Bab 2: Wanita untuk Tuan Felix

Wanita beriasan tebal itu membawa Lyra ke sebuah tempat hiburan malam. Di sana Lyra melihat hiruk pikuk orang-orang berdansa mengikuti alunan musik yang berdentum-dentum.

Lampu berkelap-kelip dengan berbagai warna yang menyilaukan menyinari ruangan yang gelap itu. Selama ini ia hanya pernah melihat tempat itu dari TV atau di internet. Kali ini Lyra begitu terkejut melihat tempat hiburan malam dengan mata kepalanya sendiri.

Tatapan Lyra menyapu ke sekeliling sambil melangkah lebih dalam lagi, di meja-meja di sudut ruangan ia melihat orang-orang menenggak minuman, berciuman dan saling menyentuh, seketika Lyra mengalihkan pandangannya.

Bukannya terlepas dari pemandangan yang tidak seharusnya dilihatnya, kini ia malah melihat hal yang lebih ekstrim lagi. Beberapa orang wanita dengan nyaris tak menggunakan pakaian, menari dengan ero tisnya di sebuah tiang. Tubuhnya meliuk-liuk dengan tatapan penuh has rat, mengundang para pria hidung belang untuk menjamah dan memberinya uang.

"Hey!" teriakan dari wanita tadi membuyarkan perhatian Lyra dari wanita-wanita penghibur itu. "Cepat ke sini!"

Lyra pun segera membawa kopernya masuk ke sebuah ruangan sempit. Ruangan itu tak terlalu bising. Di sana ia melihat seorang perempuan tua dengan riasan tebal duduk di sebuah kursi sambil asyik menghisap rokoknya.

"Madam, lihat apa yang aku temukan di halte."

Perempuan yang disebut madam itu menatap Lyra dengan seksama, dari ujung kaki ke ujung kepala. "Starla, kau bawa barang bagus. Apa dia masih perawan?"

"Kalau tak perawan, untuk apa aku bawa dia ke sini," sahut wanita yang ternyata bernama Starla itu.

Seketika Lyra tahu siapa perempuan ini. Paling tidak ia tahu profesinya. Ia pasti wanita yang sering 'menjual' para wanita untuk dinikmati para pria hidung belang. Bertemu dengannya membuat Lyra ingin sekali kabur, tapi ia tak bisa melarikan diri sekarang. Ini adalah satu-satunya kesempatannya untuk mendapatkan uang.

"Kemari."

Wanita tua itu menyimpan rokoknya di asbak, dan Starla menarik Lyra mendekat pada perempuan tua itu.

"Siapa namamu?" Tanyanya.

Lyra terdiam sesaat, lalu berkata, "Aryl."

Lyra cukup cerdik tak mengatakan nama aslinya. Bagaimana pun ini tempat yang berbahaya untuknya. Ia harus berhati-hati.

Seketika wanita tua itu meremas kedua dada Lyra, membuat Lyra seketika berteriak dan menghindar. Namun Starla segera menahan Lyra. "Kamu butuh pekerjaan ini 'kan? Jadi diam saja! Biarkan Madam Grace melihat seberapa mahalnya dirimu!"

"Tapi..." Lyra kembali berteriak saat wanita itu menyentuh bo kongnya. Kemudian Madam Grace menelisik wajah Lyra lebih dekat.

"Dia bisa dijual cukup mahal," ucap Madam Grace dengan puas. "Kita bisa tawarkan dia kepada Tuan Felix."

"Serius, Madame? Tuan Felix? Aku akan mendapat bagian 'kan?" tanya Starla dengan mata berbinar.

"Tentu," ucapnya seraya duduk di sofanya lagi dan menghisap rokoknya lagi. "Sekarang bawa dia ke atas dan dandani dia sesuai selera Tuan Felix."

Dengan semangat Starla membawa Lyra ke lantai atas. "Ikut aku"

Tak lama mereka tiba di sebuah kamar. Kamar itu tak terlalu luas, ada banyak lemari dan baju yang menggantung, juga alat make up yang berantakan di sudut kamar.

"Buka bajumu, ganti dengan ini."

Starla memberikan sepasang dalaman yang menggoda dan juga dress yang sangat kecil dan pendek.

"Ini kekecilan," protes Lyra pelan.

