Lyra berada di kamarnya. Ia diantar pulang oleh supir pribadi Zachery siang tadi. Tak mungkin ia bekerja dalam keadaan wajah dan pakaian yang sudah kacau. Maka dari itu Zachery mengizinkannya untuk pulang lebih cepat.
Sambil menatap rintik hujan dari jendela kamarnya, Lyra termenung. Di depannya laptopnya menyala dan menampilkan biodata dari seorang Zachery Khaled Ivander. Rasanya masih seperti mimpi, ia kembali bertemu dengan pria itu. Dan yang membuat Lyra tak habis pikir, Zachery benar-benar mencarinya. Zachery benar-benar menginginkannya.
Sungguh sial nasibnya itu. Tidak hanya keperawanannya yang hilang, bahkan harga dirinya yang sudah jatuh ke tingkat terbawah, juga kerja kerasnya untuk melarikan diri dan menyelesaikan kuliah lalu mendapatkan kerja, semua benar-benar berakhir dengan sia-sia. Pada akhirnya semua yang dilakukannya malah membawanya kembali kepada pria berkuasa itu.
Kini tak ada lagi jalan untuk pergi. Sepenuhnya Lyra sudah berada dalam genggaman Zachery. Ia harus menerima semuanya. Termasuk kenyataan bahwa pria itu adalah pria yang masih memiliki istri, serta kenyataan bahwa Zachery adalah ayah dari gadis yang selalu merundungnya selama ini.
Lyra tak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya ke depannya.
Namun ada satu hal yang Lyra ketahui dari kedatangan Rosalie dan Rachel, ternyata perbuatan Zachery itu sudah diketahui oleh Rosalie sendiri dan wanita itu seakan tidak peduli.
Lyra kembali menatap laman artikel bisnis yang masih terbuka di layar laptopnya. Di artikel tersebut menyebutkan bahwa Zachery memiliki keluarga yang harmonis. Rosalie dan Zachery menikah saat Zachery masih berusia 20 tahun, sedangkan sang istri saat itu sudah berusia 35 tahun. Rosalie saat itu sudah memiliki seorang putri yaitu Rachel. Walaupun Rachel bukan anak kandung dari Zachery, tapi Zachery sangat menyayangi anak sambungnya itu. Pernikahannya juga berjalan dengan bahagia padahal Rosalie berusia jauh lebih tua darinya. Begitu yang tertulis di artikel itu.
Jadi seperti itu. Lyra jadi tahu bahwa Zachery bukanlah ayah kandung Rachel, tapi dari cara mereka bercengkrama di kantor Zachery tadi, cukup memperlihatkan bahwa memang benar Zachery dan Rachel memang memiliki hubungan yang baik. Tidak seperti hubungannya dengan Rosalie yang malah begitu dingin, seakan label keluarga harmonis hanyalah tampilan luar saja agar imej keluarga konglomerat itu terkesan baik di mata masyarakat.
Ketika tengah fokus menatap layar laptopnya, pintu kostnya diketuk. Lyra pun segera menutup laman itu dan menghampiri pintu. Ternyata itu adalah ibu kostnya, beliau mengabarkan bahwa ada Dino di ruang tamu. Ia menghubungi Lyra namun Lyra tak juga mengangkatnya. Tempat kost itu memang cukup ketat, sehingga laki-laki tidak boleh masuk ke kamar para penghuni kost dan hanya bisa bertamu di ruang tamu saja.
Kemudian Lyra pun menghampiri Dino di ruang tamu tempat kost itu. Ia melihat Dino datang membawa sebuah parsel buah.
"Sayang..." Dino segera berdiri dari kursi dan memeluk kekasihnya itu. "Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu sakit?" Ditatapnya wajah Lyra yang sembab dan pucat. Kemudian Dino membawa Lyra duduk. Digenggamnya tangan Lyra. "Maafkan aku ya, kamu masih marah ya gara-gara kita bertengkar kemarin? Makanya kamu sakit seperti ini tidak mengabariku?"
Lyra menjatuhkan air matanya. Ia semakin merasa bersalah karena sikap Dino yang begitu mengkhawatirkannya. Bahkan Dino melupakan egonya dan datang menjenguk Lyra.
"Hey, kenapa kamu malah tambah menangis?" Dino membawa Lyra ke dalam pelukannya lagi.
"Maafkan aku, Din. Maafkan..." Lyra begitu merasa bersalah. Ia juga sangat kesal karena ia tak bisa mengatakan dan menjelaskan apapun kepada Dino mengenai apa yang menimpanya.
"Sudah, tidak apa-apa. Aku juga minta maaf. Aku terlalu memaksamu. Aku tidak berpikir jernih. Padahal aku sudah memiliki pacar sebaik kamu, yang selalu menjaga diri, tapi aku malah ingin merusakmu." Dino melepaskan pelukannya dan menatap wajah kekasihnya itu. "Mungkin aku terlalu sering gaul dengan Betrand." Dino melontarkan sedikit candaan dengan menyinggung salah satu temannya yang memang hobi menonton film-film biru.
