Bab 3 Perjalanan Virtual-MISI SAGA

Kediaman Tuan Ammar terlihat ramai, karangan bunga sebagai ucapan selamat dari kolega Triplet Company dan juga Pradipta Group serta Ayra Shop berjejer hingga puluhan meter di kediamannya. Ucapan yang berisikan selamat kepada 'Ahmad Gaffi Abrar & Salsabila Maharani'.

Hampir semua media tanah air mengirimkan delegasi untuk meliput acara pernikahan yang berlangsung tertutup. Semua pengusaha yang dari dulu ingin bisa menjalin hubungan kekeluargaan dengan Keluarga Maharani juga Pradipta Group kini harus kecewa karena dua perusahaan besar menjalin hubungan kekeluargaan. Bahkan majalah di tanah air membuat judul cukup membuat pengusaha tanah air berdecak kagum.

 "Anak pengusaha Ammar, yang merupakan seorang Tycoon di industri teknologi, menikah dengan anak Mr. Abhi, yang juga merupakan seorang Tycoon dalam bisnis real estate di Aussie."

Jika pengantin lain pada umumnya tentu akan menghabiskan malam pertama mereka di dalam kamar. Tetapi Sepasang suami istri yang sama-sama menyembunyikan karakter asli mereka justru harus memenuhi panggilan mereka.

"Siapkan kendaraan ku. Dan dua helm." Titah Gaffi pada seorang asisten rumah tangga yang selalu membantunya untuk keluar lewat jalur belakang.

Berbeda dengan Gaffi, Salsa justru sibuk memainkan tabletnya.

"Hei, cepat ganti baju mu. Professor Kim meminta kita kesana malam ini. Dan bawa buku nikah mu." Suara dingin dengan nada yang datar dan diiringi lirikan sinis pada sang istri.

Sayang, jari-jemari lentik Salsa terlalu sibuk pada tabletnya. Kedua netra nya tak bergeming. Telinganya mendengar tapi ia tak beranjak dari tempatnya.

"Apa kau tuli?!" Ucap Gaffi gusar. Ia sebenarnya lelaki yang baik dan lembut. Tetapi separuh hatinya harus merasa perih. Ia duduk di sofa dengan frustasi. Seraya fokus mengirimkan pesan kepada seseorang. Dan pesan yang masuk membuat ia merasa geram dan cepat menelpon orang yang mengirimkan pesan padanya.

{Kenapa? Bukankah sudah ku bilang, kamu adalah yang terbaik untuk dirinya?}

'Hah.... Tak usah kamu ucapkan aku tahu jika aku yang bisa membahagiakan dia.... Tapi aku terlanjur menancapkan duri pada hatinya.'

Gaffi beranjak ke balkon kamarnya dan menghubungi seseorang.

"Lakukanlah atau aku akan menikahi dua perempuan sekaligus! Aku tidak pernah bercanda untuk semua yang berurusan dengan hati. Kamu tahu itu..." Napas Gaffi terdengar berat. Ada rasa sesak di dadanya saat ia putus sambungan telepon itu. Gaffi kembali ke kamar dan masih melihat Salsa duduk di posisinya.

"Apa kamu tidak tahu bahwa kita harus bergerak cepat? Setiap nyawa terancam karena aplikasi yang kita ciptakan! Inikah programmer terbaik yang Profesor Kim katakan?" ucap Gaffi dengan suara tinggi, mengeluarkan kekesalannya dengan keras.

Suaranya yang tinggi mencerminkan kemarahan yang tak tertahankan. Kekesalannya meledak dengan kuat, mencerminkan ketidakpuasannya terhadap Salsa yang dari tadi tak merespon ucapannya.

Salsa menatap Gaffi dengan tatapan tak bersahabat, padahal ia adalah seorang istri.

"Inikah cucu dari Ayra Khairunnisa? Inikah Cicit dari Ahmad Rohim? Dan inikah anak dari Ummi Arumi yang dikenal dengan kelembutannya?!"ucapnya dengan suara serak, mencoba menahan kekesalannya yang hampir meledak.

Suami istri itu saling tatap. Ketegangan terjadi diantara mereka. Gaffi merasa tak percaya jika Salsa sampai mencari informasi detail tentang dirinya.

'Sampai ke Mbah Buyut... oh... Jadi kamu sudah mencari tahu latarbelakang keluarga ku. Ternyata kamu adalah programmer yang cukup punya persiapan untuk sebuah misi. Mempelajari siapa rekan mu.' Sebuah tatapan Gaffi berikan pada Salsa, bukan tatapan penuh damba sepasang pengantin baru tapi tatapan rival. Satu sama lain merasa paling benar sendiri. Beruntung sebuah pesan masuk ke jam yang melingkar di pergelangan tangan Gaffi.

{Kendaraannya sudah siap Tuan}

"Cepatlah, ikuti aku. Kita hanya punya waktu 5 jam. Sebelum Orang tua ku bangun!" Gaffi menyambar jaket kulitnya dan membuka lemari. Salsa menyambar tas pinggangnya. Ia mengikuti kemana langkah kaki Gaffi bergerak. Hingga berhenti dibalik lemari, ada sebuah besi yang cukup kecil. Besi teresebut berada di tengah lubang yang hanya bisa di lewati satu orang berukuran badan kecil.

