Bab 9: Karma

Begitu ia keluar dari lift, dengan tergesa Lyra berlari menuju unit apartemen Dino. Ia memasukkan kode akses ke pintu unit itu namun kode akses yang ia masukkan salah. Lyra mencobanya lagi namun masih tak bisa padahal ia yakin telah memasukkan kode yang benar. Akhirnya Lyra menyalakan bel dan beberapa saat kemudian pintu terbuka.

"Sayang?" Dino mempersilahkan Lyra masuk.

Lyra masuk dan langsung saja ia bertanya. "Kamu ganti kode akses pintunya?" tanya Lyra penasaran.

"Iya, Sayang. Kemarin sempat error jadi aku ganti," jawab Dino menghindari bertemu tatap dengannya. "Kamu sudah sehat? Bagaimana keadaan kamu?" Dino mengalihkan pembicaraannya.

"Iya, aku udah mendingan. Aku ke sini untuk menanyakan tentang kabar itu, benarkah kamu dipindahtugaskan ke Medan?" Lyra berlari menuju apartemen Dino sesaat Dino mengabarkan tentang hal itu.

Dengan sedih Dino mengangguk, "iya, Sayang. Aku juga tidak ngerti kenapa tiba-tiba aku dipindahkan ke sana. Tapi saat aku tanyakan, cabang perusahaan di sana masih dalam tahap pengembangan. Jadi mereka butuh orang baru."

"Tapi 'kan kamu masih sangat baru, Sayang? Kalau mau mengembangkan cabang baru, harusnya mereka milih orang yang sudah lebih berpengalaman 'kan?!" Lyra begitu emosi.

Sebenarnya Lyra curiga ini adalah perintah langsung dari Zachery. Pria itu pasti sudah mengetahui bahwa Dino adalah kekasihnya. Zachery akan melakukan apa pun untuk membuat Lyra tunduk kepadanya.

Dino memeluk Lyra dengan eratnya. "Kalau perusahaan bilang gitu aku bisa apa, Sayang? Sepertinya hubungan kita sudah mulai ketahuan. Maka dari itu aku dipindah-tugaskan. Tapi masih mending, daripada kita dipecat."

Lyra melepas pelukannya. "Kalau gitu, aku bakal resign."

"Sayang, gak mungkin kamu resign! Kamu tahu bagaimana susahnya diterima kerja di Vander Enterprise 'kan? Kamu tidak bisa lepaskan semua ini begitu saja," Dino meyakinkan Lyra.

"Lalu bagaimana, Sayang? Aku tidak mau kita LDR!" Lyra memeluk kembali Dino dengan eratnya. Ia sungguh tak rela sang kekasih harus pergi jauh meninggalkannya.

"Aku yakin kita bisa, Sayang." Dibalasnya pelukan Lyra. "Kita masih bisa..."

Tiba-tiba terdengar suara dari dalam kamar Dino. Seketika Lyra melepas pelukannya. "Ada siapa di kamar?"

"Tidak... ada siapa-siapa," wajah Dino memucat.

Lyra tidak bisa tidak curiga karena selain wajah Dino yang memucat, matanya mengedip-ngedip dengan cepat, deru nafasnya juga terdengar tak beraturan.

Lalu tatapan Lyra tertuju pada resleting celana Dino yang terbuka dan kancing kemejanya yang berantakan seperti terburu-buru saat dipakai. Dino bukannya baru pulang kerja? Kenapa pakaiannya malah tidak rapi?

Lyra mencoba menerobos ke dalam kamar, namun Dino menghalanginya. "Sa-sayang, mau apa kamu ke kamar?!" teriaknya tanpa sadar. Dia sangat panik.

"Kenapa? Tidak boleh aku masuk ke kamarmu?" tanya Lyra merasa aneh.

"Bu-bukan begitu, Sayang. Tidak ada apa-apa..." Dino semakin panik, membuat Lyra semakin curiga.

Didorongnya tubuh Dino sekuat tenaga, dan Lyra pun berhasil memasuki kamar. Ia melihat ke sekeliling tidak ada yang aneh. Kecuali... tempat tidur yang terlihat agak berantakan.

Ia sangat mengenal kekasihnya itu. Dino adalah laki-laki yang sangat rapi. Mana mungkin tempat tidurnya berantakan saat dirinya baru saja pulang bekerja.

