Bab 2 Dunia yang Sama

Seorang gadis tampak sedang menikmati tidur siangnya di sebuah apartemen yang terletak di pusat kota. Sebuah usapan lembut pada pipinya membuat mata bundar dan bulu yang lentik itu berkedip. Dengan berat hati, gadis itu membuka kedua matanya.

“Mommy...” suara serak gadis itu keluar dari bibirnya yang merah muda seperti kelopak mawar yang baru mekar.

“Oh my God, Salsa. Come on, wake up. Quickly explain what you mean when you say you want to get married? Who is these man?” Dengan postur yang tegap, Mr. Abhi menatap penuh pada anaknya yang masih bersembunyi di bawah selimut, meskipun sudah hampir tengah hari.

(Ayo bangun. Cepat jelaskan apa yang kamu maksud jika kamu ingin menikah? Siapa Lelaki itu?)

Salsa Maharani, Anak pertama dari pasangan Abhi Athaillah dan Tania Maharani membuka selimutnya. Ia bangun dari tidur dan mencium pipi Tania, ibunya, dengan lembut sebelum bergegas untuk membersihkan tubuhnya.

“Morning Mom... Morning Dad....” Sapa Salsa sebelum menghilang dari pintu kamar mandi dan menguncir rambut panjangnya.

“What? Morning? You see the sun already high above and you call it morning? Salsa, why are you so different from Mommy.” Keluh Mrs Tania pada putrinya.

(Apa? Pagi? Kamu Lihat Matahari sudah berada diatas kepala kamu bilang pagi? Salsa, kenapa kamu berbeda sekali dengan Mama.)

Salsa keluar dari toilet seraya mengelap wajah handuk berwarna putih, ia bahkan memijat hidung mancungnya menggunakan handuk tersebut. Dia adalah seorang Aussie asli yang tumbuh besar di Sydney. Namun karena sesuatu hal ia lebih memilih tinggal di Indonesia bersama nenek dan kakeknya, yang tak lain Ibu dari Mr. Abhi.

“Ayolah Mom... Ini pertemuan kita yang pertama dari 6 bulan yang lalu. Tidak bisakah pertemuan kita ini dimulai dengan menanyakan kabar putri mu ini? Bukan terus mengintimidasi aku untuk sama seperti Mommy?” Ucap Salsa merasa kesal.

Sebuah pemberitahuan dari Tim HVR bahwa aplikasi mereka telah terserang virus. Dan salah satu solusi untuk mencari anti virus itu, ia harus menikah dengan salah seorang lelaki yang baginya bukan kriteria untuk dijadikan suami. Namun kabar sudah ada korban dari Virus itu membuat ia menerima MISI SAGA, sebuah misi dalam pencarian anti virus menggunakan sebuah alat yang telah di persiapkan Professor Kim.

“Tania... Kita sudah sepakat bahwa kita akan mendengarkan dulu apa yang menjadi alasan Salsa untuk menikah mendadak.” Bela Mr. Abhi pada putrinya.

Dengan wajah angkuh Mrs. Tania memicingkan matanya ke arah sang suami.

“Ayolah Abhi... Kamu selalu membela putri mu. Lihatlah dia? Dia jauh berbeda dengan Aryan.” Mrs Tania membandingkan anaknya yang satu dengan yang lain. Salsa sudah tak heran, salah satu alasan ia tak betah berada di Australia karena sikap Mrs Tania yang selalu merasa bangga pada Aryan Athaillah. Saudara laki-lakinya yang hanya terpaut usia 3 tahun dari dirinya.

“Dan Mommy tidak pernah melihat sisi lebih ku. Selalu kekurangan ku. Ayolah Mom, setiap manusia diciptakan tidak sama. Sekarang aku berani adu Aryan dengan kepiawaian ku dalam Program. Bahkan detik ini juga aku bisa memberikan serangan pada Atha Company, tidakkah Mommy ingat bahwa Maharani bisa menciptakan processor terbaru itu adalah karya ku?!” Salsa membalas intimidasi dari perempuan yang telah melahirkannya.

“Oh My God... ok, sekarang katakan siapa lelaki itu dan apakah ia pantas menjadi menantu kami? Ingat Salsa, Mommy tidak menerima kamu bergaul dengan kalangan bawah apalagi menikah? Paham?” Suara tegas Mrs Tania terdengar cukup dingin di telinga Salsa. Gadis itu sibuk menghubungi seseorang melalui pesan.

{Grand Zuri, pukul 17.00. Bawa orang tua mu. Katakan apa yang sudah aku kirim pada mu.}

Tring.

“Ok Mommy, aku jamin kalian tidak akan menolak calon menantu kalian. Aku harap kali ini Mommy bisa memberikan aku sebuah pengakuan bahwa selera kita sama. Bersiaplah nanti sore keluarga mereka mengundang kita makan di Grand Zuri. Jika calon besan kalian dan calon menantu kalian tak selevel. Aku bersedia untuk berubah seperti yang Mommy mau.” Ucap Salsa yang seraya dengan santainya mengenakan jins dan mengenakan kaos pendek berwarna putih di tutupi cardigan berwarna gelap.