"Tidak. Baju ini akan membuatmu kelihatan se ksi."

Lyra pun membawa pakaian itu dengan pasrah. "Di mana kamar mandinya?" tanya Lyra bingung.

Starla mendekat dengan gemas pada Lyra. Seketika Lyra berteriak saat Starla membuka paksa kaos yang digunakannya. "Kau tak usah malu. Sebentar lagi kau akan terbiasa memperlihatkan tubuh polosmu di depan orang-orang."

Mendengar kata-kata itu membuat Lyra berubah pikiran dan memberontak lebih keras. "Aku tidak mau, Tante! Aku mau pergi dari sini!" Lyra berjalan menuju pintu.

"Enak saja!" teriak Starla. Starla menghadang Lyra dan mengunci kembali pintu kamar itu. "Jika kau mau pergi, bayar aku 10 juta."

"Tante tahu aku tak punya uang sebanyak itu!" Lyra tak terima dirinya diperas.

"Itu adalah jumlah yang akan aku terima kalau Tuan Felix suka sama mu. Jadi jika kau tak mau, kau yang harus membayarku!" tantang Starla. "Silahkan kabur dari sini. Kita lihat, apa bodyguard yang jaga di depan akan membiarkanmu pergi dari sini?"

Dagu Lyra bergetar dan air mata mulai berjatuhan di pipinya. Ia kembali marah pada keadaan. Bagaimana bisa dirinya selalu ada di situasi semacam ini? Tak punya pilihan dan berkorban perasaan.

"Kamu harusnya bersyukur."

Starla mulai melucuti pakaian Lyra satu persatu dan menggantinya depan pakaian yang telah disiapkannya. "Aku kerja selama sebulan saja belum tentu mendapatkan uang sebanyak yang akan kau terima dari Tuan Felix setelah melayaninya satu malam."

Starla mulai memoleskan make up ke wajah Lyra. Lyra kembali hanya bisa pasrah. Dan kemudian ia melihat dirinya di cermin. Terlihat sangat berbeda dengan riasan tebal, cantik namun begitu palsu. Dadanya juga terlihat begitu besar dengan pakaian ketat itu.

"Bagaimana, aku sangat berbakat merias bukan?" tanya Starla seraya menatap puas pantulan wajah Lyra di cermin.

Saat Starla merapikan kembali alat-alat make up itu, Lyra bertanya. "Tuan Felix itu... siapa?"

"Dia tiba-tiba datang sekitar dua bulan lalu. Dia mendatangi Madame Grace dan mencari perempuan yang masih perawan. Dua bulan ini Madame Grace sudah menawarkan beberapa perempuan tapi tak ada yang masuk kriterianya. Semoga kali ini dia cocok denganmu. Kelihatannya sih dia pria baik-baik, tapi ternyata suka juga 'jajan'. Tapi ya itu, seleranya lumayan tinggi dia tak mau remaja tanggung, dan tak mau juga yang terlalu tua. Terus tak mau barang second, di menginginkan perempuan yang masih disegel dan kulitnya harus putih dan bener-bener mulus. Jadi kau sangat mujur bisa ditemukan olehku, karena kelihatannya Tuan Felix ini bukan orang sembarangan. Dia kaya raya. Makanya kamu harus bisa puaskan dia. Agar kau tidak sekedar menemaninya satu malam saja tapi bisa jadi sugar baby nya dan hidup dengan enak."

Tawaran menggiurkan yang Starla ucapkan sama sekali tak menarik perhatian Lyra. Ia tak butuh menjadi gadis pemuas dari seorang pria kaya raya. Ia tak mau hidup enak dengan cara seperti itu. Lyra hanya membutuhkan uang untuk membayar kuliah dan juga mencari tempat tinggal. Semoga saja benar apa yang Starla katakan bahwa Lyra akan mendapatkan uang yang sangat banyak hanya dengan melayani Tuan Felix satu kali saja. Sehingga ini akan menjadi pertama dan terakhir kali Lyra terjun ke dunia kotor ini.

Akhirnya Lyra berada di sini, di sebuah kamar hotel mewah. Ia di minta menunggu Tuan Felix datang menemuinya. Lyra tak bisa berhenti gelisah. Hingga setelah menunggu lama, pria itu datang.