Kemudian Lyra menghampiri lemari, entah mengapa ia punya firasat buruk dengan lemari yang tertutup itu. Seketika Lyra pun menarik pintu lemari dengan sekuat tenaga dan terlihatlah seorang perempuan tanpa pakaian duduk di lemari itu, sambil memeluk pakaian dan tas miliknya. Ia menggigit bibir bawahnya merasa kesal karena tertangkap basah.

Lyra menutup kembali lemari itu. Dengan tenang ia membalikkan badannya dan melihat Dino mengusak rambutnya dengan kesal. Wajahnya gelisah.

"Sejak kapan?" Tanya Lyra dengan mata yang sudah terasa panas.

"Sayang, dengar..."

"Iya, aku dengarkan. Coba jelaskan semuanya. Siapa dia, kenapa dia ada di sini, dan sejak kapan kamu berhubungan sama dia?" Didorongnya tubuh Dino saking Lyra emosi, "kenapa juga dia tidak menggunakan baju? Apa yang kamu lakukan dengan dia?!"

Dino pun tak punya pilihan lain. Ia menjelaskan semuanya. Perempuan itu bernama Mia. Dia seorang pelayan di sebuah coffee shop. Mereka tidak sengaja bertemu sekitar beberapa minggu lalu.

"Aku tidak pacaran dengan dia, Sayang! Pacarku hanya kamu! Tapi karena kamu selalu tidak mau melakukannya dengan aku, aku melakukannya dengan dia. Maafkan aku, Sayang. Aku..."

"Bohong!" Tiba-tiba Mia keluar dari lemari itu, membuat Dino dan Lyra menatap ke arahnya. "Aku berpacaran dengan Dino. Bahkan Dino mengajakku untuk ikut dengannya ke Medan dan aku sudah mengatakan bahwa aku bersedia."

"Mia!" Teriak Dino.

Beberapa saat Lyra tak bisa berkata-kata. Ia terlalu syok. Hatinya sungguh remuk.

"Kenapa?" sahut Mia menatap marah pada Dino. "Kamu sudah merenggut kesucianku! Kamu harus tanggung jawab dengan menikahi aku!"

"Kamu sudah gila? Aku sudah bilang aku hanya mencintai..."

"Cukup," potong Lyra.

"Sayang, ini semua... aku khilaf, Sayang. Aku tidak bermaksud mengkhianati kamu. Aku hanya cinta pada kamu! Kamu yang ingin aku bawa ke Medan, bukan dia!"

"Apa? Beberapa saat lalu kamu tidak berbicara seperti itu, Din!" Mia tak terima.

Hati Lyra benar-benar seperti diremas kuat, sakit sekali. Lyra pun menatap kembali Dino.

"Jadi kamu berencana bawa Mia ke Medan dengan tetap berhubungan sama denganku?! Tidak disangka kamu bisa seegois itu!"

Lyra benar-benar muak, laki-laki yang selama ini yang begitu baik dan setia bahkan pernikahan sudah menjadi topik pembicaraan yang sering mereka diskusikan, ternyata bisa setega ini mengkhianatinya.

"Sayang, tolong beri aku kesem..."

"Kita putus," potong Lyra dengan tegas.

Seketika terlihat mata Dino berkaca-kaca. "Sayang..."

"Sudah selesai, Din. Kalau kamu sampai berniat bawa perempuan itu ke Medan, sedangkan kamu malah lebih memilih LDR denganku, berarti sudah jelas. Kamu memang lebih memilih dia daripada aku. Semuanya sudah jelas untukku, kita selesai."

Lyra pun pergi. Ia tak membiarkan Dino menghadangnya lagi. Bahkan Dino berusaha menerobos ke dalam lift, namun ia tak berhasil. Saat Lyra tiba di lantai bawah dan keluar gedung apartemen, Dino berhasil menyusulnya.

"Lyra!" Dino berhasil mengejar Lyra dengan menuruni tangga darurat. Ia tergopoh menghampiri Lyra dan meraih tangannya. "Sayang, please! Aku tidak mau putus! Aku cinta padamu kamu, Ra! Aku suka padamu bahkan sejak kita masih jadi mahasiswa baru! Sudah selama itu aku suka pada kamu! Aku tidak mau kita berakhir seperti ini. Tolong beri aku kesempatan satu kali saja. Aku akan melupakan Mia dan memilih kamu!"

