Bab 18: Terperdaya

"Aku," sahut Jihan dengan semangatnya. "Sekali-kali tidak apa-apa, kan. "

"Ya ampun, Han. Kau memang yang selalu saja mencari masalah. Terserah padamulah, tapi aku tidak mau ikut-ikutan," seloroh Dewi. "Kamu, kamu, dan kamu," Dewi menunjuk para anak buahnya yang sudah menikah dan memiliki anak. "Ikut aku pulang sekarang."

Mereka pun menurut, ada juga yang menggerutu dulu. Mereka mulai membereskan barang-barangnya dan bersiap pulang. Begitu juga Lyra, ia memutuskan untuk pulang.

"Yah, tidak asyik. Masa pulang?" gerutu Jihan. Ia pun menahan tangan Lyra. "Ra, masa kamu pulang juga. Temani aku, please?"

"Tapi aku juga mau pulang. Ini sudah hampir jam 9, Han." Satu persatu dari mereka pun sudah meninggalkan ruang karaoke itu, menyisakan Jihan, Lyra, dan dua orang lainnya, Gerald dan Chiko.

"Tidak apa-apa, Ra. Sebentar saja. Kita juga mau pulang kok sebentar lagi. Tapi kasihan Jihan sudah membelikan kita minuman, masa tidak kita icip barang sedikit saja?" Gerald mencoba meyakinkan.

"Aku tidak minum, Ger," tegas Lyra.

"Sudah kita temani mereka sebentar, Ra. Daripada mereka berdua semakin tidak jelas nanti," ujar Chiko dengan gaya bicaranya yang agak sedikit 'melambai'. Walaupun dia adalah laki-laki tulen, tapi cara ia bersikap kadang begitu feminim. Namun setidaknya dia masih berada di jalan yang benar untuk masalah ini.

"Sialan, memang tidak jelas bagaimana maksudmu?" Jihan mulai membuka botol dan menuangkannya ke empat gelas kecil.

"Memangnya aku tidak tahu bagaimana kelakuan kalian seperti apa di luar kantor," seloroh Chiko. "Han, aku mengiri kau adalah anak cupu saat bertemu denganmu pertama kali. Ternyata kamu suka juga mabuk-mabukan."

Jihan memang bergaya kurang fashionable jika dibandingkan dengan karyawan lain. Ia menggunakan kemeja yang besar, flat shoes, berkacamata besar, memakai behel, dan rambutnya selalu dikepang dua.

Gerald tertawa seraya mengambil satu gelas kecil itu. "Wajar dong, kita sudah jadi budak korporat setiap hari. Kali-kali kita harus bersenang-senang."

"Setuju," sahut Jihan dengan semangat. "Ayo dong, Chik, Ra, ambil gelas kalian. Satu gelas saja. Tidak akan membuatmu mabuk aku jamin."

"Tidak lelahkah kalian menjadi anak baik terus?" desak Gerald.

Chiko dan Lyra saling tatap. "Tidak, aku tidak mau," tolak Lyra.

"Aku juga tidak mau. Lagipula aku tahu, itu kandungan alkoholnya lumayan," sahut Chiko. "Kalian jika ingin minum, minum saja. Tidak usah menghasutku dan Lyra yang sudah di jalan yang benar."

"Kalau begitu, kita tidak akan minum." Jihan menyimpan kembali gelasnya dan gelas Gerald. "Tapi kalian tidak akan bisa pulang sampai pagi."

"Tapi aku harus pulang, ibuku mencariku nanti," protes Chiko.

"Dasar anak mama. Umur berapa kau!" ejek Gerald.

"Kalau begitu, minum satu gelas saja. Please?" Jihan kembali memaksa.

Tiba-tiba ponsel Lyra bergetar. Sebuah pesan masuk.

[Zachery]: Baby, bersiaplah. Dalam satu jam aku akan menemuimu.

"Han, gue gak bisa." Lyra kembali menolak. Ia harus segera pulang dan bersiap.