Tak seperti yang Lyra bayangkan, ternyata Tuan Felix masih sangat muda. Mungkin umurnya sekitar akhir 20 tahunan. Ia menggunakan setelan kantor dengan rambut klimis yang tertata rapi. Kacamata bertengger di hidungnya yang mancung. Ia menatap Lyra dengan dingin.

"Nama?" tanyanya.

"Aryl," jawab Lyra dengan suara yang nyaris tak terdengar.

Felix mengerutkan dahi. "Aryl?"

Lyra mengangguk tanpa melihat ke arahnya.

"Ikut saya," ujarnya.

Lyra pun menurut dan memasuki sebuah kamar yang ada di presidential room itu. "Sekarang buka seluruh pakaian kamu."

Lyra hanya terdiam. Hati kecilnya masih menolak untuk menempuh jalan pintas ini.

"Apa perlu saya yang membuka pakaianmu?" paksa Felix masih dengan nada yang dingin.

Lyra semakin enggan. Ia meremas ujung dress mini yang memperlihatkan setengah pahanya. Tak bisa menunggu, Felix menghampiri Lyra dan secepat kilat tali dress yang menggantung di kedua pundak Lyra sudah berhasil merosot ke bawah.

"Tuan, tolong jangan..." tangis Lyra.

Namun Felix tak menggubris tangisan wanita malang itu. Ia terus melucuti seluruh pakaian Lyra tanpa ampun hingga tubuhnya benar-benar polos. Kemudian Felix mendorong tubuh Lyra ke kasur dan membuka kedua lutut Lyra. Lyra hanya bisa menangis seraya menutup kedua dadanya yang terekspos.

Felix memperhatikan area diantara paha Lyra dan kemudian ia menjauh. Ekspresinya tak berubah, tetap dingin seperti tadi. Seakan tubuh indah Lyra tak mempengaruhinya sama seklai.

Ia meraih ponsel di saku dalam jasnya dan menghubungi seseorang. Saat menunggu sahutan dari orang yang dihubunginya, ia memerintah pada Lyra, "pakai lagi pakaianmu dan perbaiki riasanmu. Sebentar lagi orang yang akan menikmatimu akan segera datang."

Lyra benar-benar tak mengerti. "Apa? Bukankah Tuan adalah Tuan Felix?"

Ia tak menggubris Lyra dan berbicara di telepon. "Pak, saya menemukan wanita yang sesuai."

Felix mengangguk dan mematikan ponselnya. Ia menatap Lyra. "Saya Felix, tapi bukan saya yang akan memakai jasamu." Felix berjalan menuju luar kamar. "Setelah berpakaian, kamu harus menandatangani sesuatu."

Jadi, jika bukan Felix yang akan 'menikmati' Lyra, lalu siapa?

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

waduh..laki2 lain yang melihat tempenya dan bukan Felix yang mau memakainya tetapi laki2 lain Felix hanya suruhannya saja🤣dimana harga dirinya lyra kasihan banget

