Kara sudah menyelesaikan ujian susulannya, langsung kembali ke kelas seperti yang diperintahkan bu guru. Sedangkan Tio masih memaksa otaknya untuk berpikir.
"Enak banget jadi orang pinter, " gumam Tio sedih.
Kara mulai ikuti pelajaran dengan tenang dan fokus sesekali, ia bertanya ketika ada yang membingungkan.
Tring tring tring
Bel istirahat ber bunyi sang guru segera mengakhiri pembelajaran hari ini. "Baik ibu ucapkan Terima kasih banyak atas kerja samanya hari ini sampai jumpa minggu depan, " ucap bu guru sebelum keluar kelas.
"Ve kantin yok, " ajak Kara. Perutnya sudah sedari tadi merasakan lapar.
"Yok, woi Emy, Imel, ikut ke kantin ngga lo pada? " tanya Ave setengah teriak.
"Ngikut lah gas kan, " Emy segera keluar kelas.
"Gue ditinggal mulu sama dia, " dengus Imel.
"Tenang mel ada kita, " Kara merangkul temannya itu.
Sampai dipintu kantin, mereka melihat Emy sudah anteng di bangku kedua pojok sambil memainkan ponselnya. "Akhirnya datang juga lo pada, kenapa sih jalan aja lama bener? " tanya Emy.
"Kita mah jalan, lo kayang makanya cepet. " Jawab Ave. Kara terkekeh kecil mendengar nya.
"Lo berdua pesen kita jaga meja, " suruh Emy pada Ave dan Imel. Tak mau membantah mereka langsung pergi memesan.
Kara merasa risih, banyak pasang mata yang terus menatapnya. Emy mengerti Kara yang risih pun."Ra sini duduk hadap gue, biar lo gak bisa melihat mereka lagi, " suruh Emy membelakangi warga kantin.
Kara menurut saja.
Tak lama kemudian Imel dan Ave datang dengan nampan makanan dan minuman di tangan mereka.
"Loh ra kok lo udah ngadep sini? " tanya Ave.
"Gue suruh, karena Kara keliatan risih di tatap mulu sama warga kantin. " Jawab Emy. Ave mengangguk mengerti.
"Nih pesenan lo pada, " Imel meletakkan makanan dan minuman di atas meja.
"Makasih Imel cantik dan Ave gemoy, " ucap Emy sambil terkekeh.
Lagi asik asik makan meja mereka disamperin Alvaro dkk.
"Adek, " panggil Alvaro lembut. Kara membalikkan badan melihat siapa yang memanggilnya.
"Eh abang, " balas Kara.
"Boleh kami gabung? " Kara menatap teman temannya
"Boleh gabung aja, " jawab Imel.
Langsung saja Vero dan Alvaro mengapit Kara.
"Gio lo pesen gih sama Kenzo, " suruh Thomas.
"Ogah lo aja sana yang pesen, gu-" ucapan Gio terhenti saat Leon dan Vero serentak mengeluarkan uang berwarna merah.
"Hehe yok ken kita pesen, " lanjut Gio sambil cengir kesenangan, mereka berdua pun pergi memesan.
"Hmm, kita kenalan dulu lah biar enak gitu ngobrol, "ucap Marvel sambil tersenyum.
" Sa ae lo playboy, "Vero melempar Marvel menggunakan kulit kacang.
Marvel membalas vero dengan tatapan permusuhan. "lo gue and, "
"Jadi kenalan ngga nih? " tanya Emy.
"Jadi dong cantik, kenalin nama gue Marvel, gue cowok terganteng di kelas 3 ipa, " ucap Marvel dengan pd nya.
"Iya ganteng, kalo diliat dari ujung sedotan. " Gumam Ave hampir tak dengar.
"Lanjut dong, "
"Gue Vero, "
"Gua Alvaro,"
"Leon, "
"Nah sekarang giliran kalian perkenalkan diri, " ucap Marvel.
