Puas melihat Salsa tergolek lemah karena baru saja mendapatkan serangan dengan gaya salto. David masih ingin menarik tubuh Salsa dan mengurungnya bersama David kecil. Ya David kecil, bocah kecil itu adalah gambaran masalalu David. Dan ia terkurung dalam hati David, yang kini telah dewasa.
Salsa bertopang pada satu tangannya dan menahan posisi dengan satu lutut. Saat ia berhasil menapakkan kakinya, ia membungkuk untuk membenarkan tali sepatu kets miliknya. Setelah memastikan jika sepatu itu telah terikat dengan baik. Kini giliran rambut panjangnya yang ia rapikan dan kencangkan. Lalu ia kibaskan cardigan miliknya.
"Hhh.... OK, come on, fight me, if you can make your wife look like trash. Now, let me show you that you can't treat all women the same! Let's go forward!" Tantang Salsa pada David. Ia sudah geram sedari tadi dengan lelaki itu. Salsa bahkan mengeluarkan dua buah sapu tangan dari kantungnya, ia lilitkan di kedua belah tangan, layaknya seorang petinju.
(Hhhh...Baik mari hadapi aku, jika tadi kamu bisa membuat istri mu seperti sampah. Sekarang ku tunjukkan jika tidak semua perempuan bisa kamu perlakukan sama! Maju!)
"Baik... Setan kecil." Jawab David dengan wajah sombong.
"Jika aku setan, maka kamu adalah iblis nya. Hari ini aku akan berikan pelajaran kepada kamu." Ucap Salsa Seraya mengejek David, ia bahkan memainkan ke empat jarinya, tanda agar lawannya segera maju.
"Brengsek! Baik, tidak ada kata ampun!" Teriak David.
Jika selama ini David selalu menang, dan merasa puas saat selesai memukul istrinya. Kali ini ia berhadapan dengan orang yang salah. Berkali-kali pukulan nya di tepis oleh Salsa.
"Sudah selesai? Hanya segitu kekuatan mu? Baik sekarang giliran ku." Salsa mulai mengambil kuda-kuda untuk menyerang.Ia memberikan serangan bertubi-tubi melalui gerakan kakinya. Dan berkali-kali juga David harus mengelak bahkan menepis menggunakan kedua tangannya. Merasa napasnya sudah mulai kesulitan, Salsa akhirnya mengeluarkan jurus andalannya, sebuah tendangan memutar. Seketika David terkapar di lantai. Saat lelaki itu mencoba bangun, Salsa kembali memberikan serangan terakhir. Sebuah tendangan merentangkan kaki dalam posisi lurus ke atas sambi mencangkul kepala David, membuat lelaki itu kini terkulai lemah di lantai. Sudah lama ia tak mengeluarkan kepiawaiannya dalam jurus taekwondo, semenjak ia bergabung bersama Profesor Kim.
"Kamu sedang berhadapan dengan makhluk paling kuat di Bumi... Hhhh...Hhhh..." Salsa duduk dan bersandar di dinding dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Ia memejamkan mata, dan menikmati rongga dada yang dari tadi sesak, kini mulai membaik.
Hari demi hari, tak terasa Gaffi dan Maya sudah berada di dunia virtual selama tiga Hari. Gaffi di bilik hati Maya masih memikirkan, misi apa di perjalanan virtual mereka. Ia masih belum bisa menemukan misteri untuk di pecahkan.
'Jika hacker itu mengirim kami kemari, tentu aalda sesuatu yang harus di pecahkan atau diselesaikan.' Batin Gaffi yang menggigit satu helai rumput.
'Tunggu... Ini adalah bilik hati... Maka apakah harus membenahi bilik hati ini...." Kembali Gaffi bermonolog sendiri. Ia tak bisa bertukar pikiran dengan Maya, perempuan itu selalu sibuk meratapi nasibnya dan hanya melakukan rutinitas yang sama selama beberapa hari ini.
