Kediaman David begitu ramai, silih berganti banyak rekan dan kolega datang untuk melihat kondisi David. Dokter sudah memeriksa semua organ vital. Dan tidak ditemukan sesuatu yang serius. Saat beberapa teman David yang biasa menemani bermain futsal atau golf sedang membesuk David. Maya sibuk bersama satu asisten rumah tangganya melayani tamu-tamu itu.
Gaffi yang berada di bilik hati Maya merasa muak melihat tamu-tamu David. Dalam kondisi temannya yang terkapar tak berdaya karena tak bisa berjalan. Mereka sibuk ber swa foto.
"Teman macam apa mereka... Bisa ku pastikan setelah kunjungan ini. Kamu tidak akan di kunjungi lagi, mereka hanya akan menunjukkan pada dunia maya bahwa mereka teman yang baik, disaat kamu sakit. Mereka membesuk mu." Rutuk Gaffi. Karena Ia tahu bagaimana berawal dari teman-teman Gaffi yang menertawakan penampilan Maya. Harusnya jika teman yang baik, mereka memberikan nasihat David. Bahwa seorang istri agar terlihat selalu cantik, butuh biaya perawatan, ke salon. Butuh pakaian yang mungkin cocok untuknya, dan itu butuh di beli.
"Lihat teman-teman suami mu. Mereka bisa begitu bahagia di sini. Aku bisa pastikan, mereka sama saja dengan suami mu. Dirumah akan hanya sibuk dengan ponsel dan rencana kerja tanpa mau tahu bagaimana istrinya." Todong Gaffi pada Maya yang sedari tadi sibuk mondar-mandir membersihkan tempat yang bernama masalalu.
"Aku tak peduli." Ucap Maya masih fokus mengumpulkan keping-kepingan masalalu. Ruang yang saat ini di huni Gaffi adalah ruang dimana Maya merasa bahagia ketika pacaran bersama Gaffi.
"Lihatlah mana senyum indahnya? Rayuan mautnya ketika pacaran? Sudahlah kenapa masih kau susun puzzle itu... " Gaffi mulai muak melihat tingkah Maya. Perempuan itu menatap tajam Maya.
"Aku tak punya masa depan. Setidaknya masalalu menjadi sebuah kebahagiaan." Suara dan tatapan Maya terlihat dingin.
"Coba lihat ruang di bawah. Itu adalah dunia mu saat ini. Seindah-indahnya masalalu, ia hanya tinggal kenangan. Kamu harus fokus pada masa depan bukan hanya menghibur diri dan terpaku tanpa bergerak." Gaffi kian kesal, karena air mata Maya masih mengalir deras dan membasahi ruang bawah. Ia tak betah berada di ruang masalalu. Terlalu banyak kamuflase, bahkan bau-bau wangi namun ketika di hirup, dada Gaffi sesak. Ia menganggap itu adalah sebuah janji-janji palsu suaminya. Apalagi kata-kata bak melodi indah terus saja berdendang di ruangan masalalu itu.
"Maya, aku tak bisa hidup tanpa mu sayang...."
"Aku berjanji akan mencintai mu sepenuh hati dan seluruh jiwa ku..."
"Aaa...bisakah suara buaya darat itu berhenti? Aku pusing!" Teriak Gaffi yang ingin muntah mendengar suara David yang mendayu-dayu dan merayu Maya.
"Pergilah ke Otak. Aku juga tak suka dengan lelaki seperti mu. Malang istri mu, memiliki suami tak pandai merayu..." Ucap Maya seraya menari-nari seraya menyatukan kepingan demi kepingan puzzle.
"Kau!?" Baru Gaffi ingin meluapkan kemarahannya. Bagaimana bisa Perempuan yang dianiayai suaminya justru menghina dirinya.
"Cinta itu tak butuh rayuan... Tapi bukti!" Teriak Gaffi seraya menatap ke atas. Tertulis,'otak'.
"Cuih... mana ada perempuan tak suka dirayu. Jika ia robot mungkin. Seluruh perempuan suka kelembutan dan rayuan..." Maya tersenyum mengejek pada Gaffi. Sulung Umi Arumi tak memperdulikan Maya. Baginya Maya hanya wanita bodoh yang masih menjalani kehidupan dan bertahan di sisi suami yang telah menyakiti dirinya.
Gaffi pun mencari cara untuk naik ke otak Maya. Ia bosan berada di ruang masalalu yang membuat Gaffi ingin menghantam lelaki bernama Gaffi itu.
"Aku memang programmer PHP, tapi aku nggak akan php-in istri aku kok… Seperti suami mu itu! Janji bahagiain, Eh.. Tersiksa lahir batin...." Ucap Gaffi. Kini Gaffi sudah memanjat dinding Bilik Hati Maya sudah layaknya atlet panjat tebing. Dari satu tebing ke tebing yang lain hingga ia tiba di sebuah ruang yang tertulis 'otak'. Betapa kagetnya Gaffi saat ia mencium bau anyir, dan terlihat beberapa syaraf tak berfungsi. Pelan-pelan Gaffi masuk dan mengamatinya.
