Aroma menyengat Alkohol dan asap-asap khas rokok yang berasal dari sebuah tabung dan di hisap oleh banyak orang menggunakan satu selang begitu menyengat di hidung Gaffi dan Salsa. Gaffi duduk di meja bundar dan mencoba waras dan menatap ke arah panggung. Ia tak habis pikir, bahkan perempuan-perempuan yang kulitnya sudah keriput tampak sekali menikmati iringan suara gendang yang bertalu-talu.
Salsa sedang berdiri di sebuah pohon Mahoni besar. Ia tampak berbicara serius pada puteri El.
"Ikuti saja apa yang aku katakan. Maka satu kebenaran akan terungkap." Ucap Salsa.
"Alasan mu tidak masuk akal." Tolak puteri El.
"Bukan alasan ku. Tapi kamu... Kamu butuh seseorang dan itu suami ku." Kini kedua mata Salsa menyipit karena rasa bencinya pada Puteri El. Ia tak percaya jika Salsa akan membuktikan kedok dari sosok Raja yang selama ini memimpin mereka.
"Tapi dia melindungi kami... Selama ini desa kami makmur." Ucap Puteri El dengan tatapan datar.
"Lantas... Kenapa dia harus meminta suami ku untuk menikah mu? Kenapa tidak dia saja yang menikah dengan salah satu rakyat kalian. Atau menikah dengan mu?"
"Jaga mulut mu! Di tradisi kami tidak ada orang tua yang menikahi anaknya sendiri! Kami bukan hewan!" bentak Puteri El, ia menggenggam tangannya erat saat menatap Salsa.
"Hehehe... Tapi lebih buruk dari Hewan..."
"Kau!"
"Don't touch me!" Salsa menahan satu tangan Puteri El yang berusaha menamparnya.
Gaffi dari kejauhan melihat hal itu. Bahkan beberapa prajurit sudah berlari-lari ke arah Puteri El dan Salsa. Namun satu komando dari Puteri El dengan tangan kiri yang terangkat keatas membuat para prajurit berhenti.
"Baik. Aku akan menuruti semuanya. Dan jika apa yang ucapkan tidak menjadi nyata, aku akan menghukum dirimu sebagai budak di desa kami, dan sebagai imbalannya suami mu jadi milik ku." Ucap puteri El.
"Lalu apa imbalan bagi ku?" Tantang Salsa dengan kedua tangganya yang melipat di depan dada.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Puteri El.
"Aku ingin selendang lebar mu yang berada di kamar, dan sebuah kuda yang paling kuat untuk aku dan suami ku melanjutkan perjalanan kami." Ucap Salsa.
Puteri El melirik sang Raja yang tengah asyik menikmati minumannya dan sesekali menatap ke arah Puteri El juga Salsa.
'Aku yakin perempuan ini benar....Tapi... Aku terlanjur jatuh hati pada suaminya...' Puteri El melirik Gaffi yang tampak tegang dengan muka dinginnya.
"Baik,"
"Deal!" Ucap Salsa pasti dan menggenggam erat tangan Puteri El.
Dua perempuan cantik itu kembali menikmati pesta. Gaffi membiarkan Salsa menari-nari bersama sang Raja.
'Dimana hacker itu... Jika puteri El bukan dia, lantas dimana dia?' Gaffi mengamati Salsa dan tetap tak meloloskan Puteri El yang sedang menikmati pijatan dari salah seorang dayangnya.
Saat hampir separuh penghuni desa itu terkulai diatas panggung karena alkohol, Salsa menuntun sang Raja ke dalam istananya. Tiba di dalam istana, Raja meminta semua lilin di matikan.
"Padamkan!" Titah sang Raja.
Seluruh prajurit patuh, mereka paham ritual sang raja. Maka mereka mematikan semua lilin di kamar sang raja, lalu berjalan mundur. Tinggallah Raja dan Salsa di dalam ruang itu gelap gulita. Bahkan tak ada setitik cahaya pun. Salsa tersenyum lebar walau sang Raja tak bisa melihat paras wajahnya.
"Semua perempuan disini mungkin bisa kamu bodohi... Tapi tidak dengan diri ku... Menjijikkan!"
Bruuugh!
Salsa mendorong kasar tubuh sang Raja, merasa ada perlawanan. Raja itu murka, ia mencoba mencekik Salsa. Namun kali ini sang raja sedang menjemput ajalnya. Ia bertemu perempuan yang kuat, Salsa rajin berolahraga dan juga atlet taekwondo. Maka saat kedua tangan Raja mencekik lehernya, ia justru mengangkat kakinya cukup kuat ke arah betis sang Raja.
Bruuugh!
Raja itu terjatuh, cepat Salsa layaknya berada di sebuah ring gulat. Ia mengunci tangan Raja yang sudah ia buka sempurna pakaiannya.
Krek!
Suara tulang tangan Sang Raja.
"Aargggh... " teriak Raja itu kesakitan karena tangannya di tarik paksa ke arah belakang.
"Andai kau lelaki, maka suamiku yang akan mematahkan tangan mu, karena menyentuh ku?!" Bentak Salsa.
"A-a-apa?" Raja itu ketakutan, suaranya bergetar ketika ia sadar, bahwa Salsa mengetahui sesuatu.