'Apakah ada sesuatu yang harus dirubah...' Gaffi meraih sebuah kayu dan mematahkannya menjadi kecil-kecil.
Saat seseorang akan melakukan sesuatu, tubuhnya diatur oleh sistem saraf dan otot yang bekerja bersama-sama. Sinyal-sinyal dari otak dikirim melalui sistem saraf ke otot-otot yang terlibat dalam gerakan yang akan dilakukan.
Proses ini melibatkan beberapa bagian tubuh, termasuk otak, sumsum tulang belakang, saraf perifer, dan otot-otot. Itulah yang sedang di cerna oleh Gaffi. Lelaki itu kini duduk bersandar di pohon besar. Maya menatap Gaffi dari posisinya. Gaffi masih melihat setiap apa yang dilakukan maya di dunia nyata melalui sebuah layar yang lebih mirip seperti pantulan cahaya dari sebuah infokus. Sudah 3 garis di kayu yang ia ukir, tandanya ia sudah 3 hari di dalam bilik hati Maya.
Perlakuan buruk hampir setiap hari di dapatkan Maya dari suaminya. Gaffi masih mempelajari apa yang di inginkan hacker dengan memintanya masuk ke dalam bilik hati perempuan di dunia virtual.
"Katakan padaku, apakah pohon ini?" Tanya Gaffi penasaran. Ia akan mencari tahu dari Maya agar bisa menyelesaikan misi ini, sayang Gaffi tidak tahu jika sang pemilik antivirus memberikan beberapa tingkatan perjalanan virtual mereka. Karena saat Gaffi dan Salsa selesai dengan misi ini, misi lainnya menanti hingga mereka berhasil mendapatkan anti virus tersebut.
"Ini adalah pohon kehidupan ku. Hati ku." Ucap Maya masih dengan suara sendu, wajahnya tampak murung.
"Heh.... Sepertinya kamu tidak pernah membawa Tuhan hadir dalam kehidupan mu. Aku yakin akar pohon ini begitu kurang nutrisi." Ucap Gaffi yang mencoba mencongkel akar pohon yang muncul dengan menggunakan sebuah kayu yang masih basah.
"Apa maksud mu aku bukan orang beriman?" Maya menatap tak suka Gaffi.
"Pohon besar ini akan mampu melewati sebuah badai sekalipun, jika akarnya kuat. Dan kamu tidak menyiraminya sehingga akar itu tak mampu memberikan nutrisi pada pohon, lihatlah... Aku bisa menyimpulkan dari pohon ini jika ia tumbuh subur dan tempat ini sejuk tidak gersang, maka hidup mu diibaratkan sebagai pohon yang kokoh, berakar dalam, tumbuh dan berkembang, memberi manfaat kepada orang lain, memiliki ketenangan dan kebijaksanaan, serta terhubung dengan sumber kehidupan yang memberi mereka kekuatan dan arti dalam hidup." Gaffi memberikan perumpamaan.
Maya menyimak kata demi kata yang diucapkan oleh Gaffi. Tiba-tiba sebuah jeritan kesedihan menggema di ruangan itu.
"Kamu! Bisakah kamu tidak menyentuh barang-barang ku!" Teriak David kepada Maya.
David sudah menarik rambut Maya, namun sesaat David linglung dan jatuh di lantai. Seketika di bilik hati Maya terjadi banjir bandang.
"Wow... Wow... Air dari mana ini?" Gaffi berdiri dan berlari ke arah lain. Ia lihat ada seperti tali yang menjuntai. Ia bergelayut dan naik ke arah atas. Ada sesuatu diatas sana yang membuat Gaffi terperangah. Sebuah ruangan yang begitu indah di depan ruangan itu tertulis 'Masalalu'.
