"Sa-saya...? Nyonya Rosalie ingin bertemu dengan saya?" ulang Lyra meyakinkan bahwa yang didengarnya tidak salah.
"Jangan gugup seperti itu di depannya," tegur Felix. "Dia tidak mengetahui siapa kamu. Dia hanya tahu kamu adalah sekretaris baru Pak Zach, dan beliau hanya ingin menemuimu."
"Tapi, kenapa saya harus bertemu dengannya?"
"Menjadi seorang sekretaris Pak Zach, itu artinya kamu harus memahami setiap hal mengenai Pak Zach, luar dan dalam. Termasuk kamu harus mengetahui mengenai seluruh keluarga dan kehidupan pribadinya." Seketika Lyra semakin gugup. Bagaimana ia akan berhadapan dengan istri dari pria yang selalu menyentuhnya itu?
Kemudian Zachery keluar dari ruangannya. Seketika Lyra dan juga Felix bangkit dari duduknya dan mengikuti pria itu menuju lift.
Lyra mencoba untuk fokus mengikuti rapat pertamanya saat mendampingi Zachery, tapi rasa gugup terus hadir di benaknya. Ia tak bisa berhenti memikirkan bagaimana ia bersikap di depan istri Zachery nanti. Apakah ia akan bisa menutup rapat semuanya?
Setelah rapat itu mereka kembali ke kantornya. Saat tiba di ruangan Zachery, ia melihat perempuan yang masih terlihat awet muda dan anggun padahal usianya sudah memasuki kepala lima.
"Kau sudah datang?" tanya Zachery dengan nada tak peduli dengan kehadiran sang istri. Ia pun berjalan menuju meja kebesarannya dan melanjutkan pekerjaannya di depan komputer.
Felix memberikan tatapan pada Lyra, kode agar dirinya segera menyediakan minuman untuk wanita itu. Segera Lyra ke pantry dan membuatkan secangkir teh premium yang tersedia di sana. Tak lama kemudian Lyra pun masuk ke dalam kantor Zachery dan menaruh secangkir teh dan beberapa kudapan di hadapan Rosalie.
"Silahkan, Nyonya," ujar Lyra sambil berusaha keras menyembunyikan rasa gugupnya.
Wanita itu pun menatap Lyra penuh telisik. Matanya menyapu Lyra dari ujung kaki ke ujung kepala. "Jadi, ini sekretaris barumu, Zach."
Lyra mengangguk seraya tersenyum tipis.
"Iya, itu dia," sahut Zachery tak melepaskan pandangannya dari komputer yang ada di hadapannya.
"Selamat siang, Nyonya. Perkenalkan nama saya Lyra Faranisa. Hari ini adalah hari pertama saya bekerja sebagai sekretaris Pak Zachery. Jika anda butuh sesuatu, anda bisa mengatakannya pada saya," ujar Lyra dengan suara yang lembut namun tegas, ia berhasil menyembunyikan kegugupannya.
"Lyra..." Gumam Rosalie kembali menelisik Lyra. "Jadi kamu yang sering mencari masalah dengan Rachel? Dan sekarang malah menjadi sekretaris dari ayahnya sendiri?" Wajah Rosalie berubah tidak suka.
Lyra cukup terkejut ternyata Rosalie mengetahui Lyra yang mengenal putri semata wayangnya itu.
"Kenapa kamu melamar ke perusahaanku? Padahal kamu tahu Rachel tak akan menyukainya. Apa kamu sengaja mempro vo kasi putriku?" ujarnya dingin.
"Tidak, Nyonya. Saya tidak pernah berpikir demikian. Semua ini tidak ada kaitannya dengan Rachel," terang Lyra. Lyra benar-benar tidak pernah ada niatan untuk membuat Rachel semakin membencinya. Semua ini murni karena Lyra ingin mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar itu.
"Akhirnya aku mengerti kenapa Rachel sangat membencimu." Rosalie tersenyum dingin.
"Dia satu-satunya perempuan yang bisa membuat Rachel merasa tersaingi." Zachery bergabung dalam obrolan itu.
"Jangan membuatku tertawa, Zach. Rachel tidak sebanding dengan perempuan miskin ini," ejek Rosalie dengan senyum angkuh meremehkan. "Dia hanyalah seorang wanita yang suka cari perhatian."
"Tidak apa-apa jika kamu tidak mengakui. Tapi itu faktanya. Kamu terlalu memanjakannya. Lihat saja, Lyra yang seusia dengan Rachel sudah bisa bekerja dengan posisi yang tinggi sebagai sekretarisku. Lalu putrimu itu? Hanya kamu ajarkan cara menghamburkan uang. Kamu bahkan berbohong membawa Rachel ke London untuk belajar di Oxford, namun ternyata kamu membawanya berbelanja dan menghadiri fashion weeks di berbagai negara di sana, di saat dia seharusnya menyelesaikan skripsinya."
"Apa yang salah dengan itu? Kamu tidak perlu memberikan komentarmu jika kamu sendiri pun selalu memberikan apa yang diinginkannya!" serang Rosalie tak terima.
"Aku memberikannya hadiah hanya di setiap hari ulang tahunnya, dan jika dia berhasil melakukan sesuatu. Tidak sepertimu yang memberikan apapun dan kapanpun." Zachery membela diri.