"Use Your belt." Teriak Gaffi dari arah bawah, suami Salsa itu sudah turun melalui besi kecil tersebut. Salsa menggelengkan kepalanya. Ia turun tanpa bantuan ikat pinggangnya. Ia menggunakan kedua tangan untuk merosot kebawah. Tiba di bawah, sebuah motor sport sudah tersedia lengkap dengan helmnya. Satu laki-laki sudah menanti di ujung ruangan. Ia membuka pintu kecil itu dengan cara di dorong. Gaffi sudah menyalakan sepeda motornya saat Salsa baru duduk diatas kuda besi itu.

Gaffi dan Salsa meluncur dengan kecepatan tinggi menggunakan motor sport milik Gaffi.

Gaffi mengendalikan kuda besi berwarna hitam itu dengan lincah melintasi jalanan raya di ibu kota, melewati gedung-gedung tinggi yang menjulang. Dengan helm yang terpasang rapat dan pakaian yang aerodinamis, mereka terlihat seperti dua pahlawan yang siap menghadapi petualangan. Siapa sangka jika mereka adalah sepasang suami istri yang melangsungkan pernikahan megah nan mewah di sebuah hotel.

Tak lama kemudian, mereka meninggalkan keramaian kota dan memasuki jalanan yang lebih sepi. Sepeda motor mereka meluncur dengan gesit melalui tikungan-tikungan tajam dan jalan berliku yang membawa mereka ke luar dari peradaban. Tiba di depan Laboratorium yang terdapat diruang bawah tanah, mereka disambut beberapa penjaga dan baru boleh masuk.

"Kalian tidaj melupakan buku nikah kalian bukan?" Tanya Profesor Kim.

"Apakah anda tidak ingin mengucapkan selamat kepada kami dokter?" Gaffi mengeluarkan buku nikahnya dan ia serahkan kepada Professor Kim. Salsa mengeluarkan buku nikah miliknya melalui tas pinggangnya. Gaffi menatap tak suka pada Salsa. Ia masih terbawa rasa kesal karena tadi Salsa tidak menjawab pertanyaan dan permintaannya.

"Profesor, apakah misi ini bisa berhasil?" Tanya Salsa saat duduk dan menatap layar yang tertera di bawahnya.

"Kami menaruh kepercayaan dan harapan besar pada kalian berdua..." Profesor Kim meletakkan dua buku nikah itu pada alat pemindai. Seketika semua monitor yang berada di dalam laboratorium itu mengeluarkan suara-suara aneh.

Di tengah ruangan, beberapa Profesor lainnya dan beberapa ilmuwan yang sedang sibuk mengoperasikan salah satu komputer. Ken juga dengan teliti memeriksa data yang ditampilkan di layar dan mencatat beberapa kode yang ia dapatkan. Di meja sebelahnya, sekelompok teknisi sedang berdiskusi dengan Mia dalam menyelesaikan tugas mereka.

"Masukan kedalam aplikasi kita. Kita akan lihat apa instruksi selanjutnya." Titah Profesor Kim.

Jari-jemari Mia tampak lincah memasukkan kode-kode yang ia dapatkan.

"Selesai, kita bisa mencobanya malam ini Professor." Ucap Mia penuh semangat.

Gafii dan Salsa menatap layar-layar yang mengeluarkan cahaya kilataan biru dan merah.

"Kalau melihat kode-kode ini, sepertinya ia ingin kita melalui Perjalanan Virtual. Aku pernah melihat kode-kode yang sama seperti ini..." Gumam Salsa.

"Tunggu!" Teriakan Gaffi membuat seluruh anak mata menatap Programmer yang terpilih karena ketelitiannya.

"Ada apa Gaf?" Professor Kim menangkap sesuatu yang cukup mengkhawatirkan dari intonasi Gaffi.

"Rollback! Rollback!" Ucap Gaffi yang berlari ke arah Ken. Ia sudah berdiri dan merangkul pundak Ken. Jari telunjuk nya menunjukkan kode di layar yang ada dihadapan Ken.

"Ini... Rollback. Kita tidak bisa meneruskan. Ini semacam simalakama." Gaffi menatap tajam layar tersebut.

"Malicious programmer... Benar Prof, kita harus rollback." Ucap Salsa ketika ia mengamati seksama kode-kode yang baru saja akan di 'Enter' Oleh Ken dan Mia.

Malicious Programmer adalah sebuah elemen yang sengaja dimasukkan oleh hacker atau penyebar virus yang merugikan pemain dalam sebuah game. Sistem itu menyusun situasi di mana pemain harus membuat pilihan yang salah atau menghadapi konsekuensi yang merugikan, tanpa ada kemungkinan untuk berhasil atau menghindarinya.

Ketika di Rollback, Salsa dan Gaffi saling pandang dan menghela napas tanda mereka harus berjuang keras untuk memulihkan aplikasi yang kini dipakai puluhan ribu orang.