2024-06-21

0

Femmy Femmy

Femmy Femmy

masih umur 20 tahun tapi sudah sering main perempuan 🤦

2024-06-21

0

Erni Fitriana

Erni Fitriana

aryl😭😭😭😭😭😭😭

2024-06-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2 Bab 2: Wanita untuk Tuan Felix
3 Bab 3: Zachery Khaled Ivander
4 Bab 4: Menghilang
5 Bab 5: Bertemu Kembali
6 Bab 6: Tak Terbendung
7 Bab 7: Terjebak
8 Bab 8: Rasa Bersalah
9 Bab 9: Karma
10 Bab 10: Sugar Baby
11 Bab 11: Panggil Aku Daddy
12 Bab 12: Hal Gila tentang Rachel
13 Bab 13: Tentang Zachery
14 Bab 14: Lesung Pipi
15 Bab 15: Hadiah
16 Bab 16: Nyonya Rosalie
17 Bab 17: Batas Waktu
18 Bab 18: Terperdaya
19 Bab 19: Posesif
20 Bab 20: Benih Cinta
21 Bab 21: Rindu yang Ditutupi
22 Bab 22: Menyingkirkan Kerikil
23 Bab 23: Bukan Teman
24 Bab 24: Berpenampilan Berani
25 Bab 25: Di Pesta
26 Bab 26: Panik
27 Bab 27: Cerai
28 Bab 28: Zachery yang Hangat
29 Bab 29: Tiga Bulan
30 Bab 30: Romantisme Semu
31 Bab 31: Lambat Laun
32 Bab 32: Di Balik Kabar Perselingkuhan
33 Bab 33: Lyra adalah Milikku
34 Bab 34: Pria yang Pantang Menyerah
35 Bab 35: Konferensi Pers
36 Bab 36: Buktikanlah
37 Bab 37: Turun ke Dunia Lyra
38 Bab 38: Jadilah Kekasihku
39 Bab 39: Sepasang Kekasih
40 Bab 40: Yang Sebenarnya
41 Bab 41: Lyra yang Semakin Luwes
42 Bab 42: Apa yang Terjadi?
43 Bab 43: Rencana yang Nyaris Berhasil
44 Bab 44: Kebodohan Rachel
45 Bab 45: Akhir Hubungan
46 Bab 46: Melamar Zachery
47 Bab 47: Jauhi Tunanganku
48 Bab 48: Saat Itu
49 Bab 49: Perempuan Pembenci
50 Bab 50: Akhir untuk Jihan
51 Bab 51: Kabar Baik
52 Bab 52: Cinta Pertama Zach
53 Bab 53: Perasaan yang Terjeda
54 Bab 54: Takdirku adalah Kamu
55 Bab 55: Cinta Segitiga
56 Bab 56: Perempuan dari Masa lalu
57 Bab 57: Zachery Kecil yang Malang
58 Bab 58: Rumah Singgah
59 Bab 59: Penyesalan Zachery
60 Bab 60: Upik Abu Menjadi Cinderella
61 Bab 61: Peringatan untuk Hanna
62 Bab 62: Jangan Bilang Kalau...
63 Bab 63: Bukan Ibu yang Baik
64 Bab 64: Merawat Galen
65 Bab 65: Lepaskan Lyra
66 Bab 66: Saya Suka pada Tuan
67 Bab 67: Kesempatan dalam Kesempitan
68 Bab 68: Kepercayaan yang Diuji
69 Bab 69: Syarat dari Jason
70 Bab 70: Pertengkaran
71 Bab 71: Pamit
72 Bab 72: Aku Pergi, Mas
73 Bab 73: Laura Ruby H.
74 Bab 74: Kebenaran
75 Bab 75: Takdir
76 Bab 76: Hasil Hubungan Gelap
77 Bab 77: Laura Bertemu Kakek
78 Bab 78: Pelampiasan
79 Bab 79: Interaksi yang Berubah
80 Bab 80: Pergi dan Jangan Kembali
81 Bab 81: Wanita Itu adalah...
82 Bab 82: Kembalinya Dua Sahabat
83 Bab 83: Tidak Cukup Pintar
84 Bab 84: Dua Orang yang Pergi
85 Bab 85: Hari-hari yang Normal
86 Bab 86: Awal Bahagia(end)
87 Ekstra 1: (Jason) Bertemu Wanita Alpha
88 Ekstra 2: (Jason) Dokter Fasha
89 Ekstra 3: (Jason) Semudah dan Sesingkat itu
90 Ekstra 4: (Seruni) Di Tempat Biasa
91 Ekstra 5: (Seruni) Waktu Itu
92 Ekstra 6: Pengorbanan Nayara
93 Ekstra 7: The Bad Boy and His Nanny
94 Ekstra 8: Om Rey Tersayang
95 Ekstra 9: Marry Me, Dev
96 Ekstra 10: My Big Girl
97 Ekstra 11: Single Mom
98 Ekstra 12: Miss Rania, I Love You
