Lyra duduk di dalam bathtub, bersandar pada Zachery yang ada di belakangnya. Mereka berendam di air hangat untuk merilekskan tubuh mereka setelah penyatuan yang mereka lakukan. Lyra begitu kelelahan. Hingga rasanya ia ingin tertidur saat itu juga. Perlahan matanya terasa begitu berat dan ia menutup matanya.
"Baby, kamu terlihat sangat kelelahan." Ternyata Zachery memperhatikannya.
Lyra membuka matanya yang sudah tertutup. "Maafkan saya, Daddy. Saya masih belum terbiasa mengerjakan semua pekerjaan sebagai sekretaris."
"Apa aku terlalu memforsirmu?"
"Tidak, Daddy. Sudah menjadi tugas saya untuk melakukan semua yang Daddy suruh. Saya malah merasa kagum pada Pak Felix karena selama ini beliau melakukan semua tugasnya sendiri."
"Itulah mengapa aku merekrut sekretaris yang baru. Beberapa bulan lalu aku baru saja memecat sekretarisku yang lain." Zachery memijat tubuh Lyra.
"Daddy tidak perlu memijat saya." Lyra merasa tidak enak karena atasannya itu sampai memijit pundaknya.
"Tidak apa-apa. Diamlah, aku akan membuat tubuhmu lebih rileks." Zachery melanjutkan pijatannya.
"Terimakasih, Daddy." Akhirnya Lyra membiarkannya. "Lalu kenapa Daddy memecat sekretaris Daddy?"
"Karena perjanjian kami sudah habis."
Seketika Lyra langsung tahu, perjanjian apa yang Zachery bicarakan. "Apa... dia adalah sugar baby Daddy?"
"Iya. Sebelum dirimu, dialah wanitaku."
Lyra menjadi sangat resah. Apa ia juga akan dipecat setelah tiga bulan perjanjian ini berakhir?
"Itu artinya tiga bulan lagi, saya juga harus berhenti?" tanya Lyra tanpa sadar.
Sontak Zachery menghentikan pijatannya.
"Suatu hari, perjanjian Daddy dan saya pun akan berakhir. Itu artinya saya juga harus pergi," imbuh Lyra.
Zachery tertegun. Entah mengapa rasa tak rela muncul di dalam hatinya. Seketika direngkuhnya tubuh Lyra kembali. "Jangan katakan seakan kamu akan pergi sekarang. Batas waktumu masih sekitar dua bulan lagi untuk bersama denganku."
"Iya, Daddy. Saya hanya menyampaikan pemikiran saya saja." Lyra menjelaskan.
"Lihat aku, Baby," pinta Zachery. Lyra pun menoleh dan menatap Zachery yang masih berada di belakangnya.
Seketika Zachery mencium bibir Lyra dengan lembutnya. Lagi-lagi Lyra merasakan debaran itu lagi. Ciuman tanpa gai rah yang hangat dan mendebarkan. Ini sudah kedua kali Zachery melakukannya.
Zachery pun melepaskan tautan bibirnya dan kembali menatap Lyra dengan lekatnya. Dibelainya pipi Lyra penuh kasih sayang dan mengecup bibirnya sekali lagi.
Lyra merasa apa yang Zachery terlalu... romantis.
"Aku ingin bersama denganmu malam ini. Tapi aku harus pulang dan berbicara pada putriku." Zachery kembali merengkuh tubuh Lyra. "Hubungan kami masih belum membaik."
"Semoga hubungan Daddy dan Rachel akan segera membaik." Lyra mengucap dengan tulus.
"Semoga saja. Aku juga ingin meminta maaf padamu, sebagai ayah dari Rachel, aku minta maaf atas semua hal yang Rachel lakukan padamu. Dia sebenarnya anak yang baik, tapi melihat perempuan yang mempesona dan penuh talenta sepertimu, ia merasa eksistensinya terancam oleh keberadaanmu. Makanya dia sering mengganggumu," terang Zachery.
Lyra merasa tersentuh, sebagai seorang ayah, Zachery begitu bertanggung jawab. Padahal Zachery tak perlu sampai mengatakannya.
Lyra juga merasa keheranan sendiri saat Zachery mengatakan bahwa Lyra adalah seorang wanita yang mempesona dan penuh talenta. Pasalnya Zachery mengatakannya dengan sangat tulus, bukan seperti sekedar menggoda atau semacamnya.
Apakah hubungan antara 'daddy' dan 'baby' nya harus sampai seperti ini? Bukankah sudah jelas salah satu dari poin perjanjian mengatakan bahwa hubungan ini sepenuhnya adalah hubungan timbal balik, tapi afeksi yang Zachery berikan rasanya melewati batas yang seharusnya mereka jaga.
"Daddy tidak perlu seperti itu. Saya sudah melupakannya. Daddy jangan khawatir." Sebenarnya Lyra tak sepenuhnya jujur. Dia masih sangat membenci Rachel. Namun ia menghargainya karena Zachery sudah mengatakan maaf mewakili putri sambungnya tersebut.
"Kamu memang gadis yang sangat baik," puji Zachery.
