Bab 18 Cemburu

Sadari mentari terbit, melalui hangatnya sinar yang menyinari kulit para penghuni desa Para Dewi, Salsa melihat bibir sang suami terus berkomat kamit. Hal yang selalu menarik perhatian nya. Namun ia tak mungkin bertanya di tengah hingar bingar suara musik. Ya entah akan menyambut perayaan apa di desa Itu, Salsa dan Gaffi mencoba menikmati makanan yang dihidangkan untuk mereka.

Gaffi dan Salsa tidak menyentuh sedikit pun aneka daging yang menggugah selera dari aromanya. Bahkan sebuah domba guling tak di lirik Gaffi, bukan karena ia khawatir l i b i d o nya meningkat karena memakan daging kambing. Akan tetapi Sepasang suami istri itu yang masih sama-sama menyembunyikan kepandaian mereka tahu, bahwa hewan-hewan yang begitu lahap di makan para petinggi desa itu tidak halal untuk mereka.

'Mereka pasti menyembelih mereka dengan cara mereka...' Batin suami istri itu seraya menikmati buah-buahan.

"Kalian tidak makan babi panggang ini?" Tanya sang Raja.

"Kami tidak makan Babi..." Tolak Salsa cepat.

"Owh.. Kalau begitu ini saja. Domba..." Ucap Sang Raja.

"Maaf kami vegetarian..." Tolak Gaffi sopan.

"Ve-ge.. Ve-ge tarian? Apa itu?" Tanya El dan sang raja bersamaan.

"Em... Bahasa negara kami. Dimana kami hanya akan makan sayur dan buah." Ucap Gaffi.

Sesekali sepasang suami istri itu melirik ke arah sebuah panggung. Terdapat beberapa orang yang menari dengan tanpa beban.

"Aneh... padahal hanya suara gendang dan seruling. Bagaimana mereka bisa begitu nge-fly...." Gumam Salsa setelah menelan satu buah anggur.

"Mereka tampaknya sedang menghisap sesuatu... Kalau di dunia kita itu tampaknya semacam psikotropika." Ucap Gaffi yang mengikuti anak mata Salsa.

Di atas panggung terlihat para prajurit dan beberapa petinggi yang selesai makan menghisap sesuatu melalui sebuah cerobong kecil dan menyambung ke sebuah tabung. Belum lagi satu perempuan siap dengan satu teko antik dan akan menuangkan isinya ke cangkir yang diarahkan kepada mereka yang ingin meminta tambah.

"Ketika mereka yang sudah terkena candu akan zat itu, maka yang mereka butuh kan hanya happy tanpa ingat mati." Gumam Salsa mengamati perempuan-perempuan yang sedang nge fly.

"Apakah di negara kalian tidak ada pesta seperti itu?" El menelisik apa yang membuat sepasang suami-isteri itu tampak menatap panggung pesta di desa mereka dengan tatapan penasaran.

"Ada, tapi tidak seperti ini. Cara kami untuk bahagia tidak butuh menghisap benda itu dan tidak perlu minum arak. Kami hanya cukup bersujud kepada pemilik hidup kami." Ucap Gaffi yang melirik El. Pagi ini puteri El tampak cantik sekali, ia menghias dirinya maksimal dengan semua perhiasan dan make up terbaiknya.

"Maksud mu bersujud seperti pagi tadi?" Selidik El.

"Kau mengintip gubuk kami?!" Salsa menaikan satu oktaf nada bicaranya. Bagaimana puteri El tahu mereka shalat pagi tadi. Sedangkan mereka melakukannya di dalam gubuk.

"Ini desa ku! Aku berhak atas setiap jengkal apapun yang pendatang lakukan! Dan kamu... Bukan tandingan ku. Lagipula untuk apa kalian bersujud seperti itu... " Ucap Puteri El.

"Sekarang saya tanya, bagaimana semua yang berada di panggung itu bisa meminum dan menikmati asap itu?" Tanya Gaffi Kali ini Gaffi menatap wajah Puteri El.

"Mereka hanya harus patuh pada Raja dan aku, maka mereka bebas menikmati semua yang ada disini... Termasuk kamu... Kamu bisa bebas melakukan apapun disini asal patuh pada ayah ku..." Puteri El mengedipkan sebelah matanya dan sedikit lidah yang menjulur.

"Hehehe.... Itulah kenapa alasan kami harus sujud di dunia. Karena kami bisa menikmati semua pemberian tuhan kami, tanpa kami minta. Dan ketika kami kadang membangkang dari Tuhan kami, ia tak langsung mengambil nikmat atau bahkan nyawa kami... Dan alasan kami bersujud adalah jika hidup di desa mu harus dibayar.... Maka Tuhan kami tidak butuh kami membayar, cukup kami bersujud... Dan pemandangan di dasar sungai tadi menandakan bahwa aku jadi takut berlama-lama di desa ini..." Ucap Gaffi, ia tatap lekat wajah sang puteri. Ia tak melihat perubahan pada wajah Puteri.

"Ku pastikan pelakunya Raja. Bisa jadi puteri El juga tidak tahu perkara m a y a t di bawah sungai tadi." Bisik Salsa pelan sekali, ia tak ingin ada yang mendengar. Namun hati istri mana yang tak panas, saat suami yang diajak bicara justru fokus menatap Perempuan lain yang kebetulan terlihat lebih cantik dan sempurna dengan semua perhiasannya.