"Gue Ave, "
"Gue Emy, "
"Gue Imel, "
Kara masih sibuk dengan makanannya, tak tau sudah sampai gilirannya perkenalkan diri.
"Adek, " tegur Vero.
"Kenapa Abang, mau?" Kara malah menawarkan makanannya.
"Bukan sayang, sekarang giliran kamu perkenalkan diri," ucap Vero sambil menatap Kara lembut.
"Oh, hm hai gue Kara," sapa Kara canggung karena mereka semua menatap Kara.
"Halo pesanannya sudah datang, " ucap Kenzo dengan nampan makanan di tangannya. Gio ngikut di belakang dengan nampan makanan juga di tangannya.
"Thanks, " ucap Leon yang tadi hanya diam.
Skip pulang sekolah
Kara pulang bersama Alvaro dan Vero. "Abang boleh berhenti sebentar nanti di simpang pertigaan itu? " tanya Kara.
"Boleh aja sih tapi, kenapa? kalo ngg salah di situ kedai es krim deh, "ucap Vero mengingat kedai di simpang pertigaan.
" Hehe Kara mau beli es krim, "jawab Kara.
" Hmm dek mending jangan dulu deh, adek kan baru sembuh, "ucap Alvaro.
"Iya bener dek yang di bilang bang al, adek baru sembuh nanti kalo adek udah bener sembuh baru deh makan es krim lagi, " tambah Vero.
Kara menunduk sedih. "Tapi, Kara mau es krim Abang," cicit Kara sambil memilin jari nya.
Tak kuasa menolak akhirnya Alvaro dan Vero mengizinkan Kara untuk membeli es krim. Vero segera menepikan mobilnya ketika sudah sampai di kedai pertigaan.
"Ayo abang turun, " ajak Kara begitu antusias.
Alvaro dan Vero terkekeh. "Yang sabar sayang, " ucap Alvaro sembari turun dari mobilnya.
Kara segera masuk dan langsung ke tempat pemesanan. Kara mengambil daftar menu untuk memesan.
"Mba saya mau es krim coklat 2 cup, vanila 1 cup sama matcha 1 cup, " ujar Kara semangat.
Vero melotot mendengar pesanan Kara. "Dek kenapa banyak sekali? " tanya Vero.
Kara langsung menunduk sedih. "Sebenarnya Kara masih sedih karena bunda jahat sama Kara jadi, Kara mau ngilangin sedih dengan makan es krim. " Kara mengubah raut wajahnya menjadi sedih.
Alvaro mengusap wajahnya kasar. Ia sekarang menjadi lemah kalo Kara sudah memperlihatkan wajahnya seperti itu.
"Okey, " Vero menatap Alvaro tak percaya. Sedangkan Kara langsung memesan es krim nya dengan senang.
"Al, lo mau buat adik masuk rumah sakit lagi? " tanya Vero.
"Gue gak bisa nolak ver liat wajahnya seperti itu, " gumam Alvaro yang hanya terdengar Vero. Akhirnya Vero menghela nafas pasrah.
Beberapa menit kemudian pesanan Kara datang. Kara bersorak kegirangan. Sudah lama rasanya tidak makan es krim sebanyak ini, dulu dengan bunda juga begitu ngg dikasih banyak banyak makan es krimnya.
Mengingat bunda membuat hati Kara kembali gusar, tak menyangka bunda akan semudah itu percaya dengan Karel apalagi sampai datang untuk menampar nya. Kara begitu kecewa dengan bunda, rasa kecewa yang kemarin belum pudar kini sudah bertambah lagi.
Tak mau berlarut dalam pikiran yang menyakitkan, Kara segera melahap semua es krimnya. Sedangkan Vero dan Alvaro menikmati kopi dan beberapa cake yang mereka pesan tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
reza indrayana
seneng dg kerukunan mereka hanay tinggal keenaann....🥰🥰🥰🫰🏻🫰🏻💙💙💛💙💙😘😘
2024-04-07
0