Baru Mrs Tania ingin memprotes penampilan sang putri yang masih tak berubah, Mr. Abhi sudah memberikan kode satu jari telunjuk yang menutup kedua bibirnya. Keluarga Maharani terkenal sebagai Captain of Industry di Australia dan Indonesia, sedangkan Salsa selalu tampil dengan pakaian Urban street Style. Yang paling membuat Mrs Tania gerah adalah celana Jins dan kaos oblong putrinya. Gadis itu tak pernah menunjukkan keanggunan dengan pakaian seperti perempuan kalangan atas.

Disaat Mrs dan Mr Abhi dibuat penasaran siapa calon suami sang anak. Keluarga Ammar dan Ummi Arumi justru sedang terlibat obrolan cukup dingin. Ummi Arumi bahkan beristighfar di dalam hatinya berkali-kali ketika melihat foto yang di berikan putra mereka.

“Yang penting seiman dan berhijab nak...” Suara lembut m terdengar kala sang anak mengutarakan bahwa ia ingin menikahi seorang perempuan, wajah teduh Perempuan yang merupakan seorang mantan intelejen itu terlihat khawatir. Sore nanti ia ingin kedua orang tuanya menemui orang tua gadis itu.

“Namanya Salsabila Maharani. Tapi biasa dikenal dengan Salsa Maharani. Dia Putri pertama dari Mr Abhi. Pemilik dari Atha Company di Aussie. Ibunya bahkan pemilik Maharani Group di Indonesia.” Ucap Gaffi seraya menyodorkan sebuah foto perempuan yang tampak menggunakan kacamata dengan celana jins dan sebuah jaket levis di tubuhnya.

‘Astagfirullah....’

“Gaffi! Papa tidak pernah ikut campur untuk urusan kamu dalam memutuskan jalan hidup. Tapi kamu perlu tahu menikah itu bukan sebentar tapi bisa seumur hidup. Apa yang kamu lihat dari perempuan ini?” Tanya Tuan Ammar pada putranya.

“Gaffi... Kamu tahu nak untuk memiliki keturunan yang Sholeh dan sholehah dimulai dari memilih calon istri yang juga Sholehah?” Ingat Ummi Arumi pada putranya. Ia tak habis pikir bagaimana putranya yang ia didik dari kecil namun ketika dewasa justru ingin menikahi gadis yang tak berhijab, pakaiannya pun sangat tidak mencerminkan Perempuan sholehah. Sedang ia sebagai ibunya berpakaian begitu tertutup.

Gaffi berdiri dan menatap sebuah foto keluarga berukuran besar. Terdapat sosok dua orang yang paling dihormati oleh keluarga Mr. Ammar. Dua orang itu adalah Tuan Bramantyo Pradipta dan istrinya yang bernama Ayra Khairunnisa.

“Ya, tapi bukankah Mbah Putri pernah dawuh bahwa kemuliaan seseorang itu bukan pada nasabnya tapi pada Keilmuannya. Dan aku ingin menikahinya karena ia berilmu. Jika dulu papa menikahi Ummi karena kecantikannya. Apakah aku tidak boleh menikahi perempuan karena ilmunya?” Satu usapan ia berikan pada gambar di bingkai itu. Ia usap wajah di potret itu, wajah sang Nenek yang selalu memberikan petuah. Kini sosok itu sudah tiada. Satu tahun yang lalu sosok itu telah meninggal dunia. Dan sejak itu pula Gaffi jarang pulang. Ia lebih terbenam pada misi aplikasi bersama Tim HVR. Ummi Arumi kini menjadi satu-satunya orang yang di dengar ucapan nya oleh Gaffi.

“Baik, jika memang kamu anggap perempuan itu berilmu. Ridho Ummi akan menyertai niat baik mu Nak. Ummi akan memberikan ridho nanti sore, setelah bertemu Salsa.” Jawab Ummi Arumi. Kedua netra Tuan Ammar terbuka sempurna. Ia tak habis pikir bagaimana istrinya bisa berbicara begitu.

Selepas kepergian Gaffi dari ruangan kerja Mr. Ammar. Ummi Arumi menjawab pertanyaan dalam hati suaminya.

“Ada yang disembunyikan oleh putra mu. Jangan lupakan masalalu ku sayang, aku memang sudah tak lagi muda tapi kemampuan intelegensi ku masih sangat tajam.” Ucap Ummi Arumi memandangi Foto Salsa.

“Semoga Gaffi tak ikut jejak mu sayang, dunia itu terlalu kejam dan berat... Aku tak ingin ada salah satu diantara anak kita yang masuk ke dunia semacam itu lagi.” Tuan Ammar memegang kedua pundak istrinya.

‘Apa yang kamu sembunyikan dari Kami Nak?’ cicit Ummi arumi dalam hatinya yang merasa khawatir.

Terpopuler

Comments

ᴳ𝐑᭄🍁Yunit𝐀⃝🥀❣️𖤍ᴹᴿˢ᭄

ᴳ𝐑᭄🍁Yunit𝐀⃝🥀❣️𖤍ᴹᴿˢ᭄

Astaga sudah siang bukannya bangun malah sembunyi di bawah selimut untung saja orang tua nya penyabar

2024-02-24

0

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

do'akan aj ankmu y umi arumi.karna emang darahmu sebagai intel rahasia ngalir ke gafi.
lanjut

2024-01-30

0

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

anake mb tania m mas abhi cman 1 ap thor?

2024-01-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!