"Huffft... Sepertinya aku harus mengunjungi hati Maya. Hati istri sendiri belum di kunjungi, kini aku justru menyisiri hati istri orang. Tapi tunggu, ada yang aneh.. Bagaimana aromanya begitu wangi? Bagaimana begitu banyak tanaman disini. Gaffi masuk dan melihat sosok Maya yang lain. Ia sedang duduk di atas ayunan dan sangat cantik dengan sebuah gaun putih.
"Tidak, istriku lebih cantik... Walau sedikit bar bara." Gaffi membuang pandangannya. Tak ingin terbuai akan kecantikan perempuan yang tak halal ia cintai. Gaffi baru saja menjadi korban air mata Maya. Gaffi melihat dari arahnya berdiri. Maya sedang menangisi David.
"Bagaimana kalian perempuan yang menjadi korban KDRT bisa diam dan sabar bahkan bertahan. Dan kini, ada air mata untuk lelaki itu... Apa alasan kalian..." Gumam Gaffi.
"Malu... Malu jika menjadi janda, khawatir dianggap istri yang tidak becus ketika di ceraikan, khawatir bagaimana anak ku mau makan dan sekolah jika bercerai. Aku tidak punya apa-apa." Jawab Maya yang menatap Gaffi di atas ayunan.
"Tapi hati kalian dan fisik kalian tersakiti!" Komentar Gaffi tegas.
"Peduli apa? Keluarga bahkan menuntut untuk menjadi istri yang penurut. Orang tua ku bahkan mengatakan jika akan ada balasan surga jika aku menurut dan patuh pada suami ku...." terdengar lirih suara Maya.
"Aish..! Inilah jika sebuah hadist disalah artikan bukan ahlinya. Bukan seperti itu, sebuah rumah tangga memang wajib dipertahankan apabila tujuannya selaras dengan tujuan agama islam. Bagaimana akan tercipta Sakinah mawadah warahmah jika salah satu pihak terus mendapatkan ketidakadilan." Gerutu Gaffi masih mengamati Maya di dunia Nyata sibuk merawat suaminya yang tiba-tiba ambruk.
"Kamu hanya bisa berbicara. Kamu tidak merasakan jika menjadi aku." Sorot mata Maya begitu tajam.
"Kenapa tidak lapor polisi, 3 hari aku disini sudah tak terhitung lelaki itu menyakiti kamu." kesal Gaffi melihat Maya, ia merasa marah. Karena seseorang berhak melindungi dirinya sendiri dari sebuah kedzaliman, begitu juga orang lain jika melihatnya. Karena dulu ia ingat ketika masih kecil, sang nenek bersama Organisasi nya begitu aktif membantu Perempuan-perempuan seperti Maya untuk bebas dan bangkit. Padahal ia tahu bagaimana neneknya sangat menjunjung bahwa sebuah perceraian adalah yang tidak di sukai Allah walau di bolehkan.
"KDRT itu kezaliman maka menjaga diri sendiri dan menjaga orang lain yang menjadi korban kezaliman seperti KDRT hukumnya wajib," Ucapan sang nenek kini terngiang. Senyum simetris Gaffi terhenti ketika satu kalimat dari Maya keluar dan menampar Gaffi.
"Lapor polisi? Negeri ini tak berpihak pada orang yang seperti kami, seorang pencuri mati ditangan korban begal pun bisa menjadi tersangka dengan alasan Undang-undang. Apalagi kami para istri yang menjadi korban KDRT." Ucap Maya.
Gaffi diam seribu bahasa, ya kemarin sampai hari ini, Gaffi merutuki Maya sebagai perempuan bodoh. Tapi nyatanya pikirannya luas, ia hanya butuh dukungan dari orang sekitarnya. Gaffi bermonolog 'kemana orang-orang disekitar mu, orang tua? Teman? Tetangga?' Batin Gaffi.
Saat Gaffi terpaku meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Maya tadi, di bilik hati lain sang istri justru sedang merasakan kemenangan. Ia duduk di hadapan David. Lelaki itu terkulai lemas, ia bahkan terkurung di dalam ruangan yang kemarin di huni David kecil.