"Tidak masalah, Rachel memang ditakdirkan untuk hidup bergelimang harta. Dia berhak mendapatkannya," bela Rosalie.
Zachery pun tak menyahutinya lagi. Jika ia terus menimpali, perdebatan itu tak akan pernah selesai. Melihat dirinya sudah tidak dibutuhkan, Lyra pun pamit undur diri.
"Mau kemana kamu?" tanya Rosalie dengan nada tak suka saat Lyra membungkukkan badannya dan bersiap pergi.
"Ada yang bisa saya bantu lagi, Nyonya?" tanya Lyra menahan rasa kesalnya.
"Sore nanti temui Rachel. Kamu harus membantu dia menyelesaikan skripsinya," titah Rosalie.
"Rose," tegur Zachery. "Aku tidak akan mengizinkannya."
"Kenapa? Aku berhak menyuruh sekretarismu melakukan apapun! Perusahaan ini, adalah perusahaan ayahku!"
"Perusahaan ini adalah milik kita. Wishnutama Group sudah melebur menjadi Vander Enterprise. Harus berapa kali aku mengingatkanmu tentang itu? Juga, aku ingin Rachel menyelesaikan skripsinya dengan jerih payahnya sendiri. Berhenti memanjakannya. Mau sampai kapan kau akan menjerumuskannya?"
"Kamu tak perlu berlagak menjadi ayah kandungnya!" Rosalie beranjak dari sofa itu dengan marah. "Yang harusnya berhenti adalah kamu, Zach! Kamu berlagak seperti presdir juga pemilik dari perusahaan ini. Aku ingatkan sekali lagi, kamu hanyalah anak pungut keluarga Ivander! Aku benar-benar dikutuk karena harus menikah dengan pria rendah sepertimu!"
Lyra melihat rahang pria itu mengeras, Zachery sedang menahan emosinya.
"Aku memang bukan pemilik perusahaan ini. Tapi baik ayahku, ataupun ayahmu, mempercayakan Vander padaku sepenuhnya. Aku adalah Presiden Direktur! Aku ingatkan sekali lagi, aku yang membuat Vander menjadi sebesar sekarang. Aku yang dikutuk karena harus menikahi perempuan tua tak berkemampuan sepertimu." Zachery mengembalikan kata-kata makian Rosalie tepat di depan wajahnya.
Wajah Rosalie memerah karena marah. "Kau..."
"Aku bisa menceraikanmu sekarang juga tanpa kehilangan Vander Enterprise, Rose," potong Zachery. "Vander sudah sangat bergantung padaku."
"Papa tidak akan membiarkan itu!" Rosalie mulai nampak ketakutan.
"Ayahmu akan membiarkan itu. Aku jauh lebih berharga dari putri manjanya yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang."
Skakmat. Rosalie tidak bisa mengatakan apapun lagi mendengar Zachery yang mengatakan kata-kata ancaman itu dengan tenangnya namun terasa begitu berbahaya di saat yang bersamaan. Jika Lyra menjadi Rosalie, ia akan sangat ketakutan. Ia akan menghindari membuat masalah dengan pria berkuasa ini.
Rosalie pun meninggalkan ruangan Zachery dengan marah.
"Kembalilah bekerja," titah Zachery pada Lyra.
Lyra yang sedang menatap Rosalie yang berjalan seraya mengumpat pada suaminya itu pun menatap ke arah Zachery. "Baik, Pak," sahut Lyra seraya kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya.
Sore menjelang malam, Lyra sudah tiba di penthouse. Direbahkannya tubuhnya di sofa dan mengistirahatkannya. Seluruh tubuhnya terasa sangat pegal. Ternyata menjadi sekretaris Zachery benar-benar sangat melelahkan. Bahkan Lyra tak bisa sekedar bersosialisasi dengan orang lain. Lyra keheranan sendiri bagaimana Felix melakukan pekerjaannya selama bertahun-tahun. Pria itu seperti robot.
Saat sibuk dengan pikirannya, tanpa sadar Lyra terlelap. Sofa itu benar-benar seperti memeluknya, nyaman dan hangat hingga tanpa terasa matanya semakin terasa berat.
Namun tidur Lyra terganggu saat ia merasakan sedikit dingin di dada dan perutnya. Sontak Lyra terbangun dan melihat Zachery yang sedang melucuti pakaiannya.
"Daddy, apa yang sedang Daddy lakukan?" Lyra masih mencoba mengembalikan kesadarannya.
Seluruh kancing kemeja yang Lyra kenakan sudah berhasil dibuka oleh Zachery. Ditatapnya wajah Lyra. "Kamu tidak boleh tidur sebelum membersihkan tubuhmu, Baby."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Femmy Femmy
betul itu sacher
2024-06-21
0
Femmy Femmy
sombongnya makanya anaknya bertingkah seperti ibunya yang g punya otak ..sombong tapi g bisa apa2 seperti kerbau
2024-06-21
0
Femmy Femmy
mna ada sekertaris kantor kerjaannya merangkap menjadi pesuruhnya Rachel kalau aku jadi Lyra sudah saya pentung saja kepalanya Rachel dan mama nya karena otaknya yang g digunakan untuk berpikir
2024-06-21
0