"Satu gelas, dan kamu boleh pulang, Ra." Jihan meyakinkan. "Tidak, satu teguk kecil saja."

Lyra menatap gelas berisi cairan berwarna seperti teh itu. Dengan ragu ia pun meraih gelas itu, membuat Jihan dan Gerald bersorak.

"Ra, seriusan?" tanya Chiko tak menyangka Lyra akan mau meminum minuman pembuat mabuk itu.

"Daripada tidak pulang? Aku benar-benar harus pulang sekarang," ucap Lyra. Ia tak punya pilihan. Walaupun Zachery sangat lembut padanya, tapi ia tahu pria itu bisa melakukan apa saja jika Lyra belum ada di penthouse saat ia menginginkannya.

"Aku tidak akan mabuk 'kan kalau minum satu teguk saja?" dengan polosnya Lyra bertanya pada Jihan.

"Tidak akan. Aku jamin. Chik, kamu juga dong!" Jihan semakin semangat.

Kemudian Chiko pun dengan terpaksa meraih gelasnya, dan kedua orang itu kembali bersorak seraya mengambil gelas mereka masing-masing.

"Sekarang cheers!" seru Jihan dan yang lainnya mendentingkan gelas mereka dan mulai menenggak minuman itu.

Lyra awalnya menyesapnya sedikit, namun Jihan memaksanya. "Habiskan, Ra. Tanggung!" Lyra pun tak bisa menolak dan seketika gelas itu kosong dan ia merasakan tenggorokannya seperti terbakar. "Mantap, Ra! Ayo kita tambah lagi."

Jihan menuangkan lagi cairan itu. "Kau bilang satu teguk saja, Han!" protes Lyra seraya mengipas-ngipas mulutnya.

"Ya ampun, Ra. Tidak akan terasa kalau hanya satu gelas."

Lyra langsung bangkit dari duduknya tak ingin terperdaya oleh Jihan lagi. "Aku tidak mau. Aku pulang," tegasnya.

Kemudian Lyra keluar dari ruangan karaoke diikuti oleh Chiko. Sedangkan kedua orang itu masih menikmati minuman dan juga lanjut berkaraoke ria.

"Kamu tidak apa-apa, Ra?" tanya Chiko.

"Tidak sih. Tapi sepertinya badanku agak panas," ucap Lyra merasakan tubuhnya menghangat dan matanya terasa mengantuk. Ia juga merasa sangat rileks.

"Aku akan mengantarmu. Di mana kau tinggal?" tanya Chiko sedikit khawatir melihat pipi Lyra yang sudah mulai memerah.

"Tidak usah, Chik. Aku pakai taksi online saja. Kasihan ibumu pasti menunggumu pulang," tolak Lyra. Tak mungkin ia membiarkan Chiko mengantarnya ke penthouse milik pimpinan tertinggi perusahaan tempat mereka bekerja.

"Ya sudah aku temani kamu mencari taksi ya," Chiko menawarkan, ia cukup khawatir jika temannya itu tiba-tiba mabuk karena gejala ringan mabuk sudah muncul pada Lyra.

Kemudian taksi yang Lyra pesan pun datang. Segera ia masuk dan pulang menuju penthouse. Sesampainya di sana, Lyra segera membersihkan diri dan memilih pakaian.

Lyra merasakan ada yang lain darinya. Sepertinya pengaruh alkohol itu benar-benar membuat Lyra merasa mabuk. Sebelumnya ia tak pernah meminum minuman itu. Ini adalah pertama kalinya maka satu gelas kecil cukup untuk membuat Lyra sempoyongan.

Lyra pun memutuskan untuk memakai mini dress berwarna merah menyala yang sangat menggoda. Lyra merasa sangat berga irah. Saat keluar dari kamar, Zachery baru saja masuk ke penthouse itu.

"Daddy!" sapa Lyra dengan nada yang manja tanpa sadar. Kemudian ia menghampiri Zachery dengan langkahnya yang sempoyongan.

