

"Adek mau Mima lap lap dulu atau makan dulu hm?" tanya Mima.

"Hmm Kara mau mandi dulu Mima, "jawab Kara.

" Yaudah ayo, " Mima membantu Kara ke kamar mandi.

Tak berapa lama Kara sudah siap bersih bersih dan mengganti pakaian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!