Bab 9 Kata Kunci

Gaffi membuka kedua matanya, rasanya begitu berat. Ia merasakan silau dari arah depan. Sehingga reflek satu tangan nya menghalangi cahaya lampu. Salsa pun mengerjabkan kedua matanya, sepasang suami istri itu merasakan remuk redam pada tubuh mereka. Saat akan duduk pun Gaffi merasakan begitu sakit pada punggungnya.

Kreek...

"Awhhh.... Kenapa rasanya seperti betul-betul menjalani perjalanan seperti di dunia nyata?" Tanya Gaffi yang tubuhnya masih menempel banyak alat, dari bagian dada, kepala dan bagian kaki serta tangan. Sala tak bergeming, ia lebih fokus melepaskan alat-alat yang menempel pada tubuhnya. Saat Gaffi menyadari bahwa ia berada dalam satu ruangan yang begitu sempit bersama Salsa. Tatapan suami istri itu beradu pandang.

"Apa yang kamu lihat?!" Suara dingin dan tatapan seperti ingin menerkam terpancar dari tatapan Salsa.

Gaffi cepat keluar dari kapsul itu seraya membuang kabel-kabel yang melekat pada kedua kakinya.

"Aku punya mata, maka aku gunakan untuk melihat. Jangan kan ku lihat, ku sentuh pun halal..." Ucap Gaffi diiringi tawa renyahnya dengan satu tangan memijat-mijat tengkuknya yang terasa kaku.

"Heh... Kamu pasti menikmati perjalanan tadi karena bisa bersama Maya..." Ucap Salsa ketus. Sepasang suami istri tak memperhatikan Mia, sedari tadi Perempuan itu menahan senyum. Ia tak habis pikir bagaimana suami istri yang harusnya romantis justru terlibat perdebatan, bahkan Sesaat setelah mereka sadar.

"Ceritakan pada ku, apa yang terjadi selama disana? Kamu hampir kehilangan nyawa mu," Lerai Mia pada sepasang suami istri itu.

"Yang jelas perjalanan cukup memuaskan..." Senyum indah mengembang di bibir Salsa. Ia merasa puas bisa menghajar lelaki yang bernama David itu, ia justru bahagia karena lelaki itu kini hanya terduduk di kursi roda.

'Mau dokter mana pun tak akan bisa menyembuhkan kamu hehehe...' Bahagia menyeruak ke dalam rongga dada Salsa, karena ia berhasil membuat syaraf kaki dan pinggang David menyelip di bagian lemak dan otot. Sehingga dokter tak mampu mendiagnosis apa penyebab David tak bisa berjalan.

Gaffi justru memicingkan kedua matanya dan berjalan ke arah Salsa yang cepat menari almamater milik Mia yang berada di kursi sisinya. Reflek ia tutupi bagian dadanya dan menatap tajam ke arah Gaffi, karena saat ini Salsa hanya mengenakan sebuah tank top yang biasa ia gunakan untuk berolahraga.

"Aku curiga, jangan-jangan kamu yang membuat David tak bisa berjalan." Gaffi menatap Salsa penuh rasa curiga.

"Heh... setidaknya aku mengambil tindakan agar dia tidak kembali semena-mena dengan Maya. Sedangkan kamu? Apa yang kamu lakukan disana? Tidakkah kamu mengajari perempuan itu untuk bela diri?" tanya Salsa kesal.

"Dia tidak perlu membela diri tapi yang dibutuhkan sokongan atau dukungan dari orang-orang terdekat. Lagipula bagaimana aku akan mengajari dia... Sedangkan istri ku sendiri masih harus banyak hal yang aku harus ajarkan... Bukan begitu Salsabila Maharani, istri ku?" Senyum juga tampak mengembang di bibir Gaffi.

"Jika bukan karena misi ini... Aku tak sudih menjadi istri dari orang yang hanya mengandalkan nasabnya..." Ucap Salsa segera bergegas ke ruang ganti.

"Cepatlah kita harus tiba dirumah sebelum pukul 4 pagi." Ucap Gaffi yang dengan santainya memakai celana panjangnya.

"Sungguh pasangan yang sangat serasi. Segeralah keluar karena sedari tadi Profesor Kim dan Ken memendam amarahnya karena aku mengabulkan permohonan mu, ingat 2 persen saham di BEW saham." Ucap Mia bergegas meninggalkan ruangan itu.

Gaffi hanya melirik ke arah Mia. Ia tahu perempuan itu sedang begitu berambisi untuk melanjutkan ke jenjang S3 nya. Maka ia butuh dana besar, ia tak akan menolak apapun itu jika menyangkut uang asal tak melanggar kode etik di Proyek HVR itu. Gaffi meminta pada Mia agar ketika terjadi apa-apa dan mengharuskan kapsul di buka. Maka hanya boleh ada Mia. Gaffi tak ingin istrinya dilihat lelaki lain. Mau tidak mau, ia dan Salsa harus mengenakan pakaian serba ketat dan pendek untuk bisa menyambungkan banyak alat ke tubuh mereka.