"Baby? Kamu mabuk?" Zachery sedikit tercengang, tak menyangka Lyra bisa mabuk seperti ini. Ia langsung menyadarinya dari sikap Lyra yang lebih berani. Senyum Lyra yang selalu ingin Zachery lihat kini tergambar di wajahnya. Lesung pipi Lyra tersungging begitu manis, membuat Zachery merasakan debaran aneh di dalam hatinya.

Lyra melingkarkan tangannya di sekeliling leher Zachery, membuat Zachery cukup terkejut dengan apa yang Lyra lakukan. Biasanya Lyra sangat menjaga sikapnya dan selalu kaku terhadapnya. Tapi kali ini wanitanya itu bersikap spontan dan manja terhadapnya.

"Sedikit, Daddy," sahut Lyra.

"Aku tidak tahu kamu meminum alkohol."

"Ini...pertama kali..." ujar Lyra dengan mata yang tak fokus. Lyra mulai menatap bibir Zachery yang dikelilingi bulu-bulu kecil. Ia sangat ingin melahapnya. "Daddy hanya akan diam saja atau..."

"Atau apa?" pancing Zachery. Tangannya mulai membelai punggung Lyra.

"Atau Daddy akan menciumku..." Lyra tak akan pernah mengatakan itu jika ia sedang sadar. "Aku ingin cium Daddy... terus sentuh Daddy..." Bahkan Lyra berani untuk berkata-kata nakal terhadap Zachery.

Kata-kata Lyra semakin mempengaruhi Zachery. Seketika ia mencium bibir Lyra dengan ganasnya dan malam panas lainnya pun dimulai.

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

Jihan seperti nya kurang ajar ini mau menjebak Lyra😠

2024-06-21

1

Erni Fitriana

Erni Fitriana

ntar pas sadar paati malu bangwt

2024-06-01

1

Jeni Safitri

Jeni Safitri

Sepertinya jihan curiga sama lyra makanya jembak minum alkohol agar lyra bicara, jangan" jihan sebenarnya gadis cantik yg menyamar agar tidak menjadi santapan daddy si rachel