'Owh... tunggu nanti.' Batin Salsa.

Raja belum memberikan izin pada mereka untuk pergi. Mereka harus menunggu esok hari.

Merasa kesal saat pagi tadi tak di hiraukan oleh Gaffi, sore hari saat akan makan malam. Salsa meminta Gaffi keluar lebih dulu.

"Pergilah lebih dulu..." Pinta Salsa.

Gaffi menoleh.

"Kamu ingin aku disana sendirian? Apakah kamu tidak takut aku di goda para penari e r o t i s itu? Mengerikan...ih... Ih..." Gaffi bergidik berkali-kali.

"Aku tunggu di depan gubuk." Ucap Gaffi. Salsa berdehem.

"Kau pikir kau lebih cantik dari ku. Aku adalah Salsabila Maharani, setidaknya hari ini aku mengakui bahwa aku puteri Tania Maharani. Andai Mommy di sini, pasti dia akan meloncat kegirangan..." Salsa tersenyum di depan sebuah cermin yang cukup kusam. Ia poles wajahnya dengan semua benda yang siang tadi ia ambil di salah satu kamar p e n a r i e r o t i s. Ia gunakan pakaian yang sangat mirip, bahkan ia gunakan celak di matanya. Lalu ia semprotkan wewangian di sekitar lehernya.

"Baik, sempurna." Guma Salsa menatap pantulan penampilan nya. Kali ini ia terlihat begitu anggun, rambutnya yang panjang ia gerai dan kenakan sebuah mahkota kecil, sebuah anting mutiara dan juga kalung yang terlilit di lehernya. Dan tentu saja kelopak mata dan pipi yang merona, benda-benda yang ia pakai saat di hari resepsi pernikahannya.

Saat ia keluar dari gubuk. Gaffi bahkan menjatuhkan sebuah lintingan daun yang ia racik menjadi rokok dari bibirnya.

"Glekk."

"Ayo... Awas bibir mu jatuh... Tidak ada yang menjual bibir disini..." Ucap Salsa yang berjalan layaknya model di atas catwalk.

"Wanita... kalau cemburu kadang melakukan hal-hal di luar nalar... Heh... Sungguh sulit dimengerti." Ucap Gaffi seraya mengikuti Salsa.

Saat tiba di jamuan makan malam, semua mata menatap Salsa. Puteri El tak luput menatap penampilan Salsa.

'Kurang ajar! Dia ingin menandingi aku!' Batin Puteri El bermonolog dengan dirinya.

"Kecantikan yang sempurna!" Ucap sang Raja.

Gaffi merasa kesal saat Salsa justru mengedipkan kedua matanya ke arah raja.

Salsa mengangkat wajahnya dengan tatapan menantang ke arah Puteri El. Dan ia genggam tangan Gaffi.

'Ai... Ai... Cemburu pada puteri El rupanya... Pantas dia pakai Eyeliner...' Batin Gaffi mengamati wajah istrinya yang berbeda. Mata sang istri lebih bundar dari biasanya karena polesan Eyeliner. Gaffi betul-betul melebarkan matanya karena tingkah sang istri yang terlihat centil.

Dan Gaffi bahkan hampir tersedak apel karena bisikan sang istri.

"My Husband, this is war! Ikuti saja permainan ku,, kita akan tahu siapa raha itu. Ku rasa suku ini adalah korban." Bisik Salsa.

Gaffi menatap kedua netra sang istri. Lalu ia menoleh ke arah sang Raja. Gaffi bisa melihat jika sang Raja terkesima dan terpesona karena penampilan Salsa.

"Alangkah konyol nya kalian perempuan ketika cemburu...Tapi kamu tahu sayang, ulah mu ini tampaknya membangunkan dua burung yang. Sedang tidur nyenyak..." Bisik Gaffi seraya meminta sang istri mengikuti arah pandangan nya ke sang Raja yang menatap Salsa penuh damba.

Salsa justru berbisik dan membuat Sang suami kembali tersedak.

"Sepertinya disini hanya ada satu burung yang hidup sayang... Aku bisa pastikan itu..."

"Uhuuuk... Uhuuuk..."

Semua menatap Gaffi, saat beberapa prajurit mencoba menyentuh Gaffi. Salsa mengangkat satu pisau kecil yang ia gunakan untuk mengupas buah pir.

"Jangan sentuh suami ku!" Tatapan tajam dan dingin Salsa arahkan pada perempuan yang sedari kemarin menatap suaminya sudah seperti kucing lapar.

Terpopuler

Comments

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

cemburu adalah sesuatu yg bila tk diolang dengan benar akan menjadi sesuatu yg salah.tapi bila kita bisa mengolahnya dengan benar pasti menguntungkan.
lanjut

2024-01-31

0

𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα

𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα

ngakak jga ama tingkah salsa🤣🤣

duhhh sakit perutku .. 😆😆
benar" ya salsa 😅😅 burung ohh burung😆😆🙈🙈🙈

2024-01-23

1

Sofia Zidna

Sofia Zidna

untung pemeranx salsa ! cantik, coba kalo pemeranx adl embak sekar.. cantikx cm di dalam jd beda lg ceritax

2024-01-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!