"Hacker ini menginginkan kami melakukan perjalanan Virtual dengan dimensi yang berbeda-beda. Dia ingin kami mengkombinasikan dunia nyata dan virtual." Bibir mungil Salsa mengeluarkan sebuah statement setelah program tadi di Rollback oleh Ken.

"Apakah kalian tidak ingin menunda Misi ini? Aku tidak ingin kalian melakukan perjalanan melelahkan ini sebelum kalian menikmati kelelahan yang lain." Profesor Kim mengangkat dagunya dan kacamata tebalnya ia benarkan posisinya. Ia bisa melihat algoritma yang terpampang. Gaffi dan Salsa harus melakukan perjalanan Virtual itu selama satu malam di dunia nyata sama dengan 7 malam di dunia Virtual. Itu artinya Gaffi dan Salsa harus menikmati malam pengantin mereka di dunia virtual bukan di dunia nyata. Dimana. Perjalanan pertama mereka, hacker yang telah menyiapkan tempatnya.

"Semoga saja sama seperti yang kita set di aplikasi." Gumam Gaffi.

"Aku tidak yakin, coba lihat di antara kode-kode ini." Jari telunjuk Salsa menyentuh layar yang terdapat tulisan 'Generate Random'.

"Semoga bukan zaman manusia purba." Ucap Gaffi ketika sudah siap ke ruangan untuk menuju dunia Virtual. Tetapi saat Salsa mengikuti langkahnya, Ia berhenti dan mencegah ken untuk masuk.

"Tunggu! Aku ingin Mia yang menteleporting kami." Ucap Gaffi. Saat ia paham bahwa mereka harus masuk kedalam kapsul dimana sebelum masuk kedalam kapsul tersebut. Beberapa bagian tubuhnya harus dipasang alat.

"Lalu kamu?" Salsa sudah mau protes.

"Aku bisa memasang alat ku sendiri, apakah kamu lupa jika aku yang menciptakan alat itu. Kamu hanya jago di software tapi tidak untuk fisik." Ucap Gaffi yang dengan cepat masuk ke ruang ganti dan cepat masuk kedalam kapsul. Salsa pun berjalan dan hendak menutup kapsul setelah ia ikut masuk kedalam benda tersebut. Namun sebuah bisikan Gaffi berikan pada Salsa.

"Kita lihat apakah kamu bisa meminta tolong pada orang tua mu di dunia Virtual ini." Gaffi memejamkan mata diikuti senyum smirk.

Mia menutup kapsul yang sudah ada Salsa dan Gaffi.

"System Ready... Please input your code..." Suara monitor yang berada pada kapsul tersebut. Mia menyambungkan selang oksigen tersebut kedalam kapsul dan memasukkan kode.

"Insert Hologram..." Kembali mesin kapsul itu meminta sarat sebelum perjalanan digital untuk Misi SAGA itu di mulai. Ketika dua buku nikah di tempelkan di layar kapsul. Seketika alarm di seluruh ruangan itu berdering kencang. Semua ilmuwan fokus pada layar mereka masing-masing dan Profesor Kim sibuk dengan buku dan pena ditangannya seraya menatap layar yang menunjukkan hasil yang di transfer dari jejak Virtual Salsa dan Gaffi.

Disaat semua orang di laboratorium itu fokus dan serius, semua terasa hening. Gaffi dan Salsa justru sudah masuk ke dunia virtual.

"A......" Teriak Salsa saat ia berputar-putar dan mencoba meraih tangan Gaffi.

"Pegang tangan ku. Jangan sampai terpisah jika tidak ingin perjalanan kita semakin lama disini." Gaffi mengulurkan tangannya seraya berputar-putar mengikuti algoritma gelombang Virtual itu membawa mereka. Saat Gaffi menggenggam tangan Salsa. Tiba-tiba mereka terhempas disuatu tempat. Sebuah portal cepat tertutup ketika tubuh suami istri itu berada di sebuah hutan.

"Bruuugh."

"Posisi yang disukai para lelaki." Gaffi menaik turunkan alisnya ketika kedua mata mereka terbuka. Salsa justru sudah siap memukul dada Gaffi. Ia malu karena bagaimana bisa ia duduk diatas perut Gaffi.

Sayang pukulannya cepat di tangkap Gaffi.

"Eit... Sabar istriku... Lihatlah dibelakang mu..." Ingat Gaffi.

Terpopuler

Comments

ᴳ𝐑᭄🍁Yunit𝐀⃝🥀❣️𖤍ᴹᴿˢ᭄

ᴳ𝐑᭄🍁Yunit𝐀⃝🥀❣️𖤍ᴹᴿˢ᭄

benar-benar pasangan anak sultan ya, pantas saja kalau banyak ucapan dari kolega

2024-02-24

0

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

gak sabar m keseruan suami istri baru buat menyelesaikan misi.
lanjut

2024-01-30

0

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

yg sabar ye nak gaffi karna sifat istrimu nurun dari emae yg ewaw

2024-01-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!