2024-04-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2 Bab 2: Wanita untuk Tuan Felix
3 Bab 3: Zachery Khaled Ivander
4 Bab 4: Menghilang
5 Bab 5: Bertemu Kembali
6 Bab 6: Tak Terbendung
7 Bab 7: Terjebak
8 Bab 8: Rasa Bersalah
9 Bab 9: Karma
10 Bab 10: Sugar Baby
11 Bab 11: Panggil Aku Daddy
12 Bab 12: Hal Gila tentang Rachel
13 Bab 13: Tentang Zachery
14 Bab 14: Lesung Pipi
15 Bab 15: Hadiah
16 Bab 16: Nyonya Rosalie
17 Bab 17: Batas Waktu
18 Bab 18: Terperdaya
19 Bab 19: Posesif
20 Bab 20: Benih Cinta
21 Bab 21: Rindu yang Ditutupi
22 Bab 22: Menyingkirkan Kerikil
23 Bab 23: Bukan Teman
24 Bab 24: Berpenampilan Berani
25 Bab 25: Di Pesta
26 Bab 26: Panik
27 Bab 27: Cerai
28 Bab 28: Zachery yang Hangat
29 Bab 29: Tiga Bulan
30 Bab 30: Romantisme Semu
31 Bab 31: Lambat Laun
32 Bab 32: Di Balik Kabar Perselingkuhan
33 Bab 33: Lyra adalah Milikku
34 Bab 34: Pria yang Pantang Menyerah
35 Bab 35: Konferensi Pers
36 Bab 36: Buktikanlah
37 Bab 37: Turun ke Dunia Lyra
38 Bab 38: Jadilah Kekasihku
39 Bab 39: Sepasang Kekasih
40 Bab 40: Yang Sebenarnya
41 Bab 41: Lyra yang Semakin Luwes
42 Bab 42: Apa yang Terjadi?
43 Bab 43: Rencana yang Nyaris Berhasil
44 Bab 44: Kebodohan Rachel
45 Bab 45: Akhir Hubungan
46 Bab 46: Melamar Zachery
47 Bab 47: Jauhi Tunanganku
48 Bab 48: Saat Itu
49 Bab 49: Perempuan Pembenci
50 Bab 50: Akhir untuk Jihan
51 Bab 51: Kabar Baik
52 Bab 52: Cinta Pertama Zach
53 Bab 53: Perasaan yang Terjeda
54 Bab 54: Takdirku adalah Kamu
55 Bab 55: Cinta Segitiga
56 Bab 56: Perempuan dari Masa lalu
57 Bab 57: Zachery Kecil yang Malang
58 Bab 58: Rumah Singgah
59 Bab 59: Penyesalan Zachery
60 Bab 60: Upik Abu Menjadi Cinderella
61 Bab 61: Peringatan untuk Hanna
62 Bab 62: Jangan Bilang Kalau...
63 Bab 63: Bukan Ibu yang Baik
64 Bab 64: Merawat Galen
65 Bab 65: Lepaskan Lyra
66 Bab 66: Saya Suka pada Tuan
67 Bab 67: Kesempatan dalam Kesempitan
68 Bab 68: Kepercayaan yang Diuji
69 Bab 69: Syarat dari Jason
70 Bab 70: Pertengkaran
71 Bab 71: Pamit
72 Bab 72: Aku Pergi, Mas
73 Bab 73: Laura Ruby H.
74 Bab 74: Kebenaran
75 Bab 75: Takdir
76 Bab 76: Hasil Hubungan Gelap
77 Bab 77: Laura Bertemu Kakek
78 Bab 78: Pelampiasan
79 Bab 79: Interaksi yang Berubah
80 Bab 80: Pergi dan Jangan Kembali
81 Bab 81: Wanita Itu adalah...
82 Bab 82: Kembalinya Dua Sahabat
83 Bab 83: Tidak Cukup Pintar
84 Bab 84: Dua Orang yang Pergi
85 Bab 85: Hari-hari yang Normal
86 Bab 86: Awal Bahagia(end)
87 Ekstra 1: (Jason) Bertemu Wanita Alpha
88 Ekstra 2: (Jason) Dokter Fasha
89 Ekstra 3: (Jason) Semudah dan Sesingkat itu
90 Ekstra 4: (Seruni) Di Tempat Biasa
91 Ekstra 5: (Seruni) Waktu Itu
92 Ekstra 6: Pengorbanan Nayara
93 Ekstra 7: The Bad Boy and His Nanny
94 Ekstra 8: Om Rey Tersayang
95 Ekstra 9: Marry Me, Dev
96 Ekstra 10: My Big Girl
97 Ekstra 11: Single Mom
98 Ekstra 12: Miss Rania, I Love You
99 Ekstra 13: Selingkuh itu Indah
100 Ekstra 14: Mengejar Cinta Nabila