"Masuklah Puteri El!" Teriak Salsa.
Ruangan seketika terlihat terang karena cahaya obor masuk keruangan itu. Puteri El menatap tajam sang Raja. Ia tak percaya dengan dada yang terbuka dan dua benda yang hanya dimiliki perempuan.
Tring!
Hampir saja pedang dari pinggang Puteri El mendarat di leher sang Raja. Beruntung Salsa menahannya dengan sebuah busur panah.
"Kamu bukan Tuhan atau malaikat yang berhak mengambil nyawa seseorang." Ingat Salsa.
"Dia! Dia membohongi kami bertahun-tahun!" Bentak Puteri El.
"C u i h!" Raja itu meludahi Puteri El. Wajah putih milik puteri di negara Dewi itu pun seketika merah padam.
"Kau!" Bentak Puteri El.
"Ya... Aku sengaja ingin memusnahkan suku kalian! Seperti kedua orang tua mu yang melenyapkan suku ku!,," Bentak Raja yang ternyata perempuan.
"Apa?!" Kembali Puteri El menganga. Seketika Puteri El terduduk dan menangis sesenggukan. Ia mengingat satu peristiwa besar, kala itu ia masih belum terlalu dewasa. Ia melihat ayahnya pergi lama untuk berperang. Namun lama tak kembali, hingga ia hampir menjadi gadis, sang ayah kembali tapi tidak dengan pasukan lamanya. Melainkan dengan pasukan baru. Dan ternyata perempuan itu adalah saudara tiri ayah Puteri El.
"Aku ingin perlahan tapi pasti membuat suku kalian juga habis... Karena tak punya keturunan. Hehehe..." Ejek Perempuan yang menyerupai laki-laki.
"Seret dia ke bawah tanah! Dan jangan beri makan!" Teriak Puteri El seraya menatap nanar ke arah perempuan yang bernama Zhera, bibir tiri dari Puteri El.
Salsa mengulurkan tangannya.
"Bagaimana kau tahu?" Tanya Puteri El menerima satu tangan Salsa.
"Sesaat setelah keluar dari dasar sungai." Jawab Salsa.
"Ada apa disana?" Tanya Puteri El penasaran.
"Kau tidak pernah ke dasar?" Tanya Salsa.
Puteri El menggeleng,"aku tidak bisa berenang.." Suara puteri El terdengar lirih.
Mereka keluar ruangan itu dan menuju ke arah Gaffi, cepat Gaffi berdiri dan menatap Salsa.
"Bagaimana kamu bisa menebaknya?" tanya Gaffi penasaran.
Salsa melemparkan satu helai kain tipis yang berada di meja. Cepat di tangkap oleh Gaffi.
"Lap dulu keringat mu." Ucap Salsa.
Gaffi cepat mengelap keringat nya.
"Lelaki akan mengelap keringatnya seperti yang kamu lakukan barusan bukan seperti ini." Ucap Salsa seraya mengelap keringat di dahinya. Puteri El dan Gaffi melihat cara Salsa mengelap keringat di dahinya. Pelan, dan ia tempelkan di kulit yang berkeringat. Berbanding terbalik dengan cara Gaffi mengelap keringatnya.
"Sekalipun ia seorang raja, ia tak akan menghilangkan sesuatu yang disebut dengan sifat alami dari perempuan atau lelaki. Di zaman kita saja.... Sudah banyak yang tertipu, menikah dengan perempuan yang ia anggap lelaki." Ucap Salsa seraya menatap sebuah kelapa muda yang ia berada di meja. Gaffi mengikuti anak mata istrinya.
"Ini untuk mu... Ku panjat sendiri, khusus untuk dirimu." Ucap Gaffi dengan cepat menyambar buah itu dan ia berikan pada Salsa.
"Aku akan menempati janji ku... Kalau boleh tahu kenapa kau minta dua lembar kain? Kau tidak meminta harta?" Tanya Puteri El.
Salsa menenggak air kelapa muda yang telah di buka oleh Gaffi. Ia menatap Gaffi seraya menjawab pertanyaan Puteri El.
"Hari ini aku tahu, kenapa perempuan harus mengenakan pakaian tertutup, ternyata pakaian itu justru melindungi diri ku sendiri. Heh! Bagaimana bisa logika ku selama ini menolak untuk menutup tubuh ku karena kuanggap harusnya yang punya mata yang menjaga pandangannya bukan aku yang memiliki tubuh... Tapi disini aku belajar sesuatu...." Ucap Salsa menatap Gaffi dalam.
"Lalu yang sehelai lagi?" Tanya Gaffi.
"Untuk membungkus tubuh ku jika suatu saat nanti ajal ku tiba...."
"Salsa...." Sepasang suami istri itu saling tatap.
"Apa yang kalian bicarakan?" Puteri El memandang suami istri itu silih berganti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
sitimusthoharoh
sedikit demi sedikit salsa berubah menjadi cantik bukan hanya rupa dan cantik ilmu tapi juga jadi cantik akhlak dan pribadi yg lebih baik lagi
lanjut
2024-01-31
1
naynay
👍
2024-01-27
0
dewi rofiqoh
Salsa mendapatkan hidayah dari perjalanan kali ini, semoga istiqomah 🤲🤲
2024-01-26
0