"Apakah seperti ini otak manusia? Atau otak perempuan.?" Tanya Gaffi. Dari satu induk Syaraf yang berukuran besar selalu berhenti di persimpangan. Disana ada dua makhluk. Yang satu imut baunya wangi. Yang satu begitu menyeramkan dan baunya busuk. Saat ada instruksi dari Syaraf yang berasal dari Hati. Dua makhluk itu akan mencegatnya dan sibuk dengan pertengkaran. Seperti saat ini, makhluk berbau wangi itu sibuk menghentikan makhluk berbau busuk.
"Eit.... Sudah kamu tidak bisa hentikan aku. B u n u h saja lelaki itu. Kamu bisa terbebas. Orang-orang tidak akan menuduh Maya menjadi pelakunya. Ia akan dianggap mati karena sakit." ucap makhluk berbau busuk itu.
Seketika makhluk berwajah seram itu sudah mencekik makhluk imut dan berbau wangi itu.
"Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan itu. Sejahat apapun suaminya, mem b u n u h adalah perbuatan dosa... Aku akan membuat Maya memaafkan suaminya. Dengan peristiwa ini .. David akan belajar jika Maya mencintai dirinya tulusm..." Ucap makhluk yang pikiran nya sama dengan Gaffi.
"Apakah itu setan dan malaikat? Atau justru Maya dalam bentuk yang berbeda?" Saat tombol di persimpangan itu diperebutkan oleh makhluk-makhluk itu. Gaffi berjalan dan menekan tombol ke kanan. Maka jalur perintah masuk ke jalur kiri, perintah di tolak otak. Tiba-tiba terlihat di layar. Maya membuang sebuah racun yang hampir ia masukan ke dalam makanan suaminya.
"Aaaa... Siapa kamu?!" Teriak makhluk jelek itu.
Gaffi cepat menghalangi manusia itu mendekat ke arahnya dengan sebuah tendangan yang lurus layaknya jurus Kung Fu Jet Li.
"Aaaa....." Makhluk jelek itu terjatuh. Ia mencoba bangkit.
Ia menyerang Gaffi membabi buta. Ia bahkan menggigit lengan Gaffi. Saat satu pukulan diterima tepar di hidung mancung Gaffi. Suami Salsa itu menatap tajam lawannya. Seketika bibirnya tersenyum manis. Alih-alih ia menyiapkan jurus untuk menghalau lawannya yang sedang berlari dan akan menusuknya dengan sebuah pedang. Gaffi justru mengangkat kedua tangannya seperti berdoa ketika upacara bendera.
"Bismillahirrahmanirrahim...." Komat Kamit mulut Gaffi, dengan suara lirih ia membaca sesuatu. Tinggal beberapa meter makhluk itu akan menikam Gaffi. Makhluk imut tadi menutup wajahnya dan berteriak.
",Aaaawaaasss."
Jleb.
Seketika tak terjadi apa-apa. Dari balik kedua telapak tangannya. Makhluk imut itu membuka kedua jarinya, kedua jari telunjuk nya ia geser dan melihat Gaffi baik-baik saja.
"Heh? Kemana makhluk jelek itu?Hah? Kamu apakan dia bisa pergi menghilang tanpa kamu apa-apakan?" Tanya makhluk imut itu seraya mendekati Gaffi.
"Pemilik tubuh mu tak pernah berdoa ketika akan melakukan apa-apa. Bilang sama otak... Mau apa-apa dimulai minimal Basmalah... itulah jika melakukan apapun tanpa berdoa terlebih dahulu. Pikiran buruk lebih dominan." Ucap Gaffi santai. Ia mengamati ruang otak itu.
Padahal tadi Gaffi sudah ketakutan juga. Karena ia tak memiliki senjata, tapi makhluk tadi membawa senjata. Ia tadi hanya membaca Ayat Kursi dimana, Gaffi memiliki keyakinan bahwa ayat itu bisa mengusir setan. Nyatanya di dunia virtual ia membuktikannya.
Namun ditempat lain, perempuan berkursi roda yang menciptakan virus perjalanan virtual itu murka.
"Aaaaaaa! Tidak begitu! Tidak begitu akhirnya!! Matikan! Matikan! Aku tidak ingin seperti ini! Matikan!" Teriak perempuan berkursi roda itu penuh amarah. Matanya nanar menatap semua ilmuwan yang segera berlari tunggang langgang untuk mematikan perjalanan itu.
Di laboratorium Profesor Kim, Mia cepat memencet tombol-tombol pada kapsul yang mengurung tubuh Gaffi dan Maya.
"PROGRES..."
Suara kapsul tersebut untuk mematikan perjalanan virtual itu.
"OPEN."
Pintu kapsul terbuka. Mia mengamati dua orang yang masih terpejam di dalam kapsul.
"Gaffi, Salsa?" Panggil Mia.
Tak ada jawaban.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
sitimusthoharoh
salsa m gaffi masih syok itu mb mia.
lanjut
2024-01-30
0
Sang
euy mak romlah, suka-suka othor dunk mau gimana jalan ceritanya, ente tinggal jalani aja nasibmu 🤣🤣🤣🤣🤫
2024-01-23
1
naynay
👍
2024-01-11
1