Lyra segera melepas tangannya. "Kamu tidak cinta padaku, Din. Jika kamu cinta, kamu tidak akan membiarkan perempuan lain masuk di antara kita! Lupakan semuanya, toh kita sudah akan berpisah. Sudah benar kita seperti ini, kamu bawa dia ke Medan dan nikahi. Kamu sudah sentuh dia, jadi kamu harus tanggung jawab."

"Aku tidak mau, Sayang. Aku..."

Tepat saat itu sebuah mobil berhenti dan membunyikan klakson. Mobil itu berasal dari sebuah merk ternama dan harganya sangat mahal. Lalu kaca jendela supir mobil itu terbuka. "Nona, anda butuh taksi? Naiklah."

Baik Dino dan Lyra terdiam beberapa saat, mereka sama-sama keheranan, taksi online dengan mobil semewah ini?

Namun tanpa pikir panjang lagi, Lyra membuka pintu belakang mobil itu dan seketika melihat Zachery di kursi penumpang. Lyra siap membuka mulutnya namun Zachery menaruh telunjuknya di depan bibirnya.

Akhirnya Lyra memilih untuk masuk ke dalam mobil itu agar ia bisa segera melarikan diri dan tidak mempedulikan lagi Dino yang berusaha menahannya.

Mobil pun kembali melaju. Lyra sekuat tenaga menahan air matanya padahal dagunya sudah sampai bergetar.

"Menangislah."

Sontak Lyra menatap ke arah Zachery.

"Aku tak akan mengganggu. Anggap saja aku tidak ada di sini."

Ia memperlihatkan dua buah earphone bluetooth dan memakainya di kedua telinganya. Kemudian Zachery melihat ke arah jendela dan mengabaikan Lyra.

Seketika Lyra pun menangis tersedu-sedu. Lyra tak bisa lagi menahannya. Ia tak peduli Zachery berada di sana. Yang Lyra pikirkan hanyalah saat ini ia ingin menangis dan mengeluarkan segala sakit hatinya.

Lyra berpikir mungkinkah ini balasan yang memang pantas didapatkan olehnya? Perempuan sepertinya tak pantas lagi mendapatkan pria yang baik. Dia sudah kotor. Di belakang Dino ia membiarkan dirinya berhubungan dengan pria lain dengan cara yang sangat kotor, jadi ini pastilah karma untuknya.

Buktinya, sekarang Tuhan menunjukkan pada Lyra bahwa Dino yang dikenalnya sebagai pacar terbaik yang pernah dimilikinya, ternyata tidak sebaik itu.

Lyra merasa hancur. Ia merasa tak berhak lagi mendapatkan kasih sayang yang tulus dari pria mana pun, karena ia sudah terlanjur seperti ini, menjadi wanita rendah yang menjual dirinya sendiri demi uang.

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

hmmm laki2 egois 😠 hanya kebutuhan Syahwat nya saja yang dipentingkan 🤦tusuk sana tusuk sini...