99 Ekstra 13: Selingkuh itu Indah
100 Ekstra 14: Mengejar Cinta Nabila
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2
Bab 2: Wanita untuk Tuan Felix
3
Bab 3: Zachery Khaled Ivander
4
Bab 4: Menghilang
5
Bab 5: Bertemu Kembali
6
Bab 6: Tak Terbendung
7
Bab 7: Terjebak
8
Bab 8: Rasa Bersalah
9
Bab 9: Karma
10
Bab 10: Sugar Baby
11
Bab 11: Panggil Aku Daddy
12
Bab 12: Hal Gila tentang Rachel
13
Bab 13: Tentang Zachery
14
Bab 14: Lesung Pipi
15
Bab 15: Hadiah
16
Bab 16: Nyonya Rosalie
17
Bab 17: Batas Waktu
18
Bab 18: Terperdaya
19
Bab 19: Posesif
20
Bab 20: Benih Cinta
21
Bab 21: Rindu yang Ditutupi
22
Bab 22: Menyingkirkan Kerikil
23
Bab 23: Bukan Teman
24
Bab 24: Berpenampilan Berani
25
Bab 25: Di Pesta
26
Bab 26: Panik
27
Bab 27: Cerai
28
Bab 28: Zachery yang Hangat
29
Bab 29: Tiga Bulan
30
Bab 30: Romantisme Semu
31
Bab 31: Lambat Laun
32
Bab 32: Di Balik Kabar Perselingkuhan
33
Bab 33: Lyra adalah Milikku
34
Bab 34: Pria yang Pantang Menyerah
35
Bab 35: Konferensi Pers
36
Bab 36: Buktikanlah
37
Bab 37: Turun ke Dunia Lyra
38
Bab 38: Jadilah Kekasihku
39
Bab 39: Sepasang Kekasih
40
Bab 40: Yang Sebenarnya
41
Bab 41: Lyra yang Semakin Luwes
42
Bab 42: Apa yang Terjadi?
43
Bab 43: Rencana yang Nyaris Berhasil
44
Bab 44: Kebodohan Rachel
45
Bab 45: Akhir Hubungan
46
Bab 46: Melamar Zachery
47
Bab 47: Jauhi Tunanganku
48
Bab 48: Saat Itu
49
Bab 49: Perempuan Pembenci
50
Bab 50: Akhir untuk Jihan
51
Bab 51: Kabar Baik
52
Bab 52: Cinta Pertama Zach
53
Bab 53: Perasaan yang Terjeda
54
Bab 54: Takdirku adalah Kamu
55
Bab 55: Cinta Segitiga
56
Bab 56: Perempuan dari Masa lalu
57
Bab 57: Zachery Kecil yang Malang
58
Bab 58: Rumah Singgah
59
Bab 59: Penyesalan Zachery
60
Bab 60: Upik Abu Menjadi Cinderella
61
Bab 61: Peringatan untuk Hanna
62
Bab 62: Jangan Bilang Kalau...
63
Bab 63: Bukan Ibu yang Baik
64
Bab 64: Merawat Galen
65
Bab 65: Lepaskan Lyra
66
Bab 66: Saya Suka pada Tuan
67
Bab 67: Kesempatan dalam Kesempitan
68
Bab 68: Kepercayaan yang Diuji
69
Bab 69: Syarat dari Jason
70
Bab 70: Pertengkaran
71
Bab 71: Pamit
72
Bab 72: Aku Pergi, Mas
73
Bab 73: Laura Ruby H.
74
Bab 74: Kebenaran
75
Bab 75: Takdir
76
Bab 76: Hasil Hubungan Gelap
77
Bab 77: Laura Bertemu Kakek
78
Bab 78: Pelampiasan
79
Bab 79: Interaksi yang Berubah
80
Bab 80: Pergi dan Jangan Kembali
81
Bab 81: Wanita Itu adalah...
82
Bab 82: Kembalinya Dua Sahabat
83
Bab 83: Tidak Cukup Pintar
84
Bab 84: Dua Orang yang Pergi
85
Bab 85: Hari-hari yang Normal
86
Bab 86: Awal Bahagia(end)
87
Ekstra 1: (Jason) Bertemu Wanita Alpha
88
Ekstra 2: (Jason) Dokter Fasha
89
Ekstra 3: (Jason) Semudah dan Sesingkat itu
90
Ekstra 4: (Seruni) Di Tempat Biasa
91
Ekstra 5: (Seruni) Waktu Itu
92
Ekstra 6: Pengorbanan Nayara
93
Ekstra 7: The Bad Boy and His Nanny
94
Ekstra 8: Om Rey Tersayang
95
Ekstra 9: Marry Me, Dev
96
Ekstra 10: My Big Girl
97
Ekstra 11: Single Mom
98
Ekstra 12: Miss Rania, I Love You
99
Ekstra 13: Selingkuh itu Indah
100
Ekstra 14: Mengejar Cinta Nabila

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!