'Masa Kecil'
Tulis diruang itu.
"Kurang ajaaaar!" Dalam keadaan tak bisa apa-apa, David mencaci maki Salsa. Istri Gaffi itu justru sibuk mengelap rambut, dan wajah David kecil. Ia tak mempedulikan David yang terkurung.
"Beres, sekarang kamu sudah terlihat tampan. Katakan kenapa kamu terkurung di ruang itu?" Tanya Salsa seraya telunjuk nya menunjuk ke arah ruangan yang tertulis 'Ketakutan, kecewa, minder, emosian,trauma'.
"Saat kecil, orang tua ku melakukan hal yang sama seperti yang lelaki itu sama lakukan." Telunjuk David kecil mengarah ke David. Salsa terdiam, ia silih berganti menatap David Kecil dan David Dewasa.
"Apakah kamu sering mendapatkan perlakuan yang sama?" Tanya Salsa seraya satu tangannya menangkup pipi tirus David kecil. Anggukan dengan linangan air mata menjadi jawaban.
'Hhh... Serba salah. David kecil sebenarnya manis, tapi pola asuh, KDRT terhadap mamanya membuat ia menjadi wujud baru sang ayah, bahkan lebih sadis dari sang ayah.' Batin Salsa.
"Kamu... Bukankah kamu merasakan bahwa sangat tidak enak diperlakukan begitu? Bagaimana sekarang istri mu kamu perlakukan sama seperti apa yang kamu dapatkan?" Salsa duduk berjongkok di hadapan David.
Tatapan nanar dari David. Bahkan satu air liur ia ludahkan ke arah Salsa. Baru Salsa ingin marah, ia cepat berdiri dan menjauh. Tiba-tiba suara tawa lelaki itu membuat Salsa termenung.
"Bukankah ayah ku mengajarkan untuk menyelesaikan masalah dengan marah? Bahkan ibuku juga memerahi aku agar aku menjadi penurut, dari mulai menghardik ku, memaki ku. Bahkan memukul ku. Maka sebuah kekerasan adalah solusi untuk sesuatu yang tak sesuai terjadi sehingga menjadi sesuai dengan yang kita inginkan bukan? Lantas alasan apa agar aku memperlakukan istri ku dengan lemah lembut? Sedang sedari kecil aku di pertontonkan dengan kekerasan? Katakan! Katakan!" Teriakan David menggema.
'Sungguh mengerikan dampak dari KDRT. Sungguh mengerikan sebuah pola asuh yang salah, sebuah hal yang biasa bagi orang dewasa dan orang tua. Justru menjadi begitu menakutkan ketika makhluk imut itu ketika dewasa, malang sekali... Kamu...' Tatapan Salsa begitu nelangsa menatap David kecil.
"Cepat sambungkan lagi syaraf ku!" Ucap David marah.
"Heh, ini terapi untuk mu. Aku hanya tersisa 4 hari lagi..." Ucap Salsa seraya memperhatikan organ-organ syaraf yang menghubungkan ke banyak ruang dan sebuah yang vital.'Otak' dan 'jantung'.
'Aku dapatkan apa yang harus diselesaikan dalam misi ini' Satu kalimat itu diucapkan bersamaan oleh Gaffi dan Salsa di bilik hati berbeda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
sitimusthoharoh
pantes kalian cocok and terpilih.pasti ad sesuatu pada diri kalian yg belom kalian sadari kalok kalian berjodoh cuman carane ae yg ewaw.
lanjut
2024-01-30
0
mobie mz
ak blm ludeng alur critanya..tp mash ttp ak baca...harus pelan2 bacanya..biar ngerti...mungkin juga ak yg lg koslet bacanya jd ga ngerti🤭🤭🤭
2024-01-17
1
naynay
lanjuuttt
2024-01-08
1