2024-06-21

0

Erni Fitriana

Erni Fitriana

zachery jodohmu ryl

2024-06-01

1

Pie Yana

Pie Yana

pak bos itu mngkin yg jodoh kamu bukan dino

2024-03-24

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2 Bab 2: Wanita untuk Tuan Felix
3 Bab 3: Zachery Khaled Ivander
4 Bab 4: Menghilang
5 Bab 5: Bertemu Kembali
6 Bab 6: Tak Terbendung
7 Bab 7: Terjebak
8 Bab 8: Rasa Bersalah
9 Bab 9: Karma
10 Bab 10: Sugar Baby
11 Bab 11: Panggil Aku Daddy
12 Bab 12: Hal Gila tentang Rachel
13 Bab 13: Tentang Zachery
14 Bab 14: Lesung Pipi
15 Bab 15: Hadiah
16 Bab 16: Nyonya Rosalie
17 Bab 17: Batas Waktu
18 Bab 18: Terperdaya
19 Bab 19: Posesif
20 Bab 20: Benih Cinta
21 Bab 21: Rindu yang Ditutupi
22 Bab 22: Menyingkirkan Kerikil
23 Bab 23: Bukan Teman
24 Bab 24: Berpenampilan Berani
25 Bab 25: Di Pesta
26 Bab 26: Panik
27 Bab 27: Cerai
28 Bab 28: Zachery yang Hangat
29 Bab 29: Tiga Bulan
30 Bab 30: Romantisme Semu
31 Bab 31: Lambat Laun
32 Bab 32: Di Balik Kabar Perselingkuhan
33 Bab 33: Lyra adalah Milikku
34 Bab 34: Pria yang Pantang Menyerah
35 Bab 35: Konferensi Pers
36 Bab 36: Buktikanlah
37 Bab 37: Turun ke Dunia Lyra
38 Bab 38: Jadilah Kekasihku
39 Bab 39: Sepasang Kekasih
40 Bab 40: Yang Sebenarnya
41 Bab 41: Lyra yang Semakin Luwes
42 Bab 42: Apa yang Terjadi?
43 Bab 43: Rencana yang Nyaris Berhasil
44 Bab 44: Kebodohan Rachel
45 Bab 45: Akhir Hubungan
46 Bab 46: Melamar Zachery
47 Bab 47: Jauhi Tunanganku
48 Bab 48: Saat Itu
49 Bab 49: Perempuan Pembenci
50 Bab 50: Akhir untuk Jihan
51 Bab 51: Kabar Baik
52 Bab 52: Cinta Pertama Zach
53 Bab 53: Perasaan yang Terjeda
54 Bab 54: Takdirku adalah Kamu
55 Bab 55: Cinta Segitiga
56 Bab 56: Perempuan dari Masa lalu
57 Bab 57: Zachery Kecil yang Malang
58 Bab 58: Rumah Singgah
59 Bab 59: Penyesalan Zachery
60 Bab 60: Upik Abu Menjadi Cinderella
61 Bab 61: Peringatan untuk Hanna
62 Bab 62: Jangan Bilang Kalau...
63 Bab 63: Bukan Ibu yang Baik
64 Bab 64: Merawat Galen
65 Bab 65: Lepaskan Lyra
66 Bab 66: Saya Suka pada Tuan
67 Bab 67: Kesempatan dalam Kesempitan
68 Bab 68: Kepercayaan yang Diuji
69 Bab 69: Syarat dari Jason
70 Bab 70: Pertengkaran
71 Bab 71: Pamit
72 Bab 72: Aku Pergi, Mas
73 Bab 73: Laura Ruby H.
74 Bab 74: Kebenaran
75 Bab 75: Takdir
76 Bab 76: Hasil Hubungan Gelap
77 Bab 77: Laura Bertemu Kakek
78 Bab 78: Pelampiasan
79 Bab 79: Interaksi yang Berubah
80 Bab 80: Pergi dan Jangan Kembali
81 Bab 81: Wanita Itu adalah...
82 Bab 82: Kembalinya Dua Sahabat
83 Bab 83: Tidak Cukup Pintar
84 Bab 84: Dua Orang yang Pergi
85 Bab 85: Hari-hari yang Normal
86 Bab 86: Awal Bahagia(end)
87 Ekstra 1: (Jason) Bertemu Wanita Alpha
88 Ekstra 2: (Jason) Dokter Fasha
89 Ekstra 3: (Jason) Semudah dan Sesingkat itu
90 Ekstra 4: (Seruni) Di Tempat Biasa
91 Ekstra 5: (Seruni) Waktu Itu
92 Ekstra 6: Pengorbanan Nayara
93 Ekstra 7: The Bad Boy and His Nanny
94 Ekstra 8: Om Rey Tersayang
95 Ekstra 9: Marry Me, Dev
96 Ekstra 10: My Big Girl
97 Ekstra 11: Single Mom
98 Ekstra 12: Miss Rania, I Love You
99 Ekstra 13: Selingkuh itu Indah