Namun candaan itu tak bisa membuat Lyra tertawa. Apalagi dengan apa yang Dino katakan tentangnya bahwa ia adalah perempuan baik-baik, semakin membuat Lyra merasa dirinya sangat jahat. Padahal Dino sudah begitu baik dan menyayanginya. Tapi Lyra malah melakukan hal yang tak termaafkan dibelakang Dino.
Akhirnya setelah beberapa saat mengobrol, Dino pun pulang. Ia membiarkan Lyra untuk beristirahat agar besok Lyra bisa kembali bekerja. Walaupun gundahnya belum hilang sepenuhnya, tapi bertemu dengan Dino membuatnya sedikit merasa lebih baik. Setidaknya kehadiran Dino membuat Lyra merasa bahwa ada hal di dalam kehidupannya masih berjalan normal.
Keesokan harinya di pagi hari, Lyra sudah bersiap dengan pakaian kantornya. Namun dirinya kembali duduk di tempat tidurnya. Rasanya ia sangat enggan untuk pergi. Ia takut akan terjadi hal yang kemarin lagi. Lalu ponselnya berbunyi, dari Dino.
"Sayang, aku sudah di depan." Dino mengabarkan.
"Sepertinya... aku masih belum sehat. Aku mau izin saja," ucap Lyra lesu.
"Benerkah? Mau aku temani kamu ke dokter?" tanya Dino cemas.
"Tidak usah, Sayang. Aku istirahat sebentar saja. Aku sudah minum obat juga, jadi aku akan tidur sekarang," dusta Lyra.
"Ya sudah kalau begitu, kamu jangan lupa bilang ke Bu Dewi, ya."
Setelah itu telepon pun terputus. Lyra mengabari Dewi seperti yang Dino sarankan. Namun Lyra malah mendapat teguran, karena baru juga masuk kerja dirinya sudah berani membolos. Tapi Lyra lebih baik dimarahi seperti ini daripada harus pergi bekerja dan dipaksa untuk datang ke ruangan Zachery lagi.
Setelah itu ia mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Ia berniat untuk kembali tidur. Semalam ia memang tak bisa tidur karena memikirkan semua hal mengenai Zachery. Maka kali ini ia mencoba untuk melupakan semuanya walaupun hanya sejenak.
Baru saja Lyra menutup matanya, ponselnya berdering. Sebuah nomor tak dikenal menghubunginya. Seketika Lyra ketakutan. Nomor siapa itu? Apa itu Felix? Atau lebih parah lagi, Zachery?
Lyra mematikan sambungan teleponnya dan segera mematikan ponselnya dan melanjutkan niatnya untuk tidur.
Di sisi lain, Zachery menatap layar ponselnya dengan kesal. "Berani-beraninya dia mengabaikan teleponku." Gumamnya marah. Lalu ia menghubungi nomor Lyra lagi dan kini malah tidak aktif. "Sial!"
Pintu pun diketuk, kemudian Felix datang menghampiri atasannya itu.
"Jadi?" Tanya Zachery.
"Dia tidak masuk hari ini, Pak. Dan saya mendapatkan beberapa informasi lagi. Lyra memiliki seorang kekasih bernama Dino, dia karyawan baru di divisi yang berbeda. Dia salah satu karyawan baru yang memiliki skor tertinggi pada tes dan juga wawancara."
"Diantara karyawanku ada yang menjalin hubungan? Terlebih itu adalah Aryl? Yang benar saja, apa mereka akan bercinta di toilet kantor?" Dengus Zachery. "Jadi Aryl berbohong bahwa dia tidak pernah berhubungan dengan laki-laki manapun setelah denganku? Aku kira dia polos, tapi ternyata munafik juga." Geramnya, Zachery sudah berniat untuk melepaskan Lyra karena sangat anti baginya berhubungan dengan wanita yang telah dimasuki laki-laki lain.
"Mungkin memang benar Lyra berpacaran dengan Dino. Tapi bisa jadi maksud dari Lyra adalah dia tidak pernah berhubungan badan dengan laki-laki manapun selain dengan anda, Pak?" Felix mencoba memberikan pandangannya.
Zachery terdiam sejenak. "Mungkin saja. Tapi jika ia benar-benar menjaga dirinya dan tidak membiarkan siapapun menyentuhnya selain aku, aku akan memberikan hadiah yang besar untuknya." Zachery bergumam dengan senangnya.
"Saya juga menemukan ini, Pak." Felix menyerahkan beberapa foto.
Zachery mengerutkan dahinya. "Ini Dino?"
"Betul, Pak."
Zachery tersenyum penuh kemenangan seraya menatap foto-foto itu. "Kasihan sekali kamu, Aryl," gumamnya. "Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan, Felix."
"Apa anda ingin saya memecat Dino?"
"Katamu tadi dia karyawan yang kompeten. Apakah aku akan kehilangan karyawan sebaik dia jika kamu jadi aku?!" Tanya Zachery sinis.
Felix menunduk penuh sesal. "Maafkan saya. Kalau begitu saya akan mengatur perpindahan Dino ke cabang Vander di luar kota."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Femmy Femmy
kirain CEO.. ternyata perusahaan milik mertua
2024-06-21
0
Erni Fitriana
nasib asisten...harus ngerti apapun yg diinginkan big boss
2024-06-01
1
Pie Yana
lanjut thor seru banget
2024-03-24
1