Gaffi meninggalkan Salsa yang masih mengenakan pakaiannya. Ia keluar dan disambut oleh Profesor Kim.

"Kamu sungguh sudah mempersiapkan semuanya ternyata." Ucap Professor Kim yang baru tahu alasan Mia menutup dua buah CCTV di ruang virtual itu.

"Bagaimanapun ia sudah menjadi istri ku, katakan apa hasil dari perjalanan kami? Apakah kalian sudah mengetahui siapa hacker ini?" Tanya Gaffi menatap layar yang masih sibuk di tatap Ken dan jari-jari asisten Profesor Kim itu masih sibuk berada di keyboard untuk copy paste data yang mungkin berguna.

"Tampaknya ada sangkut pautnya dengan masalalu kamu dan Salsa. Aku jadi curiga jika ini bukan tentang perang cyber, melainkan tentang dendam lama pada kamu dan Salsa... Lihat ini... Dan ini..." Tunjuk Ken pada layar monitor. Salsa juga mengamati seraya menenggak sebotol air mineral.

Kedua pasang mata suami istri itu mengamati kode-kode tersebut. Tampak sebuah data dot di sebuah database menunjukkan jika mereka baru saja melakukan perjalanan Virtual.

"Lebih seperti Jejak Virtual...." Guman Salsa. Cepat ia mencari tas miliknya dan ia buka ponsel miliknya. Gaffi hanya melirik ke arah Salsa.

'Siapa dia?' Batin Gaffi melihat dari data itu memang mengacu orang yang memiliki dendam pada dirinya dan Salsa.

"Berarti dia sengaja membuat sebuah perjalanan virtual yang hanya bisa aku dan Salsa memasukinya?" Tanya Gaffi yang entah bertanya pada siapa.

"Apa kamu pernah punya musuh?" Tanya Profesor Kim pada Gaffi.

"Aku tidak pernah mengambil yang bukan milik ku, dan menganggu orang lain... Maka tak ada alasan aku punya musuh." Kedua alis Gaffi bertaut.

"Tapi sepertinya pemberi virus ini melihat apa yang kita alami di dunia virtual.... " Bibir Salsa mengucapkan sesuatu tanpa wajahnya terangkat dari pandangan yang tertuju ke arah ponsel.

"Maksud mu?" Tanya Gaffi penasaran.

"Cek sendiri..." Salsa menatap Gaffi.

Cepat alumni University of New South Wales itu mendorong tubuh Ken, jari-jemari nya begitu cepat berselancar.

"AssetDatabase-Tag-facebok-ig-twit-wa-sosial" Gumam Gaffi namun jarinya sibuk mengutak-atik apa yang ia ucapkan hingga jari telunjuknya menekan tombol 'Enter.'

Terpampang jelas media sosial Gaffi dan Salsa dan semua yang mereka posting dari pertama mereka memiliki akun tersebut hingga terakhir kali mereka memposting sesuatu. Entah sengaja atau tidak, suami istri itu mengomentari sebuah kasus kekerasan rumah tangga yang meninggalkan korban.

"Ken, caritahu kira-kira Universitas mana dan profesor siapa yang memiliki kode uni seperti ini. Kita harus mencari tahu latarbelakang pencipta virus ini." Ucap Gaffi geram. Karena satu database yang ia temukan adalah Zia, adiknya yang kini menggunakan kursi roda.

'Jangan bilang jika adik ku harus duduk di pesakitan karena ulah hacker ini... Siapa kamu? Apa mau mu? Aku bisa memastikan jika ini memang tujuannya aku, jangan-jangan...." Gaffi menatap Salsa dari pantulan monitor.

'Aku tahu kamu memang cucu dari Ayra Khairunnisa... Saat ini kamu pasti mendapatkan satu kata kunci dari virus ini...' Suami istri itu sudah seperti memiliki ikatan batin. Mereka berbicara tanpa harus mengeluarkan suara, cukup lewat tatapan, walaupun tak dapat mendengar satu sama lain.

Bersambung..

(Hayooo siapa ya hacker nya?????)

Terpopuler

Comments

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

lanjut

2024-01-31

0

naynay

naynay

belum ketebak
ingetnya cabe bawang thor 😁🙈👍

2024-01-11

1

melia

melia

aduhhhh ka debu buat kita bertanya2 dn mikir keras siapa dia sbenernya,, apa perlu baca ulang nih 🤭🤭

2024-01-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!