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2
Bab 2: Wanita untuk Tuan Felix
3
Bab 3: Zachery Khaled Ivander
4
Bab 4: Menghilang
5
Bab 5: Bertemu Kembali
6
Bab 6: Tak Terbendung
7
Bab 7: Terjebak
8
Bab 8: Rasa Bersalah
9
Bab 9: Karma
10
Bab 10: Sugar Baby
11
Bab 11: Panggil Aku Daddy
12
Bab 12: Hal Gila tentang Rachel
13
Bab 13: Tentang Zachery
14
Bab 14: Lesung Pipi
15
Bab 15: Hadiah
16
Bab 16: Nyonya Rosalie
17
Bab 17: Batas Waktu
18
Bab 18: Terperdaya
19
Bab 19: Posesif
20
Bab 20: Benih Cinta
21
Bab 21: Rindu yang Ditutupi
22
Bab 22: Menyingkirkan Kerikil
23
Bab 23: Bukan Teman
24
Bab 24: Berpenampilan Berani
25
Bab 25: Di Pesta
26
Bab 26: Panik
27
Bab 27: Cerai
28
Bab 28: Zachery yang Hangat
29
Bab 29: Tiga Bulan
30
Bab 30: Romantisme Semu
31
Bab 31: Lambat Laun
32
Bab 32: Di Balik Kabar Perselingkuhan
33
Bab 33: Lyra adalah Milikku
34
Bab 34: Pria yang Pantang Menyerah
35
Bab 35: Konferensi Pers
36
Bab 36: Buktikanlah
37
Bab 37: Turun ke Dunia Lyra
38
Bab 38: Jadilah Kekasihku
39
Bab 39: Sepasang Kekasih
40
Bab 40: Yang Sebenarnya
41
Bab 41: Lyra yang Semakin Luwes
42
Bab 42: Apa yang Terjadi?
43
Bab 43: Rencana yang Nyaris Berhasil
44
Bab 44: Kebodohan Rachel
45
Bab 45: Akhir Hubungan
46
Bab 46: Melamar Zachery
47
Bab 47: Jauhi Tunanganku
48
Bab 48: Saat Itu
49
Bab 49: Perempuan Pembenci
50
Bab 50: Akhir untuk Jihan
51
Bab 51: Kabar Baik
52
Bab 52: Cinta Pertama Zach
53
Bab 53: Perasaan yang Terjeda
54
Bab 54: Takdirku adalah Kamu
55
Bab 55: Cinta Segitiga
56
Bab 56: Perempuan dari Masa lalu
57
Bab 57: Zachery Kecil yang Malang
58
Bab 58: Rumah Singgah
59
Bab 59: Penyesalan Zachery
60
Bab 60: Upik Abu Menjadi Cinderella
61
Bab 61: Peringatan untuk Hanna
62
Bab 62: Jangan Bilang Kalau...
63
Bab 63: Bukan Ibu yang Baik
64
Bab 64: Merawat Galen
65
Bab 65: Lepaskan Lyra
66
Bab 66: Saya Suka pada Tuan
67
Bab 67: Kesempatan dalam Kesempitan
68
Bab 68: Kepercayaan yang Diuji
69
Bab 69: Syarat dari Jason
70
Bab 70: Pertengkaran
71
Bab 71: Pamit
72
Bab 72: Aku Pergi, Mas
73
Bab 73: Laura Ruby H.
74
Bab 74: Kebenaran
75
Bab 75: Takdir
76
Bab 76: Hasil Hubungan Gelap
77
Bab 77: Laura Bertemu Kakek
78
Bab 78: Pelampiasan
79
Bab 79: Interaksi yang Berubah
80
Bab 80: Pergi dan Jangan Kembali
81
Bab 81: Wanita Itu adalah...
82
Bab 82: Kembalinya Dua Sahabat
83
Bab 83: Tidak Cukup Pintar
84
Bab 84: Dua Orang yang Pergi
85
Bab 85: Hari-hari yang Normal
86
Bab 86: Awal Bahagia(end)
87
Ekstra 1: (Jason) Bertemu Wanita Alpha
88
Ekstra 2: (Jason) Dokter Fasha
89
Ekstra 3: (Jason) Semudah dan Sesingkat itu
90
Ekstra 4: (Seruni) Di Tempat Biasa
91
Ekstra 5: (Seruni) Waktu Itu
92
Ekstra 6: Pengorbanan Nayara
93
Ekstra 7: The Bad Boy and His Nanny
94
Ekstra 8: Om Rey Tersayang
95
Ekstra 9: Marry Me, Dev
96
Ekstra 10: My Big Girl
97
Ekstra 11: Single Mom
98
Ekstra 12: Miss Rania, I Love You
99
Ekstra 13: Selingkuh itu Indah
100
Ekstra 14: Mengejar Cinta Nabila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!