Lyra hanya tersenyum tipis menanggapi itu. "Tapi sepertinya Nyonya Rosalie belum mengetahui tentang itu, Daddy?"
"Iya. Aku sengaja merahasiakannya. Selama aku masih bisa menyelesaikannya sendiri, untuk apa aku melibatkannya. Kamu tahu sendiri tadi bagaimana sikap meluap-luapnya. Aku ingin segera melupakan masalah ini, dan Rachel pun terlihat menyesalinya."
Lyra mengangguk paham.
"Baiklah. Sekarang aku harus segera pergi." Zachery membantu Lyra untuk berdiri dan keluar dari bathtub. "Jangan melewatkan makan malam, lalu tidurlah setelah itu." Zachery mengecup kening Lyra dan kemudian segera berpakaian dan pergi dari penthouse itu.
Setelah makan malam Lyra membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Ia mulai menyelimuti tubuhnya. Pikirannya mulai berkelana. Ia teringat dengan apa yang baru saja dibahasnya dengan Zachery, setelah tiga bulan ia harus berhenti dari posisi sekretaris Zachery dan harus mencari pekerjaan lain. Lyra menghela nafas panjang. Ternyata pada akhirnya ia tetap harus melepaskan mimpinya bekerja di Vander Enterprise.
Tentu saja, Zachery sudah mengatakannya dengan sangat jelas, dia tidak pernah memiliki hubungan seperti itu dengan karyawannya sendiri. Kini Lyra harus mulai mencari peluang kerja di tempat lain. Ia juga harus mulai mencari tempat tinggal agar saat semuanya berakhir, Lyra sudah memiliki tempat lain untuk bernaung, tempat lain yang lebih layak untuk ia tinggali. Semua barang-barang pentingnya juga sengaja Lyra tinggalkan di kamar kostnya, tidak ia bawa ke penthouse ini karena walaupun Zachery mengatakan agar Lyra menganggap penthouse ini sebagainya rumah sendiri selama tiga bulan, tetap Lyra tak bisa melakukannya.
Penthouse itu terlalu besar dan Lyra merasa tempat itu benar-benar bukan tempat untuknya. Lyra tak perlu kemewahan. Ia tak suka hal-hal seperti itu. Dibandingkan sesuatu yang mewah, Lyra lebih menyukai segala sesuatu yang membuatnya merasa nyaman. Sedangkan semua kemewahan yang Zachery berikan ini tidak membuatnya nyaman, malah membuatnya merasa terbebani.
Keesokan harinya Lyra bekerja seperti biasa. Ia disibukkan dengan berbagai pekerjaan. Zachery sendiri hari itu dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke beberapa anak perusahaannya hingga malam hari. Lyra merasa sedikit lega karena seharian ini hanya Felix yang akan mendampingi Zachery. Sedangkan dirinya ditugaskan untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya di kantor. Selain itu, kemungkinan Zachery tak akan datang ke penthouse karena pria itu sedang sangat sibuk.
Hari itu pekerjaan Lyra tak terlalu banyak. Hingga tiga puluh menit sebelum waktunya pulang, semua pekerjaannya sudah rampung. Lyra pun berniat mengunjungi divisi lamanya dan menyapa mereka. Semuanya begitu heboh melihat Lyra yang mengunjungi mereka setelah bekerja di lantai tertinggi gedung itu. Lyra sendiri merasa rindu bekerja bersama-sama seperti dulu.
Divisi itu dipenuhi orang-orang yang baik dan cocok dengannya, sehingga walaupun baru sebentar mereka bersama-sama, Lyra sudah merasa sangat dekat. Sedangkan sekarang pekerjaannya sungguh membosankan. Ia tak memiliki rekan kerja selain Felix. Apalagi pria itu sangat kaku, mereka jarang mengobrol hal-hal selain pekerjaan. Sebenarnya ada beberapa asisten Felix yang selalu membantunya mengerjakan berbagai pekerjaan, namun mereka tidak diperkenankan untuk mengobrol saat sedang bekerja. Mereka harus bekerja sekaku Felix, sungguh sangat membosankan.
Tak ingin melewatkan kesempatan, semua rekan kerjanya mengajak Lyra untuk menghabiskan waktu bersama di akhir pekan itu. Sekedar makan malam bersama dan mungkin berkaraoke ria. Mengingat Zachery yang kemungkinan tidak akan ada hingga nanti malam, Lyra pun setuju untuk ikut.
Di sebuah tempat karaoke yang cukup berkelas, mereka pun memesan makanan dan mulai berkaraoke ria secara bergantian. Semua orang bersenang-senang, hingga saat malam semakin larut seorang pelayan datang membawa beberapa botol minuman beralkohol.
"Siapa yang memesan?" tanya Dewi, sang kepala divisi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Erni Fitriana
aduhhh kan ada aja yg mau bikin keadaan jadi gak enak😞
2024-06-01
1
Eka elisa
aduh jgn"....ada yg mo jebak kmu ly.... rchel. mungkin.... dia kn jht bgt sma kyk emk y songong... bgt
2024-02-10
2
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Bagus sekali... tetap semangat berkarya kak Lala ❤️❤️👍👍💪💪
2024-01-25
2