100 Ekstra 14: Mengejar Cinta Nabila
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2
Bab 2: Wanita untuk Tuan Felix
3
Bab 3: Zachery Khaled Ivander
4
Bab 4: Menghilang
5
Bab 5: Bertemu Kembali
6
Bab 6: Tak Terbendung
7
Bab 7: Terjebak
8
Bab 8: Rasa Bersalah
9
Bab 9: Karma
10
Bab 10: Sugar Baby
11
Bab 11: Panggil Aku Daddy
12
Bab 12: Hal Gila tentang Rachel
13
Bab 13: Tentang Zachery
14
Bab 14: Lesung Pipi
15
Bab 15: Hadiah
16
Bab 16: Nyonya Rosalie
17
Bab 17: Batas Waktu
18
Bab 18: Terperdaya
19
Bab 19: Posesif
20
Bab 20: Benih Cinta
21
Bab 21: Rindu yang Ditutupi
22
Bab 22: Menyingkirkan Kerikil
23
Bab 23: Bukan Teman
24
Bab 24: Berpenampilan Berani
25
Bab 25: Di Pesta
26
Bab 26: Panik
27
Bab 27: Cerai
28
Bab 28: Zachery yang Hangat
29
Bab 29: Tiga Bulan
30
Bab 30: Romantisme Semu
31
Bab 31: Lambat Laun
32
Bab 32: Di Balik Kabar Perselingkuhan
33
Bab 33: Lyra adalah Milikku
34
Bab 34: Pria yang Pantang Menyerah
35
Bab 35: Konferensi Pers
36
Bab 36: Buktikanlah
37
Bab 37: Turun ke Dunia Lyra
38
Bab 38: Jadilah Kekasihku
39
Bab 39: Sepasang Kekasih
40
Bab 40: Yang Sebenarnya
41
Bab 41: Lyra yang Semakin Luwes
42
Bab 42: Apa yang Terjadi?
43
Bab 43: Rencana yang Nyaris Berhasil
44
Bab 44: Kebodohan Rachel
45
Bab 45: Akhir Hubungan
46
Bab 46: Melamar Zachery
47
Bab 47: Jauhi Tunanganku
48
Bab 48: Saat Itu
49
Bab 49: Perempuan Pembenci
50
Bab 50: Akhir untuk Jihan
51
Bab 51: Kabar Baik
52
Bab 52: Cinta Pertama Zach
53
Bab 53: Perasaan yang Terjeda
54
Bab 54: Takdirku adalah Kamu
55
Bab 55: Cinta Segitiga
56
Bab 56: Perempuan dari Masa lalu
57
Bab 57: Zachery Kecil yang Malang
58
Bab 58: Rumah Singgah
59
Bab 59: Penyesalan Zachery
60
Bab 60: Upik Abu Menjadi Cinderella
61
Bab 61: Peringatan untuk Hanna
62
Bab 62: Jangan Bilang Kalau...
63
Bab 63: Bukan Ibu yang Baik
64
Bab 64: Merawat Galen
65
Bab 65: Lepaskan Lyra
66
Bab 66: Saya Suka pada Tuan
67
Bab 67: Kesempatan dalam Kesempitan
68
Bab 68: Kepercayaan yang Diuji
69
Bab 69: Syarat dari Jason
70
Bab 70: Pertengkaran
71
Bab 71: Pamit
72
Bab 72: Aku Pergi, Mas
73
Bab 73: Laura Ruby H.
74
Bab 74: Kebenaran
75
Bab 75: Takdir
76
Bab 76: Hasil Hubungan Gelap
77
Bab 77: Laura Bertemu Kakek
78
Bab 78: Pelampiasan
79
Bab 79: Interaksi yang Berubah
80
Bab 80: Pergi dan Jangan Kembali
81
Bab 81: Wanita Itu adalah...
82
Bab 82: Kembalinya Dua Sahabat
83
Bab 83: Tidak Cukup Pintar
84
Bab 84: Dua Orang yang Pergi
85
Bab 85: Hari-hari yang Normal
86
Bab 86: Awal Bahagia(end)
87
Ekstra 1: (Jason) Bertemu Wanita Alpha
88
Ekstra 2: (Jason) Dokter Fasha
89
Ekstra 3: (Jason) Semudah dan Sesingkat itu
90
Ekstra 4: (Seruni) Di Tempat Biasa
91
Ekstra 5: (Seruni) Waktu Itu
92
Ekstra 6: Pengorbanan Nayara
93
Ekstra 7: The Bad Boy and His Nanny
94
Ekstra 8: Om Rey Tersayang
95
Ekstra 9: Marry Me, Dev
96
Ekstra 10: My Big Girl
97
Ekstra 11: Single Mom
98
Ekstra 12: Miss Rania, I Love You
99
Ekstra 13: Selingkuh itu Indah
100
Ekstra 14: Mengejar Cinta Nabila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!